
Hendri menceritakan semua kenangan yang masih ada di kepalanya kepada elena. agar nanti jika hendri benar benar kehilangan ingatan masa lalunya setidaknya masih ada satu orang yang mendengar langsung cerita itu sebelum dia melupakannya.
hendri juga sudah menulis buku harian yang berisi tentang perjalanannya hingga saat ini dan kenangan kenangan masa lalunya.
singkat cerita, 1 jam kemudian hendri menyudahi cerita panjangnya.
"ceritamu benar benar biasa ya.. " ucap elena.
"itu adalah cerita sebelum dunia berganti." ucap hendri.
"yah.. siapa sangka perang akan terjadi lagi. gara gara black leaves dunia kita yang damai berubah jadi seperti ini. mereka memulai perang yang bahkan simulasi perang yang diajarkan di sekolah militer ku dulu terasa seperti main main."
"kau masuk sekolah militer?" tanya hendri.
"iya, mau dengar ceritaku juga?"
sekarang gantian elena yang bercerita dan hendri yang mendengarkan.
sementara di kemah dekat alat massive reactor di letakkan. tatara berbincang santai dengan sir near, disana juga ada komandan spiral, komandan noa, dan arachne.
"bisa kita lanjutkan yang kemarin?" ping komandan noa pada tatara.
"baiklah."
tatara lanjut memberikan informasi yang dia miliki, setelah tadi siang tertunda.
tatara sudah menjelaskan dengan rinci semua informasi yang dia dapatkan dari ingatan wizard beberapa hari yang lalu.
termasuk soal kemampuan dari 4 pembawa bencana yang sudah bentrok dengan the hunter sejauh ini.
"pertama sang pembawa bencana perpecahan, sang penyihir tanah liat 'terran'. dia dapat membuat tiruan dari makhluk hidup dan barang menggunakan tanah liat. makhluk apapun dan barang apapun yang dia buat dapat berfungsi seperti aslinya namun dengan durability yang jauh lebih lemah. zona kekuatan terran mencakup seluruh negeri jepang dan beberapa wilayah negeri cina."
"terran abadi selama inti sihirnya tidak dihancurkan sama seperti arknight."
tidak lupa tatara memberitahu soal kebangkitan underwave kepada the hunter. karena yang menjaga underwave sekarang adalah clone buatan terran jadi sekalian saja diberitahu.
"lalu penyihir merah 'red witch', yang kekuatan sihirnya dapat mewujudkan apapun yang dibayangkan oleh red witch dengan batasan batasan yang tidak diketahui oleh wizard. zona kekuatan red witch adalah yang terbesar mencakup setengah asia tenggara, india bagian barat, rusia bagian selatan hingga setengah bagian alaska."
tatara juga memberitahu apa yang terjadi setelah dirinya ditangkap oleh red witch di perang jepang dulu.
__ADS_1
lalu kemampuan dari 2 pembawa bencana lain yang belum ditemui oleh the hunter.
"yang ketiga, sang pembawa bencana guncangan, dia menyebut dirinya sebagai valkyrie. penyihir wanita yang dapat berubah menjadi raksasa setinggi 1100 meter. zona kekuatannya berada di garis antara amerika utara dengan amerika tengah, kanada sebagai batas sebelah timur, samudra atlantik sebagai batas barat, dan pesisir laut selatan denmark sebagai batas utara."
"lalu yang keempat, adalah sang pembawa bencana surgawi."
"surgawi..?"
"ya, surgawi."
"wizard menganggap yang satu ini sebagai yang terkuat di antara mereka. red witch memanggilnya lighting (petir) kekuatannya berhubungan erat dengan petir. dia bisa mentransfer sihir listriknya ke makhluk hidup dan menciptakan ledakan yang sangat besar. bahkan red witch menyebut kalau underwave itu adalah kuku dari si petir."
"aku tidak punya informasi mendetail tentang yang satu ini."
"baiklah. terima kasih untuk semua informasimu. sekarang bagaimana cara kita melawan makhluk makhluk seperti itu?" tanya sir near.
"cara paling efektif yang bisa dilakukan hanyalah mencari tunas sihir mereka. kita tidak mungkin bisa menang jika berhadapan langsung dengan para penyihir itu." kata komandan spiral.
"aku rasa selama ini kita hanya beruntung bisa selamat dari para pembawa bencana itu. dulu saat di jepang kita selamat berkat trik melempar bom anti materi yang dilakukan arachne. sekarang kita beruntung ada graham-tatara yang membantu kita." kata komandan noa.
"tidak aku sangka para pembawa bencana itu memang memiliki kekuatan yang tergambar di nama panggilan mereka. dulu saat menonton rekaman penemuan gua bawah tanah itu, aku kira nama nama yang terlihat terukir di dinding masuk gua hanyalah coretan semata."
"video apa yang kau maksud?" tanya tatara.
"jadi kalian menemukan tempat persembunyian pembawa bencana! dimana tempatnya?!"
"itulah masalahnya. para penemu gua itu hampir semuanya terbunuh oleh red witchz dan satu orang yang selamat mengalami trauma berat, dan mengalami kondisi otak yang aneh, yang membuat ingatannya tentang tempat itu menjadi berantakan."
"pertama dia bilang gua itu ditemukan di siberia, lalu nepal, lalu karibia, lalu hawai dan terus menerus berganti setiap harinya."
"sial! padahal itu informasi yang sangat penting." tatara kecewa.
"sudahlah. untuk saat ini kita akan mengurus tunas sihirnya arknight terlebih dahulu. dan juga sepertinya tidak ada pembawa bencana yang zona kekuatannya mencakup wilayah the hunter (timur tengah dan afrika utara)"
"mungkin begitu. kalau ada harusnya dia sudah menyerang kalian kan." kata tatara.
"dengan tidak adanya pembawa bencana di wilayah the hunter dan tatara sebagai aliansi kita, maka timur tengah dan nepal menjadi save zone bagi kita." sir near menjelaskan.
"dengarkan aku semuanya! beritahu komandan ark juga. besok kita akan menyerang pasukan black leaves yang mengepung kita dari segala arah. jadi pastikan kalian tidur awal malam ini." perintah sir near.
__ADS_1
setelah perbincangan itu, tatara berjanji akan membantu the hunter melawan black leaves, mengalahkan pembawa bencana lainnya, bahkan mengalahkan monster kuno atau apapun yang ingin dibangkitkan oleh kelompok disaster readers. tentu saja dengan syarat mutlak eksekusi profesor erick graham.
di luar perbatasan nepal sebelah timur. jalur pulang pasukan hunter.
"kapan mereka akan datang?"
2 orang tentara sedang berbincang santai.
setelah arachne mengkhianati black leaves dan kitsune jatuh, arlong menyuruh swordfish untuk mendekati masyarakat eropa yang royal kepada mereka.
dengan perantara swordfish, arlong menyampaikan sebuah propaganda dengan menyebut bahwa tak lama lagi the hunter akan melakukan penyerangan ke nepal untuk mengambil senjata senjata yang sejak dahulu di kunci.
arlong meyakinkan masyarakat eropa kalau tindakan the hunter yang menerobos nepal akan menyebabkan terjadinya sebuah bencana yang besar. beberapa negeri eropa yang takut mendengar kebohongan arlong pun memutuskan untuk membentuk sebuah aliansi militer internasional eropa guna membantu pasukan black leaves meratakan pasukan hunter yang ingin menerobos nepal.
namun karena mereka datang terlambat dan arknight menyerang pasukan hunter lebih dulu. black leaves pun jadi memiliki keuntungan, walaupun akhirnya arknight dan BOARD kalah namun the hunter pasti kehilangan banyak kekuatan.
komandan kraken sedang berbincang dengan para jenderal lainnya.
komandan kraken sedang kesal karena arlong meninggalkan tugasnya disini.
komandan arlong juga datang ke nepal, namun dia kembali lagi ke kanada setelah mendapat telepon dari kakaknya.
"komandan divisi 6 kraken, hal mendesak apa yang membuat komandan arlong terpaksa kembali ke kanada?" tanya seorang jenderal aliansi militer.
"saya dengar saat komandan arlong pergi terjadi peretasan data data rahasia di markas besar kami. karena saat ini di markas kami sedang kekurangan tenaga manusia yang handal terpaksa komandan arlong kembali ke kanada untuk mengurus masalahnya langsung."
"begitukah?" tanya si jenderal dengan ragu seolah tidak percaya dengan ucapan komandan kraken.
"anda tidak perlu khawatir. tanpa komandan arlong pun kita sudah cukup untuk mengalahkan the hunter."
di luar kraken bicara dengan tenang namun di dalam hati dia sangat ingin marah kepada arlong.
"dia sama sekali tidak memberitahuku alasannya kembali ke kanada."
"sebenarnya apa alasanmu, arlong? kenapa kau menunjukkan wajah ketakutan seperti itu saat mengangkat telepon kakakmu?"
arlong kabur dari medan perang.
....................................................................................
__ADS_1
chapter selanjutnya : pertempuran melawan pasukan aliansi eropa. melewati kepungan musuh.
....................................................................................