Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 113: Sunrise Peak Battle (Part 6) Arachne Sang Ancaman


__ADS_3

gelap sekali sampai sampai mata mereka seperti diselimuti asap tebal.


kegelapan ini tidak normal. kegelapan itu bukan tercipta dari awan yang menghalangi sinar matahari melainkan lebih seperti sinar matahari yang berubah warna menjadi gelap. hal ini terbukti dari tidak adanya awan di langit.


ripe berpikir sepositif mungkin melihat fenomena ini. dia mengira kalau itu adalah dampak kemunculan underwave yang telah dipulihkan atau diperbaiki oleh black leaves.


"kenapa harus disaat seperti ini underwave muncul kembali? dan juga darimana datangnya pasukan laba laba itu? apa mereka bawahannya arachne?"


terlalu banyak pertanyaan yang muncul di benak ripe.


beruntung fenomena kegelapan itu tidak ada sangkut pautnya dengan underwave, 2 menit kemudian langit kembali terang seperti biasanya.


pertempuran yang sempat terhenti antara clone swordfish dan pasukan yokai pun kembali berlanjut.


nyali si ace ciut gara gara melihat penampakan itu, dia berpikir untuk kabur.


"setelah dipikir pikir untuk apa aku berada disini? dokter mei juga sudah aman. kalau begitu aku mundur saja."


ripe meninggalkan pasukan yokai dan clone swordfish lalu menyusul hunter mikaylov dan yang lainnya.


dokter mei sudah dipindahkan ke dalam mobil untuk menyembunyikannya dari pengejaran tentara.


haytani ringo menunggu ripe, saat dia sampai haytani memberitahunya perihal rudal yang sebelumnya diluncurkan untuk meledakkan gunung fuji.


"hunter ripe, ada berita buruk dari markasmu!"


"katanya rudal yang dikirimkan telah meledak di tengah jalan!"


"....!! bagaimana bisa? setahuku kami punya teknologi siluman yang terpasang pada setiap rudal?"


"aku juga tidak tahu. rudal itu hancur baru saja."


"the hunter tampaknya akan mengirimkan rudal lagi untuk memastikan apa itu kecelakaan ataukah serangan dari musuh."


[hunter ripe, kau disana?]


"ya aku disini."


[bawa dokter mei ke bunker darurat kita]


[situasinya tidak memungkinkan untuk kita pergi sekarang]


[lakukan dengan cepat dan jangan ragu]


.....


"aku tidak yakin soal ini..." ucap ripe.


"dimana lokasi bunker yang dimaksud" tanya haytani.


"di kantor kedutaan luar negeri jepang."


"....."


dokter mei sedang diantar oleh hunter mikaylov ke kedutaan luar negeri. dokter mei memeluk sesuatu, itu adalah alat yang dia gunakan untuk meretas sistem underwave dahulu.


"terima kasih sudah menyelamatkan alat ini himiko." ucap dokter mei.

__ADS_1


himiko tidak mendengarnya karena dia pingsan.


lalu keadaan di medan perang mansion the hunter.


torune isshin dihajar habis habisan oleh kombinasi the hunter dan arachne. baru beberapa menit mereka bertarung isshin sudah menerima luka yang cukup dalam dari arachne.


arachne menunjukkan kemampuannya pada isshin dan the hunter, dia mengeluarkan untaian benang panjang yang dapat dengan mudah membelah peluru menjadi dua.


katana milik torune isshin pun sampai retak hanya dengan menangkis benang arachne beberapa kali.


isshin mencoba menjaga jarak tapi saat dia melakukan itu peluru sniper melesat ke ayahnya sehingga tidak memberinya pilihan lain selain tetap berada di jarak jangkau benang arachne.


ini adalah pertarungan arachne vs torune isshin, pasukan pemburu tidak membantu karena mereka tidak mau mendekat kesana, benang benang arachne melayang di udara seperti angin yang dapat memotong tubuh mereka jika tersentuh sedikit saja.


isshin menebas arachne dengan api, alih alih benangnya terbakar api malah membuat benang arachne panas sehingga menambah ketajamannya.


"benang berlian? yang benar saja!!"


"aku bahkan tidak bisa mendekatinya!"


krang!! satu katana isshin hancur.


krang!! katana kedua hancur.


para penjaga gunung dan white-man tidak berdaya membantu isshin. jika bergerak sedikit saja sekarang mereka bisa kehilangan lambung mereka.


arachne menancapkan benang yang amat tipis ke dalam lambung para murid torune isshin dan white-man lalu menyatukan mereka seperti sate. tusukan benang itu tidak menimbulkan luka tapi akan berakibat fatal jika digerakkan.


benang itu tidak bisa dipotong, jika ditarik lambung mereka akan berantakan. benar benar wanita yang sadis.


"meyerahlah tuan torune, benang itu bisa menghancurkan organ dalammu jika kau bergerak sedikit saja."


"aku tidak akan mati semudah itu..." isshin menolak.


"tapi kau akan mati jika tidak menyerah sekarang..." balas arachne.


isshin dengan berani memiringkan badannya sehingga membuat benang arachne merobek lambung dan dada sebelah kirinya. aku yang menulis ini juga jadi ngilu membayangkannya.


isshin mencabut pohon di belakangnya lalu melemparkannya ke arachne, namun spiral berhasil menangkap pohon itu dengan tangannya yang dia rubah menjadi ekor ular.


"wahh... sekarang kau bisa mengendalikan perubahanmu ya. kau sudah berkembang tuan."


isshin lagi lagi melemparkan pohon ke arah arachne namun kali ini pohon itu ditangkap oleh hendri graham.


"terimakasih assault nyarla."


hendri mengangguk,


"tidak akan kami biarkan kau terluka nona arachne." ucap north.


"kau terluka?" arachne melihat luka tusuk north.


"kemarilah akan aku jahit lukamu."


arachne menjilat telapak tangannya lalu mengeluarkan benang berwarna hitam ke biruan dari bekas jilatannya.


benang itu bergerak ke north lalu menjahit lukanya dengan sempurna.

__ADS_1


"sudah selesai..."


"tidak sakit kan?"


"i-iya.."


arachne melihat kembali pada isshin, dia tampak kesakitan namun masih berusaha terlihat kuat.


"torune isshin, aku beri kau peringatan terakhir! menyerahlah atau aku habisi kau!"


torune isshin memiliki kelemahan yang fatal yaitu tingkat regenerasi yang lebih rendah ketimbang white-man lainnya. hal itu disebabkan karena faktor usianya yang sudah cukup tua saat menjadi white-man.


isshin menyalakan api di katana terakhirnya lalu bersiap untuk serangan terakhir.


dia kali ini berlari ke arah arachne lalu menebaskan katananya, arachne memutar tangannya yang membuat benangnya berputar seperti pisau blender di hadapan isshin.


isshin menebaskan katananya namun yang keluar bukanlah api melainkan bilah angin yang sangat besar. benang arachne pun terdorong ke arah para hunter.


untung saja arachne bertindak cepat untuk menarik benangnya kembali ke tangannya namun torune isshin sudah siap menusuknya dengan katana yang sudah kehabisan bahan bakarnya.


"monsuta o shinu!!" (matilah monster!!)


hendri graham bereaksi cepat dan berhasil menghentikan serangan torune isshin namun katana itu sudah lebih dulu menusuk bahu kiri arachne.


tepat disaat itu juga arachne menghancurkan tubuh bagian bawah isshin dengan benang di tangan kanannya.


isshin pun sudah dipastikan kalah sekarang.


hendri menjerat tubuh isshin yang tersisa lalu melemparnya ke hadapan komandan spiral.


"bunuh aku!" ucap torune isshin.


"tidak ada gunanya lagi melayani negeri ini! jadi cepat bunuh saja aku!" pinta torune isshin.


"ada sesuatu yang jahat yang mengendalikan negeri ini. negeri ini sudah tidak indah seperti dulu lagi. karena itulah tolong bunuh aku!"


komandan spiral menyerahkan keputusan kepada arachne, karena kalau bukan karena dia the hunter mungkin belum bisa mengalahkan torune isshin sekarang.


"arachne nyawanya ada di tanganmu. silahkan kau putuskan."


"begitukah? hemm... kalau begitu biarkan dia hidup."


"apa kau yakin?"


"kau bilang keputusan ada di tanganku kan. kalau begitu biarkan dia hidup, cepat atau lambat dia juga pasti akan mati karena luka itu."


"kau dengar dia kan torune isshin?"


isshin tidak menjawab selain menundukkan kepalanya ke tanah.


"kami akan pergi dari jepang sebentar lagi, dan jangan lupa kamilah yang jadi pemenang di pertempuran ini." ucap komandan spiral.


senyuman sekaligus perasaan duka menyelimuti pasukan pemburu dan pertempuran penyergapan pasukan pemburu pun dimenangkan oleh pasukan pemburu.


tapi masih ada masalah di tempat lain. clone swordfish masih terus bermunculan. lalu rudal pasukan pemburu meledak tanpa sebab yang jelas.


..........

__ADS_1


__ADS_2