Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 38 : Konflik Diantara Musuh


__ADS_3

"karena dia mengetahui tujuan 10 pembawa bencana yang sebenarnya.. " arlong dengan cepat mundur dan menembakkan pistol nuklir lebih cepat dari torga.


"duuaarr!!"


ledakan besar yang terjadi hampir merubuhkan kediaman torga. pistol nuklir yang digunakan arlong punya daya ledak yang lebih besar daripada yang digunakan armadillo dahulu, beruntung tembakan itu tidak mengenai torga secara langsung.


diantara langit langit yang berjatuhan torga membalas tembakan arlong, arlong dengan cepat menjebol dinding dan berhasil menghindar dari tembakan itu.


sementara diluar para pasukan black leaves yang setia pada torga berusaha masuk ke dalam untuk membantu tapi usaha mereka dihalangi oleh 2 bawahan arlong yang bernama Echidna dan Alfar.


baku tembak dengan peluru nuklir terus berlangsung hingga tempat itu roboh.


torga yang bersembunyi diantara reruntuhan berusaha mencari keberadaan arlong yang hilang dari pandangannya.


"klik"


suara kokang pistol terdengar dari belakang torga.


"kau sudah terlalu tua untuk menikah apalagi untuk bertempur" arlong dengan sombong mengejek torga


arlong akan menembakkan pistolnya sementara torga mustahil menghindar di jarak sedekat itu, beruntung salah seorang pelayan yang selamat melemparkan sebuah pisau dapur ke arah arlong dan berhasil mengalihkan perhatiannya.


dalam sepersekian detik torga berhasil mengunci lengan arlong dengan kedua kakinya dan menjatuhkannya ke tanah. setelah posisi mereka berbalik torga berubah ke bentuk nyarlanya, seekor singa hitam dengan postur tubuh layaknya manusia setinggi 4 meter dan memiliki mata yang mengeluarkan cahaya berwarna kuning.


"tidak buruk juga pak tua" torga menghantam arlong dengan tinjunya sampai membuat lantai tempat tempat mereka berpijak hancur. tapi pukulan kuat itu dapat ditahan oleh arlong yang mengubah setengah tubuhnya menjadi nyarla.


dengan sedikit terluka arlong bicara "baik kau maupun wanita itu, kalian berdua lemah!"


"aku menjadikan kalian nyarla yang kuat secara biologis, tapi kalian malah terbunuh dengan konyolnya.. "


mendengar kekasihnya lee yin dihina torga semakin naik pitam, dia dengan penuh amarah mengangkat sebuah pilar bangunan yang tergeletak dan berusaha meremukkan arlong.


arlong sangat santai menghadapi kemurkaan binatang buas di depannya dan saat torga akan menghancurkan arlong rentetan tembakan muncul dan menghujani tubuh torga.


terlihat dari jarak puluhan meter echidna sudah membunuh semua prajurit torga dan sekarang berusaha membantu arlong.


meski beberapa peluru bersarang di tubuhnya torga tampak tidak terlalu kesakitan, echidna pun mencoba menembaknya lagi, tapi arlong sudah berubah ke bentuk serigala nyarlanya dan memukul tubuh torga hingga terpental cukup jauh.


"sekarang saatnya untuk serius pak tua!!" suara arlong dalam bentuk serigala terdengar sangat mengerikan


"kraaash!!" arlong menghilang dari tempatnya berdiri, kecepatannya sampai membuat puing puing bangunan yang diinjaknya hancur dan beterbangan di udara.


"buaak!" torga menahan serangan arlong,


meski ukuran tubuh mereka sama arlong lebih kuat dari torga, torga berkali kali menghindari beradu kekuatan dengan arlong, tapi torga tetap bisa memberi perlawanan dengan mencakar tubuh arlong berkali kali.


tidak seperti pertarungan nyarla tingkat tinggi lainnya, arlong dan torga hanya bertarung di satu tempat yang sama, keduanya tidak ingin buang buang tenaga dan yakin bisa mengalahkan musuhnya, tapi torga mulai terpojok karena perbedaan stamina dan pengalaman diantara mereka.


echidna bersiap dengan senapannya dan alfar bersiap mengancam torga menggunakan para pelayan jika keadaan menjadi tidak terduga.

__ADS_1


pertarungan antara 2 komandan itu cukup singkat, karena arlong berhasil menyerang titik vital lawannya yaitu mata. mata kanan torga kini buta karena terkena cakar arlong.


keseimbangan torga mulai terganggu, arlong yang melihat kondisi torga merasa bersemangat untuk membunuhnya.


"tenang saja rekanku. begitu aku membunuhmu kau tidak akan merasa kesusahan lagi" ucap arlong dengan senyum lebar di wajahnya


"dasar sinting!!" torga membalas kata kata psikopat arlong


torga kembali menyerang, tidak seperti sebelumnya kali ini torga bertarung dengan seni bela diri. arlong yang tidak siap bertarung dengan kungfu pun terkena beberapa pukulan telak di wajahnya bahkan sang alfa serigala ini berhasil dibanting ke tanah.


echidna berusaha menembak tapi torga melindungi dirinya dengan memanfaatkan arlong. karena tidak bisa menembak echidna menyuruh rekannya alfar yang berada di sisi lain untuk membantu arlong.


mereka bicara melalui walkie talkie "alfar!! jangan diam saja! bantu komandan membunuh singa itu"


"maaf.. aku terpana. ini pertama kalinya aku melihat nyarla selain nyarlapostle" alfar mengeluarkan sebuah bazooka dengan desain yang sangat modern lalu mengunci torga sebagai targetnya.


beberapa detik kemudian, alfar dengan sembrononya menembakkan bazooka tanpa memperhitungkan arlong yang ada di dekat torga. cahaya terang terlihat dari lubang peluru bazooka.


"apa yang mau kau lakukan?!" teriak arlong dengan marah


"jangan gunakan itu alfar!! itu akan mengenai komandan arlong" teriak echidna


memanfaatkan kelengahan arlong, torga bergegas berlari ke belakangnya untuk berlindung.


"duaar!!"


ledakan besar terjadi


"!!"


"!!"


tubuh alfar pun hancur berantakan, arlong yang sadar perhatiannya teralihkan melompat ke udara, pas sekali saat itu torga berusaha menusuk arlong dengan kukunya sehingga arlong terhindar dari kekalahan.


"sialan! kau beruntung sekali.. " ucap torga dengan kesal


"echidna bunuh semua pelayan itu!" perintah arlong


"laksanakan!!" echidna mengejar para pelayan yang kabur


torga sangat ingin menolong mereka tapi dia sendiri sudah hampir mencapai batasnya dan arlong mengetahui hal itu karena dia adalah mentor torga saat baru menjadi nyarla.


"menyerahlah Hyun Su"


"aku sebenarnya masih ragu apakah ingin membunuhmu atau tidak"


"aku tidak pernah peduli denganmu ataupun black leaves sampahmu"


"yang aku pedulikan hanya.. "

__ADS_1


"lee yin.. " arlong memotong ucapan torga


"aku tau itu. kau sudah mengatakannya ratusan kali meski tidak di hadapanku"


arlong melirik echidna yang sedang membantai para pelayan di belakangnya.


"apa kau akan membiarkan saja para pelayanmu dibunuh?"


"asal tau saja pistol nuklir tidak akan bisa membunuh echidnaku.. "


torga menjawab pertanyaan arlong "mereka sudah bekerja dengan baik hingga saat ini. sekarang saatnya mereka diistirahatkan"


"candaan yang gelap hyun su, jangan salahkan aku atas kematian mereka.. "


torga menatap pemandangan di belakang arlong dengan tatapan kosong.


"dulu saat aku menjadi mentormu, aku pernah bilang agar menjadikan orang yang kuat sebagai bawahanmu"


"tapi kau tidak menurutinya dan malah menjadikan wanita wanita lemah ini penjaga yang paling dekat denganmu"


"mereka semua kuat" torga memotong omongan arlong


"haahh??"


"mereka semua kuat sebagai seorang manusia"


"....."


"jadi kau mengejek bawahanku karena dia bukan manusia?"


"kau lebih peka dari yang kuduga.. "


arlong bersiap untuk menyerang, otot otot di tubuhnya menjadi lebih besar, cakarnya memanjang, aura intimidasinya kembali dirasakan oleh torga bahkan echidna yang berada jauh pun ikut merasakannya.


"senang bisa mengenalmu hyun su"


"bwooosh"


torga tidak bergerak dia hanya berdiri mematung dengan tatapan kosong seakan akan sudah pasrah pada kematian.


sosok arlong pun muncul di belakang torga sambil berusaha melubangi kepalanya,


"zruuutt"


sesuatu yang aneh terjadi, di sekeliling torga muncul cairan berwarna silver yang kental.


"apa ini?"


"aku tidak bisa menarik tanganku keluar!"

__ADS_1


"kau tidak akan bisa membunuhku arlong!" torga berbalik, tatapannya yang kosong kini berubah menjadi tatapan penuh kebencian.


__ADS_2