Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 149 : Menerobos Penjara Nepal


__ADS_3

"....."


"tidak lama lagi kita akan melihat neraka. akhir dari perang melawan mereka. apa menurut ibu, aku bisa membawa pasukan the hunter menuju kemenangan?"


"...apakah kau takut collin? jangan takut. selama ini kau telah memimpin pasukan mu bertahan dari serangan orang orang jahat itu. kau sudah membuktikan kemampuan mu kepada semua orang, jadi ibu percaya padamu."


"tetaplah berpikir dengan kepala dingin. kau dan aliansi the hunter tidak akan bisa dijatuhkan oleh siapapun."


seorang prajurit the hunter menemui ibunya sebelum dia menjalankan misi. beberapa hari terakhir prajurit ini merasa gelisah karena itulah hari ini dia datang untuk meminta doa dari ibunya sebelum pergi berperang.


"aku akan ingat pesan ibu, selalu berpikir dengan kepala dingin. doakan the hunter agar bisa memenangkan perang ya bu." pinta si prajurit. dia adalah anak yang berbakti pada kedua orang tuanya, bahkan meskipun ayahnya sudah meninggal.


"iya nak, hati hati di jalan, jangan lupa makan yang teratur dan carilah pasangan."


si prajurit tertawa kecil mendengar ibunya menyuruhnya mencari istri.


"nanti kalau perang usai aku akan memperkenalkan calonnya pada ibu." ucap si prajurit sambil tersenyum lebar.


si prajurit mengambil sepatunya yang dia letakkan di samping pintu keluar lalu keluar dari rumah kayu kecil itu dengan perasaan bercampur aduk.


si prajurit berbalik melihat ke arah rumah kayu itu, dia melihat ibunya yang umurnya kepala 4 melambaikan tangan padanya. si prajurit melambaikan tangan pada ibunya lalu pergi dengan berjalan kaki melewati jalan yang dipenuhi batu batu kerikil.


"aneh. padahal aku yakin sudah membersihkan jalan ke rumah ibu sebulan yang lalu. tapi kenapa tempat ini masih saja dipenuhi batu kerikil?" dia curiga kalau warga setempat sengaja membuang kerikil ke jalan ini karena disini tempatnya jauh dari permukiman warga.


hanya ada beberapa rumah di daerah ini, ditambah lagi masyarakat disini salah satunya ibu si prajurit yang merupakan pengungsi dari negara lain sangat jarang bersosialisasi dengan warga asli. jadi mungkin saja orang orang mengira daerah ini sebagai lahan kosong yang bisa ditimbuni batu batuan untuk sementara.


"collin." terdengar suara seorang wanita memanggil nama si prajurit.


si prajurit mencari sumber suara yang ternyata berasal dari seorang wanita yang bersembunyi di balik pohon pinus.


si prajurit pun bingung melihat ada pohon pinus.


"aneh aneh saja pemilik rumah itu. menanam pohon pinus di sekeliling rumah yang terletak di tengah gurun pasir seperti ini. padahal akan jauh lebih bagus jika yang ditanam adalah pohon kurma atau pohon berbuah lainnya." gumam si prajurit dalam hatinya.


"hei! kenapa kau malah menatap pohon? saat ini aku sedang berbicara dengan mu." bentak si wanita yang kesal telah diabaikan.


"maafkan aku erika. tapi kenapa kau ada disini?harusnya kau tetap berada di rumah sakit!!"


"...?!!"


si wanita tiba tiba memeluk si prajurit. si wanita yang bernama erika itu memeluk erat prajurit pria yang tidak lain adalah sir near.


-bahasa finlandia-


"olen iloinen, että voit hyvin. mutta sinun olisi pitänyt jäädä sairaalaan."

__ADS_1


(aku senang kau baik-baik saja. tapi kau harus tinggal di rumah sakit.)


sir near ingin membawa wanita itu kembali ke rumah sakit. dia segera menelpon pegawainya untuk menjemput mereka.


"en odota näkeväni sinua enää, collin. kun en onnistunut puolustamaan tukikohtaamme venäjällä, luulin, että kaikki olisi pian ohi."


(aku tidak mengira akan bertemu denganmu lagi, collin. setelah aku gagal mempertahankan markas kita di rusia aku kira semuanya akan segera berakhir.)


erika menangis di bahu sir near. cukup lama dia menangis, sir near membiarkannya saja hingga tidak lama kemudian sopir mobil yang ditelepon datang menjemput mereka berdua.


sir near mengangkat wajah erika, menyuruhnya berhenti menangis.


"jangan menangis lagi. aku akan mengantarkanmu ke rumah mu. akan aku beritahu semua yang telah terjadi selama kau koma."


"tunggu collin. aku dengar dari dokter black leaves menyerang markas kita di yaman. berapa banyak korban jiwa nya?"


sir near tidak berbasa basi pada erika. dia menjawab jumlah korban meninggal di pihak the hunter saat perang yaman.


"4052 orang meninggal, 345 hilang, dan 2890 terluka dari kategori ringan hingga berat yang mana 2099 mengalami trauma mendalam dan tidak ingin ikut berperang lagi. sekarang ikutlah dengan ku pulang."


erika pun mengikut sir near dengan anteng. tapi sir near tidak membawanya pulang ke rumahnya tapi malah ke toko kue.


sir near dan erika duduk berhadapan di sebuah meja bundar. mereka memesan banyak kue.


"bukankah kau suka makanan manis? di toko ini kadar gula di makanannya rendah tapi rasanya tetap enak."


bapak pemilik toko yang mendengar ada pelanggan yang memborong produk nya bergegas keluar untuk melihat pelanggan itu. betapa terkejutnya dia saat melihat sir near duduk di toko nya.


"selamat datang di toko kami, pak near. kalau anda menginginkan sesuatu silahkan panggil kami."


sir near membalas dengan senyuman lalu berkata pada erika "pesanlah semua yang kau mau, anggap ini traktir dariku."


"tunggu kau mau kemana?!" tanya erika pada sir near yang meninggalkannya.


"hari ini the hunter sedang menerobos nepal. sebagai pimpinan aku harus berada di tempat pimpinan seharusnya berada. sampai jumpa erika, lekas sembuh ya..."


hari ini sir near mengunjungi ibunya dan tidak sengaja bertemu dengan temannya yang telah lama koma, erika. sementara itu di tempat lain 5 hunter terpilih sudah ada di depan tembok pembatas nepal.


"berapa jauh jarak ke pusat kendali keamanan nepal?"


"kalau itu jaraknya sekitar 308 kilometer. tujuan kita adalah kantor keamanan cabang timur yang berjarak 18 kilometer dari sini."


"baiklah kalau begitu kita mulai operasinya."


jenderal arif zafran nayyara bertugas sebagai ketua misi ini.

__ADS_1


di markas besar mesir profesor graham yang merupakan orang nomor 2 the hunter menjadi pemimpin operasi ini menggantikan sir near untuk sementara.


[ketua zafran bagaimana situasi disana?] profesor graham berkomunikasi menggunakan jaringan satelit khusus milik the hunter. jaringan khusus itu tidak akan bisa diputus atau pun diretas oleh pihak luar.


[sangat sepi pak.] jawab ketua zafran.


[ada sangat banyak robot perang di pusat komando nepal. sementara cabang yang kita tuju memiliki setidaknya ratusan mesin perang nirawak sebagai pertahanannya.] jelas profesor erick graham.


[baiklah, kami mengerti profesor.]


[semoga sukses.]


[ding]


"kita akan menyelesaikan ini dengan cepat dan pulang dengan membawa kemenangan. benar kan north!!" ucap ripe dengan bersemangat.


"tentu saja. kita hanya perlu menancapkan chip ini dan dokter mei akan mengambil alih kendali keamanan nepal." balas north dengan lagak angkuh nya.


"ngomong ngomong apa kalian sudah mencoba kemampuan baju tempur ini?" tanya adelgonde, hunter wanita asal belgia.


"belum. tapi aku sudah sering menggunakan barang yang serupa. 'spirit suit' ini akan sangat membantu." jawab ripe.


"sudah cukup bicaranya! kita berangkat sekarang." perintah ketua zafran.


regu penerobos yang beranggotakan 5 orang ini dipersenjatai dengan senjata canggih dan sebuah baju tempur berteknologi siluman yang diberi nama 'spirit suit'. baju ini bisa membuat pemakainya menghilang dari pandangan mata bahkan menyamarkan suara yang dibuat pemakainya saat bergerak. baju ini adalah 'last version' dari mantel tembus pandang.


di markas utama the hunter.


"pak profesor, apa anda yakin spirit suit saja cukup untuk pertahanan para hunter penerobos?"


"itu cukup. 'spirit suit' itu merupakan perpaduan dari 3 teknologi mutakhir. besi cair mobilium, nanoteknologi, dan elemen roh yang mampu menghapus esensi materi dari panca indera. ditambah lagi kita memberi mereka senjata modifikasi. kali ini pasukan kita siap untuk melawan apapun yang muncul di nepal." ucap profesor graham dengan percaya diri.


"...kalau anda sudah berkata seperti itu, saya tidak akan ragu lagi."


di suatu tempat di nepal prison.


kriiiiitt...


arknight mendengar suara gesekan besi. entah suara dari mana yang dia dengar. padahal tatara yang ada di dekatnya tidak mendengar apapun, ditambah lagi saat ini dia berada di dalam bangunan yang tidak ada besinya.


arknight memegangi telinganya. lalu memberitahu tatara.


"ada makhluk hidup yang masuk ke nepal. dari arah timur atau utara."


.....

__ADS_1


__ADS_2