Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 39 : Melarikan Diri


__ADS_3

arlong tidak bisa mencabut lengannya dari benda cair itu.


"ini adalah besi cair buatan the hunter"


"ggrrrrr... " arlong berusaha menarik tangannya.


besi cair itu menempel dengan sangat kuat di lengan arlong bagaikan lem, bahkan kulitnya sampai terlepas sedikit demi sedikit saat arlong berhasil menarik tangannya. ini memberi torga kesempatan untuk menyerang balik.


torga memutar tubuhnya, besi cair itu sudah memadat sehingga arlong ikut terbawa oleh kerangka besi yang menyelimuti tubuh torga.


dengan cepat torga menangkap lengan kanan arlong lalu menggigit bahunya.


"graaaakh!!"


"graaakh!!!!"


singa adalah salah satu hewan dengan gigitan terkuat di dunia,


"ini adalah kelemahanmu arlong!"


"kau terlalu bergantung pada kekuatan nyarla!"


"nyarla bukanlah satu satunya teknologi hebat buatan manusia!" ucap torga dengan sekuat tenaga merobek leher arlong


mendengar kata kata itu ekspresi arlong tiba tiba berubah, senyum lebar muncul di wajahnya.


"pengetahuanmu soal eksperimen nyarla sangat rendah torga" ucap arlong


"kraash!!"


arlong dalam sekejap berhasil melepaskan diri dari cengkeraman torga. tapi dia juga mendapat luka serius di tangan kiri dan bahu kanannya.


"aku tidak tau proyek apa yang sedang dilakukan the hunter"


"menjadikan mobilium yang berharga sebagai senjata kombat jarak dekat adalah ide yang bodoh"


"kecuali kau mencurinya dari Near" ucap arlong sambil mengejek


besi cair ( MOBILIUM ) kini berubah menjadi sepasang tangan tambahan di atas tangan asli milik torga.


mobilium yang dimiliki torga dilengkapi dengan teknologi nano agar dia bisa mengubah bentuknya sesuka hati.


itulah sebutan untuk wujud torga saat ini.


tidak ingin kalah arlong juga memperlihatkan teknologi yang dimilikinya, luka pada bahu dan lengannya sembuh dengan sangat cepat.


"aku harus segera pergi dari sini"


"aku harus mengalihkan perhatian arlong agar dia tidak bisa mengejarku"

__ADS_1


torga mewaspadai pergerakan arlong, hingga tanpa dia sadari echidna mendekatinya


"jleb" echidna menggigit kaki kiri torga


"apa?" gigitan echidna tidak terasa sakit, tapi dari mulutnya keluar cairan berwarna hitam


echidna adalah seorang nyarla tipe mamba hitam. di alam, ular mamba hitam kebanyakan tersebar di benua afrika, mamba hitam memiliki racun atau bisa yang dapat melumpuhkan manusia setelah 45 menit dan membunuh korbannya setelah 7-15 jam jika tidak segera diberi antivenom.


lengan mobilium yang dimiliki torga tidak bisa menyentuh lawan yang menyerang di titik rendah seperti echidna.


echidna melepas gigitannya dan menjauh sementara arlong menyerang torga dari belakang, tapi cakarnya berhasil ditangkis oleh lengan mobilium.


torga melompat ke samping menghindari kepungan arlong dan echidna, namun keduanya dengan cepat menyerang secara bersamaan.


torga beradu tinju dengan arlong sambil terus bergerak mundur, sedangkan echidna yang agilitynya lebih tinggi berhasil membelakangi torga dan dengan cepat melilit kedua kaki torga dengan ekornya.


echidna berubah ke wujud manusia setengah ular, dia mengangkat torga dengan ekornya lalu menghantamkannya ke tanah.


lengan mobilium torga merespon damage yang diterima pemiliknya dan berubah menjadi armor yang melindungi tubuh bagian atas, sehingga torga tidak menderita cedera fatal.


di luar kediaman torga ada banyak pasukan divisi 1 arlong yang menunggu, lalu datanglah seseorang yang mengaku sebagai kepala pelayan disana, dia bersikeras ingin masuk ke dalam sambil membawa sebatang besi ditangannya.


kembali ke torga, dia berusaha menusuk echidna dengan mobilium, namun usahanya dihentikan oleh arlong yang memukul besi mobilium hingga membuatnya terpisah dan berceceran di tanah.


"aku tidak tau bagaimana caramu mengendalikan besi ini, tapi.. "


"asalkan aku bisa menjauhkannya darimu benda itu tidak akan berbahaya kan" ucap arlong dengan sombong


"rasakan itu torga!" ucap echidna


"bunuh dia" perintah arlong


echidna menghantamkan torga ke tanah berkali kali dengan keras hingga dia tidak bisa mengendalikan mobiliumnya.


di tengah eksekusi itu arlong menyadari ada seseorang yang datang, dengan waspada arlong memperhatikan gerak gerik orang itu.


"siapa orang bodoh itu? kenapa pasukanku diluar membiarkannya masuk?" pikir arlong dengan bingung


orang itu mulai berlari kearah arlong, arlong yang masa bodoh merespon tantangan dari orang itu. namun saat keduanya berada di jarak kurang lebih 5 meter, dia berhenti dan berlari ke samping mendekati echidna.


torga yang sudah mencapai batasnya ditambah terluka parah perlahan-lahan kembali ke bentuk manusianya. orang itu yang merupakan kepala pelayan sekaligus orang kepercayaan torga selain jacob ripe tanpa rasa takut berupaya menyelamatkan tuannya.


dia melemparkan sesuatu ke udara "bang" flashbang pun meledak membutakan mata arlong dan echidna.


meski dibutakan echidna bisa merasakan getaran di sekitarnya, dia berusaha membunuh si kepala pelayan. sedangkan arlong merasakan sakit dimatanya setelah terkena ledakan flashbang itu, matanya sampai mengeluarkan darah.


si kepala pelayan melempar beberapa flashbang lagi, memanfaatkan ledakan flashbang dia berhasil memotong ekor echidna dengan sebuah pedang lipat dan membawa pergi torga yang sekarat.


arlong yang mencium bau darah dan mendengar teriakan echidna memerintahkan pasukannya untuk mengepung tempat itu. arlong menjadi sangat marah karena eksekusi yang seharusnya berjalan mudah baginya malah membuatnya terluka cukup banyak.

__ADS_1


apalagi regenerasi super cepatnya tidak bisa menjangkau matanya.


"TORGAAAAAA!!!" teriakan arlong terdengar sampai ke telinga torga yang sudah pergi jauh dari tempat itu.


"hahh.. "


"terima kasih Fengying"


"you're welcome sir"


torga berhasil selamat dari arlong dan pasukannya berkat bantuan dari para pengikut dan pelayannya, terutama berkat bantuan si kepala pelayan yang bernama Fengying ini. sambil menggendong torga dia berlari dengan sangat cepat melewati perkemahan tentara.


"meskipun kita berdua selamat yang lainnya akan dibunuh oleh psikopat itu" ucap torga penuh rasa bersalah di hatinya


"aku yakin pelayan yang lain tidak akan menyalahkan anda atas nasib mereka"


"....."


"sejak awal kami tau konsekuensinya bekerja di tempat anda, tapi kami tidak punya pilihan lain sehingga kami terpaksa melakukannya"


"lama kelamaan perasaan tidak nyaman menghilang apalagi setelah kami mengenal baik anda"


"tujuan anda bergabung dengan black leaves adalah untuk menjaga wanita yang anda cintai"


"harus saya akui cinta anda kepada nona lee yin sangat luar biasa. meski dia sudah berubah menjadi monster anda tetap mengejarnya, kalau itu terjadi padaku aku mungkin akan pergi mencari yang lain" ucapnya sambil bercanda


"....."


torga menutup matanya, dia tidak bisa melupakan pemandangan yang dia lihat sebelumnya. obsesinya untuk membalas demdanlah yang membuat orang orang baik itu terbunuh.


"kami juga sama sepertimu Hyun Su"


"kami melayanimu semata mata untuk menghidupi orang yang kami cintai"


"baik kau, aku, maupun para pelayan dan penjaga, kita semua adalah korban dari keganasan manusia lainnya"


"jadi jangan terlalu menyalahkan dirimu atas kematian yang lainnya"


setelah mendengar ucapan Fengying torga mencoba tetap tegar pada tujuannya.


dia bertanya kepada fengying "darimana kau mendapatkan kacamata itu?"


"aku membuatnya sendiri, ini kacamata khusus untuk melindungi mata dari cahaya super terang"


torga bertanya lagi "kemana kita akan pergi?"


"ke yaman"


"ke markas utama the hunter berada.. "

__ADS_1


pertempuran di satu pihak pun berakhir dengan keberhasilan torga melarikan diri.


__ADS_2