
"Sesi kedua akan segera dimulai!"
"kepada semua peserta yang lolos di sesi pertama segera menuju ke ruang ujian"
dari lebih seratus orang yang berhasil lolos ke sesi kedua hanya 20 orang.
hendri masuk ke ruang ujian. hingga saat ini belum ada yang menyadari keberadaan assault nyarla di dekat mereka karena hendri tidak berbaur dengan peserta yang lain.
ujian sesi kedua dimulai, para peserta duduk di bangku dan meja masing masing dan diberi sebuah tablet yang berisikan soal ujian.
"suasana ini mengingatkanku dengan masa SMA yang menyenangkan..."
"tapi..."
"aku tidak bisa melihat soal di tablet ini..."
hendri meminta diberikan soal yang tertulis di kertas namun ditolak. alhasil dia gagal di ujian sesi kedua dan identitasnya sebagai assault nyarla akhirnya diketahui oleh para peserta lain.
dari 20 peserta yang ikut 5 diantaranya gagal termasuk hendri tapi mereka diizinkan untuk mengikuti ujian sesi ketiga yaitu ujian kepemimpinan.
alasan kenapa yang gagal di sesi kedua boleh tetap lanjut karena seperti yang dikatakan pak hasan, Sir Near tidak mencari orang yang cerdas ataupun berkharisma melainkan dia mencari orang yang kuat.
jadi asalkan mampu lulus di ujian fisik maka peluang untuk lulus ujian agen lapangan sudah mencapai 50:50.
"kepada para peserta, silahkan menuju field 1 untuk instruksi ujian ke 3"
hendri dijauhi oleh peserta lain, pastinya karena dia adalah assault nyarla. tapi tidak semuanya ada seorang peserta pria yang menyapa hendri.
peserta itu bicara dengan bahasa inggris berlogat cina
"permisi, apakah anda hendri graham? cucu prof. graham"
hendri mengangguk, sambil berjalan dia bicara
"senang bertemu dengan anda, nama saya ian Lier, saya dari republik cina. anda sangat hebat di ujian fisik tadi"
"saya sangat kesulitan di ujian fisik, bahkan badan saya masih terasa sangat sakit gara gara cambukan tadi"
"wajar saja masih terasa sakit"
"ujian fisik itu sangat tidak masuk akal. mengejar kelinci hutan sambil menyeret 2 bola besi"
"berjalan 2 kilometer sambil mengangkat beton seberat 100 kilogram, lalu dicambuk 30x di punggung"
"padahal ada cara yang lebih normal untuk mengukur kekuatan seseorang"
hendri penasaran siapa sebenarnya yang membuat mekanisme ujian semacam ini. sementara xian lier tidak berhenti bicara
"apakah itu karena kekuatan anda yang dipadukan dengan kekuatan assault nyarla?"
hendri mengeluarkan secarik kertas yang bertuliskan kalimat dalam bahasa inggris
"aku tidak bisa bicara"
"lalu bagaimana cara anda berkomunikasi?"
hendri membalik kertasnya
"dengan telepati"
__ADS_1
"woaahh!!"
"anda bisa telepati! itu akan sangat berguna saat misi pengintaian" xian lier memuji hendri dengan penuh semangat
hendri diam saja menanggapinya, karena xian lier tidak tau cara kerja telepati hendri.
"cepatlah berkumpul semua peserta!"
di field 5 sudah menunggu pak hasan dan 100 peserta yang gugur di sesi pertama. para peserta berbaris di field 5 mendengarkan instruksi pak hasan.
singkatnya, di ujian sesi ketiga para peserta dibagi menjadi 20 kelompok dengan masing masing kelompok beranggotakan 6 orang.
setiap kelompok ditugaskan menyelamatkan maksimal 5 orang sandera yang disekap di labirin bawah tanah.
satu sandera bisa menjadi tiket untuk meloloskan seorang peserta bahkan peserta yang telah gugur di sesi pertama.
keputusan menyelamatkan berapa sandera ada di tangan ketua tim. jika anggota kelompok merasa keberatan dengan keputusan ketua maka diizinkan untuk bertarung memperebutkan sandera.
para peserta yang lulus dari sesi pertama akan menjadi ketua sedangkan anggota tim akan dipilih secara acak dari para peserta yang telah gugur.
"di beberapa tempat di sepanjang jalan kalian akan bertemu anggota the hunter yang bertugas untuk mengeliminasi kalian"
"para ketua tim harus memimpin anggotanya sebaik mungkin"
"akan ada banyak pertarungan yang terjadi entah melawan para pemburu ataupun melawan anggota timmu sendiri"
"ingatlah ini para ketua, semakin sedikit anggota tim kalian yang selamat maka akan semakin kecil juga nilai yang kalian dapatkan"
"bukankah jika berhasil mendapatkan sandera sudah dipastikan lulus. lalu apa maksudnya mendapat nilai kecil?"
hendri ingin meminta xian lier untuk bertanya, tapi tepat saat hendri akan bertelepati seorang peserta lain mengangkat tangannya.
"pak, bukankah kami sudah dipastikan lulus jika mendapatkan sandera?" tanya peserta itu
"lalu apa maksudnya kami akan mendapat nilai kecil"
pak hasan memandang para peserta
"ini adalah ujian"
"meski sama sama lulus kalian tetap akan memiliki nilai"
"5 peserta dengan nilai tertinggi memiliki kesempatan untuk menjadi hunter kelas tinggi"
"apa kalian sudah tau tentang divisi 0"
"sudah pak!!" jawab para peserta dengan serentak
"12 anggota inti divisi 0 adalah para hunter terbaik yang kita miliki saat ini"
"di setiap ujian ada 5 orang yang berkesempatan masuk ke divisi 1 dan jika kalian menunjukkan prestasi yang cukup kalian bisa mengikuti ujian divisi 0"
"setiap anggota inti divisi 0 akan diberi 50 prajurit pribadi dan 150 prajurit perang bersenjata lengkap"
"divisi 0 juga memiliki akses penuh menggunakan peralatan dan persenjataan kami sehingga menghancurkan black leaves tidak hanya sekedar mimpi lagi"
"baiklah, ujian akan dimulai 2 hari lagi"
"selama 2 hari ini berkoordinasilah dengan rekan timmu agar kalian semua bisa lulus ujian"
__ADS_1
anggota tim dipilih secara acak dengan undian, anggota tim hendri terdiri dari 3 orang perempuan dan dua laki laki. ujian pun dibubarkan.
"tampaknya kita akan menjadi lawan nanti hendri graham" xian lier menghampiri hendri
"mari kita bertanding dengan baik agar tidak ada dendam diantara kita nanti" xian lier mengulurkan tangannya. mereka pun berjabat tangan.
malam harinya,
hendri mengajak anggota timnya berkumpul di sebuah kafe, dengan ditemani violet hendri berangkat. sesampainya di kafe 2 anggota perempuannya sudah ada disana.
"maaf membuat kalian menunggu lama" ucap violet mewakili hendri
"eeehh.. siapa kakak cantik ini?"
"apa kakak pacarnya ketua?" tanya salah satu gadis dengan semangat
"bukan.. aku adalah asistennya. apakah anggota yang lain belum datang"
"belum, kak Avier dan kak Lixia bilang masih dijalan, sedangkan kak Eden Burg tidak mengangkat teleponku" gadis yang berbicara ini adalah Lucy Astrea
tim hendri terbagi menjadi 3 perempuan dan 3 laki laki. pertama Lucy Astrea si wakil ketua yang berasal dari Rusia. setelah pengundian anggota tim selesai dia jadi yang pertama menghampiri hendri.
lalu anggota kedua bernama Bianca Beatrix yang berasal dari belanda. dia agak malu bicara dengan hendri atau mungkin dia takut.
lalu anggota ketiga bernama Li Xiayue (biasa dipanggil Lixia). dia adalah seorang wanita yang anggun dan argumentatif. dialah yang menyarankan anggota tim berkumpul di kafe untuk membahas soal ujian.
sedangkan untuk anggota laki laki, yang pertama bernama Avier Lawlance yang berasal dari Kanada. dia bisa diajak berbicara dengan santai ditambah lagi dia punya kharisma seorang pemimpin.
lalu yang terakhir bernama Eden Burg yang berasal dari Amerika sama seperti hendri. dia adalah seorang pria bertubuh besar dan kekar, dia sangat membenci hendri.
saat semua anggota tim sudah berkumpul dia memaksa pak hasan untuk membiarkannya pindah ke tim lain, karena tidak sudi menjadi bawahan dari assault nyarla yang telah mempermalukan militer negaranya.
"tidak masalah dengan satu orang itu, setidaknya 4 anggota timku bisa diajak bicara"
sambil menunggu hendri memesan minuman, lucy yang hiperaktif mencoba mencairkan suasana dengan mengajak hendri, violet, dan bianca bermain kartu truf.
10 menit kemudian avier dan lixia datang bersamaan,
"maaf aku terlambat, tadi aku terjebak macet" ucap avier
"aku juga, maaf ya" ucap lixia
"tidak apa apa kak, silahkan duduk" ucap lucy dengan vibes adik imutnya
"siapa nona ini?" tanya avier saat melihat violet
"aku asisten hendri graham"
"ohh asisten ketua ya.. "
"cepat duduk lawlance, kita akan memulai rapat tim kita"
"baik nona Li"
"??"
"apakah tuan Eden Burg belum datang" tanya avier
"sepertinya tuan Eden Burg tidak mau datang" ucap violet
__ADS_1
"aku akan menjadi lidah ketua kalian karena seperti yang kalian tau dia kesulitan bicara"
"kita sudah saling berkenalan sebelumnya, kali ini kita akan membahas kemampuan masing masing agar bisa mendapat hasil terbaik di ujian nanti"