
"mau apa kau mendekatiku?"
hendri mengangkat si ketua lalu menjatuhkannya di dekat kolam asam.
"timmu sudah kalah! sekarang beritahu aku dimana sandera yang kalian miliki?" ucap hendri melalui telepati
"kami belum menemukan sandera satupun sama seperti timmu!" ucapnya dengan lisan
"kau mau mati ya?"
"kau gila!!"
"ketua apa yang kau lakukan?!" lucy berusaha menghentikan hendri
"kalau kau melakukan tindakan yang berlebihan seperti ini kita bisa didiskualifikasi!"
"be.. benar ketua.. "
"hentikan saja.. waktu kita tidak banyak" ucap bianca
hendri tidak mendengarkan mereka berdua, dia tetap menghajar si ketua tim dengan tangannya. ripe yang menonton menduga hendri sedang memancing hunter yang berusaha menjebak mereka agar menampakkan dirinya dengan cara bertingkah seolah olah lepas kendali.
"bukk"
"bukk"
"baakk"
lucy berusaha menghentikan hendri tapi dia didorong jatuh berkali kali.
"Xiayue kenapa diam saja? tindakan ketua hanya membuang buang waktu saja!" ucap lucy ke lixia
"aku tahu.. tapi kita bisa apa? kau sudah lihat kemampuannya barusan kan"
"ketua graham adalah peserta terkuat di ujian ini. senjata dan skill yang kita punya sekarang tidak akan cukup untuk mengalahkannya"
lucy terdiam dia merasa keputusannya untuk percaya pada hendri adalah kesalahan setelah melihat sifat hendri yang seperti ini.
"masih tidak mau bilang dimana sandera milik kalian? kali ini aku akan mematahkan kakimu!"
"kami belum memiliki sanderaaaa... "
"ampuni akuuuu... " ucapnya sambil merintih
"haahhh... buang buang waktu"
"bukk"
"kraaakk... kraakk.. "
hendri menginjak kaki kiri si ketua tim hingga patah lalu berbalik pergi
"semoga kau terbunuh dalam perang.. " ucap si ketua tim
hendri berjalan ke arah anggota tim lain yang tumbang karena tinjunya
"ketua? apalagi yang mau kau lakukan" tanya avier
hendri memegang bahu avier sesaat "interogasi musuh"
hendri mencekik si peserta, ternyata peserta itu sudah sadar beberapa menit yang lalu tapi dia memilih untuk pura pura pingsan.
hendri lalu bertelepati dengannya "sudah puas berdiamnya pengecut? sekarang giliranmu untuk diinterogasi"
"tidaaak!! jangan bunuh aku!!" saat hendri akan menghajarnya sebuah kapak melesat tepat di depannya. untungnya kapak itu tidak mengenai lengan hendri, tidak berapa lama si pelempar kapak pun muncul.
"sudah cukup hendri graham! tindakanmu sudah keterlaluan!"
si pelempar kapak adalah seorang hunter wanita berkulit eksotis dan bertubuh tinggi besar berotot seperti pegulat WWE.
hendri meninggalkan si peserta yang ketakutan lalu menyuruh avier bicara
"apa kau salah satu hunter di ujian ini?" tanya avier
__ADS_1
"ya" jawab si hunter dengan singkat
"kalau begitu beritahu kami dimana para sandera itu berada"
"kalian harus mencarinya sendiri, itulah yang harus kalian lakukan di ujian ini"
"kami tidak punya waktu mencari, karena itulah kami akan memaksamu memberitahu keberadaan para sandera satu persatu"
"coba saja kalau bisa hendri graham"
"Sir Near sangat menyukai kegigihanmu untuk sampai kesini"
hendri mengepalkan tinjunya
"tidak masalah kalau aku menyerangmu dengan benda tajam kan?" sang hunter menggenggam 2 kapak di tangannya.
"door" lucy menembakkan senjatanya namun berhasil dihindari oleh si hunter
"kalian akan membantunya ya?"
"kalau begitu aku tidak bisa asal mengayunkan tangan"
sekumpulan akar pohon tiba tiba muncul dari bawah tanah dan berhasil mengikat tubuh si hunter. si hunter yang terkejut langsung memasang kuda kuda agar dirinya tidak ditarik jatuh oleh akar. memanfaatkan kesempatan yang ada lucy bergegas menembakkan senjatanya ke kepala si hunter "door"
"!!"
tembakan lucy gagal karena pelurunya berhasil ditangkap oleh sang hunter dengan mulutnya.
"fuuh.. terlalu lambat" ucapnya sambil meludahkan peluru karet
namun tanpa dia sadari avier melemparkan pakaian yang sudah dibasuh dengan cairan asam ke wajahnya.
si hunter yang tidak sempat menghindar pun kesakitan karena wajahnya melepuh oleh pakaian yang dipenuhi asam korosif.
"hendri grahaaam!! lepaskan ini dariku!!" teriaknya dengan kesakitan
hendri pun berlari ke arahnya, dia melepaskan ikatan akarnya dan memukul tubuh si hunter hingga terpental ke tanah yang dipenuhi kolam asam.
tidak sampai disitu, dengan sangat cepat hendri menjerat tangan si hunter ke tanah sedangkan wajahnya masih tertutup oleh kain berlumuran asam.
"aku menyerah.. "
wajah si hunter wanita sampai rusak karena asam, hendri lalu mengancamnya jika dia tidak memberitahu posisi para sandera berada maka hendri akan membungkus tubuhnya dengan kain berbalut asam panas.
"kau masih punya banyak kulit yang sehat"
"mau merasakan sauna eksklusif di bagian tubuhmu yang lain?"
mendengar ancaman hendri si hunter pun menyerah dan memberitahu posisi 3 sandera yang dia tahu. hendri dan timnya pun bergerak sambil menggotong si hunter yang diikat.
"tampaknya kita hanya jadi figuran disini ya" kata lucy ke bianca
"iya.. ketua dan avier sangat hebat, mereka sangat terkoordinasi" kata bianca
"tapi meski begitu tindakan mereka cukup brutal"
"untuk standar the hunter tindakan kami barusan tidak brutal lucy" avier menyangkal pendapat lucy tentangnya dan hendri
"mereka menyuruh kita menjalankan ujiandi tempat seperti ini, secara tidak langsung mereka juga memaksa kita untuk beradaptasi dengan kolam kolam asam ini"
"jadi menggunakan asam di tempat ini harusnya bukanlah sebuah pelanggaran apalagi digolongkan sebagai tindakan brutal"
"benar kan ketua?"
hendri mengangkat jempolnya
"aku tidak keberatan dengan cara kalian bertarung" ucap lixia
"aku bahkan kagum kau bisa menemukan cara yang efektif secepat itu avier"
"hehe.. kalau saja black leaves tidak ada aku pasti sudah jadi tentara sekarang" avier membangga banggakan dirinya di depan timnya.
6 menit kemudian, tim hendri masih menyusuri jalan yang ditunjukkan oleh si hunter.
__ADS_1
"apa masih jauh?" tanya lixia
"hampir sampai"
"hah?" bianca melihat sesuatu
"ada apa bianca?" tanya avier
"barusan aku melihat sesuatu yang bergerak disana" bianca menunjuk ke dinding labirin di sebelah kanan
"abaikan saja, kita harus secepatnya menemukan para sandera sebelum direbut tim lain"
"baiklah"
"semuanya mendekatlah dengan ketua!"
"ada apa?"
avier, lucy, lixia, dan bianca pun berjalan di dekat hendri. hendri menumbuhkan cabang cabang pohon di punggungnya untuk berkomunikasi dengan semua anggota timnya. si hunter wanita juga tergabung dalam telepati massal itu.
"aku mendengar banyak detak jantung di sekitar kita"
"tampaknya yang dilihat bianca barusan adalah musuh jadi tetaplah waspada dan jangan menjauh dariku" hendri memperingatkan anggota timnya
"baik ketua" ucap yang lainnya
"kemampuanmu ini sangat bagus untuk pengintaian hendri graham" ucap si hunter
"diamlah! dimana sandera itu?"
"belok kiri di belokan yang kedua"
"bersiaplah penjaga disana cukup kuat untuk kau hadapi"
"lucy siapkan tembakan terbaikmu"
"bianca kau lindungi lucy dan jaga hunter ini agar tidak kabur"
"lixia, avier bersiap bertarung, aku akan menyelidiki seperti apa musuh disana"
formasi tim hendri sudah siap
terlihat di balik dinding labirin seorang hunter pria bertubuh kurus sedang menjaga sandera. hendri bisa melihat si keberadaan si sandera dengan kemampuan deteksinya. dia menyiapkan akarnya untuk memberi serangan kejutan.
namun tanpa mereka sadari lucy ditangkap oleh sosok yang tidak terlihat dari belakang. lucy terkena beberapa kali pukulan dari sosok itu tapi dia tidak bersuara sedikit pun karena tidak ingin menggagalkan serangan kejutan yang disiapkan hendri.
tapi serangan diam diam itu tidak berhasil, hendri graham sang assault nyarla baru bisa merasakan kehadiran makhluk itu. dalam sekejap akar pohon muncul dari bawah tanah dan menjerat lucy bersama dengan sosok yang menangkapnya.
anggota tim yang lain pun sadar lucy diserang, begitupun dengan si hunter penjaga yang akhirnya mengetahui kedatangan tim hendri.
lucy berusaha menyerang sosok yang terjerat bersamanya, hendri pun menjerat leher sosok itu dan menjatuhkannya ke tanah.
"terima kasih ketua" ucap lucy
hendri bisa melihat bentuk sosok yang menyerang lucy. dia adalah seorang nyarla jenis bunglon yang pandai berkamuflase. namun yang menjadi ancaman bukanlah nyarla itu melainkan si hunter penjaga yang menyadari kedatangan mereka.
"tim siapa yang datang sekarang?"
"....."
"ternyata timmu hendri graham" ucapnya dengan tersenyum tipis
"aku adalah fans berat Prof. Graham jadi izinkan aku memberi hormat kepada cucunya yaitu anda"
bianca bicara pada hendri "ketua.. aura orang ini mengintimidasi"
hendri mengangguk
"benar aku juga merasakannya" ucap hendri dalam hati
si hunter penjaga itu mengeluarkan senjatanya yang berbentuk sebuah tombak.
"namaku Miqdad, aku bergabung dengan the hunter karena aku mencintai teknologi"
__ADS_1
hunter miqdad berlari kencang ke arah tim hendri sambil menghunuskan tombaknya.