
Yaman, 29 November 2063, pukul 20.49.
Malam yang tenang pada hari itu langsung berubah seperti malam tahun baru setelah miqdad mengeluarkan crossbownya. tim medis dan pemadam kebakaran pun sudah bersiaga di sekitar arena tempat mereka bertarung.
"duarr!"
"duuarr!"
"duuuaarrr!!"
setiap anak panah yang dilontarkan menghasilkan ledakan besar.
refleks yang dimiliki hendri sudah sangat baik sekarang, miqdad pun mulai kesal karena anak panahnya dengan mudah dihindari.
"bagaimana bisa! bukankah penglihatannya terbatas?"
( di sudut pandang hendri )
anak panahnya tidak bisa dilihat tapi suara anak panah saat diluncurkan dan saat bergesekan dengan udara terdengar jelas ditambah insting assault nyarlanya yang sangat tajam. jangankan anak panah peluru Barrett M82 pun bisa dihindari olehnya.
"kau lebih baik memakai tombakmu miqdad!"
hendri melemparkan tombak kayu sembari bergerak maju, tapi mereset karena dia tidak bisa melihat miqdad dengan jelas.
miqdad menjauh dari tombak hendri karena itu pasti akan bergerak menyerangnya dan benar saja baru 3 meter miqdad menjauh akar itu sudah merayap mengejarnya seperti seekor ular.
"aku harus bertahan hingga dia kehabisan anak panah. setelah itu akan kuserang dia dengan teknik rahasiaku." pikir hendri sambil melemparkan tombaknya lagi.
hendri bergegas menyerang saat tahu miqdad kehabisan anak panah, tapi momen itu juga sudah ditunggu olehnya. miqdad menyembunyikan dirinya dengan berlindung di balik perisainya, taktik ini membuat hendri hanya mengandalkan pendengarannya sekarang.
"dimana dia?" hendri berdiam di tempatnya mendengarkan suara langkah miqdad.
"disana!" hendri melompat ke arah suara yang dia yakini adalah miqdad tapi yang dia temukan disana hanyalah perisainya yang tergeletak di tanah.
"apakah yang kuinjak ini perisainya?"
hendri menunduk untuk menyentuh benda asing itu namun tiba tiba sebuah tombak muncul dari bagian tengah perisai dan menusuk perut hendri. miqdad ternyata bersembunyi di bawah perisainya agar bisa memberi serangan telak kepada hendri.
darah assault nyarla mengalir ke tombak miqdad..
"kau berdarah graham. jujur saja usahamu kali ini lumayan menakjubkan." ucap miqdad dari balik perisainya.
"darah.. itulah yang kubutuhkan untuk memenangkan ini." ucap hendri.
darah hendri mengalir melewati celah perisai miqdad, disaat itulah kemampuan lama yang mulai terlupakan dia gunakan kembali. dengan satu gerakan tangan darah hendri berubah menjadi kayu kayu tajam yang menghujani tubuh miqdad di balik perisainya.
"kuharap kau tidak mati miqdad." ucap hendri.
hendri bergegas menjauh setelah memberi serangan yang cukup brutal itu. miqdad pun keluar dari balik perisainya.
__ADS_1
"sialan kau graham..." ucap miqdad.
lengan kiri miqdad hancur tertusuk kayu kayu tajam, dia juga menderita luka pada bahu kirinya.
"untung saja aku menggunakan tangan kiriku." ucap miqdad sambil tersenyum.
hendri terkejut migdad tidak marah padanya setelah hendri memberinya luka yang sedemikian parah.
"kau masih mau lanjut?" tanya hendri.
"kalau kau bisa menghancurkan satu tanganku lagi akan kuakui kau menang."
miqdad mengambil tombaknya dan bersiap menyerang lagi. namun saat mereka akan bertarung kembali terjadi ledakan yang cukup besar di depan mereka.
"sudah cukup ujian tambahannya hunter miqdad!" ucap seseorang dengan pengeras suara.
"siapa yang memberimu perintah untuk menghentikanku?" tanya miqdad.
lalu muncullah seorang pria dari balik kerumunan pemadam kebakaran menghampiri hendri dan miqdad.
"kau akan mati kehabisan darah jika melanjutkan pertarungan hunter miqdad." ucap orang itu.
"ternyata kau yang datang, komandan spiral." ucap miqdad.
"spiral!"
"mungkinkah orang ini yang dikatakan oleh kolonel razor weish waktu itu?"
"5 hari sebelum black leaves melancarkan serangan balasan kepada aliansi, aku bertemu dengan seorang pria tinggi besar bertopeng yang menyebut dirinya spiral."
"dia punya kunci untuk membuka lab rahasia prof. graham dan memberi perintah untuk mengevakuasi warga dari kota kota besar karena 5 hari lagi black leaves akan kembali dengan kekuatan penuh dan akan menghancurkan aliansi antar negara."
hendri melihat orang itu lagi, dia memang memiliki postur tubuh yang tinggi besar seperti yang dikatakan kolonel weish.
"kau harus lebih memperhatikan kondisimu, hunter miqdad. jangan sampai kau terbunuh sebelum perang dimulai." ucap spiral.
"baiklah, aku tidak akan bertindak sembrono lagi setelah ini. tapi sebelum pergi aku ingin bicara dengannya."
"baiklah.. aku permisi dulu." spiral pergi meninggalkan mereka.
"selamat! kau sudah benar benar lulus sekarang. semoga kita bisa bertarung lagi setelah perang nanti." ucap miqdad.
"hunter miqdad... bagaimana keadaan hunter frederica yang waktu itu wajahnya rusak terkena asam? apakah tim medis sudah mengobati wajahnya?"
"mana aku tahu. tapi kalau kau mengirim tim medis khusus untuk menyembuhkannya, aku yakin dia sudah diobati sekarang."
"aku meminta bantuan kakekku untuk mengirim tim medis khusus untuk mengobatinya tadi siang. harusnya sekarang mereka sudah mengobatinya."
"daripada itu, aku punya barang yang belum diberikan pengawas ujian padamu."
__ADS_1
miqdad memberikan sebuah belati berselimut perak kepada hendri.
"mulai saat ini kau resmi menjadi hunter kelas 1 sama sepertiku, bawalah belati ini kemana pun kau pergi."
"apa maksudnya aku menjadi hunter kelas 1? bukankah aku baru menyelesaikan ujian masuknya saja."
hunter miqdad menjelaskan sistem pembagian kekuatan para hunter.
"para hunter dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan kemampuan mereka. kelas 3 diberi belati biasa, kelas 2 diberi belati perunggu, dan kelas 1 diberi belati perak. begitulah cara kami membedakan yang mana hunter tingkat tinggi dan tingkat rendah."
"kau bisa mengalahkan aku yang seorang hunter kelas 1, jadi kau pun resmi berada di kelas 1."
"lalu bagaimana dengan anggota timku?"
"aku hanya tahu keadaan si wanita cina saja, dia sudah sadarkan diri sekarang tapi masih harus di rawat di rumah sakit."
"mereka tidak akan jadi hunter lapangan dalam waktu dekat ini."
"itu melegakan..."
miqdad pun dirawat oleh tim medis, lengan lengan dan bahu kirinya tidak terselamatkan lagi karena serpihan kayu yang berhamburan di dalamnya. jadi mereka mengamputasi lengan kiri hunter miqdad.
"maafkan aku hunter miqdad... aku akan membuatkanmu lengan robotik, jadi kau tenang saja." ucap hendri.
"tidak usah, aku bisa membuat lengan robotikku sendiri. lagipula aku juga minta maaf karena menusukmu tadi."
"luka seperti ini bukan masalah besar untukku, kecuali yang di perut ini." ucap hendri sambil berusaha menutup lubang di perutnya.
mereka pun berpamitan.
"sampaikan salamku pada profesor graham, teman."
"ya! kau juga jangan sampai mati di perang nanti!"
ujian tambahan berhasil dilalui hendri dengan mulus, ditambah dia mendapat derajat atau kelas yang tinggi di the hunter. saat dalam perjalanan pulang ke rumah hendri merasa bahwa ini adalah hari yang paling menegangkan dalam hidupnya.
bertemu kembali dengan kakeknya setelah sekian lama.
bertarung dengan kekuatan penuh melawan teman sekaligus rivalnya ripe.
bertemu dengan orang paling berpengaruh di the hunter Sir Near.
lulus ujian dan langsung naik ke kelas 1 dengan bantuan hunter miqdad.
lalu bertemu spiral, pria misterius yang berusaha menyelamatkan amerika dahulu dan secara tidak langsung menyelamatkannya dari icarus.
"entah kejutan apa lagi yang akan kutemui di masa depan. apapun itu, kuharap aku bisa terus melaluinya meskipun harus terluka."
malam yang cerah pun kembali tenang, hendri tertidur di mobil. dia ingin menikmati ketenangan selagi bisa karena dia tahu langit cerah ini akan menjadi gelap gulita nantinya.
__ADS_1
"badai besar akan datang dan itu tidak lama lagi."
"....."