
para penjaga terbagi jadi 5 tim yang masing masing menjaga sudut yang berbeda dan tim dengan persenjataan terbaik berjaga di gudang tempatku disekap.
aku berusaha tenang agar para penjaga itu tidak terprovokasi. aku berpikir keras bagaimana cara untuk meloloskan diri dari situasi ini.
aku tidak pernah mencoba ataupun berlatih cara membuka borgol yang terkunci. aku juga tidak pernah belajar cara bicara yang bagus untuk meluluhkan hati orang lain. aku tidak memiliki apapun saat itu, hanya ada keinginan untuk meloloskan diri tanpa ada sedikitpun kemampuan untuk melakukannya.
tidak ada cara lain untukku saat itu. aku harus mencoba membujuk orang orang jahat ini agar setidaknya mereka tidak membunuhku.
"kahh!! tolong... kakiku sakit sekali..."
6 penjaga di depan merespon rintihanku. salah satu dari mereka berinisiatif mengecek kondisiku.
aku berbohong soal kakiku yang sakit. sebelum pingsan kakiku memang tertembak tapi anehnya saat bangun tadi rasa sakitnya menghilang. mereka pasti menyuntikku dengan bius saat aku pingsan.
setelah memeriksa lukaku penjaga itu tanpa basa basi memukul perutku.
aku memuntahkan sarapanku gara gara dia. dia lanjut melucuti pakaian terakhir yang menutupi badanku. rasanya malu sekali dan terhina, saat badanku yang berharga terekspos oleh orang orang brengsek itu.
"lihat ****** yang kotor itu. dia tidak akan melupakan pengalaman hari ini seumur hidupnya." ucap mereka sambil tersenyum bejat.
"lihat ini! gara gara semprotan cabaimu mataku terbakar!!"
aku tidak pernah tahu kalau semprotan cabaiku bisa membutakan mata seseorang.
"dia pasti menambah kadar cabai di dalamnya dan mencampurkannya dengan bahan lain. sebelum dia kita jadikan mainan, kita balas dulu perbuatannya kepada kami."
mereka ingin menyemprotkan cabai ke mataku. aku sudah pasrah dengan apapun yang terjadi selanjutnya.
di sela keputusasaan aku melihat ke belakang orang orang pabrik itu dan melihat senjata api yang mereka bawa melayang di udara. senjata api itu mengarahkan moncongnya ke para penjahat, dan sebelum orang orang itu sadari, senjata api itu menembaki mereka hingga semuanya tewas mengenaskan.
senjata api yang dilengkapi peredam suara itu lalu mengarahkan moncongnya padaku. lalu pria itu muncul di hadapanku.
"maaf aku membuatmu terlibat dalam pekerjaanku. biar aku antar kau pulang."
sir near tiba tiba muncul di depanku seperti seorang hantu. dia lantas membuka borgolku dengan kunci yang dia bawa, lalu dia menunjukkan suatu saat yang membuatnya dapat menghilang.
"kau tumbuh dengan baik, erika swan. soal luka tembak di pahamu, aku diam diam menyuntikkan bius saat kau pingsan supaya kau tidak kesakitan. tapi itu tidak akan bertahan lama, jadi kita harus segera keluar dari pabrik ini." kata near. dia meminjamkan bajunya padaku.
"tunggu. jadi kau sudah berada disini sejak orang orang itu mencari dirimu?" tanyaku yang penasaran.
"ya, orang yang membalas chat para penjahat itu adalah rekanku yang menunggu di luar pabrik."
"dengarkan aku erika swan. aku punya sebuah mantel yang bisa membuat kita menghilang dari pandangan orang orang itu. tapi kalau langkah kita terlalu besar, mereka masih bisa mendengar kita. karena itulah aku akan menggendongmu sampai keluar pabrik."
aku terdiam mendengar penjelasan near. aku takut, tapi near meyakinkanku untuk tetap optimis.
"aku berjanji setelah tidak akan muncul di hadapanmu lagi setelah ini swan. kau selalu kena sial setiap bertemu denganku. aku tidak akan mengulangi hal ini lagi."
near menggendongku, dia menutupi diri kami dengan mantel. aku begitu terkesima berada di bawah mantel itu. aku dapat melihat sekitarku sementara orang orang di luar mantel tidak bisa melihatku. saat itu aku sempat sempat berpikir untuk membeli mantel dari near.
drap! drap! drap!
"bos, sandera kita kabur! sepertinya dia berhasil membuka borgolnya dan membunuh yang lainnya dengan senjata mereka sendiri!" seorang pegawai yang juga merupakan antek bos korup perusahaan itu melaporkan apa yang dia lihat di gudang.
-bos menjawab telepon dari anak buahnya-
[hah? tidak mungkin perempuan lemah itu bisa mengalahkan penjaga disana! pasti ada orang yang telah menyelamatkannya!]
[ambil setengah orang dari setiap sudut penjagaan, telusuri setiap seluk beluk pabrik! aku akan mencari perempuan itu lewat CCTV.]
bos pabrik yang takut skandalnya bocor ke media lantas dengan cermat menggerakkan setiap CCTV di setiap sudut pabriknya. sementara antek anteknya melakukan patroli tanpa henti ke setiap ruangan.
aku dan sir near bersembunyi di atas sebuah mesin. sir near sangat berhati hati, dia memilih tempat yang sulit dijangkau dan tidak terlihat oleh CCTV sebagai tempat persembunyian sementara.
"bersabarlah, pintu keluar tidak jauh lagi. kita harus keluar dari sini agar kau bisa memberikan kesaksianmu dan memenjarakan orang orang ini." kata near.
"umm, collin. ini bukanlah waktu yang tepat, tapi ada hal yang ingin aku tanyakan. apakah boleh?" tanyaku sambil memperhatikan reaksinya.
"boleh, jika jawabanku bisa membuatmu merasa lebih tenang." jawab near.
aku lantas bertanya... "aku dengar dari orang orang pabrik ini, kau telah merekam skandal yang dilakukan oleh bos mereka dan mengancam akan menyebarkannya. kenapa kau melakukan hal itu padahal itu tidak akan mempengaruhi dirimu? apa kau adalah orang suruhan yang dibayar untuk menjatuhkan perusahaan ini."
near menjawab... "jadi mereka menyebut seolah olah aku ini penjahat ya. kalau yang kau dengar hanya bagian itu maka pemikiranmu itu tidak salah. sebenarnya aku adalah seorang detektif yang ditugaskan untuk menangkap bos perusahaan ini, karena dia telah mencuri ide merek dagang dari perusahaan klien kami."
"merek dagang utama perusahaan ini yaitu merek dagang berupa produk minuman 'Cola Grapes' yang laris manis di pasaran sebenarnya adalah milik perusahaan lain dengan nama awal 'Cone Grapes' yang dicuri dan diresmikan lebih dulu oleh perusahaan ini."
"kasus ini sudah terjadi cukup lama. tapi pihak korban baru melapor beberapa waktu terakhir ini, karena sebelumnya mereka diancam oleh pihak perusahaan 'Cola Grapes'. sebut saja nama perusahaannya begitu, soalnya nama aslinya panjang sekali."
__ADS_1
"jadi mereka lah yang jahat..."
"benar, mereka jahat karena sudah mencuri, mengancam, dan menyandera orang lain."
"berpeganglah yang erat, kita akan melanjutkan lagi."
aku memegang erat kerah kemeja near. near tanpa rasa takut berjalan melewati para penjaga sambil terus menjangan ritme langkahnya. bahkan melewati semua penjaga patroli dengan mudah, bahkan aku tidak merasakan getaran apapun di lengannya. dia benar benar pemberani.
melihat sikapnya yang kuat itu aku juga mendapat keberanian. hingga sampailah kami ke pintu keluar pabrik yang entah mengapa memang hanya ada satu.
ada 5 orang di pintu masuk, persenjataan mereka tidak sebagus dengan yang ada di gudang. near melangkah perlahan ke pinggir menuju sebuah ruang kantor yang pintunya terbuka.
segera setelah aku memahami rencana near, aku melihat salah seorang penjaga mengarahkan pistolnya ke arah kami.
psyuu!
peluru nyaris menembus wajah near. aku benar benar shock melihat itu, bagaimana bisa dia melihat kami.
"itu kamera infra merah!"
kami ketahuan karena musuh kami memakai kamera infra merah.
kami ditembaki. near tertembak di tangan kanannya sementara aku berhasil lolos dari tembakan.
near membawaku berlindung ke dalam kantor yang pintunya terbuka, namun near berhenti tepat disaat kami akan masuk ke dalam kantor itu.
"collin... kenapa diam saja..." tanya diriku yang ketakutan.
collin diam saja, lalu menjawab dengan singkat... "ada jebakan."
"menyerahlah, sekarang kau sudah terkepung." baku tembak itu memancing kedatangan penjaga lainnya.
aku dan collin terkepung. di depan ada 5 orang penjaga dengan kamera infra merah, di belakang ada beberapa orang lagi, dan kami juga tidak bisa membuat benteng di dalam kantor karena di balik pintu kantor yang sedikit terbuka itu sudah dipasangi tali dan granat yang tentunya akan meledak jika pintu dibuka.
"bagaimana ini...?!"
di tengah situasi hidup dan mati itu near mengambil sebuah granat yang dia bawa lalu melemparkannya ke para penjaga di pintu keluar.
BLAARRR!!
pondasi berguncang hebat, tepat disaat itu penjaga lainnya datang dari arah yang berlawanan.
near berhasil menghabisi lawannya dalam baku tembak meski dia juga terkena tembakan lagi di perut sebelah kanannya.
[cepat ke pintu keluar!! heikki collin dah sandera itu ada disana!!] bos perusahaan mengirimkan anak buahnya yang tersisa untuk menghabisi kami.
aku yang belum mau mati pun memaksa diriku untuk berdiri meski satu kakiku tidak dapat digerakkan.
"aku harus bertahan hidup..!! aku harus bertahan hidup sepertinya..!!" ucapku demi menyemangati diriku sendiri.
near tersenyum melihat aku yang sedang kesulitan. aku mengira kalau near sudah gila, sebab dia selalu tersenyum tidak peduli apapun situasinya. bahkan disaat saat yang mempertaruhkan nyawa seperti itupun...
"MENUNDUK SWAN!!!"
.....
rentetan peluru yang mengikis udara menghujani pabrik pembuatan produk minuman itu. para penjaga yang datang ke sana pun tewas dengan tubuh yang hancur lebur oleh tembakan membabi buta itu.
aku menunduk tepat disaat waktunya. aku menutup telingaku erat erat. sementara aku lihat near melakukan hal yang sama, tapi aku juga bisa melihat senyum puas di wajahnya.
"jangan lihat ke atas!! kita sudah selamat sekarang!!" teriak near padaku.
"kenapa aku harus terlibat hal seperti ini!!!" teriakku sambil terus menjaga telingaku tertutup rapat.
-di ruang CCTV-
"bangsat, apa mereka gila!! menembaki fasilitas orang lain secara membabi buta seperti itu!!"
-di pintu masuk pabrik-
setelah beberapa tembok runtuh barulah tembakan yang membabi buta itu dihentikan. pasukan polisi mengepung pabrik, mereka berbondong bondong memasuki pabrik dan menangkap para penjaga yang menurunkan senjata mereka (menyerah).
komandan kepolisian setempat turun langsung untuk pemimpin operasi penangkapan itu.
"berapa banyak luka tembakmu?" tanya komandan polisi.
"ada 3 pak, 1 diantaranya menembus baju anti peluru saya." jawab near.
__ADS_1
"itu bukan menembus, tapi memang kena bagian lengan yang tidak tertutupi baju anti peluru. jangan salah menjawab pertanyaan."
"maaf pak."
aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. near benar benar telah jadi seorang polisi, bahkan seorang detektif. dia benar benar membuktikan kata katanya 8 tahun yang lalu.
setelah kedatangan pasukan polisi, bos perusahaan 'Cola Grapes' pun ditangkap dan penangkapannya menjadi berita hangat keesokan harinya.
si terdakwa terbukti telah melakukan pencurian merek dagang sebanyak 3 kali di perusahaan yang berbeda beda. belum lagi dia juga melakukan kekerasan fisik dan mental kepada korban korban pencuriannya termasuk aku yang dia jadikan sandera.
dia pun divonis hukuman penjara 15 tahun dan diwajibkan membayar denda dengan jumlah total 50 juta euro. aku tidak tahu hukuman apa lagi yang dia dapatkan, karena aku tidak ingin berurusan dengan orang itu lagi.
di malam setelah near menyelamatkanku, aku menemui dirinya yang sedang merawat luka di dekat sebuah mobil ambulan. di sampingnya ada komandan polisi.
"jujur saja, alasan anda menggunakan turret merek terbaru itu di operasi ini sebenarnya hanya untuk testimoni kan?"
"kau juga sama saja. kau melakukan testimoni untuk mantel tembus pandang itu padahal kita sedang melakukan operasi yang penting. lihat, nona itu datang kesini."
"erika swan. dia belum pulang?"
"sepertinya dia ingin bicara denganmu. bicaralah dengan sopan dan lembut, dia pasti sangat shock."
melihat aku mendekati mereka komandan polisi lantas menjauh. kini hanya ada aku dan near.
"ada apa swan?" tanya near.
"apakah kau sangat sibuk?" aku bertanya balik.
"untuk beberapa hari ke depan aku akan sibuk." jawab near singkat.
aku mengerti saat itu dia pasti sangat kesakitan. karena itulah aku tidak ingin membuang buang waktunya.
"terima kasih!!"
"kau sudah berulang kali menyelamatkan aku tapi yang bisa aku berikan sebagai balasannya hanyalah ucapan terima kasih."
"aku sudah cukup bersyukur kau mau berterima kasih."
"tuan collin. kalau anda memerlukan bantuan anda bisa menghubungi saya." kataku.
"kenapa tiba tiba bicaramu jadi formal? bicaranya santai saja, formalitas tidak diperlukan saat bicara denganku. karena aku hanyalah remaja biasa sama sepertimu."
aku berpikir saat itu 'remaja biasa katanya...' 'benar benar biasa'.
"baiklah, mulai saat ini kita adalah teman baik. jadi kau harus memanggilku erika dan aku akan memanggilmu heikki."
"nah begitu lebih enak didengar."
.....
-kembali ke masa sekarang, di toko kue-
"semenjak saat itu kami menjadi teman dekat."
erika menceritakan kisahnya pertemuannya dengan sir near sebelum peperangan melawan black leaves.
"ahh... maaf, ceritaku tadi sebagian besar ceritanya adalah cerita diriku bukan sir near."
"tidak apa apa kak, tidak aku sangka kakak punya cerita yang panjang dengan sir near."
"iya..."
"seru juga menceritakan masa lalu kami kepada orang lain." pikir erika.
sebenarnya masih ada satu hal lagi yang tidak ceritakan erika setelah dia dan sir near resmi menjadi teman baik.
setelah sir near dan erika berjanji menjadi teman baik, komandan polisi kembali dan memberi saran cara memperbaiki pertemanan dengan near.
"nona swan, kalau dia marah atau mengabaikanmu sebagai temannya kau bisa mengajaknya bermain. seperti malam ini, kalau kau bingung ingin berterima kasih dengan cara pada ke anak ini bagaimana kalau kau memberinya jatah satu malam."
"komandan...!!!"
"ehh... jatah itu maksudnya..."
"jangan dicari tahu erika..!!"
.....
__ADS_1
cerita pertemuan pertama erika swan dengan pemimpin pasukan the hunter pun selesai.