Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 190 : Mati untuk selamanya


__ADS_3

Walaupun mereka bertemu di tengah pertempuran, walaupun mereka jarang bertemu, walaupun hubungan mereka didasari rasa saling membutuhkan, Hendri dan Violet bisa bersatu.


Hendri dengan dasar rasa bersalahnya bersedia meminang Violet, dia berjanji akan membagikan cintanya dengan adil untuk kedua istrinya. Violet menjadi istri pertama dan Elena jadi istri kedua, betapa beruntungnya Hendri Graham ini.


Keberuntungan itu tidak lepas dari sihir Assault Nyarla dan Red Witch yang membuatnya tampan lagi.


"Anu violet, sebagai calon istri tua boleh tidak aku mencari calon istri muda?" izin itu hanya dimaksudkan sebagai candaan, tetapi violet menanggapinya dengan serius,


"Kalau istri mudanya Elena boleh saja. Karena aku sudah akrab dengannya," Jawab violet dengan percaya diri.


Gemas dengan jawabannya hendri mencubit pipi violet. Giliran Elena, wajah gadis itu merah padam saat Hendri memasangkan cincin di jari manisnya. Kenapa di jari manis? karena terserah dia mau memasangkan dimana.


Usai melamar kedua gadis itu Hendri mengajak mereka makan malam di rumahnya. Keesokan harinya dia pergi keluar untuk membangun jembatan di atas jurang yang terbentuk karena ledakan Massive Reactor.


Banyak hal yang terjadi selama satu minggu ini. Salah satunya terjadi pemberontakan di markas black leaves cabang rusia. Mengetahui pasukan Black Leaves sedang lemah akibat dari perang melawan pembawa bencana pasukan perlawanan pun menembakkan barikade roket ke wajah para nyarla.


Hunter North dan komandan divisi Ark dikirim kesana untuk membantu pasukan pemberontakan. Awalnya kedua belah kubu bertempur seimbang hingga warga sipil yang bekerja di markas ikut membelot. Mereka menyabotase sistem pertahanan markas sehingga pasukan black leaves pun dapat dijebak dan dihancurkan dengan mudah.


Satu satunya prajurit yang tersisa di rusia adalah hydra. Sekarang hunter North dan komandan Ark sedang berjuang menghadapinya. Diluar dugaan Hydra sangatlah kuat.


Pasukan garda depan kubu pemberontak dan divisi Ark dimusnahkan oleh belasan kepala naga. Perlahan moskow berubah menjadi lautan api.


Hingga detik ini Hydra bertarung seorang diri tanpa adanya bantuan yang datang. Tapi jangan khawatir, Hunter North berjanji akan menang karena dirinya memiliki dendam kesumat dengan hydra.


Melihat dari tidak adanya bantuan yang muncul, Black Leaves kemungkinan sedang berada di ambang kehancuran. Satu satunya kekuatan besar yang mereka miliki saat ini adalah para komandan dan pasukan nyarla campuran sisa perang melawan valkyrie. Keberadaan para komandan Black Leaves selain Hydra tidak diketahui saat ini.


Hendri membuat jembatan menggunakan darahnya, saat sedang chill mengerjakan tugasnya dirinya dilempari batu oleh orang orang.


"Pergi kau anak monster!! kami bisa membangun jembatan untuk kami sendiri!!"


"Ya pergi! kami tidak butuh sihirmu yang terkutuk!!"


Hendri mencoba menjelaskan kalau kekuatan nyarlanya bukan berasal dari monster kuno. Karena sel yang ditiru karakteristiknya oleh Hendri adalah sel assault nyarla lee yin yang setengah manusia.


"Kami tidak peduli! pergi kau sebelum kami bertindak kasar! dasar monster jahat!"


Setelah menerima perlakuan tidak menyenangkan itu Hendri merasa dirinya tidak cocok lagi berada di mesir. Terlebih warga mesir sudah mengenal wajahnya.


Melihat Hendri duduk di atas tumpukan kayu dengan wajah murung seorang teman lama pun menghampirinya.


"Jangan dimasukkan ke dalam hati Hendri Graham. Mereka sedang syok karena kehilangan tempat tinggalnya karena peperangan kemarin."


Dia adalah Heida Jane. Hunter wanita yang ditemui Hendri sesaat sebelum perang yaman meletus.


"Heida, lama tidak ketemu."


Tangan Hendri yang bermaksud untuk salaman ditepis oleh Heida.


"Tidak usah terlalu formal. Toh kita kan teman."


Heida merangkul Hendri dengan akrab.

__ADS_1


"Darimana kau tahu kalau aku Hendri Graham?" tanya Hendri.


"Pertanyaan macam apa itu? semua orang kenal kau baik yang manusia maupun yang nyarla, terlebih lagi aku ini keponakan agen Han, pengawal pribadi kakekmu."


"Ehh, aku baru tahu itu. Bagaimana kabarmu selama ini?"


"Yahh tidak terlalu baik. Keluargaku meninggal seminggu yang lalu karena guncangan massive reactor."


Hendri tertunduk sedih, ternyata korban massive reactor sangatlah banyak. Tidak bisa dibayangkan jika saja waktu itu The Hunter gagal membunuh monster kuno, miliaran orang mungkin akan mati.


"Aku turut berduka cita," Hendri menepuk pundak Heida.


"Tidak apa apa, keluargaku sekarang ada di tempat yang lebih baik," Heida mengatakan itu sambil menangis.


Seorang Hendri tidak bisa membiarkan temannya menangis karena itu dia mengajak Heida untuk berkunjung ke rumahnya.


"Hei, heida mau dengar sesuatu yang hebat?" (Hendri)


"Apa itu?"


"Aku melamar 2 gadis sekaligus. Yang satu gadis prancis, yang satunya lagi gadis rusia."


Heida menatap Hendri dengan takjub. Tak lama ekspresinya berubah menjadi kekecewaan.


"Yahh sayang sekali kau bukan tipeku,"


Di tengah jalan mereka berdua diserang oleh Noir. Mantan komandan divisi 5 Black Leaves itu menerobos masuk perbatasan yang tidak dijaga dengan mudah. Saat melihat Hendri jiwa petarungnya bergelora tanpa peduli dengan kekuatan sihir peninggalan monster kuno yang mungkin saja bisa membunuhnya.


"Aku akan memanggil bantuan. Bertahanlah Graham."


Noir mengabaikan Heida, selain itu dia tidak memperhitungkan dengan baik kemampuan lawannya. Hendri menjerat lengan Noir dengan akar terkuat ciptaannya lalu membantingnya Noir berkali kali. Namun karena tanahnya berpasir rasa sakit dari bantingan itu jadi berkurang.


"Lumayan, berbulan bulan jadi budak Arachne membuatku jadi gemulai." Noir balik membanting Hendri, saat Hendri terpental ke udara dia menendang Hendri tepat di wajahnya.


Noir mendapati lengannya tertusuk duri duri kaktus.


Kelincahan Noir jauh lebih tinggi di wujud manusianya, dia meniup debu menutupi pandangan Hendri. Hendri yang kelilipan pun bergegas membuat pohon dan naik ke atas hamparan debu.


"Gawat! aku harus mencari Heida."


Saat dia menemukan Heida dirinya sudah terlambat, Noir akan segera meremukkannya. Beruntung Hunter Gold datang. Dia menyelamatkan Heida dengan bayaran kapak kirinya hancur.


"Hunt- hunt- hunter Gold," Hunter Gold mengedipkan mata ke Heida.


"Yang lainnya akan segera kemari, badai pasir yang bagus Noir,"


Hendri menangkap kaki Noir dengan cara menyembunyikan jebakan akarnya di pasir. Dia melompat dan menebas Noir dengan lengan pisaunya. Sayang tebasannya gagal karena Noir berhasil meloloskan diri sebelah bilah pisau menyentuh lehernya.


Noir mendarat dengan kasar.


"Katakan dimana komandan lainnya Noir. Kalau tidak kami akan memandikanmu dengan pumpkin bomb keluaran terbaru." ancam hunter Gold.

__ADS_1


"Mereka disini. Sekarang mereka pasti sudah mencapai markas utama." Jawab Noir.


"Oke makasih infonya."


Gold memberitahu markas untuk bersiaga. Jikalau ada keributan sedikit saja kemungkinan biang keributan itu berasal dari komandan Black Leaves.


Benar saja, senjata pamungkas nomor 3 the Blood Dawn muncul di tengah permukiman warga. Sebagian besar dari mereka musnah saat bertempur melawan Valkyrie, Swordfish memimpin sisa sisa dari mereka untuk menyelinap dan mengacau dipermukiman dengan tujuan menurunkan mental pasukan Hunter.


Di tempat lain Kraken memimpin pasukan divisi 3 Swordfish untuk melakukan hal yang sama namun mereka membuat barikade dan membawa senjata yang cukup lengkap.


"Bagaimana mereka bisa sampai kesini?! apa yang dilakukan pasukan perbatasan kita!! mereka makan gaji buta ya!!!" ketua divisi pengintai panik bukan main mengetahui pasukan Black Leaves sudah berada di mesir.


Para komandan divisi The Hunter pun dikirimkan untuk menghadapi komandan Black Leaves. Walaupun kemampuan mereka dibawah komandan pihak Black Leaves tetap tidak ada pilihan untuk bersembunyi maupun berdiam diri. Sekarang sisa pasukan The Hunter akan berperang melawan sisa pasukan Black Leaves.


Hendri dan Gold bekerja sama tapi serangan mereka tidak selaras sehingga Noir dapat mengatasi keduanya. Gold ingin Hendri menyimpan kekuatanmya untuk melawan Arlong. Hendri pun sebenarnya berpikir demikian tapi Noir tidak bisa dihadapinya dengan setengah kekuatan.


Hendri menumbuhkan sebuah pohon yang tinggi. Noir waspada dengan setiap langkah yang diambil Hendri. Dia pun coba menghancurkan pohon yang dibuat Hendri, namun saat dia menebang pohon itu aroma ganja yang sangat kuat tercium di udara.


"Segera menjauh dari sini!!" perintah Hendri.


Noir merasa pusing, dia mengalami kondisi mabuk berat dan mulai berhalusinasi. Hendri yang tidak ingin Noir berubah menjadi Mammoth segera menebas leher Noir. Noir pun mati dengan tragis.


Hendaknya seperti itu namun ternyata Noir lebih immortal dari yang diduga. Dia memang tidak memiliki kemampuan regenerasi sel cacing seperti Arlong dan Kraken. Tapi dia memiliki daya hidup yang sangat tinggi bentuk sempurnanya yang sangat besar.


Hendri yang menyadari kemampuan berbahaya Noir bergegas menciptakan tanaman monster yang dilengkapi cairan asam lambung yang mematikan.


Noir memukul tanaman itu hingga mengambang beberapa menit di udara.


"Sudah lama sekali aku tidak mabuk. Melawanmu ada manfaatnya juga." Ucap Noir.


Selanjutnya Noir menyerang Hendri namun karena mabuk berat akurasi serangan menurun, bahkan dia tidak bisa melihat dimana lawannya berdiri.


Kesombongan Noir berakhir sampai disitu. Hendri menduga Noir tidak punya niatan berubah menjadi Mammoth. Dia segera menyerang Noir dengan jenis tanaman yang baru lagi.


Jamur benalu namanya. Jamur beracun yang dapat tumbuh di kulit manusia, dan dapat menyebar dengan sangat cepat bagai benalu.


Jamur itu tumbuh mulai dari tangan lalu menjalar ke badan dan lehernya. Baunya sangat busuk, dan rasanya sangat gatal. Rasa gatal itu segera berubah menjadi rasa pedih yang menembus tulang.


Untuk pertama kali dalam hidupnya Noir menjerit kesakitan. Hendri memukul mukul dadanya sendiri mencoba melenyapkan rasa iba kepada Noir.


"Biarkan saja, dia pantas mendapatkan itu." kata hunter Gold.


"Menyerahlah dan katakan dimana Arlong berada. Dengan begitu aku akan mencabut semua jamur itu." Ucap Hendri.


Namun Noir menjawab dengan tegas, "Aku tidak pernah menyesali jalan hidup yang ku pilih. Selain itu aku tidak tahu dimana Arlong. Siksa saja aku sebanyak yang kau mau."


"Maaf, aku tidak sekejam itu."


Hendri meminta korek dari hunter Gold lalu membakar Noir. Jamur yang dia buat mengandung gas metana yang dapat menyulut api.


Kemampuan regenerasinya menurun karena banyaknya racun yang mengalir di aliran darahnya. Noir pun menemui ajalnya di tengah kobaran api.

__ADS_1


"Aku akan menunggu sampai kau beruba


__ADS_2