
Kapal selam nirawak terdorong ke permukaan oleh gelembung yang ternyata adalah gelembung getah raksasa. Gelembung itu merubah warna air laut menjadi hijau kehitaman.
Tak lama kemudian permukaan air terangkat dengan sangat cepat.
Pesawat peneliti yang terbang di atasnya tidak sempat menghindar dan berakhir tertelan air laut.
Pesawat yang berhasil menghindar merekam kejadian itu secara live.
Tabir air laut tersingkap menampilkan wajah monster yang luar biasa besar.
Matanya berwarna abu-abu tanpa ada cahaya, tidak punya hidung, bermulut lebar dengan gerigi menyerupai gigi, memiliki tanduk yang menyatu di bawah mulut seperti gading gajah, tekstul kulitnya seperti kayu dengan duri duri tajam di beberapa bagiannya.
Rasa penasaran para peneliti kini terjawab, tentang wujud makhluk yang bersembunyi di balik tabir lautan. Makhluk yang tidak pernah ingin kau lihat dalam hidupmu, karena ukurannya yang luar biasa besar.
Kalau ujung bahu kanan ke bahu kirinya di ukur, nyaris 2x lipat luas daratan selandia baru.
Para peneliti belum menentukan apa nama makhluk itu karena hati mereka masih dirundung satu pernyataan soal seberapa besar makhluk itu.
"Seberapa besar makhluk ini?"
Rrrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!
Alarm darurat berbunyi di kota kota besar Australia.
Pasukan angkatan udara dan laut diterjunkan untuk mengatasi monster yang tampak sangat berbahaya.
Sihir milik para pembawa bencana penyihir yang masih hidup, Red Witch, Arknight, Tatara, dan Hendri Graham disedot oleh monster kuno, menjadikan mereka tidak berbahaya lagi.
Hendri dan Tatara masih memiliki kekuatan, sedangkan Red Witch dan Arknight menjadi manusia biasa setelah kehilangan kekuatan sihirnya. Arknight meninggal dengan tragis di dasar lautan besi, sedangkan Red Witch yang kehilangan kemampuan terbangnya diselamatkan oleh Sir Near.
"Sudah muncul ya," gumam Sir Near pada Red Witch.
"Kau baik baik saja?" Tanyanya pada Red Witch di pelukannya.
Red Witch menarik kerah baju sang pemimpin The Hunter, tangannya yang tidak bertenaga seolah memberitahu kalau dia sedang sekarat.
"Luncurkan bom anti materi... kita harus menembaknya 3x... " Ucap Red Witch dengan lemah.
Sir Near menurunkan gadis kecil di pelukannya di atas ranjang yang empuk. Rumah warga yang atapnya setengah hancur tidak terlalu buruk. Gumam Sir Near.
Red Witch menarik tangan Sir Near lalu menyampaikan kekeliruannya soal kebangkitan monster kuno.
"Aku kira semua penyihir akan menyatu dengan monster kuno saat kebangkitan dimulai, ternyata aku salah."
"Aliansi berhasil membunuh ke 5 penyihir asli di waktu yang berdekatan dengan kebangkitan monster kuno. Disaat tubuh penyihir asli mati maka tunas sihirnya akan ikut hancur. Karena itulah monster kuno tidak akan bisa menggunakan sihir 5 penyihir asli." Red Witch menjelaskan.
"Jadi itu alasanmu saat berkata 'tembak 3x barusan' ?" Sir Near berusaha memahami.
"Tapi kenapa hanya 3x? bukankah penyihir manusia ada 3 (Red Witch, Arknight, Tatara?)
"Jangan hitung Tatara. Dia memiliki anomali pada tubuhnya." Ungkap Red Witch singkat.
"Hmm... baiklah kalau begitu. Tadi kau bilang 'luncurkan bom anti materi' kan. Sebenarnya kami membuat senjata yang lebih kuat dari bom itu."
Dr Near menghubungi Profesor Graham, [Prof. Graham bersiap menembakkan 3 meriam bintang jatuh!]
Meriam bintang jatuh adalah nama samaran untuk senjata rahasia Massive Reactor yang dibuat ulang oleh pasukan Hunter.
__ADS_1
Ke 3 Massive Reactor itu disembunyikan di negara yang berbeda beda. 1 di Bangladesh, 1 di India, 1 di Kazakhstan.
Semua senjata itu merupakan buah kerja para peneliti, termasuk Dokter Mei, ilmuwan muda yang sering diremehkan.
Pasukan angkatan udara Non Hunter mengawasi pergerakan monster kuno. Makhluk itu masih berada di titik kebangkitannya.
Sir Near memerintahkan kru Bangladesh untuk menembakkan Massive Reactor.
[ Perkiraan bentulan (3 menit) ]
Orb hitam yang sama ditembakkan sekali lagi. Lebih banyak tempat hancur lebur. Sir Near memerintahkan Ripe dan yang lainnya untuk menjemput Hendri di Jepang.
Sementara itu Hendri sedang kalang kabut dikejar Arlong.
Kekurangan darah membuatnya tidak bisa bertarung maksimal, untungnya sihir Dilhade masih ada di tubuhnya, sehingga dia bisa memanipulasi penglihatan Arlong serta pasukannya dan lari menjauh.
Pesawat Black Leaves yang dinaiki Ripe melintas di atas Hendri, mereka saling berselisih.
Peluru yang ditembakkan dari Massive Reactor mencapai perairan Nugini.
Angkatan udara menjauh dari radius ledakan.
Saat jarak antara orb hitam dengan monster kuno tinggal 20 kilometer portal raksasa seukuran selandia baru terbuka.
Orb hitam masuk ke dalam portal lalu meledak di Kanada, tepat di markas utama pasukan Black Leaves.
Efek ledakan terasa hingga ke mesir.
Tanpa sadar lutut Arlong menyentuh tanah karena di Kanada ada Kakaknya Bianca.
2 markas besar Black Leaves telah hancur. Pertama markas di Eropa telah ditenggelamkan oleh pembawa bencana lautan, kedua markas di Kanada diledakkan oleh orb hitam. Tinggal 1 markas besar yang tersisa, yaitu di Moskow.
[Kru India disini! haruskah kami menembak?]
"Jangan! kalau tembakan yang kedua berhasil dihalau kita akan mati!"
Red Witch menarik Sir Near hingga jatuh ke atas badannya.
"Kau mengigau kah Red Witch?"
Bibir Red Witch tampak sedang bergumam. Sir Near mendekatkan telinga untuk mendengar apa yang diucapkan Red Witch.
"...jadi begitu. Kami pasti akan membunuhnya, kau bisa menutup matamu sekarang."
Sir Near meninggalkan ruang kamar itu, semua informasi monster kuno ada padanya sekarang, bergegas dia menelepon Profesor Graham.
Saat teleponnya diangkat Profesor Graham langsung berteriak ke Sir Near, [Sir Near! anda dengar kabarnya?!]
Sir Near yang tadinya ingin mengatakan sesuatu pun mengesampingkan perintahnya, "Kabar apa?"
[Monster kuno berenang menuju Australia!!]
"Apa! tunjukan kamera satelit padaku."
Gadget Sir Near disambungkan ke komputer satelit The Hunter. Terlihat dengan jelas bayangan hitam pekat tengah berenang mendekati garis perairan Australia.
Monster kuno muncul di Townsville, telapak tangannya menutupi langit menghantam bumi menyebabkan gempa, dia bagaikan pegunungan yang berjalan, menggilas semua yang dilaluinya, tidak diketahui apa tujuannya selain membunuh.
__ADS_1
Yang tahu tujuan monster kuno yang sebenarnya hanyalah Red Witch dan sekarang Sir Near.
Profesor Graham mengalihkan ratusan panggilan ke gadget Sir Near atas perintah pimpinan tertinggi.
Dari ratusan pesan dan panggilan telepon itu Sir Near hanya menerima satu, yaitu telepon dari Menteri Sosial Australia.
Sambil menangis ibu Menteri meminta bantuan pasukan The Hunter untuk menyelamatkan rakyatnya.
Diam diam Sir Near merekam permohonan ibu Menteri lalu mengirimkannya ke para penelpon.
Setelah semua penelpon mendengar pengakuan menteri sosial, Sir Near membuat sebuah room diskusi berkapasitas 2000 orang.
Di room itulah para pemimpin negara berkumpul, tidak terkecuali negara yang mendukung Black Leaves seperti Brazil, Ekuador, dan lain lain.
Tanpa basa basi Dia Near buka suara dengan mengajak semua pihak bekerja sama, namun ajakan beliau ditolak mentah mentah. Alasannya karena sebagian besar dari mereka ingin menganalisis monster kuno terlebih dahulu.
Tujuan ini tentu bertentangan dengan tujuan Sir Near yang ingin membunuh monster kuno secepatnya setelah kebangkitannya.
Sir Near berusaha meyakinkan para pemimpin negara untuk mengirimkan bantuan militer sebab The Hunter membutuhkan armada udara yang banyak untuk menahan pergerakan monster kuno.
Saat perdebatan terjadi Profesor Graham pun muncul sebagai penengah, dia mengatakan sebuah kebohongan yang menarik perhatian semua orang di room.
Beliau berkata, "Aku sudah melakukan riset mendalam dengan teknologi The Hunter. Di dalam tubuh makhluk itu terkandung banyak sekali sari pati tanaman. Jika kita bisa membunuh makhluk itu, bayangkan inovasi seperti ala yang bisa kita buat dari tubuhnya." Profesor Graham ingin negara lain berpartisipasi dengan tujuan mengincar keuntungan.
Siapa sangka pernyataan bohong Profesor Graham didukung oleh para peneliti lain yang telah meneliti monster kuno sekilas. Termasuk kepala peneliti universitas Osborn.
Para pemimpin semakin percaya saat melihat rekaman kejadian saat ini yang memperlihatkan monster kuno sedang menghisap hutan kota ke mulutnya.
Pemandangan itu yang sangat mengerikan itu. Tidak terbayang kematian seperti apa yang dialami manusia yang terhisap ke dalam perut monster kuno.
Para ilmuwan pun mendukung rencana The Hunter untuk membunuh monster kuno. Tak lama setelah itu rantai dukungan pun terbentuk. Akhirnya pemimpin dari 80 negara asia, afrika, amerika, dan australia sepakat untuk bekerja sama.
Armada pesawat tempur dengan berbagai warna dan motif bendera diluncurkan. Angkatan laut rusia bergerak ke Australia. Jalanan kota dan desa dipenuhi oleh pasukan angkatan darat.
Tidak terdengar suara selain langkah kaki tentara, ban mobil, juga tank. Setiap negara bersiap untuk kemungkinan terburuk jikalau monster kuno memasuki wilayah mereka.
North memasukkan infus ke tangan Hendri.
North meyakinkan Hendri kalau dirinya telah berjuang dengan sangat baik, oleh karena itulah North meminta Hendri untuk beristirahat.
Sebelum menutup mata Hendri berdoa semoga saat dia bangun monster kuno sudah mati.
Namun saat terlelap pesawat yang dia naiki berguncang hebat. Saat membuka mata dia kaget melihat monster kuno berada di depannya.
Hendri melihat ke bawah dan menyadari dirinya sedang berada di atas telapak tangan monster kuno.
Hendri tidak bisa menggerakkan tubuhnya, itu membuatnya sangat takut.
Monster kuno pun memberitahu Hendri kalau dia sedang bermimpi.
Pertemuan itu terjadi di mimpi.
Monster kuno berbicara kepada Hendri, "SENANG BERTEMU DENGANMU, DIRIKU YANG LAIN... "
...........................................................................
Terima kasih telah membaca hingga bab ini. Petualangan Hendri Graham telah mencapai babak akhir.
__ADS_1
...........................................................................