Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 141 : Hunter Graham vs Icarus


__ADS_3

"jangan menyerang atau aku ledakkan kepalamu..!!" elena mengancam icarus.


hendri menahan moncong senapan yang dipegang elena.


"tidak perlu pakai senjata. karena aku akan menghajarnya sendiri."


"orang ini menghalangiku naik ke kapal kargo, menenggelamkan aku ke laut dan memaksaku membunuh penjaga perbatasan lainnya."


"aku kira kita sudah berdamai soal itu? bukankah aku sudah membiarkan mu pergi dari amerika, bahkan aku merahasiakan kedatangan mu dari inspeksi petinggi black leaves."


ucap icarus yang dengan kasar mendorong hayase yang berusaha melelai mereka.


"itu benar, tapi kau tidak beruntung karena perempuan berambut silver di belakang itu merupakan salah satu perompak yang dirugikan oleh mu."


"jadi kau mau balas dendam untuknya. apa yang kau dapatkan dari itu? apa dia memberi mu izin untuk menidurinya? tidak mungkin kan, soalnya kau tidak punya pen-"


hendri membungkam icarus sebelum dia membeberkan aib nya.


"dasar kurang ajar...!! itu kata kata yang tidak pantas di ucapkan." elena mengarahkan senjatanya ke icarus lagi.


hendri menjadi sangat kesal, sekarang dia benar benar ingin menghajar icarus.


icarus balas meremas tangan hendri. lalu menarik wajahnya dari tangan hendri.


"kenapa marah? bukankah semua yang ada disini tahu kau tidak punya 'itu'."


elena tidak tahu dan dia tidak ingin tahu, begitupun dengan xian lier. kalau violet tentu saja dia tahu kalau hendri tidak memiliki 'batang kehidupan'.


"berhenti mengucapkan hal hal jorok seperti itu..."


tiba tiba sebuah benda meleset ke wajah hendri. untungnya hendri yang instingnya sudah terlatih bisa dengan mudah menghindari itu.


xian lier juga hampir kena benda melayang itu. benda itu ternyata adalah sebuah minuman kaleng.


"hentikan hendri graham! lebih baik kalian segera berpegangan, karena sebentar lagi jet ini akan masuk ke kecepatan maksimal. dan kau icarus, kami akan menurunkan mu di lokasi yang sudah disepakati. jangan buat keributan hingga kita sampai disana." ketua fengying menghentikan pertikaian hendri dengan icarus.


sekarang satu satunya kesempatan hendri untuk menghajar icarus adalah saat dia turun dari pesawat nanti.


elena, xian lier dan violet berhati hati dengan icarus yang ada di pesawat yang sama dengan mereka.


elena tidak kunjung melepaskan senapannya. hal itu membuat icarus gemas melihatnya. violet yang juga merasa terancam juga tidak mau melepaskan belatinya. kedua perempuan ini duduk berdekatan untuk menjaga diri. sementara xian lier bersikap biasa saja walaupun di dalam hati dia juga merasa was was.


hendri mendatangi ketua fengying. tekanan udara yang berat mempersulit langkahnya.


memang tidak dianjurkan untuk berjalan saat menaiki transportasi berkecepatan tinggi.


"ketua fengying."


"kau ini benar benar tidak sabaran." ucap ketua fengying yang baru saja menumpahkan minumannya karena lupa dengan tekanan udara di pesawat yang saat ini menjadi sangat berat.


"bolehkah aku menyerang icarus sebelum dia turun dari pesawat?"


"memangnya kau mampu melawannya? dia bisa terbang cukup tinggi dan kau juga sedang terluka parah."


"luka ini tidak akan mengahalangiku. aku sudah menyiapkan sebuah pertandingan agar ini lebih menarik."


hendri memberitahukan rencananya dalam rangka membalas perbuatan icarus yang dahulu dan yang baru saja dia lakukan.


"hemm... menyerangnya tidak termasuk ke dalam perjanjian, tapi kalau kau yang mau mungkin bisa."


"tapi hanya sekali ini saja..."


"siap ketua."


"ide yang menarik. jika kau kalah maka kau sendiri yang akan rugi."


1 jam 8 menit kemudian, pesawat jet telah memasuki zona aman yaitu benua afrika.


kecepatan pesawat pun masuk ke mode normal. akhirnya hendri dan kawan kawan bisa meneguk minuman yang sejak tadi tidak bisa mereka lakukan.


"sebentar lagi, waktunya pembalasan."


icarus tidak memperdulikan orang lain di sekitarnya, dia hanya berdiam diri dan menundukkan pandangannya. dia juga tidak mengambil minuman yang disediakan oleh ketua fengying.


hendri meminta xian lier untuk memberikan sebuah kaleng minuman pada icarus.


"tidak perlu mengkhawatirkan aku." ucap icarus.


xian lier yang ditolak meletakkan minumannya di dekat icarus lalu kembali duduk di dekat hendri.


"untuk apa bersikap baik pada orang itu graham?" tanya xian lier.

__ADS_1


"karena aku ingin menang dengan sportif."


"menang apa? kau mau berkelahi dengannya?" tanya xian lier dengan berbisik.


"benar sekali."


beberapa jam kemudian.


"bersiaplah untuk turun, kita sudah sampai."


pilot memberitahu kalau mereka sudah sampai di bandara ibukota libya, yaitu tripoli. tempat ini adalah tempat tujuan icarus.


pesawat mendarat dengan sedikit berguncang. setelah mendarat pintu keluar utama dibuka.


icarus turun dari pesawat tanpa berkata apa apa. tapi dia terkejut karena tidak melihat bandara di sekitarnya, yang ada adalah reruntuhan reruntuhan bangunan.


hendri graham juga ikut turun menyusul icarus lalu disusul dengan xian lier.


"ada apa ini? kenapa mereka berdua ikut turun?"


"entahlah, aku jadi penasaran."


icarus menatap hendri dengan tatapan curiga. tapi dia tidak tertarik bicara dengan hendri.


"hei fengying, apa maksudnya ini?? ini bukan tripoli."


xiao fengying berada di kokpit pesawat lalu berkata pada icarus menggunakan mikrofon pesawat.


[memang bukan. ini adalah kota tawergha yang letaknya 200 kilometer dari tripoli.]


"apa?!"


[perjanjian kita berubah icarus. sekarang kau harus bertanding dengan hendri graham.]


"ide konyol apa ini?"


"hei sialan, dengarkan dulu kata kata ketua fengying." ucap hendri dengan kasar.


[peraturan pertandingannya sederhana. kalian akan bertarung satu lawan satu hingga salah satu diantara kalian pingsan atau menyerah. pemenangnya akan diizinkan naik lagi ke pesawat ini, sementara yang kalah harus berjalan kaki ke tempat tujuan.]


"apaaa...!!!"


elena memprotes keras peraturan ini. tapi peraturan ini dibuat oleh hendri graham sendiri.


"sudahlah astrea. graham pasti sangat percaya diri akan menang, jadi kita percayakan saja padanya."


"kau percaya padanya violet?"


"apapun yang dia lakukan setelah ini, aku tetap akan berterimakasih padanya."


melihat violet tersenyum elena menjadi curiga pada hubungan violet dengan hendri.


"jangan jangan yang dikatakan icarus itu benar."


kembali ke hendri.


"mari kita mulai icarus. kau boleh menyerang ku dari udara tapi jangan coba coba kabur.


klik.


icarus menodongkan pistol pada hendri.


"aku tahu kulit mu keras. tapi bukan berarti tertembak peluru tidak akan membuat mu merasakan sakit."


"oh begitukah..." ucap hendri dengan nada remeh.


dorr! dorr! dorr!


icarus menembak namun hendri dengan tenang menerima tembakan icarus, dan melindungi wajahnya dengan tangan kirinya.


icarus menembak hendri lagi bahkan sekarang dia menggunakan 2 pistol.


hendri diam saja menerima semua tembakan icarus. peluru icarus tidak berhasil menembus kulit hendri, namun dua peluru berhasil mengenai luka di tangan kanan hendri yang membuatnya cukup kesakitan.


icarus pun bertanya mengapa hendri bisa setahan itu menerima rasa sakit tertembak.


"kenapa kau bisa menahan sakit seperti itu??"


"kau tanya kenapa? karena aku memang sudah kesakitan..!!"


dengan sangat cepat hendri menutup jarak antara dia dengan icarus. lalu melayangkan cakarnya ke wajah icarus.

__ADS_1


dengan cepat icarus menghindari cakar itu, namun hendri dengan lebih cepat dari icarus menarik badannya lalu berhasil melayangkan tinju tangan kiri ke icarus.


icarus terpental beberapa meter. hal ini mengingatkannya pada kejadian dahulu saat dia menjatuhkan hendri ke atas kapal kapal.


icarus segera berubah menjadi elang namun dia terkejut oleh hendri yang berhasil menerkam kaki kanannya.


"aarrrgghhhh.....!!!"


di jarak dekat hendri berhasil meninju wajah icarus dengan sangat keras.


namun disaat yang sama saat terkena tinju hendri, icarus berhasil menembakkan pistolnya tepat di dagu hendri. tembakan di jarak yang sangat dekat itu berhasil menembus kulit kayu hendri dan menyebabkan rahang bawahnya terluka parah.


violet dan yang lainnya khawatir melihat kondisi hendri.


setelah mendapat luka yang cukup berat hendri mengeluarkan akar pohonnya lalu menjerat icarus agar dia tidak bisa menembak lagi.


xiao fengying yang melihat itu bergumam.


"kenapa tidak mengeluarkan akar akar itu dari tadi? apa kau berharap bisa mengalahkannya dengan kemampuanmu yang dulu hendri graham?"


"jika benar maka kau sangat bodoh."


saat berhasil mengikat icarus, hendri langsung menebas badan icarus dengan cakarnya yang sudah diperbesar.


xian lier takjub melihat betapa brutal nya hendri melawan musuhnya.


"pantas saja dia dikira sebagai assault nyarla asli dahulu" pikir xian lier.


"tapi apa icarus itu akan mati semudah itu? bukankah dia penjaga perbatasan. sepertinya the hunter terlalu meninggi ninggikan kekuatan penjaga perbatasan black leaves."


icarus yang mendapat luka menganga di sekujur tubuhnya menjadi tidak berdaya.


kalau saja dia tidak lengah pertarungan ini pasti masih bisa dia menangkan.


tapi sekarang dirinya merasa sangat inferior di hadapan assault nyarla.


"merasa inferior..."


"terasa seperti waktu itu..."


"si assault nyarla lee yin itu..."


icarus teringat hari dimana dia dibuat tidak berdaya di hadapan seseorang. dan orang itu adalah assault nyarla lee yin.


"apa kau menyerah?" tanya hendri pada icarus.


"heheehee..."


icarus tertawa. ekspresi yang tidak wajar itu membuat hendri terganggu.


"kau belum melihat kemampuanku setelah dikalahkan olehmu kan, assault nyarla?"


"apa? siapa yang kau bicarakan?"


icarus memompa darah di tangannya untuk memaksa transformasi yang terhambat.


hendri berusaha menghentikan icarus. dia berusaha menusuk icarus dengan kayu runcing.


xian lier yang melihat pertandingan ini sudah melebihi batas, segera masuk ke pesawat untuk bertanya pada ketua fengying.


"kalau di biarkan orang itu akan mati ketua. apa kau tidak perlu menghentikan pertandingannya. maksudku menghentikan hendri graham?"


"sepertinya kau tidak tahu xian lier. luka yang didapatkan seseorang akan sembuh total jika orang tersebut berubah ke bentuk biologis nyarlanya. itulah keuntungan yang dimiliki oleh seorang nyarla sempurna."


"jadi meski saat ini orang itu terluka parah bukan berarti dia tidak bisa menyembuhkan lukanya."


hendri berhasil menusuk icarus dengan kayu runcing. kayu itu menembus perut icarus, membuatnya kehilangan banyak sekali darah.


namun icarus berhasil bertransformasi.


kayu runcing di perut icarus terdorong keluar karena pengembangan sel sel manusia menjadi nyarla.


semua luka yang didapat icarus dari hendri pun hilang bersama rasa sakitnya.


icarus si elang merah terbang di awan bersiap turun untuk mencabik mangsanya. yaitu hendri.


hendri yang tidak bisa menggapai icarus menunggu di bawah.


"aku tunggu kau ke bawah sini."


..........

__ADS_1


__ADS_2