Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 181 : Pertempuran yang menjadi awal dari akhir


__ADS_3

Sebagai ilmuwan sekaligus ahli teknologi dan persenjataan pasukan The Hunter, Profesor Graham dituntut untuk membuat berbagai senjata pendukung.


Menggunakan sampel darah dari Assault Nyarla Lee Yin, dia bereksperimen membuat Assault Nyarla lain dengan harapan mereka akan seperti pendahulunya, Lee Yin dan Hendri Graham.


Namun eksperimen menyuntikkan setengah darah Red Witch ke Nyarla original (manusia yang tubuhnya layu dan menghitam seperti Hendri di awal cerita) tidak menghasilkan apa apa.


Eksperimen itu gagal total, sehingga profesor Graham menyimpan baik baik sisa darah Red Witch.


Eksperimen dilanjutkan dengan menyuntikkan sampel darah Assault Nyarla Lee Yin yang didapatkan dari Torga ke subjek Nyarla.


Eksperimen itu sukses. Sukses menciptakan Nyarla cacat.


Profesor Graham tidak menyerah, lalu menjadikan Hendri subjek eksperimen berikutnya. Walaupun agak berat hati menjadikan anggota keluarganya yang tersisa sebagai kelinci percobaan, tapi Hendri mau mau saja, sehingga beban hati profesor Graham sedikit berkurang.


Profesor Graham menjalankan eksperimen mencampurkan DNA tunas sihir Dilhade ke tubuh Hendri.


The Hunter berhasil membuat lubang di tunas sihir Dilhade setelah mengebornya dengan bor berlian berlapis api dengan teknologi katana pengubah suhu.


Hasilnya DNA Hendri menyerap DNA tunas sihir Dilhade. Sempat mengalami efek samping nyeri hebat di bagian tubuhnya yang disuntikkan DNA tunas sihir, Hendri berhasil bertahan dari proses pencampuran DNA itu.


Lee Yin berubah menjadi monster setelah disuntik DNA tunas sihir Red Witch. Sedangkan Hendri baik baik saja disuntik DNA tunas sihir Dilhade. Malah dia mendapatkan atribut sihir baru yang menyerupai atribut sihir milik Dilhade.


Hendri ingin mengeluarkan kekuatannya tersebut, namun strategi gerilya Red Witch tidak memungkinkan untuk melakukannya.


Red Witch memberitahukan kelemahan Terran.. "Tubuh asli Terran terbenam di dasar jurang. Dia lemah terhadap listrik. Boneka tanah liatnya akan langsung hancur begitu terkena listrik. Jadi gunakan senjata setrum yang kalian pakai di perang Nepal untuk membunuh Terran dari jauh."


"Ah, tentu saja kalian harus menemukan tunas sihirnya juga." Sambung Red Witch.


"Seberapa banyak informasi yang diketahui wanita itu, sampai dia bisa membuat rencana begini begitu." Batin Hendri.


Batin Hendri didengar oleh Ripe yang meletakkan sikutnya di bahu sahabatnya itu.


"Ditambah, dia bilang, kalau tidak ada yang mengintervensi (mengganggu/ikut campur) kita bisa mengalahkan penyihir itu dengan mudah." Batin Ripe ke Hendri.


Karena operasi ini bukan operasi tempur, Hendri dan Ripe pun ditempatkan di pasukan belakang. Sementara North ditempatkan di garda terdepan.


Misi North adalah menjatuhkan jaring setrum ke dasar jurang.


"Berikan ujung jaringnya."


Jaring dibentangkan di atas jurang menggunakan drone.


Saat pemberat di ujung jaring akan dijatuhkan, sesuatu dari dalam jurang menabrak jaring dengan keras.


Walau jaring tidak robek, namun jaring itu gagal dibentangkan sehingga terbelit, dan para drone saling bertabrakan karena tertarik jaring.


North melihat makhluk yang menabrak jaring itu adalah clone dirinya.


**


Di dasar jurang, Terran berkomunikasi dengan penghulu pembawa bencana, yaitu Valkyrie.


Valkyrie memberikan kesempatan kepada Terran untuk menjadi bagian dari monster kuno. Tetapi syaratnya dia harus menghancurkan pasukan hunter yang menyerangnya saat ini.


"Hancurkan mereka dan kau akan menjadi bagian dari kami." Ucap Valkyrie.


"Baik yang mulia. Suatu kehormatan bisa mendapat kesempatan ini." Ucap Terran.


Terran pun keluar dari tempat persembunyian. Di punggungnya tumbuh dua pasang sayap berwarna merah.


Dia naik ke atas jurang diikuti seribu clone Assault Nyarla yang memanjat dinding jurang.


Melihat malaikat tua bersayap merah naik dari jurang, North merespon dengan cakarnya.


Terran memulai perang yang telah dideklarasikan oleh Fairy.


"Aku akan melawan kalian dengan kekuatan penuh. Sepuluh ribu clone Assault Nyarla akan membantai kalian." Ucap Terran sebelum memulai perang.


"Hei Kakek, apa bagusnya jadi budak monster kuno?" tanya North yang mengetahui royalitas Terran dari Red Witch.


"Kau tidak akan mengerti anak muda. Aku memilih jalan ini karena sudah saatnya manusia menemui kiamat." Jawab Terran.


"Moral manusia sudah terlalu rendah untuk disebut manusia."


"Kau pasti memiliki kenangan yang sangat indah di masa lalu." Celutuk North.

__ADS_1


"Masa itu sudah berakhir. Sekarang matilah dengan tenang anak muda. Lebih baik kau mati olehku daripada oleh monster kuno." Ucap Terran kepada North.


Terran mengerahkan sepuluh ribu clone Assault Nyarla Hendri untuk menyerang The Hunter. Perlu diketahui ini baru permulaan.


North yang berada di garda terdepan pun menggilas pasukan clone yang mendekatinya.


Hanya butuh waktu tiga detik bagi North untuk membunuh sepuluh clone, padahal dia hanya Nyarla setengah matang.


Terran kagum dengan kemampuan North. Lebih tepatnya ketangkasannya. Dia berani menerima serangan yang mencabik tubuhnya luar dan dalam.


Walau begitu North semangat tempur North tidak berkurang.


Dalam satu menit dia berhasil membunuh dua ratus clone menggunakan kedua tangannya.


"Aku butuh bantuan! Terran mengeluarkan tiruan Hendri Graham disini!" North meminta bantuan.


Ripe langsung datang dalam hitungan detik, begitu pun dengan Hendri.


Bukan hanya dua sohib itu, Komandan Spiral, Hunter Gold, bahkan Torga dan Zhuge Fengying juga datang.


"Eh, kenapa anda berdua ikut?" Tanya Ripe pada Torga dan Zhuge Fengying.


Orang orang yang tidak disangka sangka juga datang membantu.


Rouge si Nyarla semut turut membantu atas permintaan Torga.


Kitsune si Nyarla Rubah cacat ikut membantu karena dijanjikan kebebasan oleh Arachne. Dia cukup kuat untuk membantu dalam pertarungan hand to hand.


Sycho Rid si penjaga perbatasan baru dan Lyord si Nyarla Rubah, Mystic Fox membantu karena perintah dari Kraken.


Ini baru setengah dari total pasukan The Hunter. Tapi jumlah itu sudah cukup untuk memporak-porandakkan medan perang.


Hendri berubah ke bentuk Assault Nyarla. Berkat pengalaman bertempurnya selama ini dia bisa mengatasi banyak clone dirinya tanpa mengeluarkan kekuatan sihir.


"Hendri Graham, jadilah pijakan!" Pinta Ripe dan North.


Hendri melaksanakan perintah Ripe. Dia membuka kedua telapak tangannya untuk menjadi pijakan bagi Ripe dan North.


Saat kedua Nyarla tingkat tinggi itu menginjak tangannya, Hendri melempar mereka ke Terran, karena si pengecut Terran tidak berani turun ke bawah.


Terbang seperti peluru, Ripe dan North berhasil memotong tangan kiri Terran dengan sekali tebas.


[ Regu sniper! ]


[ Bersiap menembak Terran! ] perintah dari Komandan Spiral.


Elena sebagai salah satu sniper berusaha untuk tidak meleset. Dia membidik lebih lama dari sniper lainnya.


[ Tembak! ]


Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!


Dihujani peluru dari segala arah membuat Terran kalang kabut. Itu adalah kelemahannya sebagai manusia yang tidak pernah turun langsung ke medan perang.


Walau berhasil menghindari semua tembakan, Terran sekali lagi terkena serangan Ripe dan North. Yang mengakibatkan mata kirinya buta.


Pola serangan ini terus digunakan oleh pasukan Hunter untuk menyerang Terran. Sementara di bawah Hendri bekerja sama dengan Gold untuk meribas para clone.


Setengah pasukan clone telah dihabisi. Saat Terran ingin membuatnya lagi dengan tanah, benang baja Arachne langsung memotong boneka boneka itu yang bahkan belum jadi setengahnya.


"Terlalu lambat Terran." Ucap Arachne yang berlindung di belakang pasukan Yokai nya.


Melihat betapa ganasnya serangan pasukan Hunter. Terutama dua hunter di depannya yaitu Ripe dan North, Terran pun teringat dengan masa lalu.


- Flashback masa lalu Terran -


Dulu, saat masih menjadi manusia, Terran memiliki istri dua anak laki laki.


Dia bersama keluarganya hidup damai. Hingga menginjak masa tua, istrinya pergi lebih dulu, sementara kedua anaknya pun sudah berkeluarga.


Di kala kesedihan merundung dirinya, Terran hanya bisa mengenang sosok istrinya dengan melihat wajah kedua anaknya.


"Setelah dewasa mereka sangat mirip dengan istriku." Batin Terran.


Hingga dirinya menginjak usia delapan puluh tahun. Terjadi ketukan gunung berapi yang merusak sebagian besar pangan warga.

__ADS_1


Akibatnya banyak keluarga menderita kelaparan.


Suatu malam Terran di ajak oleh putra sulungnya memetik jamur di kaki gunung yang jauh.


Karena Terran tidak sanggup berjalan jauh, dia digendong oleh putranya. Saat memasuki hutan, Terran merasa aneh karena putranya memasuki hutan tanpa meninggalkan penunjuk jalan.


Alhasil Terran pun mematahkan batang batang pohon muda, guna menjadi penunjuk jalan nanti.


Sesampainya di kaki gunung, putranya membangun sebuah tenda, lalu meminta kepada Terran untuk menunggunya disana, sembari dia mencari jamur.


Sebelum pergi putranya itu menitipkan bekal kentang bakar buatannya kepada Terran. Lalu menghilang ke balik pepohonan.


Setelah itu putranya tidak pernah datang lagi.


Berhari hari ditinggalkan di hutan Terran akhirnya sadar kalau anaknya mungkin telah dimakan binatang buas.


Sehingga mau tidak mau dia harus melangkah mencari bantuan.


Teringat dengan pohon muda yang dia jadikan penunjuk jalan, Terran pun mencari keberadaan pohon pohon itu. Namun seharian dia mencari pohon pohon itu tidak dia temukan.


Dirinya pun tersadar kalau anaknya tidak dimakan hewan buas, melainkan dirinya sengaja ditinggalkan di hutan, alias dibuang.


Merasa sedih ditelantarkan di tengah hutan, Terran memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai.


- Flashback berakhir -


Dua laki laki berwujud monster di depannya mengingatkannya dengan kedua anaknya itu.


Membuat perasaannya bercampur aduk.


Namun satu hal yang pasti. Dia tidak akan pernah memaafkan perbuatan mereka.


"Akiyoshi!!!!!"


"Darumakishi!!!!!"


Terran murka usai mengingat kilas balik dirinya. Dari dalam mulutnya keluar tanah liat yang kemudian berubah menjadi clone dirinya.


Hendri merasakan energi sihir milik Terran menguap. Hal ini juga terjadi pada Dilhade. Tapi seharusnya kalau berpacu pada penjelasan Red Witch. Seharusnya menguapan energi sihir itu hanya terjadi saat di penyihir merasa terancam atau nyaris mati.


Dari informasi itu Hendri berspekulasi kalau ini adalah saat yang buruk bagi Ripe dan North untuk mendekati Terran.


Benar saja, tidak lama yang ditakutkan Hendri pun terjadi.


Terran dan clone nya mengangkat tangan kedua tangan mereka bersamaan, seolah menarik sesuatu yang gaib keluar dari dalam tanah.


Dengan sangat cepat puluhan clone Cthulhu Kraken muncul ke permukaan tanah.


Komandan Spiral menyuruh semua Hunter untuk mundur. Namun clone Cthulhu Kraken yang berjumlah tiga puluh itu membuka mulut mereka lalu menghisap para Hunter.


Para Hunter pun beterbangan ke dalam mulut clone Cthulhu Kraken seperti debu.


Melihat kegilaan itu, baik Hendri maupun Hunter lain tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan senjata rahasia mereka.


Hendri membuat dinding penghalang besar guna melindungi para Hunter dari tarikan nafas Clone Cthulhu Kraken. Sementara Gold memimpin para Nyarla terbang lainnya untuk menyelamatkan para Hunter yang terhisap.


Sir Near memerintahkan senjata berat untuk menembaki Cthulhu Kraken dari jauh. Namun dengan cepat Terran kembali mengeluarkan kekuatannya.


Dia membuat versi tiruan dari senjata anti rudal milik pasukan jepang, dan membuat clone Hunter Gold sebanyak lima puluh buah.


"Beraninya kau menjiplak ku!" Protes Hunter Gold.


Walaupun rapuh, setiap clone buatan Terran memiliki keunggulannya masing masing yang membuat mereka sulit dihancurkan.


Sir Near menjelaskan setiap keunggulan pasukan clone Terran.


"Lima ribu clone Assault Nyarla. Mereka menjadikan pohon sebagai perisai mereka."


"Tiga puluh Cthulhu Kraken. Peluru biasa tidak cukup untuk menghancurkan mereka. Kita butuh senjata yang lebih berat seperti bazooka."


"Dan clone Hunter Gold adalah yang paling merepotkan. Tembakan pasukan kita mereka hindari dengan mudah."


Para clone Hunter Gold pun melewati barisan pasukan Hunter. Mereka menargetkan tim sniper.


..........................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................


__ADS_2