
pesawat black leaves berhenti menembak karena para komandan mereka sudah turun ke bawah.
"kerusakan di sayap kiri sedang dalam perbaikan!" kata echidna.
"kirimkan drone dan periksa setiap sudut kota ini! kita harus menemukan Near!" perintah arlong.
"komandan swordfish sedang melawan assault nyarla, komandan noir sedang berhadapan dengan 3 hunter tingkat tinggi lalu komandan goliath belum tiba disini" echidna bertugas sebagai tangan kanan arlong di pertempuran ini. jadi dia juga yang menerima setiap laporan dari tentara di bawah.
"kemana perginya Near? alat yang kita pasang tidak mendeteksi pergerakan diluar kota"
"apa mereka punya rute pelarian di bawah tanah?"
"mustahil pak, tidak mungkin mereka bisa melarikan diri ke mesir lewat jalur bawah. terlalu banyak pipa di bawah pasir ini"
"menurutku mungkin saja, ambil alih tugasku echidna. aku akan turun ke bawah dan mencari Near sendiri"
echidna tidak setuju dengan arlong, dia memikirkan cara lain agar komandan utama mereka tidak turun ke medan perang diawal.
echidna pun mengutus tentara bayaran yang sudah dia persiapkan untuk perang ini. tentara bayaran itu adalah Rouge, si topeng merah yang dulu sempat berbicang santai dengan torga.
Rouge berada di luar medan perang, tepatnya dia berada jauh di belakang pasukan utama the hunter yang bersembunyi di ladang merkuri.
"aku akan mencari si Near itu disekitar kota ini dulu. instingku mengatakan kalau dia bersembunyi disana" gumam rouge.
rouge menggenggam pasir dengan kedua tangannya lalu berdiam diri seperti sedang berkonsentrasi.
setelah itu datanglah kawanan semut api yang sangat banyak, para semut api itu punya antena yang bisa mendeteksi bahaya sehingga mereka bisa melewati ladang merkuri dengan aman.
pasukan the hunter yang maju satu persatu pun diserang oleh semut semut api itu.
"Sir Near! ada banyak sekali semut api yang menyerang tenda kita!"
"gawat! mereka sudah masuk ke tenda!"
Sir Near mengambil sebuah flamethrower lalu membakar semut semut itu yang membuat rouge berhasil menemukan keberadaan tentara mereka.
"Near ada diluar kota! aku ulangi! Near ada diluar kota!"
pesan dari rouge diterima oleh arlong.
tanpa basa basi arlong menyuruh pasukannya membombardir area sekitaran kota.
"kita ketahuan! lindungi diri kalian!" teriak Sir Near
"blaar"
tembakan dahsyat mengenai Sir Near dan pasukannya. dampak dari tembakan itu menghasilkan badai pasir yang sangat besar.
"singkirkan badai itu!"
underwave mengeluarkan hembusan angin berkekuatan kecil untuk menyapu debu debu yang menghalangi pandangan mereka.
hembusan angin itu menerbangkan semut semutnya rouge, sehingga membuat rouge tersinggung.
"dasar arlong, dia menerbangkan semut semutku seperti menerbangkan sampah"
disaat badai pasir tersapu terlihatlah Sir Near dan pasukannya.
"lihatlah dirimu Near, kau seperti semut di tengah kubangan" arlong tertawa, dia mengambil sebuah detonator di sakunya lalu memencetnya yang seketika membangunkan jasad para nyarlapostle yang dikuburkan oleh the hunter.
para tentara yang menyadari kebangkitan para nyarlapostle panik, karena formasi mereka saat ini kurang efektif untuk melawan nyarlapostle.
"para nyarlapostle hidup kembali! aku ulangi para nyarlapostle hidup kembali!"
"akkhh... "
Sir Near mendengarnya dari walkie talkie mini di bajunya.
"kau sangat tidak manusiawi arlong. membangkitkan tubuh orang orang yang sudah mati. itu tidak termaafkan!" ucap Sir Near.
Sir Near menjentikkan jarinya dan datanglah para hunter terkuat yang ada saat ini, salah satu dari mereka adalah jacob ripe.
__ADS_1
melihat Near mengeluarkan para hunter terbaiknya arlong jadi tidak ingin kalah, dia menurunkan pasukan nyarla tingkat tingginya.
hendri dan miqdad yang sedang melawan swordfish tidak luput dari kejatuhan para nyarla tingkat tinggi itu.
"bala bantuan musuh datang!"
"tetaplah fokus miqdad! kepalamu bisa melayang kapan saja!"
swordfish memiliki pedang berbentuk cambuk yang sangat kuat, bahkan saking kuatnya mobil yang ada di dekatnya pun terbelah dua hanya dengan satu kali tebasan.
untungnya hendri dan miqdad adalah tipe petarung yang unik, sehingga pergerakan mereka berdua sulit diprediksi oleh swordfish.
3 nyarla tingkat tinggi mendarat di depan swordfish.
"musuh semakin banyak, jerapah, anjing, badak" keluh miqdad sambil menyebutkan bentuk para nyarla itu.
hendri masih berusaha menolong violet yang tidak sadarkan diri di dekat swordfish.
perlu diketahui, sejak awal hendri dan miqdad menyerang, swordfish tidak bergerak dari tempatnya berdiri sedikitpun. tebasan pedang swordfish pun terkesan brutal dan asal asalan, hal inilah yang membuat kedua pemburu itu waspada karena tidak mungkin orang yang cuma bisa mengayunkan pedang seperti itu bisa menjadi seorang komandan.
"biar kami bantu komandan swordfish! kami dari divisi 1" ucap seorang nyarla.
"tidak perlu, kalian serang saja Near. dia ada diluar kota ini kan" perintah swordfish.
"tapi kami tidak bisa membiarkan anda melawan kroco kroco seperti ini"
"kroco kau bilang.. "
"syaat"
swordfish menebas dada nyarla badak, meski tubuhnya tetap utuh luka yang dia terima membuatnya kehilangan banyak darah.
"komanddaan swordfish... kenapa?" rintih si nyarla badak.
"jangan ganggu aku! jika tidak ingin lukamu semakin dalam, pergilah! kalian berdua juga!"
para nyarla pun itupun pergi sambil menahan luka sayatan di tubuhnya.
hendri memanfaatkan kesempatan itu untuk menghilang dari pandangan swordfish.
"cari tahu saja sendiri" ucap miqdad.
"kraak"
bekas bekas akar pohon yang tertinggal di dekat swordfish bergerak dan berhasil melukainya. luka yang diterima swordfish tidak parah tapi itu cukup untuk mengalihkan perhatiannya.
hendri berhasil mendaratkan pukulan keras dari belakang hingga membuat swordfish terpental. miqdad sudah menyiapkan tombaknya untuk menembus tubuh swordfish di momen itu, tapi swordfish mampu menghindar di udara dan berhasil menebas lengan kiri miqdad.
"lengan robotik!"
"surprise motherfucker!"
hendri menjerat leher swordfish lalu membantingnya sekuat mungkin ke bangunan sekitarnya.
"kita mundur dulu!" hendri pergi mencari bantuan untuk violet diikuti oleh miqdad.
"itu fatality yang bagus graham! sayang sekali kita tidak bisa lanjut menghajarnya di momen itu" miqdad kecewa karena itu adalah kesempatan emas bagi dia dan graham untuk mengalahkan seorang komandan musuh.
di tengah perjalanan hendri bertabrakan dengan xian lier.
"hunter xian lier, kau juga ikut serta dalam perang?" tanya hendri.
"nanti saja bicaranya! kita harus menjauh dari jalanan!"
hendri yang panik dengan kondisi violet tidak merasakan tanah di sekitarnya bergetar.
"makhluk apa itu?"
"ggraaaaaggghhhhh!!!"
mammoth raksasa setinggi 30 meter berwarna hitam pekat muncul dari balik gedung meruntuhkan semua bangunan tinggi yang dilaluinya.
__ADS_1
"lari!"
hendri menjerat tubuh violet, miqdad dan xian lier lalu naik melompat ke atas sebuah bangunan.
"PERCUMA SAJA KAU LARI ASSAULT NYARLA!"
"gajah besar itu bisa bicara!" miqdad semakin panik saat melihat swordfish yang mengejar mereka dari kejauhan.
"mammoth hitam itu adalah komandan divisi 5 black leaves. dia mengamuk saat para hunter berhasil menembus pertahanannya dalam bentuk manusia" ucap xian lier.
"komandan yang ini akan sangat merepotkan ketimbang swordfish!" ucap miqdad.
"dimana lokasi para hunter tingkat tinggi xian lier?" tanya hendri.
"mereka masuk melalui gerbang tenggara, harus berbalik dan melewati mammoth itu untuk sampai kesana"
saat hendri berlompatan di atas gedung dia melihat ratusan nyarlapostle yang menyapu bersih para tentara dan pemburu di jalanan kota.
"para nyarlapostle itu mirip dengan jasad yang aku kuburkan kemarin" pikir hendri.
"awas graham!"
hendri terkena lemparan batu dari mammoth noir yang mengakibatkan dirinya terjatuh ke kawanan nyarlapostle.
sebelum jatuh hendri melemparkan bawaannnya ke atap sebuah bangunan terdekat.
"graham!"
hendri mendarat diantara nyarlapostle yang membuatnya diserang tanpa ampun.
"sial! ini lebih buruk dari yang kubayangkan!" pikir xian lier, dia memeriksa keadaan dua orang lainnya.
miqdad menderita patah tulang rusuk dan tulang leher gara gara terkena lemparan batu, sedangkan violet sudah mengikat lukanya tapi dia sudah kehilangan banyak darah sehingga membuatnya tidak sadarkan diri.
mammoth noir mengabaikan xian lier, dia lebih tertarik pada hendri.
xian lier bergegas memanggil bantuan, tapi saat akan membawa mereka pergi miqdad menghentikannya.
"krak"
"kraak"
suara tulang yang patah terdengar dari miqdad.
"patah tulang leher ini sudah kuatasi! aku masih bisa bertarung, kau selamatkan saja wanita itu"
"tapi anda juga terluka" xian lier merasa meninggalkan rekan bukanlah hal yang bagus.
"kau seangkatan dengan hendri graham kan?"
"iya, aku dari cina"
"kalau begitu serahkan pertarungan yang berbahaya ini kepada seniormu, aku ini seorang hunter tingkat tinggi"
"tapi aku.. "
"wanita itu adalah seseorang yang berharga untuk hendri graham jadi aku mohon padamu selamatkanlah dia"
xian lier masih tidak yakin dengan perintah miqdad.
"lakukanlah sekarang! semakin cepat kau pergi semakin cepat kau kembali! ambillah ini!"
miqdad memberikan perisainya ke xian lier.
"ini senjata platinum?" xian lier takjub dengan senjata hebat milik miqdad.
"aku pinjamkan perisai itu hingga pertempuran ini usai. jadi berjuanglah untuk tetal hidup pemburu"
xian lier akhirnya menuruti permintaan dari miqdad.
sementara hendri mencoba memanfaatkan para nyarlapostle untuk menyerang mammoth noir.
__ADS_1
"....."