Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 142 : Hunter Graham VS Icarus (Part 2)


__ADS_3

icarus bertahan di udara sebentar untuk memulihkan luka.


bukan luka fisik melainkan luka mental setelah hampir terbunuh oleh musuh.


"tadi sakit sekali..."


"kemampuan assault nyarla masih lebih dari itu. aku harus berhati hati."


hendri menunggu icarus di bawah.


"uhh.. silau sekali."


hendri mengatur volume suara di alat bantu bicaranya, lalu...


"CEPAT SERANG AKU!!! APA KAU MAU JADI LAYANG LAYANG DI ATAS SANA!!!"


icarus memikirkan cara untuk menghabisi hendri.


menangkap dan mengangkatnya ke udara membutuhkan waktu lama. hendri pasti tidak akan ragu menikam icarus meski akibatnya dia terjatuh dari ketinggian.


icarus melihat batu batu reruntuhan besar di sekeliling hendri.


"kalau begitu..."


icarus melesat sangat cepat ke bawah sambil berputar untuk menghindari serangan jarak jauh yang mungkin dimiliki hendri.


hendri menyiapkan ekor pedangnya. dia berniat menebas sayap icarus dengan cara membiarkan dirinya terkena serangan.


"asal bisa menangkapnya, aku akan menang!"


icarus terbang memutari hendri, lalu dia melemparkan batu batu dari reruntuhan.


sambil menghindari batu batu hendri mencoba membidik icarus.


hendri yang kehilangan banyak darah harus berhati hati dalam mengubah darahnya menjadi senjata.


dia membuat sebuah belati kayu kecil dengan mata pisau yang lebih berat dari gagangnya lalu melemparnya ke icarus.


belatinya meleset.


icarus menertawakan hendri dan serangan lemahnya.


icarus berhenti di udara untuk meningkatkan akurasi. dia membawa batu besar di kakinya.


"kau pikir batu sebesar itu bisa mengenai aku??"


icarus tidak melempar batu besar itu tapi menjadikannya tameng sekaligus senjata untuk menyerang hendri.


"akhirnya kau turun juga..!!"


buuk.


baak.


braak.


adu serangn tidak terhindarkan.


icarus menyerang membabi buta seperti seekor elang yang tersangkut di jebakan pemburu.


sementara hendri terus menebas icarus, walaupun tidak ada yang benar benar kena. tebasannya hanya mengenai batu yang dipegang icarus.


krak.


lagi lagi ekor hendri tertahan oleh batu besar.


icarus mengayunkan kakinya sehingga membuat batu menghantam hendri dengan keras.


hendri yang kekurangan tenaga dan keseimbangan tidak mampu menahan serangan itu, alhasil dia terlempar cukup jauh ke dalam bangunan di belakangnya.


setelah terkena hantaman itu luka di lengannya menjadi perih lagi. rasa sakit di rahang nya juga tidak kunjung reda.


tapi meskipun begitu...


"kena kau icarus." gumam hendri dalam hati.


hendri bangun lagi. melihat itu icarus berniat terbang lebih tinggi dan menyusun rencana lagi.


tapi ada sesuatu yang aneh. icarus tidak bisa melepaskan batu yang dia pegang.


"apa ini? kaki ku rasanya menempel dengan batu itu." gumam icarus.


hendri mulai berlari, icarus mulai panik, batu besar di kakinya membuatnya kesulitan terbang dan memperlambatnya.


icarus terpaksa bertarung dengan cara yang sama seperti sebelumnya, begitupun dengan hendri.


"kira kira apa rencana graham. apa dia berniat adu ketahanan dengan icarus??" violet menganalisa pertarungan hendri. violet tahu hendri memiliki banyak kemampuan.


"cara dia bertarung masih sama seperti tadi. tidak biasanya dia bertarung dengan serangan yang monoton seperti itu."


"menurutku dia sudah selangkah lebih maju dari tadi." elena membantah ucapan violet.


"apa kau tahu apa yang dia lakukan?" tanya violet pada elena.


"saat operasi di jepang hendri graham memperlihatkan berbagai kemampuan. salah satunya adalah mengeluarkan getah yang sangat lengket."


"aku rasa icarus terkena getah itu di kakinya. akibatnya dia tidak bisa melepaskan batu di genggamannya."


violet mengamati lagi. sepertinya yang dikatakan elena benar.


"kenapa? batu itu berat ya?"

__ADS_1


hendri melemparkan belati di jarak yang dekat, dan tepat menancap di tenggorokan icarus.


"kkhiiiiiikk...!!"


sayap icarus terjerat akar dan getah pohon tepat di lemparkan hendri tepat ke wajahnya.


xian lier dan xiao fengying bersemangat menunggu bagaimana pertarungan ini akan berakhir.


elena kagum sekaligus ngeri membayangkan bagaimana cara melepaskan getah pohon yang menempel di wajah. sementara violet terus mengamati dengan serius. mungkin nanti dia mau mengajak hendri latih tanding lagi.


"pohon getah, sialan...!!!" icarus tidak bisa melihat, kelopak matanya terkunci oleh getah pohon yang menutupi wajahnya. dia juga tidak bisa membuka mulutnya.


craatt..


cratt..


hendri menebas kedua sayap icarus. itu secara langsung berdampak pada kedua lengan icarus. meski lengannya tidak putus tapi luka itu akan menjadi luka yang cukup parah saat dia kembali menjadi manusia nanti.


serangan hendri tidak berhenti sampai disitu, dia tidak berniat membunuh icarus tapi dia berniat membuat icarus menderita setelah ini.


hendri meruncingkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu merapatkan kedua jarinya tersebut.


icarus yang sudah terjebak akhirnya terkena serangan penghabisan.


"aahhh....."


dua jari merobek bahu icarus hingga ke perut.


bagi hendri itu masih belum cukup.


hendri menebas icarus lagi dan lagi dengan dua jarinya.


sampai...


"...!!"


para penonton terkejut dengan pengembangan yang tidak terduga.


icarus membalas serangan hendri lagi.


kali ini dia mematuk dengan sekuat tenaga dagu hendri yang terluka dengan paruhnya.


serangan di titik lemah itu membuat hendri kesakitan bukan main. rahangnya kini benar benar lepas sekarang.


rahangnya menggantung di mulutnya.


"aakhh.... sakittt....." rintih hendri.


icarus berteriak senyaring mungkin.


"KKHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIKKK...!!!"


hendri yang pendengaran sangat tajam merasa tersiksa saat bunyi yang sangat nyaring itu berdengung di telinganya.


xiao fengying memuji kegigihan icarus.


hendri bergegas melepaskan pegangannya pada icarus dan menjauh.


"sial.. sial.. harusnya aku tidak perlu kasihan padanya." pikir hendri dengan menyesal. sekarang dia mulai kehilangan semangat bertarungnya, karena banyak luka yang sudah dia terima.


icarus berusaha menyingkirkan getah di wajah dan kakinya namun tetap tidak bisa. sekarang dia kehilangan kesempatan untuk membalikkan keadaan karena dia tidak bisa melihat dimana hendri.


namun hendri malah memberitahu lokasi dengan memanggil icarus.


"hei, aku belum kalah."


"kemarilah dan serang aku lagi."


hendri dapat bicara dengan normal karena alat komunikasi menangkap getaran suara yang ada di tenggorokan hendri. jadi dia tetap bisa bicara normal meskipun rahangnya lepas atau pun meski lidahnya terpotong.


dengan tenaga yang tersisa icarus mencoba melawan lagi.


dia mengepakkan sayapnya namun ternyata bukan untuk bertarung tapi untuk melarikan diri.


hendri yang melihat icarus kabur langsung berteriak pada xian lier.


xian lier bergegas menjalankan suatu program di smartphone nya. setelah dia selesai menjalankan program itu, icarus yang sedang terbang menjauh tiba tiba tersengat listrik yang entah datang dari mana.


icarus terkejut. dia tiba tiba merasakan sengatan listrik di punggungnya dan menjalar ke seluruh tubuh.


icarus pun jatuh dari ketinggian 35 meter dan terjatuh di atas tumpukan kotak kayu.


sengatan listrik itu membuat otot icarus melemah. dia bertanya tanya kenapa listrik bisa muncul di punggungnya.


hendri dan xian lier mengejar icarus. hendri pun mengatakan kalau mereka berdua sudah memasang sebuah chip bertenaga listrik di leher icarus.


"khiiiiiiiik....?!!" (kapan itu terjadi....?!!)


hendri dan xian tidak mengerti apa yang dikatakan icarus, tapi mereka bisa menembaknya.


"saat xian lier menawari minuman." ucap hendri.


"seharusnya kau tidak menundukkan pandanganmu di tempat yang asing icarus." ucap xian lier.


kini icarus tidak punya jalan keluar lagi.


pingsan atau menyerah. tidak, yang lebih tepat dari itu adalah menyerah atau mati.


icarus tahu bahwa pertarungan ini sama sekali tidak penting baginya. padahal dia hanya harus mengucapkan kata menyerah, sejak awal. tapi ego dan dendamnya di masa lalu membangkitkan semangatnya untuk bertarung melawan assault nyarla baru.


icarus sangat ingin mengatakan sesuatu pada assault nyarla di depannya, namun tidak bisa karena dia masih dalam wujud nyarla sempurna.

__ADS_1


"masih ada satu hal lagi yang ingin aku coba."


icarus bangkit lagi.


hendri kagum melihat kegigihan icarus. icarus bukanlah musuh yang bisa diremehkan.


icarus menyerang dengan cara yang sama lagi, namun kali ini terbang dengan berputar putar layaknya gasing di udara.


"sejak kapan elang bisa terbang seperti itu??"


hendri dan xian lier menghindari serangan icarus.


icarus berteriak lagi untuk mengganggu pergerakan hendri.


hendri menutup telinganya namun suara itu tetap berdengung di telinganya.


icarus menerjang hendri.


hendri dengan lihainya melompati icarus dan membelakanginya.


icarus berbalik, saat itu dia melihat sebuah pisau jagal besar mengarah kepadanya.


whooossh.


sayap kanan icarus terpotong oleh ekor hendri.


elena dan violet yang melihat dari kejauhan akhirnya bisa bernapas lega.


icarus akhirnya tumbang. dia jatuh ke tanah, tidak lama kemudian dia kembali ke wujud manusianya.


tangan kanan icarus terpotong, ditambah dengan luka lainnya membuatnya tidak sanggup berdiri lagi.


hendri mendekat ke icarus dan menyuruhnya untuk 'menyerah'."


icarus tertawa kecil, lalu berkata..


"kau sama dengannya..."


"ini akan menjadi terakhir kali kita bertemu icarus."


"itu..."


"bagus..."


icarus menutup matanya. setelah diperiksa ternyata dia hanya pingsan, tapi luka yang dia dapat saat ini juga tidak akan bisa sembuh dengan mudah.


hendri graham pun keluar sebagai pemenangnya.


sesuai peraturan, hendri dan xian lier pergi meninggalkan icarus di kota mati itu.


elena yang tidak tegaan ingin membantu icarus meskipun hanya memberinya sebuah kain untuk menutup wajah dari sinar matahari.


tapi elena tidak ingin melakukannya karena takut teman temannya membencinya.


"lakukanlah.."


"eh, apa?"


"lakukan apa yang ingin kau lakukan elena. kau adalah orang baik." ucap hendri yang bisa mendengar suara hati elena karena elena sedang membantunya berjalan. alias bertelepati dengannya.


"baiklah."


elena pun menghampiri icarus yang pingsan. lalu menutup sebagian wajahnya dengan jas hitam yang dia bawa.


hendri yang melihat itu menghela napas, dia tahu kalau elena orang baik, tapi sebenarnya terlalu baik.


setelah pertandingan hendri vs icarus berakhir tim fengying kembali melanjutkan perjalanan pulang mereka.


hendri yang kelelahan dan terluka parah pingsan di sepanjang perjalanan.


xiao fengying yang merasa puas dengan apa yang didapatkan di misi ini berterimakasih kepada tim nya.


"kerja bagus semuanya."


.....


kegelapan terlihat.


tidak lama setelah itu cahaya pun samar samar mulai terlihat.


penglihatannya kabur.


beberapa detik kemudian hendri membuka matanya.


dia mengangkat tangan kanan. masih buntung.


lalu dia mencoba melihat sekitarnya.


ini adalah rumah sakit. terlihat ada tulisan ruang VIP di tembok ruangan itu. dan di sebelah ranjangnya hendri melihat ubun ubun seseorang yang berwarna silver.


"violet."


"sedang apa kau disini??"


violet tertidur di samping ranjang hendri. hendri tidak menyangka violet lah orang pertama yang akan dia lihat saat dirinya terbangun di rumah sakit setelah kembali dari pertempuran.


"ahh.. memangnya siapa yang akan datang menjenguk ku."


"kakek, ripe, komandan spiral, avier dan yang lainnya. mereka semua sedang sibuk."


"biarpun begitu, terimakasih sudah menjagaku, gadis perompak."

__ADS_1


.....


__ADS_2