Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 65 : Perang Dimulai!


__ADS_3

serangan pembuka yang dahsyat jatuh ke medan perang.


untungnya arah sambaran petir itu tidak mengenai pos pos tentara yang sudah dipersiapkan.


alarm darurat berbunyi di seluruh kota, pasukan the hunter bersembunyi di dalam rumah rumah penduduk untuk menghindari serangan dari underwave yang kemungkinan besar akan menyerang titik titik seperti markas militer atau pabrik senjata api.


grup pencari dari divisi 0 di shicuan cina bertukar informasi dengan markas militer. mereka mendapat informasi bahwa underwave telah mengeluarkan sambaran petir yang luar biasa dahsyat ke medan perang.


comrades si ketua regu yakin kalau isshinlah yang mengendalikan underwave, jadi dia tidak peduli entah dengan siapa Isshin dan anak buahnya berpihak.


"bunuh dia! kita harus merebut kendali underwave darinya!"


para hunter menyerang secara bersamaan namun salah satu pria bertopeng menghunuskan pedangnya dan terciptalah embun beku yang memenuhi ruangan itu.


serangan itu memang mengagetkan tapi tidak cukup untuk menghentikan para hunter.


"minggir!" salah seorang hunter divisi 0 menembakkan grenade launcher ke arah isshin tapi granat yang ditembakkannya malah ditelan oleh pria bertopeng iblis.


granat meledak di tubuh pria itu tapi dia baik baik saja.


"bagaimana bisa? apakah dia android?" si hunter keheranan.


"menunduk!"


uap panas melintas di atas kepala mereka, seketika membuat suhu ruangan kembali normal.


"pedang yang mereka gunakan punya teknologi pengubah suhu yang cukup merepotkan jika dilawan dari jarak dekat!" ucap comrades sambil membawa rekan rekan menjauh.


"apa selanjutnya?" isshin bertanya pada prajurit black leaves yang dia gantung di belakangnya.


ternyata semua orang yang digantung di ruangan itu masih hidup. comrades menyadarinya saat melihat mata salah satu dari mereka.


"mmm.. mm... m.. " suara orang itu tidak terdengar oleh comrades.


"begitu.. jadi sekarang aku harus menunggu.. "


"jauhkan para hunter itu dari sini, kalian boleh membunuh mereka jika perlu"


si pedang api dan pedang es menghunuskan pedangnya dengan sangat kuat dari 2 sisi yang berbeda.


"zraaasshh... "


uap panas dan uap dingin berbenturan membuat temperatur udara menjadi tidak beraturan dan membuat para hunter kesulitan bernapas.


kondisi yang tidak memungkinkan itu memaksa para hunter untuk mundur ke tanah lapang. keempat topeng iblis itupun mengejar mereka lalu masing masing membuka jubah hitam yang mereka kenakan.


"kita harus kembali kesana dan menghentikan pak tua sialan itu" ucap comrades sambil memasang gauntlet perak di tangannya.


"kita bertarung satu lawan satu!"


"kalian yang bukan dari divisi 0 hadapi pria pemakan granat itu!"


"siap pak"


para hunter pun bertarung di tengah kegelapan malam mengandalkan insting dan teknologi infra merah yang mereka bawa.


sementara itu di yaman, hendri dan violet sudah bergabung dengan para tentara di pos sebelah timur.

__ADS_1


"saat ini kita hanya bisa bergantung pada divisi 0 dan pada regu penembak yang bersiap menangkis bom anti materi" ucap salah satu tentara pada violet.


"aku mengerti, aku akan mengikuti perintah dari kalian" jawabnya.


sementara itu Sir Near dan sebagian besar pasukannya yaitu para hunter tingkat tinggi dan beberapa tentara berada di luar kota.


sesuai rencana yang dibuat oleh Sir Near sebelumnya, the hunter akan mencoba mengelabui black leaves dengan meyakinkan mereka kalau Sir Near berada di kota bukan diluarnya ataupun di kota lain. caranya adalah dengan menempatkan prajurit di posisi terbaik untuk menyerang dan mengalirkan merkuri ke bagian bawah dari Padang pasir dengan begitu black leaves tidak akan menduga kalau Sir Near dan pasukannya sebenarnya bersembunyi diantara daratan merkuri itu.


save zone diantara daratan merkuri itu cukup luas untuk menampung ratusan hingga ribuan orang jika berdesakan. sambil menutupi diri mereka dengan mantel kamuflase pasukan terkuat the hunter menunggu hingga para komandan black leaves muncul.


"ini salah! kita seharusnya tidak mengorbankan siapapun untuk memancing black leaves!" ucap salah satu tentara muda di sate zone tengah.


"tutup mulutmu! ini adalah rencana terbaik yang bisa dipikirkan oleh para petinggi dan aku setuju dengan ide ini!" ucap seorang tentara yang lebih tua.


para prajurit yang berjaga di dalam kota mengangkat senjta mereka saat melihat pesawat tempur black leaves muncul dari gumpalan awan hitam.


"apa yang terjadi violet? aku mendengar jantungmu berdegup sangat kencang"


"pasukan black leaves datang, ada 8 pesawat pengangkut tentara yang datang, ditambah lagi aku melihat banyak drone berterbangan di atas sana"


hendri menajamkan kukunya lalu berkata "inikah yang namanya perang? aku tidak sabar ingin mencobanya"


violet menatap hendri dengan cemas "jangan menganggap perang sebagai hal menyenangkan graham! ini akan mengerikan!"


"iya aku tahu, tapi entah kenapa sel sel ditumbuhku menggeliat seakan kegirangan"


"tembak!!" perintah dari sang kapten di pos penjagaan itu.


bazooka pun ditembakkan, bazooka yang mereka gunakan jauh lebih modern dari zaman kita, karena bazooka itu ringan dan tekanannya juga kecil.


pesawat black leaves menembak balik, peluru yang mereka miliki punya daya ledak 2x lipat peluru nuklir biasa. para tentara berlindung ke dalam bunker yang telah disiapkan di setiap posnya untuk melindungi mereka dari tembakan.


"jadi Near tidak mau menggunakan meriam lasernya?"


"hahahaa... dia pasti sangat waspada pada bom anti materi yang kita miliki!"


itu adalah arlong, dia berada di dalam sebuah pesawat induk yang tersembunyi di balik awannya underwave.


"tujuan utama kita adalah membunuh Near, sedangkan tujuan kedua adalah menghancurkan basis operasi mereka di yaman dan tujuan ketiga adalah menangkap assault nyarla hidup hidup" ucap arlong kepada para bawahannya.


"anda yakin tidak ingin menangkap assault nyarla dulu pak?" tanya salah satu kru pesawat.


"tidak perlu! assault nyarla itu tidak sepenting yang dipikirkan valkyrie. kalau ketemu bunuh saja dia, setelah ini aku akan membuat ratusan assault nyarla lagi dengan menggunakan para tawanan perang"


"maaf meragukan anda pak.. "


baku tembak antara pasukan di darat dan udara terjadi, serangan kedua belah pihak tidak berdampak apapun pada lawannya.


hingga black leaves menurunkan para prajuritnya ke tanah untuk membunuh pasukan the hunter yang bersembunyi.


"temukan mereka! cepat bergerak!"


pasukan black leaves membuat barikade sambil bergerak maju.


"ini saatnya kita bertempur!"


"siap kapten!!"

__ADS_1


"jangan takut! kita mencurahkan keringat dan darah untuk sesuatu yang kita yakini benar!"


"kami tidak takut kapten!!"


"bagus! ambil senjata kalian dan kita bertempur sampai mati!!"


para tentara dan pemburu mengangkat senjata mereka. meski terdapat banyak perbedaan mereka tetap meneriakkan satu kata yang sama..


"ayo maju!!"


"ayo berperang!!"


teriakan para tentara dan pemburu bergema di dalam bunker yang kecil itu sampai sampai membuat violet menutup telinganya.


"berisik.. tapi ini mengingatkanku pada kapten leon dan teman teman perompak" violet tersenyum tipis.


"ayo graham! kita juga.. "


hendri sudah menghilang dari tempatnya dan hanya tertinggal selembar kertas disana yang berisi tulisan.. "jangan memaksakan dirimu. jika kau tidak sanggup larilah keluar dari kota, disana kau akan bertemu dengan pasukan the hunter yang sebenarnya"


"jangan mati violet, kau adalah teman wanita pertama yang aku miliki. kita juga masih punya janji untuk berpergian"


"hendri graham.. "


begitulah isi kertas tersebut.


"ya ampun.. dia sempat sempatnya menulis disaat seperti ini. sejak dulu dia memang begini sih"


"ayo violet! tentara lain sudah maju!"


"aku datang!"


sementara itu di sebuah persimpangan jalan pasukan black leaves diserang oleh sesuatu yang tidak teridentifikasi.


tubuh mereka tertusuk oleh bilah kayu yang sangat runcing tepat saat mereka memalingkan wajah.


perisai dan senjata api yang mereka miliki tidak berguna karena musuhnya menggunakan mantel kamuflase yang telah di upgrade ke versi yang lebih baik.


"selera kakek memang yang terbaik.. "


"dengan ini aku bisa menjadi seorang prajurit yang tidak terkalahkan"


"ayo majulah robot robotku! tunjukkan padaku dimana para black leaves itu berada!"


senjata tempur yang didapat hendri dari kakeknya adalah robot robot berbentuk hewan anjing dan elang. masing masing dari mereka dibuat dengan campuran kayu pohon dan baja sehingga selain bisa menyerang musuh para robot ini juga bisa menjadi mata bagi hendri.


"meski penglihatanku masih terbatas ini jauh lebih baik ketimbang hanya melihat suhu tubuh saja" pikir hendri sambil berlari mengikuti robot anjing di depannya.


di atas sebuah gedung terlihat noir sedang memperhatikan hendri yang tengah bertarung.


"akhirnya aku menemukanmu assault nyarla palsu!"


"ini akan lebih menyenangkan ketimbang melawan wanita itu.. " ucap noir sambil tertawa jahat.


noir si komandan divisi 5 black leaves sedang mengincar hendri. dia terus mengikuti kemanapun hendri pergi dengan melompat dari gedung ke gedung yang jaraknya puluhan meter.


"....."

__ADS_1


__ADS_2