
Video pun berakhir
"apa kau menunjukkan rekaman ini untuk membuatku takut?" tanya hendri kepada ripe, karena dia memang merasa takut setelah melihat aksi si penyihir.
"tidak, aku hanya ingin memberitahumu apa yang akan muncul di masa depan saat kau menjadi anggota the hunter"
"ditambah lagi.. " ripe menatap hendri
"struktur gua tempat makhluk bernapas itu punya kemiripan denganmu yang sama sama diselimuti akar akar pepohonan"
"aku juga menyadari hal itu, mungkin cuma kebetulan atau assault nyarla memang ada hubungannya dengan makhluk itu"
"apa torga tahu sesuatu tentang konspirasi ini?"
"beliau tidak tahu apa apa tentang 10 pembawa bencana. yang tahu dan punya hubungan dengan mereka hanyalah arlong"
"oohh.. jadi komandan divisi bukan posisi paling tinggi di black leaves"
"black leaves tidak hanya sekumpulan tentara pembunuh, disana juga ada bidang bidang lain seperti politik"
"komandan divisi adalah posisi tertinggi di bidang militer yang saat ini berjumlah 7 divisi"
"para komandan itu adalah Arlong, Goliath, Swordfish, Torga, Noir, Arachne, dan Kraken"
"biar kutebak, serigala, gorila, ikan pedang, harimau, wanita laba laba, dan gurita besar. apa aku benar?" tanya hendri
"hampir benar"
"Swordfish bukan nyarla, dia adalah manusia biasa yang menguasai teknik berpedang hebat"
"lalu noir tidak pernah memperlihatkan wujud nyarlanya"
"kau tidak perlu mengkhawatirkan para komandan divisi itu, maksudku kau tidak perlu mengkhawatirkannya sekarang, fokus saja pada ujianmu" ripe menasehati hendri yang tampak khawatir
"aku tidak khawatir pada komandan divisi, yang aku khawatirkan sekarang adalah wanita pembawa bencana itu"
"hahahahahahaa... wanita merah itu memang kuat, tapi kita juga tidak kalah kuat"
"kembangkan saja kemampuan nyarlamu, kau masih belum menguasai kemampuan assault nyarla asli kan"
"sulit sekali untuk berlatih karena tidak ada hutan disini. setiap hari aku hanya latihan menembak dan bertarung dengan violet"
"kalau begitu latih saja yang kau bisa saat ini, kau bisa mengendalikan tubuh manusia kan? cobalah kendalikan tubuh gadis perompak itu hingga dia menjadi boneka marionette"
"akan kucoba nanti. apalagi yang ingin kau tunjukan?"
__ADS_1
"hanya itu saja"
"hei hendri, meski kemungkinannya kecil mungkin saja pengirim video ancaman itu memiliki dendam padamu"
"kau percaya pengirim video ancaman ini adalah kerabat wanita pengidap tumor itu?"
"kenangan tentang wanita itu tidaklah penting begitupun video ancaman ini yang sama tidak pentingnya, karena ujung ujungnya hanya jenderal graham dan louis saja yang mengetahuinya tapi justru hal itulah yang membuatnya menjadi terhubung"
"pokoknya berhati hati saja hendri"
"tetaplah waspada kemanapun Near mengirimmu nanti"
"baik, akan kuingat itu"
"ngomong ngomong bagaimana lukamu?" tanya hendrj
"sudah sembuh. sebagai salah satu hunter kelas atas aku mendapat tempat VIP di kursi penonton"
"kuharap aku tidak tertawa saat menonton ujianmu nanti" ripe mengejek hendri
"akan kubuat kau menelan ludah saat menonton nanti" ucap hendri dengan percaya diri
"kalau begitu aku pamit dulu, jangan lupa untuk melatih kekuatan nyarlamu dan berkoordinasilah dengan timmu, itu akan berguna nanti" ucap ripe sambil berbalik pergi
"....."
"seorang pendendam ya.. "
"entah siapa dia yang jelas aku sama dengannya"
keesokan harinya,
Mesir, 27 November 2063 Pukul 10.00
di arena latihan, field 1
bapak hasan mengulang instruksi ujian kepada semua peserta,
20 tim, 120 peserta, 15 calon pemburu tingkat tinggi, 5 calon pemburu divisi 0
tim hendri hanya berjumlah 5 orang karena eden burg meninggalkan tim dan entah hilang kemana. di ujian ini lixia akan mengambil peran ganda sebagai lidah hendri dan sebagai penyerang dengan imbalan sandera kedua yang didapatkan harus diberikan padanya dan hal itu disetujui oleh hendri. lalu hendri akan berperan sebagai striker bersama avier dan bianca, sedangkan lucy akan menjadi sniper.
saat pengulangan instruksi selesai field 1 dan 2 tiba tiba terbuka dan menjadi elevator menuju ke bawah tanah. ke 20 tim pun dibagi menjadi 2, tim hendri sendiri turun melalui field 1 dan sampai ke depan suatu tempat yang berlapis besi.
saat para peserta masuk terlihatlah sebuah labirin raksasa yang lantainya dihiasi oleh kolam kolam asam sulfat.
__ADS_1
hendri yang melihat labirin itu merasa ngeri "waah.. apa kami akan bertarung di tempat yang banyak cairan korosifnya seperti ini?"
"apa mereka tidak memperdulikan keselamatan calon prajurit baru mereka?" lingkungan labirin itu sangat berbahaya menurut hendri karena kolam asam sulfat itu tidak hanya satu atau dua tapi ada di setiap beberapa meter di sepanjang lorong labirin dengan ukuran bervariasi dari ukuran tapak kaki manusia hingga seluas ranjang tidur.
bukan hanya hendri yang terganggu, avier menelan ludah, bianca gemetar, lixia berkeringat, para peserta lain pun demikian. detak jantung yang semakin kencang dan napas yang menjadi berat terdengar jelas di telinga hendri. semua orang ketakutan, kecuali 2 orang yang berada di dekat hendri saat ini, orang itu adalah lucy dan seorang pemuda mesir yang tidak dikenal hendri.
"ini mungkin akan menguntungkan, asalkan aku dan timku bisa tetap terkoordinasi kami pasti bisa mengungguli tim lain yang jumlah anggotanya lebih banyak" pikir hendri
hendri memegang pundak avier dan lixia bersamaan "tenanglah kawan kawan, kita bisa melewati ini" ucap hendri melalui telepati
"tenang saja ketua, aku baik baik saja" ucap avier
"akan sulit bertarung di tempat seperti ini" ucap lixia
"benar, tapi jika kita tidak bisa melalui ini tidak mungkin kita bisa berhadapan dengan black leaves di medan perang nanti"
lixia dan avier berusaha menenangkan diri setelah mendengar ucapan hendri, sedangkan bianca yang gemetar ditenangkan oleh lucy, hendri lalu bertelepati dengan bianca dan lucy "apa kalian perlu aku semangati juga?" tanya hendri
"tidak ketua, kami baik baik saja" ucap lucy
sementara itu di tim lain si pemuda mesir yang tetap tenang menertawakan tim hendri yang ketakutan.
"hendri graham, dia benar benar bertubuh pohon"
"tidak akan sulit mengalahkannya dan anggota tim penakutnya" ucap si pemuda mesir
"benar kan semuanya?!"
"iya.. i.. iya ketua" ucap salah satu anggota timnya yang gemetaran hebat
"tampaknya anggota timku sama pengecutnya" pikirnya dengan kesal
setiap tim masuk melalui jalan yang berbeda beda ke dalam labirin. anggota tim hendri membawa senjata andalan mereka masing masing. lixia dan avier membawa assault rifle, lucy membawa sniper rifle, bianca membawa sebuah tongkat besi panjang yang kalau dilihat dari desainnya itu adalah senjata yang canggih.
"waspadalah dengan sekitar! musuh bisa muncul dari mana saja, perhatikan juga langkahmu! jangan sampai kalian menginjak sedikit saja cairan sulfat itu" perintah lixia mewakili hendri
"dimengerti!"
"baik!"
"siap!"
"kira kira hunter seperti apa yang akan muncul. hehehee.. ini mendebarkan" hendri sangat antusias dengan ujian yang berbahaya ini.
sementara itu ripe sedang menonton jalannya ujian di kantor milik pak hasan.
__ADS_1
"jangan membuatku tertawa hendri graham" ucap ripe sambil menghirup kopi