
[lapor sir. tombak petir berhasil mengenai target.]
[lalu apakah dia sudah mati?]
[sepertinya begitu pak. di x-ray satelit belum terlihat arknight bergerak.]
[kalau begitu jangan bergerak dulu. sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh pria di sampingku.]
"pasukan mendeteksi arknight berhenti bergerak di bawah sana. apakah kau tidak perlu memeriksanya, tatara?"
"dia belum mati..."
"darimana kau tahu. aku bisa merasakan aura kehidupannya. itu masih ada. ini mungkin juga sejenis sihir."
"kalau begitu kita harus membunuhnya sebelum dia kabur lagi!"
"tidak perlu, dia sudah tidak bisa kemana mana lagi. tampaknya dia juga sudah mencapai batasnya."
"baiklah kalau begitu. apa kau yang akan membunuhnya?"
"aku tidak bisa membunuhnya. kalianlah yang bisa."
"bagaimana caranya?"
"kalau kau mau tahu jawabannya, mari kita buat perjanjian."
sir near memiliki firasat buruk tentang ini. setelah perjanjian kerja sama dengan orang ini sekarang perjanjian apa lagi.
"perjanjian apa lagi?"
"anggap saja ini sebagai perjanjian kerja sama kita yang kedua. aku akan memberitahu kelemahan sihir arknight dan membantu kalian mencari kelemahan sihir pembawa bencana lainnya."
"itu informasi yang tidak mungkin kau ketahui. kenapa aku harus percaya padamu?"
"bagaimana aku tahu? entahlah, beberapa detik yang lalu segelintir ingatan yang asing tiba tiba saja masuk ke kepalaku."
"aku melihat sebuah tunas besar berwarna ungu yang tertanam jauh di bawah tanah. itu adalah sumber sihir dari arknight. letak tunas itu ada di kawasan asia tenggara, tepatnya di kepulauan indonesia."
tanpa ragu tatara memberitahu letak inti sihir arknight. tatara juga menegaskan kalau tunas itu dihancurkan maka arknight akan bisa dibunuh dan dia juga tidak menipu the hunter, karena informasinya ini tidaklah gratis.
"aku mengerti alasan kau memberitahu kami kelemahan sihir arknight, tatara."
"kau tidak bisa keluar dari nepal, karena itulah kau menyuruh kami untuk menghancurkannya."
"benar sekali! sekarang sebagai ganti informasi penting yang aku berikan, kalian harus berjanji satu hal padaku."
ini dia yang sedari tadi ditunggu tunggu oleh sir near.
"aku dengar profesor graham adalah salah satu petinggi the hunter. aku ingin membunuhnya."
"tidak bisa. profesor graham adalah individu penting dalam pasukan kami. tanpa beliau the hunter akan runtuh."
__ADS_1
"aku mengerti soal itu. karena itulah aku akan menunggu hingga kalian mengalahkan black leaves dan disaster readers."
"hah..??"
"akan aku tunggu hingga kalian menyelamatkan dunia. selama itu juga aku akan membantu kalian sebanyak yang aku bisa. bahkan dengan senang hati aku akan membinasakan pasukan black leaves yang sedang menunggu kalian."
"bagaimana, tawaranku tidak buruk kan? aku hanya menginginkan nyawa profesor erick graham dan ilmuwan ilmuwan yang membantunya di ruang operasi waktu itu."
sir near bertanya pada profesor graham.
"bagaimana menurut anda profesor?"
[saya sudah mendengarnya. tawarannya tidak buruk juga.]
"aku juga berpikir begitu. sebagai orang yang menjadi jaminan dalam kerja sama ini, anda boleh memutuskan sendiri ingin menerimanya atau tidak."
[aku menerimanya. katakan pada graham-tatara, aku akan menerima eksekusi seperti apa pun yang dia inginkan nanti.]
"....."
"the hunter setuju bekerja sama denganmu. kau bahkan bisa memilih eksekusi mati seperti apa yang kau ingin nanti." ucap sir near dengan berat hati.
"aku menghargai itu. kalau begitu haruskah aku bantu memusnahkan pasukan black leaves yang menunggu kalian?" tanya tatara.
"tidak. kalau kau menyerang pasukan black leaves maka rencana kami ke depannya akan hancur."
"baiklah, kalau begitu."
"kalian benar benar beruntung. dulu saat di jepang kalian mendapat bantuan dari arachne dan yokainya. sekarang disaat kritis kalian mendapat bantuan dariku. jangan terlalu berkecil hati, kemampuan kalian sudah cukup hebat karena bisa meretas AI itu."
divisi 3 yang menyelamatkan tim pencari mendapat perintah untuk menunggu divisi lainnya. sekarang penggalian alat massive reactor dapat dilakukan dengan aman.
seluruh wilayah nepal hancur lebur karena sihir arknight. kondisi yang luluh rantak itu diabadikan oleh tim pengawas untuk ditunjukkan pada khalayak ramai nanti.
ribuan ton besi cair menggenangi beberapa sektor termasuk sektor 5 yang berakibat penundaan sementara penggalian massive reactor. setidaknya hingga besi cair di daerah itu selesai dibersihkan.
tatara arknight yang tengah sekarat lalu menggunakan racun yang diberikan oleh sir near, arknight yang sekarat berhasil dilumpuhkan sementara.
operasi knowledge sukses, berkat tatara yang memangsa wizard. the hunter juga mendapatkan ribuan ton besi cair, ini adalah harta karun. sekarang masalah kekurangan besi sudah teratasi dan the hunter bisa membuat lebih banyak teknologi dan senjata.
setelah besi cair di sekitar sektor ini dibersihkan. penggalian alat massive reactor pun dilakukan.
singkat cerita akhirnya massive reactor berhasil diangkat ke permukaan tanah.
untuk pertama kalinya arachne melihat dan menyentuh benda itu. benda yang selama ini hanya bisa dia lihat di buku. benda yang katanya telah mengguncang dunia di masa lalu.
"bagaimana perasaan anda setelah melihatnya?" sir near bertanya pada arachne.
"pertanyaan anda itu pribadi sekali, sir. apa anda tertarik pada saya?" arachne bertanya balik.
"saya selalu penasaran bagaimana perasaan seseorang saat mendapatkan apa yang dia inginkan. apakah senang? ataukah sedih? anda sendiri bagaimana?"
__ADS_1
"saya senang dan juga agak khawatir. anda pasti tahu mengapa saya merasa begitu." jawab arachne.
"selama alat anda tidak meledakkan markas the hunter dan bisa menjadi kunci memenangkan perang akhir nanti, anda tidak perlu khawatir akan dikucilkan. anda bisa pegang janji saya."
"anda sangat menarik sir near."
"saya dengar anda dari finlandia. apakah anda mau berteman dengan saya?" tanya arachne.
"maaf, aku sudah punya kekasih." jawab sir near.
hendri membantu mendorong besi cair ke magnet di bagian bawah pesawat induk. dia dan tentara lainnya sudah bekerja keras mengumpul besi peninggalan arknight selama 3 hari. pasukan robot penjaga nepal juga membantu, itu artinya tim pengawas juga sudah bekerja keras selama 3 hari penuh.
di malam hari ke 4.
"haahhh... akhirnya selesai juga."
kapasitas yang bisa dibawa setiap kapal induk sudah penuh. dari ribuan ton besi cair yang menggenang hanya ada enam ratus sembilan ton yang bisa diangkut saat ini.
tatara berjanji akan menjaga semua besi hingga the hunter kembali ke sini. dia juga diberi dosis racun yang cukup untuk menidurkan arknight hingga delapan hari ke depan.
besok the hunter akan berperang lagi melawan pasukan black leaves yang menanti mereka di luar perbatasan.
pada awal malam hari itu, disaat para tentara sedang bersantai bersama, hendri justru duduk sendirian di belakang kemahnya. dia sedang berusaha mengingat hal hal penting yang terjadi pada dirinya di masa lalu.
"ya tuhan. ingatanku tentang masa lalu semakin menipis. aku hampir tidak bisa mengingat nama ibu dan ayahku lagi."
"kenapa semenjak menjadi nyarla ingatanku semakin menipis?" hendri bergumam sendiri.
di tengah rasa frustasi yang menyelimuti dirinya hendri teringat dengan perkataan assault nyarla lee yin.
'ambisi yang kau miliki saat ini, akulah yang menanamkannya' itu adalah alasan mengapa hendri sangat terobsesi untuk balas dendam pada saat itu, dan melupakan hal hal yang lebih penting.
assault nyarla lee yin spontan mempengaruhi hendri untuk berambisi mencari kakeknya saja dan tidak mencari tahu bagaimana keadaan anggota keluarganya yang lain.
elena yang sedari tadi mencari hendri akhirnya menemukannya sedang duduk tertunduk di belakang tenda.
"kau sedang ingin sendiri?" tanya elena.
"tidak juga. kenapa langkahmu pelan sekali elena, apa kau sengaja ingin mengejutkanku?"
"ah tidak juga. kakiku hanya sedikit pegal. jadinya aku berjalan lebih pelan." jawab elena.
hendri menundukkan kepalanya lagi. elena menjadi penasaran, dia pun duduk di samping hendri.
"ada apa pak graham? kalau kau sedang butuh teman bicara aku siap mendengarkan. aku kan rekanmu." ucap elena.
elena terus membujuk hendri untuk menceritakan masalahnya.
akhirnya hendri mau menceritakan masalahnya. hendri bertanya apakah elena mau mendengar kisah masa lalunya.
"aku khawatir karena ingatan ingatan masa kecilku semakin pudar dari ingatanku."
__ADS_1
"karena itulah, maukah kau mendengarkan ceritaku sewaktu kecil dulu, elena?"
.....