Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 79 : Pion Baru


__ADS_3

Beberapa bulan setelah pertempuran the hunter vs black leaves.


03 Juli 2064, pesisir laut jepang.


sekolah khusus perempuan di osaka jepang.


suasana sekolah yang tentram terjaga dengan baik di SMP itu.


diantara para siswi imut yang tengah belajar ada seorang siswi bernama Kireina Himiko, seorang gadis berumur 16 tahun yang sekilas tidak ada bedanya dengan siswi lain jika dilihat dari luar, tapi di dalam dia adalah seorang agen pemerintah yang sering menjalankan misi misi berbahaya.


pada malam ini himiko mendapat perintah dari atasannya yang merupakan seorang kolonel untuk menjaga iring iringan mobil pembawa sampel uji coba yang berharga.


tidak ada yang terjadi hingga misi itu selesai. himiko beristirahat, saat itu dia didatangi oleh rekan kerjanya sesama agen pemerintah.


"selamat malam kireina, misi ini berjalan dengan baik" himiko tidak menyukai rekannya itu. dia membalas basa basinya dengan tidak senang "iya, untung saja tidak terjadi apapun" jawab himiko


si rekannya itu terus mengoceh kepada himiko tentang perasaannya yang tidak enak ketika menjalankan tugas lapangan, seakan ada sesuatu yang mengawasi dari tempat yang tidak terjangkau.


himiko juga merasakan hal yang sama. dia merasa diawasi sepanjang waktu. hal itu membuatnya tidak nyaman, dia mencoba menyelidiki sekolahnya tapi tidak menemukan apapun. semakin lama himiko mulai merasakan ancaman yang membuatnya tidak bisa tidur.


"apakah ada mata mata di agen pemerintahan? jika iya orang itu pasti sangat ahli sampai bisa mengelabui divisi penyelidik" himiko menduga ada mata mata dari black leaves yang telah mengetahui identitasnya yang lain sebagai agen pemerintah. kemungkinan terburuknya mata mata itu mungkin sudah berhasil melacak lokasi dari Dr. Kagemi yang merupakan pakar teknologi nomor satu di jepang.


"kireina! kau melamun?"


"aku sedikit lelah, ada banyak PR yang belum aku kerjakan"


"jadi agen ganda itu sulit ya.. "


keesokan harinya.. himiko bangun kesiangan karena mengerjakan PR sepanjang malam. meski terlambat himiko tampak santai, mungkin karena dia bosan dengan rutinitas normalnya sebagai siswi.


"himiko" siswi lain memanggil himiko


"seina, selamat pagi"


"kau sudah menyelesaikan PR kimia?"


"tentu saja sudah"


"rajin sekali, padahal masih ada waktu 1 minggu untuk mengerjakannya"


"1 minggu! benarkah?"


"benar, bukankah tugas ini baru diberikan kemarin. kau tampak sedang banyak pikiran himiko. apa kau sedang menstruasi?"


"iya aku lagi dalam masa itu. jangan mengatakannya terlalu keras"


seina tertawa melihat ekspresi malu himiko yang merupakan sebuah kebohongan, mereka melanjutkan perjalanan ke ruangan kelas. sambil diiringi canda tawa dan ekspresi bahagia waktu berjalan dengan tenang.


apakah kenyataannya seperti itu, tentu saja tidak!

__ADS_1


ibu kota jepang juga tidak luput dari bom anti materi black leaves beberapa tahun yang lalu. ledakan bom anti materi mengubah tokyo dan beberapa kota besar lainnya menjadi kawah raksasa sama seperti washington.


kedamaian yang ada sekarang ini dapat tercipta karena kerja keras pemerintah dan keberhasilan pihak jepang berdamai dengan black leaves. tapi tentunya perdamaian itu memiliki syarat, yaitu jepang harus menyerahkan semua pegawai berpotensinya untuk bekerja pada black leaves. karena jepang adalah negara yang unggul dalam sumber daya manusianya.


secara tidak langsung black leaves telah memperbudak warga jepang. para siswi yang ada disinipun suatu saat nanti akan mengikuti jejak keluarga mereka yang bekerja untuk black leaves.


saat jam makan siang himiko dan seina menemui salah satu guru mereka untuk mengumpulkan PR. setelah melakukan itu mereka kembali ke kantin untuk makan siang.


tidak terasa waktu sekolah hari ini sudah usai, himiko berpamitan dengan seina karena jalan ke rumah mereka berlawanan arah.


sesampainya di rumah, himiko merasakan hal yang tidak biasa.


"ibu, aku pulang"


"aneh, kenapa tidak ada bau masakan ibu seperti biasanya?"


rumah himiko cukup besar, dia tinggal bersama ibu, ayah dan dua adik laki laki. biasanya setiap pulang sekolah himiko disambut oleh masakan ibunya, tapi hari ini tidak.


himiko memeriksa dapur rumahnya tapi tidak menemukan siapapun. himiko mencoba menelepon, ayahnya masih bekerja, kedua adiknya berkunjung ke rumah neneknya dan ibunya tidak mengangkat telepon. setelah menungggu beberapa jam akhirnya ibunya kembali sambil membawa belanjaan.


"selama datang ibu, apa terjadi sesuatu di jalan? kenapa ibu tidak mengangkat telepon?"


"tadi tas ibu dicopet, untungnya ada beberapa orang yang membantu ibu dan berhasil menangkap pencopet itu"


ibunya himiko memang suka berjalan kaki jika hanya sekedar belanja dan jalan jalan. kebiasaan ibunya itu tidak disukai oleh himiko, karenanya dia selalu menemani ibunya jika keluar rumah.


"ibu tidak mau menyetir mobil lagi setelah kejadian itu. jangan paksa ibu ya.. "


himiko tidak berkata kata lagi saat ibunya mengingatkannya pada suatu kejadian. setelah itu mereka memasak bersama, hari tenang lainnya pun berlalu.


di keesokan harinya hujan turun dengan sangat deras sehingga menghentikan beberapa aktivitas warga. himiko dan kedua adiknya pun izin tidak berhadir ke sekolah hari ini.


di rumahnya yang besar himiko bermain dengan kedua adiknya. himiko sadar hidupnya sangat tentram untuk seorang agen rahasia. hal itu membuatnya teringat dengan pertempuran besar antara pasukan black leaves melawan the hunter tahun lalu.


himiko tahu tentang pertempuran itu karena dia memiliki akses yang cukup luas di pemerintahan. himiko bahkan tahu tentang prajurit misterius bernama isshin yang ikut campur dalam pertempuran itu dan telah mencari masalah dengan black leaves.


"kenapa tuan isshin ikut campur di pertempuran itu? apalagi dia secara langsung telah menyatakan permusuhan dengan black leaves dengan membunuh underwave"


"underwave... "


"bahkan setelah matipun makhluk itu tetap membawa bencana. harusnya tahun ini sudah masuk liburan musim panas tapi sekarang masih musim semi"


"gara gara makhluk itu masa sekolah jadi lebih panjang!"


di tengah rasa kesalnya, dari balkon rumahnya himiko melihat orang asing yang lewat di depan pagar rumahnya.


"siapa orang itu? ini pertama kalinya aku melihatnya di komplek perumahan ini"


"kakak! bantu aku mengerjakan PR matematika!"

__ADS_1


karena sedang hujan himiko mengabaikan orang asing itu walaupun harusnya dia memeriksanya.


bau spageti yang harum tercium di dalam rumah mereka. spageti adalah salah satu makanan favorit keluarga kirenai, meski begitu mereka juga menyukai kuliner kuliner khas jepang yang umum terutama sushi.


"selamat makan!"


di tengah kebahagiaan itu, himiko menurunkan kewaspadaannya. tanpa dia sadari seseorang berhasil masuk ke dalam rumahnya.


orang itu tampak seperti pencuri dia memakai penutup wajah dan pakaian serba hitam, sambil mengendap endap dia berhasil menyelinap melalui pintu depan yang tidak terkunci.


si pencuri masuk ke ruangan pertama di dekat pintu masuk yaitu ruang tamu, disana dia menemukan sebuah hiasan kucing emas yang biasanya diletakkan di depan pintu masuk untuk menyambut tamu.


"lumayan, kucing emas ini Milikku"


"hei!"


si pencuri terkejut saat himiko memergoki aksinya.


"apa kau tersesat tuan pencuri?"


"apa kau tidak tahu ini rumah siapa?"


himiko mencoba mengintimidasi si pencuri tapi itu tidak berhasil.


"ini rumah walikota nouzen" ucapnya sambil menodongkan pistol pada himiko


"rumah ini lebih dari sekedar rumah walikota, kau akan menyesal"


si pencuri mengokang pistolnya.


"pistol ini punya peredam suara, jadi tidak akan ada yang datang menolongmu"


"dorr!"


"ups.. "


entah bagaimana himiko berhasil menembak si pencuri lebih dulu.


gerakan himiko sangat cepat, bahkan si pencuri itu tidak melihat kapan dia mengambil senjatanya dan dimana senjata itu sekarang. lebih buruknya lagi, peluru yang bersarang di tubuhnya bukanlah peluru biasa melainkan peluru kaca yang akan terpecah saat menyentuh sesuatu.


luka yang dihasilkan tembakan himiko tidak terlalu parah di luar, tapi pecahan peluru yang bersarang memberi rasa sakit luar biasa.


"apa yang kau lakukan padaku?" tanya si pencuri


"membuatmu tidak berdaya"


"sekarang beritahu aku bagaimana kau ingin mati.. "


".........."

__ADS_1


__ADS_2