
Profesor Erick Graham adalah seorang ilmuwan berusia 60 tahun yang bertubuh gemuk, berjenggot dan memakai kacamata.
"apakah itu benar benar kakekku" hendri mengusap wajahnya dengan maksud mengusap matanya, kemudian melihat piring berisi sarapan roti lapis daging
"itu sarapan favorit semasa kuliah dulu.. "
"itu juga makanan kesukaan kakek.. " tanpa sadar air mata keluar dari matanya. perasaan manusia yang kian memudar semenjak dia terbangun hingga sekarang terpicu kembali.
"apa yang harus kukatakan? aku tidak bisa bicara"
keheningan berlangsung selama beberapa detik saat kedua orang ini bertemu. profesor erick meletakkan piring sarapannya lalu mendekati hendri.
"apa kau cucuku hendri graham?"
"aku harus bilang apa? aku tidak bisa membuktikannya" hendri berpikir sejenak, sebenarnya dia punya banyak bukti tapi karena gugup dia lupa.
hendri teringat sesuatu, dia mengambil sepotong roti lapis lalu mengambil dagingnya dan menaruhnya ke roti lapis lain, setelah itu dia memotong roti lapis itu menjadi 4 bagian dengan cakarnya.
"dulu aku selalu membagi bekal makan siangku dengan para pembantu di rumah"
"nyonya halken, bibi madrina, kak aster dan aku" tulis hendri di kertas sambil memisahkan potongan roti lapis itu.
profesor graham tidak memberi tanggapan apapun, tampaknya itu belum cukup membuatnya percaya.
"kalau begitu akan kulakukan hal lain" hendri memilah rotinya, profesor graham tiba tiba meletakkan tangannya di bahu hendri.
"....."
"maaf kakek meragukanmu.. "
"kau adalah hendri cucuku.. aku percaya itu kau.. " profesor graham menangis membuktikan kalau dia benar benar percaya assault nyarla yang dilihatnya adalah cucunya.
"aku merindukan kakek... " ucap hendri dalam hatinya sambil menangis
tangisan itu berlanjut dengan pelukan "sudah 3 tahun lebih kakek tidak melihatmu hendri"
"izinkan aku bicara melalui pikiran kakek" ucap hendri melalui pikiran
"lakukan saja sesukamu.. "
"aku juga sudah lama mencari kakek, setelah semua kegilaan yang kulalui aku sangat merindukan kehidupan normal kita yang dulu"
"kehidupan normal itu sudah kembali, kakek akan mencari cara mengembalikanmu seperti semula"
pelukan mereka berlangsung sangat lama, sementara itu diluar balkon ripe sedang mengintip reuni mereka.
"aku turut bahagia graham.. " ucap ripe dengan lembut
"dasar belalang konyol.. " ucap violet yang menunggu di bawah balkon
__ADS_1
"....."
ripe dan violet dipersilahkan masuk lalu menunggu di ruang tamu, sedangkan hendri sedang berbincang dengan kakeknya di ruang laboratorium.
"bagaimana caramu mencerna makanan hendri?"
"lalu bagaimana caramu buang air?"
"bagaimana juga caramu melihat dengan mata yang tidak ada pupilnya? apakah kau punya semacam sensor yang bisa mendeteksi sekitar?"
pertanyaan pertanyaan ilmiah dilontarkan kepada hendri "yahh.. beginilah kakekku. ilmuan yang ingin tahu banyak hal"
setelah menjawab semua pertanyaan yang jawabannya sudah sering kita dengar hendri balik bertanya "apakah kakek yang merancang kereta bifrost itu?" tulis hendri
"hohohoo.. tentu saja, tapi kali ini kakek dibantu oleh ilmuwan lain, dia seorang wanita cantik dari Tiongkok bernama Li Mei"
"umurnya masih 20 tahun lo... " bisik profesor graham
"jangan lupakan nenek, dulu kakek selalu bilang akan mencintai nenek meskipun maut memisahkan"
mendengar kata kata hendri profesor graham tertunduk.
"gawat, aku terbawa suasana dan malah mengingatkan kakek tentang kematian nenek"
hendri menggenggam tangan kakeknya lalu berucap "maaf, aku tidak bermaksud membuat kakek sedih"
"tidak apa, kau pasti juga merasa sedih kan"
"apa?"
"perasaan manusiaku mulai memudar semenjak aku bangun di markas militer 3 bulan yang lalu"
"saat itu aku hanya merasa sedih mengetahui tubuhku berubah seperti ini tapi itu hanya berlangsung sebentar setelah itu kesedihan itu hilang. yang ada di pikiranku hanyalah balas dendam dan balas dendam kepada black leaves. tapi setiap kali seseorang menyinggung soal keluarga aku merasakan sakit yang teramat di hatiku namun sama seperti sebelumnya kesedihan itu hilang beberapa detik kemudian"
"bahkan saat ini aku kesal karena perasaan sedih yang barusan itu sudah hilang"
"tubuh nyarla ini adalah anugerah sekaligus kutukan untukku"
"hendri!!" profesor erick berteriak kencang hingga terdengar oleh ripe dan violet di lantai bawah
"jangan katakan lagi! kakek minta maaf! karena kakek lah yang telah membuatmu disuntik dengan serum nyarla!"
hendri tidak terkejut, yang bisa menaruh senjata biologi berbahaya di sembarang tempat memang hanya kakeknya. apalagi serum pemisah atom itu bukanlah kali pertama sebelumnya profesor graham pernah meletakkan garpu setrum di meja makan keluarga, untungnya keberadaan garpu itu disadari oleh ayah hendri jadinya tidak ada yang terluka.
"yah.. aku memaafkan kakek atas semua yang telah terjadi"
"kalau bukan karena serum itu aku pasti sudah dimangsa oleh nyarlapostle"
"kecelakaan itu juga sebuah anugerah untukku, jadi jangan meminta maaf lagi" hendri berusaha menenangkan kakeknya
__ADS_1
"baiklah.. apa kau serius ingin melawan pada black leaves? jika iya aku tidak akan menghentikanmu tapi sebagai gantinya kau harus memakai semua peralatan yang kubuatkan"
"aku serius akan membalas dendam, aku juga tidak keberatan memakai peralatan yang kakek buat" sebenarnya hendri keberatan tapi biarlah lagipula semua senjata tempur buatan profesor graham selalu ditakuti oleh banyak negara.
"oh ya hendri, kudengar kau menjadi hunter lapangan dan akan ikut berperang apa itu benar?"
"iya.. tapi sebelum itu aku akan menemui Sir Near untuk memenuhi panggilannya"
"aku sudah mendapat informasi tentang kondisimu dari hunter ripe, jadi aku sudah mempersiapkan sebuah operasi untukmu"
"operasi apa? aku tidak mau kalau operasi yang aneh aneh"
"kakek akan memasang alat bantu bicara di tenggorokanmu agar kau bisa bicara dengan normal lagi"
"kapan kita akan melakukannya?"
"tunggu sebentar" prof. graham menelepon staffnya "sekarang juga bisa, ayo ke ruang operasi"
"di rumah ini ada ruang operasinya?"
"ada di lantai 3, tapi kita harus menunggu para staff dulu, paling lama 1 jam"
"baiklah"
di ruang tamu ripe mulai bosan menunggu, dia mengajak violet untuk ngobrol tapi malah diacuhkan.
tidak lama kemudian para staff pun datang
"ada apa ini?" tanya ripe pada salah satu pembantu
"prof. graham akan mengoperasi tenggorokan tuan hendri agar bisa bicara normal lagi"
"benarkah, kalau begitu dia tidak akan berbagi sentuhan denganmu lagi violet" ripe mencoba menggoda violet tapi lagi lagi violet mengalihkannya dan malah sibuk sendiri dengan kukunya.
sementara itu di lantai 3 operasi pita suara segera dimulai. tapi ada masalah, semua jarum suntik bengkok saat digunakan untuk membius hendri.
"bagaimana ini dokter?"
"terpaksa kita pakai alat yang lebih besar, apa anda keberatan? hanya sebuah goresan kecil saja.. "
"alat apa yang akan kau gunakan?" tanya hendri
"ini" mereka akan menggunakan sebuah gergaji listrik
"baiklah, tapi lakukan dengan hati hati"
setelah berhasil membius hendri operasi pun dimulai.
sementara operasi berlangsung, di lantai bawah violet tertarik dengan ladang tomat dan gandum yang ada di halaman belakang rumah itu lalu meminta izin untuk melihatnya kepada para pembantu.
__ADS_1
setelah diizinkan violet pun pergi ke halaman belakang dengan ditemani seorang pembantu "akhirnya aku bisa menjauh dari belalang itu, tapi bagaimana tanaman hijau bisa tumbuh di daerah berpasir seperti ini?"