
Pasukan kloning Hunter Gold hampir mencapai tim sniper, namun tiba tiba mereka semua terhenti di udara.
Hendri lah dalang dari kejadian misterius itu. Dia menggunakan sihir psikokinesis untuk menghentikan pergerakan para lebah (Hunter Gold)
- Flashback Hendri, saat eksperimen cangkok DNA tunas sihir Dilhade berhasil -
Hendri menunjukkan hasil yang luar biasa lewat uji coba lapangan. Dimana dia bisa melakukan hal yang sama seperti Dilhade.
Sihir ilusi dan psikokinesis. Keberhasilan ini tentu menjadi berita besar terutama untuk Red Witch.
Eksperimen Red Witch bisa dianggap setengah berhasil, karena kekuatan sihir Lee Yin baru bisa digunakan oleh pewarisnya, dan DNA nya bermutasi menjadi mirip seperti monster kuno.
Sementara untuk Hendri, campuran dari karakteristik DNA Nyarla + DNA monster Lee Yin + darah Red Witch + DNA tunas sihir Dilhade.
Profesor Erick Graham bertanya kepada cucunya. Apa yang memotivasi Hendri hingga mau mencampurkan hal hal berbahaya ke dalam tubuhnya.
"Aku takut musuh kita bertambah kuat." Jawab Hendri singkat.
"Tidak masalah bagiku melakukan eksperimen berbahaya seperti ini. Aku cuma ingin meminta satu hal kepada Kakek." Ucap Hendri dengan wajah serius.
"Apa itu?" Tanya Profesor Graham.
"Tolong tuliskan kenangan keluarga kita, terutama kenanganku di buku. Belakangan ini ingatan masa laluku semakin menipis. Aku bahkan tidak tahu apakah aku punya sepupu atau tidak."
Profesor Graham terbelalak. Dia tidak tahu kalau cucunya mengalami hal seperti itu.
Lupa ingatan yang terjadi berangsur-angsur dan semakin parah.
"Jujur saja, aku sudah lupa siapa Ibu dan Nenekku. Yang aku ingat hanyalah Ayah dan Kakek. Itupun ingatan yang tersisa tidak banyak."
"Jadi kumohon, tuliskan kenangan yang pernah aku miliki." Pinta Hendri sekali lagi pada Kakeknya.
"Jangan khawatir soal itu. Jangankan catatan, akan Kakek buatkan film dokumenter." Kata Profesor Graham.
- Flashback Hendri berakhir -
Kembali ke pertempuran.
Semua orang berjuang menahan serangan clone Cthulhu Kraken dan Assault Nyarla.
Hendri pun menajamkan konsentrasinya untuk mengeluarkan serangan sihir yang besar.
Batinnya berucap, "Semua orang sedang bertarung. Bahkan para tawanan Black Leaves pun bertarung membantu kami. Aku harus melakukan sesuatu dengan Cthulhu Kraken, karena mereka adalah porsiku."
"Pusatkan tenagamu Hendri. Lakukan teknik yang diwariskan Lee Yin kepadamu. Sebarkan sihir, imajinasikan serangan, dan wujudkan."
"Wujudkan!!!"
Teriakan batin Hendri membuat daratan bergetar.
Tidak lama setiap pohon yang berada di hutan mencabut akar mereka. Dalam durasi singkat pohon pohon yang seharusnya tidak bisa bergerak itu berubah menjadi apa yang dibayangkan Hendri.
Hendri memilih untuk mewujudkan bentuk Nyarla dari mendiang Xiao Fengying, yaitu Harpy Eagle.
[ Kepada pasukan di garda terdepan, ]
[ Kalian diperintahkan untuk mundur! ]
Pasukan Hunter mengikuti perintah markas untuk mundur, sementara Hendri menghadapi Terran seorang diri.
[ Jangan buang buang tenaga kalian. Serahkan semuanya pada Hendri Graham. Dia bisa mengatasi musuh seorang diri. ]
Pohon pohon berubah menjadi hewan Harpy Eagle. Batang pohon menjadi tubuhnya dan kepalanya. Akar pohon menjadi ekornya. Dahan dahan bersatu membentuk sepasang sayap.
Harpy Eagle pohon pun terbang ke langit.
**
Gerombolan Harpy Eagle itu memangsa para clone Assault Nyarla.
Terran sekali lagi memerintahkan para Cthulhu Kraken untuk menarik nafas panjang.
Menyadari tarikan nafas itu bisa menerbangkan teman-temannya Hendri pun merobek tangannya sendiri demi mengeluarkan darah.
Lalu dengan darahnya itu, dia membuat dinding yang tinggi dan kokoh yang dapat menahan serangan Cthulhu Kraken.
"Apa kita hanya akan menjadi beban saja?" Dengus North di belakang dinding.
Tanpa para Hunter sadari, Kitsune diam diam melarikan diri. Arachne melihatnya, namun dia biarkan.
Para Harpy Eagle gagal membasmi semua kloningan Assault Nyarla karena mereka sudah terisap oleh mulut Cthulhu Kraken.
Saat di dalam mulut Cthulhu Kraken inilah Hendri melancarkan serangan pamungkasnya, yaitu transformasi bulu babi.
__ADS_1
Kloningan Cthulhu Kraken pun tercabik cabik dari dalam. Trik pintar itu sukses menghancurkan kloningan Kraken, hingga tidak bersisa.
Debu kayu dan debu tanah berterbangan ke mana mana.
Hendri mendapat sorakan dari para Hunter, namun segera mereka ditegur oleh komandan Spiral.
"Jangan senang dulu. Terran masih ada. Kita belum menang!" Ucap Komandan Spiral terbata-bata.
Clone Assault Nyarla dan Hunter Gold yang tersisa tidak berani mendekati Hendri. Sementara tiruan senjata apinya berhenti menembak.
Terran menatap ke bawah, kepada Hendri.
Dibalik ekspresi kosong yang tergambar di wajah tuanya, Terran ketakutan setengah mati melihat Hendri.
Bagaimana tidak. Hendri dapat menghancurkan pasukan clone terkuatnya hanya dengan dua teknik serangan. Ditambah lagi, kekuatan sihir Terran mulai kembali ke kondisi normalnya.
Mengartikan uapan energi sihirnya hampir berakhir. Sedikit waktu yang tersisa dimanfaatkan Terran untuk menciptakan satu kloningan monster yang dia klaim merupakan ciptaan terkuatnya.
Namun sebelum dia sempat melakukan itu, Harpy Eagle Hendri yang tersisa menempel padanya.
Garis imajiner yang hanya bisa dilihat oleh Hendri muncul. Menghubungkan dirinya dengan Harpy Eagle yang menempel pada Terran.
Dengan kekuatan imajinasi Hendri berteleportasi ke dalam tubuh Harpy Eagle itu, dan mengejutkan Terran.
"Kau bisa teleportasi? Sialan, padahal kau hanya penyihir turunan, kenapa kau begitu sakti!!!" Protes Terran sembari memutar tangannya bermaksud mencekik Hendri.
Hendri menepis tangan Terran lalu mencekiknya dengan akar pohon.
Kemampuan Assault Nyarla yang paling misterius tiba tiba aktif. Yaitu kemampuan untuk melihat ingatan seseorang yang disentuh.
Jelas kemampuan ini adalah atribut sihir paling misterius milik Assault Nyarla Lee Yin. Menirik sedikit ke ingatan Terran, Hendri menemukan memori buruk Kakek tua itu.
"Mereka memang keterlaluan, kedua anakmu itu."
Ucapan Hendri membuat Terran terkejut.
"Kau bisa melihat ke dalam ingatanku?"
Hendri melihat lebih jauh ke dalam ingatan Terran.
"Sedikit. Perbuatan mereka memang tidak bisa dibenarkan, tetapi mereka terpaksa mengorbankanmu untuk menyelamatkan generasi penerusmu (anak dan cucu)."
Terran merobek ikatan Hendri dengan sayapnya, lalu berteriak "Sejauh mana kau melihat ingatanku?!"
Walaupun emosinya membara, tetapi Terran tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerang. Terlihat dari aliran sihirnya yang tenang.
Hendri mencoba bicara baik baik dengannya.
"Kau tidak perlu semarah itu. Bukankah sudah tugas seorang ayah, berkorban untuk anak-anaknya." Tutur Hendri bermaksud meluruskan pemikiran Terran yang dia nilai tidak mencerminkan sifat seorang ayah.
Terran sebagai seseorang yang pernah menjadi ayah tentu tersinggung dengan kata kata itu.
Hendri mengetuk dahi Terran dengan telunjuknya.
"Apa yang kau lakukan! Dasar anak tidak tahu sopan santun."
Terran memukul tangan Hendri. Keduanya tidak lagi bertarung untuk saling bunuh, melainkan karena saling penasaran.
Hendri penasaran dengan apa yang terjadi pada Terran. Menurutnya ada memori yang dilupakan oleh Terran.
"Ada satu potongan dari ingatanmu yang berkabut." Ucap Hendri dengan tegas kepada Terran.
"Mungkin ingatan ini sengaja dibuat samar-samar agar kau membenci kedua anakmu dan menyerah kepada kehidupan."
"Ingatan yang mana?" Terran mulai terbujuk.
Hendri meletakkan telapak tangannya ke dahi Terran. Dengan atribut sihir misterius peninggalan Assault Nyarla Lee Yin, dia membuka belenggu samar yang menutupi sepenggal ingatan Terran.
Terran diajak bernostalgia melihat detik detik sebelum dia melompat ke sungai.
Terran berdiri di tepi tebing yang curam, sementara di bawahnya adalah sungai beraliran deras.
Dia melihat ke bawah. Ke arah kematiannya. Lalu ingatan yang samar lewat sekilas, kemudian menghilang dan dilanjutkan dengan kejadian dirinya melompat ke sungai dan mati setelah membentur batu beberapa kali.
Sampai sini Terran belum bisa melihat ingatan samar itu. Lalu Hendri membuka belenggu samar itu, dan terlihat kalau Akiyoshi, si anak sulung itu kembali sambil berteriak mencari ayahnya.
Terran terkejut bukan main. Dia tidak ingat kejadian itu pernah ada. Dia mencurigai Hendri sengaja membuat ingatan palsu tentang anaknya yang kembali untuknya.
"Itu tidak mungkin! Dia sudah meninggalkan di hutan untuk mati! Untuk apa lagi dia kembali!" Batin Terran menyumpahi sepenggal memori yang dia lihat.
Hendri bicara padanya melalui batinnya (telepati).
"Dia pasti menyesal telah menelantarkanmu."
__ADS_1
Terran makin terkejut.
"Lihatlah pakaiannya. Bukankah itu pakaian yang sama dengan yang dia pakai saat meninggalkanmu."
Terran melihat lebih teliti ke dalam ingatannya itu. Hendri tidak berkata bohong.
"Ada dua kemungkinan yang terjadi; satu dia tersesat di dalam hutan, dan tidak menemukan dirimu. Dua, dia memang meninggalkanmu, tapi dia kembali dengan pakaian yang sama agar kau tidak curiga dia meninggalkanmu." Tutur Hendri.
"Apapun alasannya, dia tetap kembali untukmu."
Pikiran Terran kini hanya terfokus pada ingatan itu. Kontradiksi ini membuatnya bingung. Tetapi sebagai ayah dia mencoba percaya kepada ingatan itu.
Terran menangis. Biar bagaimanapun dia adalah manusia.
"Ternyata selama ini aku telah salah..." Ucap Terran sembari menangis tersedu-sedu.
"Apa yang kau lakukan Terran!! monster itu hanya menanamkan ingatan palsu kepadamu!!!" Kemarahan Valkyrie terdengar oleh Hendri karena batin mereka berdua saling terhubung. Namun Hendri mengira suara itu sebagai suara monster kuno.
"Aku tidak menanamkan ingatan palsu. Kalianlah yang menipu kakek Terran, dengan mengutak atik kenangannya!" Ucap Hendri dengan kemarahan kepada Valkyrie.
"Berhentilah mempermainkan manusia! berhentilah bersembunyi di dalam tanah seperti tikus!"
"Keluarlah dan hadapi kami, monster kuno sialan!! bawa juga semua penyihirmu. Kita berperang sampai mati disini!!"
Tantangan Hendri di dengar oleh para pembawa bencana.
Langit seketika menjadi gelap gulita.
Hendri tersadar dari penjelajahan memori Terran.
Terran pun tidak menatap Hendri sebagai bahaya lagi.
"Terima kasih ya. Kau sudah menunjukkan kepada Kakek tua ini kebenaran."
"Sekarang aku tidak punya beban lagi. Bunuhlah aku sekarang, dan cegah monster kuno bangkit." Pinta Terran dengan wajah pasrah kepada Hendri.
Hendri pun mengabulkan permintaan Terran. Dia mengubah tangannya menjadi pisau tajam.
"Kakek tidak abadi?" Tanya Hendri.
"Tidak. Potonglah kedua tanganku dan kakiku, setelah itu kau bisa membunuhku dengan cara memenggal kepalaku."
Hendri mengikuti instruksi Terran. Eksekusi itu berlangsung di langit. Terran menutup matanya, dan Hendri pun memotong kedua tangannya, berlanjut ke kakinya.
Saat akan memenggal kepala, sambaran petir melintas di samping mereka.
"Cepat!"
"Aku tidak mampu menghadapi para pembawa bencana itu. Tapi aku yakin kau bisa."
Itu adalah kata kata terakhir Terran.
Hendri memenggal kepala Terran dengan satu tebasan rata.
**
Pasukan kloning yang terbuat dari tanah liat mengeras dan pecah. Pasukan The Hunter berhasil mengalahkan Terran, si pembawa bencana perpecahan.
Namun tidak lama setelah itu, sambaran petir beruntun menyambar hutan, dilanjutkan dengan satu sambaran petir besar yang merobek partikel atom di udara.
Hendri turun dari Harpy Eagle.
Lalu sesosok makhluk humanoid berkepala mirip anjing muncul di langit.
Sosok itu adalah Zeus. Sang pembawa bencana pembantaian.
Di mata para Hunter, dia terlihat seperti makhluk aneh biasa. Tapi di mata Hendri, dia adalah monster. Karena Hendri bisa melihat aliran energi sihirnya yang menutupi langit sejauh mata memandang.
"Manusia benar benar makhluk yang lemah. Bukan hanya fisiknya saja, tapi hatinya juga lemah."
Zeus menatap Hendri di bawahnya.
"Kau menantang kami dengan berani. Kau layak disebut pembawa bencana. Karena kau telah membawa bencana kepada orang-orang ini." Zeus menunjuk kepada pasukan Hunter.
"Jangan sok, kami akan menghabisimu disini. Zeus." Hendri tahu kalau yang dihadapinya adalah Zeus.
...
Busur cerita terakhir dimulai.
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
..........................................................................................