
"kalau kau bisa melepaskan diri dari akarku kali ini aku berjanji tidak akan menggunakannya lagi saat melawanmu" ucap hendri
violet berusaha keras membebaskan diri dari jeratan akar akar yang keras tapi sia sia. hingga datanglah hembusan angin kencang yang memotong akar akar hendri dan membebaskan violet.
ripe si angin kematian sudah tidak bisa menunggu lagi.
"dia berhasil membebaskan dirinya"
"lebih baik jangan gunakan akarmu dalam latih tanding graham, itu memberi kesan kau seorang pengecut"
"tapi mustahil aku mengalahkanmu jika tanpa trik akar tersembunyiku"
akar pohon yang lebih besar dari yang menjerat violet keluar dari bawah tanah dan menghantam wajah ripe. itulah yang dinamakan hendri trik akar tersembunyi. akar akar pohon itu keluar dari tulang ekor hendri lalu masuk ke bawah tanah agar musuh tidak menyadari kedatangannya. ekor kayu itu juga bisa menggali tanah dengan sangat cepat, itulah alasan ekornya hendri bisa berada di bawah kaki musuh dengan sangat cepat.
hendri melompat ke arah ripe lalu melayangkan tinju tangan kirinya tapi tidak semudah itu untuk mengenai si nyarla belalang sembah, ripe berhasil menginjakkan kakinya ke tanah lebih dulu dan mengelak menghindari pukulan hendri.
"aku tahu kau akan menghindarinya, karena itulah aku menyiapkan ini"
akar yang tadi keluar dari bawah tanah tiba tiba melompat ke udara "apa!!" serangan tidak terduga itu berhasil menusuk kaki kanan ripe.
hendri berbalik dan kali ini dengan tangan kanannya yang ukurannya sudah membesar berkali kali lipat dia berhasil menghantam telak tubuh ripe hingga membuatnya terlempar jauh.
beberapa pohon sampai tumbang karena menahan tubuh ripe yang terlempar.
"tampaknya aku berlebihan.. " pikir hendri
"tuan graham ternyata sangat kuat.. kukira dia lemah karena caranya bermutasi tidak jelas" para bodyguard kagum dengan kekuatan hendri
sementara hendri dapat melihat ripe yang marah melalui pepohonan.
"untung saja dia belum tahu kalau aku bisa mengendalikan bagian tubuhku yang terpisah"
"bwoooosh... !!!" angin kencang muncul lagi, hendri bergegas membuat sangkar kayu untuk melindungi dirinya.
saat angin itu lewat sangkar kayu yang dibuat hendri langsung terbelah dua, belum sempat hendri menggunakan taktiknya yang lain ripe sudah berada di belakangnya.
"kecepatan orang ini tidak berkurang meski kakinya tertusuk!?"
disaat itu juga ripe mengayunkan lengan belatinya dan menghantam kepala hendri dengan keras menggunakan batu yang ada di genggamannya.
"kau terlalu lambat graham!" teriak ripe sambil mencabut akar yang menusuknya
"aku belum selesai.. " balas hendri
akar yang tadi dilempar ripe bergerak dan menyerangnya lagi tapi berhasil ditebas dengan mudah. serangan tidak berhenti sampai disitu sangkar kayu yang terbelah menggeliat seperti seekor cacing lalu berubah menjadi tombak agak runcing yang langsung menyerang ripe. kesempatan itu digunakan hendri untuk menjauh ke pepohonan.
"kau penuh dengan trik graham, tapi masih terlalu lemah"
tombak tombak itu dicincang hingga menjadi tusuk gigi, lalu ripe berlari kencang ke arah hendri.
"kau sendiri selalu menggunakan cara yang sama untuk menyerang! kau terlalu mengandalkan speedmu dan melupakan sesuatu yang disebut taktik!"
ripe memperlambat langkahnya saat melihat hendri memasang kuda kuda bertarung.
__ADS_1
"hiiyaaaaa!!" hendri dan ripe saling beradu serangan.
"speedku lah yang membuatku unggul dari musuh musuhku!" ucap ripe
"apa kau lupa kau pernah hampir mati karena terlalu mengandalkan speedmu" hendri menyinggung kejadian ripe yang hampir mati tersengat listrik di kapal perompak dahulu.
"aku sama sekali tidak menduga mereka punya aliran listrik saat itu!"
"tetap saja kau hampir mati karena kepercayaan dirimu yang berlebihan"
ripe menambahkan kekuatan pada tangannya, mendorong hendri mundur. saat tubuh hendri menyentuh pohon di belakangnya batang pohon itu tiba tiba terpecah dan pecahannya beterbangan pada ripe.
"ternyata kau mampu merombak struktur pohon ya.. "
"pantas saja kau selalu ingin berlatih di hutan"
"sekarang aku mengerti kenapa kau menyebut hutan sebagai wilayah kekuasaanmu"
"berhenti bicara!" hendri menjerat kaki ripe lagi dengan mengendalikan akar pohon pinus yang dipegangnya lalu menjatuhkan pohonnya ke ripe.
ripe dengan sigap memanjangkan sabitnya lalu mengeluarkan tebasan berputarnya yang mematikan.
"ayo berubahlah juga ke bentuk besarmu itu graham!!"
"tidak"
hendri terus melawan ripe, meski kesulitan dia berhasil menghindari serangan ripe dengan menjadikan pepohonan disana sebagai tameng.
"mereka berdua malah terbawa suasana" ucap bodyguard yang bernama Han.
"jangan. ini mungkin adalah satu satunya kesempatan cucuku bisa berlatih dan bermain dengan bebas"
profesor graham mengamati latih tanding hendri dan ripe, sedangkan violet duduk bersama para pembantu yang ikut menonton.
"nona violet.. mau kue khubz?" ( khubz \= kue khas timur tengah )
"terima kasih" violet makan dengan tenang menunggu kedua teman nyarlanya.
sementara itu hendri semakin mengungguli ripe. pepohonan membuat ripe tidak bisa melompat dengan cepat, begitupun dengan hendri yang kesulitan menjerat kaki ripe karena banyaknya akar pohon di dalam tanah.
tapi hendri bisa membentuk akarnya menjadi bentuk apapun yang dia perlukan untuk melawan ripe seperti tombak, perisai, pedang bahkan pecut berduri, semua itu adalah hasil latihannya selama di kapal kargo. hal ini juga membuktikan kalau dia hanya bermain main saat melawan para hunter di labirin.
"zraaash" perut kanan ripe berhasil dilukai dengan serangan kombinasi sabit dan cambuk berduri.
"menyebalkan" ucap ripe sambil tersenyum
pertarungan keduanya berlanjut dengan senyuman, tanda bahkan keduanya sudah menjadi rival. hingga 2 jam kemudian.
"profesor.. profesor.. mereka sudah selesai"
"benarkah" profesor graham mengusap matanya
hendri dan ripe sedang berbaring di atas rumput sedangkan kondisi hutan sudah gundul setengahnya.
__ADS_1
"aku akan bertanggung jawab atas kerusakan hutannya. apa yang terjadi pada mereka?"
"mereka saling pukul hingga jacob ripe terjatuh lebih dulu"
"begitu ya.. jadi cucuku menang?"
"itu tergantung dari sudut pandang mereka" ucap bodyguard lainnya yang bernama luck
"akan kuanggap kita seri kali ini" ucap ripe
"akui saja, kau tumbang duluan tadi itu"
"wajar saja karena kau menghajarku dengan tinju grootmu itu, sedangkan aku hanya menggunakan tangan kosong"
"ya sudahlah... "
"jam berapa sekarang?"
"pukul 14.13"
"masih 5 jam lagi hingga pertemuan dengan Sir Near. aku mau tidur dulu, bangunkan aku 3 jam lagi"
profesor graham mendekati mereka
"kau mau tidur disini hendri?"
"iya.. aku kelelahan. kalian pulang saja duluan, aku bisa kembali ke rumah kakek sendiri"
"agen luck temani hendri disini" perintah profesor graham ke bodyguardnya
"kalau begitu kakek pulang duluan, segeralah kembaki saat kau bangun nanti"
"bagaimana dengan anda nona violet?"
"aku akan tinggal disini menemani graham, soalnya aku tidak punya rumah disini"
"violet!! kau boleh menginap di rumah yang baru saja kupesan!!" hendri berteriak kencang memberitahu violet
"dimana rumah itu!!" violet berteriak balik
"dimana rumahnya kakek?"
"bla bla bla"
"naik saja ke mobil! kau akan diantar kesana!!"
"baiklah kalau begitu!!"
"kau sangat akrab dengan gadis perompak itu ya hendri" ucap profesor graham "apa dia kekasihmu?"
"hubungan kami belum sejauh itu"
"meski begitu aku cukup sering berkencan dengannya sih.. " ucap hendri dalam hati
__ADS_1
"kencan untuk membahas balas dendam tentunya"