Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 137 : Si Boneka Dan Si Pengendali (Part 2)


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu.


tepat setelah keberangkatan tim fengying.


zhuge fengying sedang ngobrol santai dengan torga.


"kau yakin pemuda itu bisa menyelesaikan misi ini?" tanya torga pada fengying.


"aku yakin bisa. walaupun dia agak naif tapi dia pandai dalam melarikan diri." jawab zhuge.


"kemampuan apa yang dimiliki xiao fengying sampai kau seyakin itu?" tanya torga lagi.


"aku belum bilang padamu ya?"


"dia sekarang sudah menjadi nyarla."


"kapan dia menjalani operasi nyarla? seingatku hubungan scientist cina dan amerika cukup buruk beberapa tahun belakangan ini."


"dia menjalani operasi penyuntikan serum nyarla secara legal tepat sebelum insiden Nyarla Assault Day."


"begitu ya, aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi."


"kalau boleh saya menambahkan tentang pemuda itu. dia memiliki sisi positif berupa kepercayaan diri yang tinggi dan memiliki kharisma yang bisa menarik hati orang orang."


"sementara sisi buruknya, dia kadang tidak tahu kapan saatnya berhenti ketika melakukan sesuatu."


"maksudmu dia terlalu percaya diri akan kemampuan sampai tidak bisa melihat situasi yang berbahaya?" tanya torga.


zhuge fengying mengangguk.


"karena alasan itulah dirinya hampir terbunuh oleh nona lee yin."


"aku minta maaf atas kejadian itu." ucap torga saat mengingat kembali semua kejahatan yang dilakukan istrinya (assault nyarla lee yin) pada rakyat cina terutama pada xiao fengying.


"yang sudah terjadi tidak bisa kita perbaiki lagi dan xiao seharusnya dia tidak naif seperti saat itu lagi."


xiao fengying menyamar menjadi orang tua dengan maksud membelakangi orang orang mencurigakan itu.


xiao fengying memerintahkan elena dan violet untuk jangan menembak sampai dia memberi kode.


orang orang asing yang berjalan di bawah hujan itu benar benar menuju ke markas militer.


saat mereka melewati bekas barikade xiao fengying memanggil mereka dengan suara seorang kakek tua.


"mau kemana saat hujan lebat seperti ini tuan tuan?"


"apa yang kau lakukan disini kakek?"


di divisi 0 xiao fengying memegang posisi sebagai ahli penyamaran. pekerjaannya ini didukung dengan kemampuan uniknya yang bisa menirukan suara orang lain dengan sangat mirip. bahkan sampai logat bicaranya dapat dia tirukan dengan baik.


"aku peziarah."


"mau kami antarkan ke kemah yang ada di sana? itu adalah kemah tentara." tawar salah seorang dari mereka.


"tapi kalian sepertinya tidak punya payung." kata fengying.


"kami punya payung."


xiao fengying bicara dalam hati "mereka sengaja tidak menggunakan payung agar tidak ketahuan berjalan di tengah hujan. jika benar begitu berarti mereka bukan orang orang biasa."


"ayo kek, biar kami antar."


kelompok orang asing itu pun terbagi. 2 orang mengantarkan xiao fengying pulang dengan menggunakan 4 payung untuk meneduhkannya.


payung payung itu menutup pandangan elena dan violet yang menunggu kode dari ketua fengying.


disaat orang orang itu hampir mencapai markas, ketua fengying berbalik melayangkan tinjunya ke dagu kedua orang yang mengantarnya.


kedua orang itu terkejut namun dalam sekejap mereka dibuat pingsan.


karena jarak ketua fengying cukup jauh ditambah dengan hujan deras yang menutup pendengaran orang orang di depannya jadi dia menyadari apa yang terjadi di belakang mereka.


"ketua fengying mulai bergerak. dia melumpuhkan dua orang di dekatnya." ucap violet pada elena.


elena tidak mendengarkan violet, dia sedang mengkhawatirkan keadaan hendri dan xian lier.


"elena." violet menepuk bahu elena.


"aku mengerti."


"...kau tidak mendengarkan ku ya."


orang orang asing itu adalah prajurit bawahan mayor yang menentang sycho rid.


mereka menyembunyikan pistol di balik pakaian mereka. ketua fengying menemukan pistol yang disembunyikan itu di balik pakaian kedua orang itu.


"untung saja, para tentara di kemah itu tidak menyadari aksiku." ucap fengying. dia segera menjauh dari kemah tentara di depannya.


hunter fengying melepas jas nya, perlahan tapi pasti dia mendekat dan melumpuhkan mereka satu persatu.

__ADS_1


keahlian seorang assassin ini sukses melumpuhkan sebagian besar musuh tanpa diketahui.


hingga saat mencapai markas musuh yang tersisa tinggal 7 orang.


xiao fengying menargetkan musuh terakhir untuk dia habisi.


saat dia mencekik leher musuhnya dia merasakan sesuatu yang berbeda di leher orang itu.


dia tidak memiliki jakun.


dan punggungnya sangat keras.


xiao fengying hampir saja terbanting untungnya dia berhasil meloloskan diri karena pakaiannya yang basah menjadi gampang robek.


xiao fengying bertatapan mata dengan lawannya.


orang itu adalah si wanita kekar yang tadi berada di tenda militer.


seolah hari menginginkan pertarungan terjadi hujan mulai mereda menjadi gerimis ringan.


aksi xiao fengying pun ketahuan oleh mereka.


"kenapa kau menyerang kami kakek? apa kau bagian dari kelompok perlawanan di sini?" tanya si wanita.


xiao fengying berbohong "ya" ucapnya.


"kalau begitu kau harus kami tangkap pak. tapi jika salah satu dari mereka mati maka kau juga harus dihukum mati."


saat wanita itu ingin menangkap fengying, fengying melemparkan granat ke arahnya.


Blarr!


melihat ledakan itu violet bersiap untuk bertarung sementara elena bersiap untuk bertindak.


"tunggu nona violet..! itu baru satu tanda, ketua menyuruh kita menyerang setelah dia memberikan 2x tanda." kata elena pada violet.


"begitukah? maaf aku tidak dengar dia mengatakan itu sebelumnya."


"kita tidak bisa asal berpijak di tempat ini. tanpa xian lier kita bisa terkena jebakan."


"mungkin karena alasan itulah ketua fengying lebih memilih melawan mereka ketimbang mencari tempat untuk sembunyi."


xian lier penasaran dengan keadaan di atas markas namun dia tidak bisa meninggalkan hendri karena sejak tadi hendri terdiam dan tidak menjawab panggilannya.


hendri masih terpaku pada pembicaraan dengan assault nyarla di dalam kepalanya.


"nyarla.." ucap fengying.


si wanita tersenyum lalu memperkenalkan dirinya, dia bernama carla.


"apa ini pertama kalinya kau melihat nyarla selain nyarlapostle kakek?"


carla mengeluarkan sebuah pistol lalu menembak fengying.


fengying menghindari 3x tembakan carla. hal itu tentu saja membuat carla terkejut.


"kakek itu tidak seperti kakek kakek." ucap salah satu tentara.


"lihat ini. jebakan di area ini telah dilepaskan."


mengetahui jebakan telah disingkirkan para tentara menjadi lebih berhati hati.


carla mendengar hal itu. dia lantas bertanya..


"berapa orang lagi yang ada disini??"


"untuk apa aku memberitahumu."


fengying melepaskan topeng kulit yang dia kenakan.


"orang tionghoa. ahha.. aku paham. ternyata kau dari the hunter." ucap carla sambil tertawa.


"benar. boleh minta waktu sebentar, kulit keriput topeng ini mengganggu penglihatanku."


fengying merobek seluruh topeng di kepalanya.


"nah mari kita lanjutkan."


fengying mengarahkan pistol ke carla begitu pun sebaliknya.


"apa tujuan kalian datang ke antah berantah ini the hunter??" tanya carla.


fengying tidak suka basa basi, dia menembak carla lebih dulu namun tembakannya tertahan eksoskeleton.


saat fengying akan ditembaki oleh musuh elena membantunya dari belakang dengan sniper nya.


satu tentara tertembak di bahu kirinya. mereka pun segera berlindung di balik barikade yang hancur, namun karena tembakan datang dari 2 arah mereka jadi tidak punya pilihan selain terus berlari.


"cepat panggil bantuan..!!"

__ADS_1


fengying sedang bertarung sengit dengan carla.


serangan carla sangat kuat tapi fengying lebih cepat dalam menghindar.


fengying berusaha menghentikan tentara yang ingin memanggil bantuan.


meskipun dia tidak tahu alat apa yang akan digunakan oleh mereka karena jaringan komunikasi di tempat ini sudah terputus hal itu tetap tidak bisa dibiarkan.


kalau sampai sycho rid datang kesini maka rencananya untuk membongkar rahasia pohon assault nyarla akan gagal.


si tentara berhasil menghubungi pasukan di perbatasan.


elena yang bermata elang membidik alat komunikasi yang dipegang tentara. meski pegangannya di senapan licin dia tetap bisa membidik target kecil itu. lalu dengan satu tembakan dia berhasil menghancurkan alat komunikasi itu.


komunikasi ke perbatasan pun terputus. tapi karena panggilan telah diterima bala bantuan mungkin tetap akan datang.


"kita harus membunuh sniper di belakang sana..!!"


dorr!


carla tidak sengaja menembak kepala anak buahmu sendiri.


"bodoh.." ejek fengying.


carla kesal lalu melempar pistol nya. fengying sangat ahli dalam mengatasi musuh dengan senjata api. dia menarik tangan salah seorang tentara lalu menggunakan pistolnya untuk menembaki carla dan ke 4 tentara lainnya.


dalam sekejap kelima tentara yang menemani carla tumbang.


carla yang sudah sangat marah bersiap menghajar fengying.


"wahh ketua sangat kerennn...!!" ucap elena.


keadaan saat itu membuat elena dan violet yang berada tepat di bawah dahan pohon tidak sadar kalau ranting ranting pohon itu bergoyang dengan tidak wajar.


sementara di depan batang pohonnya hendri masih terpaku setelah mendengar ucapan assault nyarla.


assault nyarla membongkar rahasianya selama ini.


".....menurutmu dari mana semua tekad, keberanian dan keinginan balas dendam mu itu berasal.....?"


hendri tidak menjawab, dia tampak syok setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi selama ini.


".....benar sekali. akulah yang menanamkan semua itu ke dalam dirimu yang pengecut....."


".....semua pencapaian yang telah kau raih mulai dari kau terbangun di markas ini hingga saat kau kembali ke hadapanku saat ini, semuanya tidak lain adalah karena akulah yang mengendalikan mu....."


".....aku terjebak dalam wujud pohon ini. karena itulah aku mengirimkan sedikit sel ku padamu agar aku bisa melihat dunia luar sekali lagi....."


".....kesimpulannya, kau adalah boneka yang ku ciptakan, hendri graham sang assault nyarla baru....."


hendri menolak untuk percaya hal itu. kini hatinya dipenuhi dengan kemarahan yang membara.


hendri mengepalkan kedua tangannya lalu memukuli batang pohon nyarla sekuat tenaga.


xian lier yang melihat itu berusaha menenangkan hendri, namun sesuatu yang aneh di rasakan oleh xian lier.


pohon assault nyarla berguncang hebat karena bentulan dari 2 kekuatan nyarla yang mencoba untuk saling menguasai setiap kali mereka bersentuhan.


"AKU TIDAK DIKENDALIKAN OLEH SIAPAPUN..!!!"


hendri menghajar pohon assault nyarla sekuat tenaga.


goncangan pohon semakin besar, elena, violet, fengying dan carla yang menyaksikan itu tidak tahu apa yang terjadi.


"tenanglah hendri graham..!!!"


hendri tidak menghiraukan xian lier.


"kalau kau tidak berhenti jebakan yang terpasang di pohon itu bisa terpicu..!!!"


benar saja yang dikatakan oleh xian lier, ranting pohon paling atas patah karena goncangan yang keras lalu jatuh tepat ke atas jebakan granat.


violet yang melihatnya pun langsung mendorong jatuh elena ke dalam markas ke tempat xian lier dan hendri berada.


ranting pohon itu memicu aktifnya jebakan lalu ledakan beruntun pun terjadi di atas markas.


dari dalam hutan sycho rid sedang berlari dengan sangat cepat untuk menyusul carla di kemah gurun.


dia mendengar suara ledakan itu meskipun jaraknya dengan markas militer masih cukup jauh.


sementara carla yang baru menyaksikan kejadian yang tidak pernah dilihatnya bertanya tanya dengan apa yang dilakukan the hunter pada pohon assault.


xiao fengying yang juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi berniat segera mengakhiri pertarungannya dengan carla.


xiao fengying menendang wajah carla. kakinya dalam sekejap berubah menjadi cakar burung yang besar.


"maaf ya. aku harus membunuh mu sekarang.."


.....

__ADS_1


__ADS_2