Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Masalah Kepekaan


__ADS_3

Dari tadi mengobrak-abrik isi kulkas, Luna tak menemukan satupun makanan yang cocok untuk dicicipi lidahnya. Ini adalah satu dari sekian hari dimana Luna selalu bingung mau makan apa. Selera makannya kerap kali berubah-ubah tak menentu.


"Bi, Mbak..saya kok lagi kepingin banget ya makan lamb steak pakai saus chimichurri." celetuk Luna tiba-tiba.


Sontak Bi Sumi, Sari, dan Rima saling memandang satu sama lain. Permintaan Nyonya-nya ini membuat para ketiga asisten rumah tangga tersebut sedikit keheranan sebab mereka sama-sama tak pernah tahu apa itu saus chimichurri.


"Mau saya buatkan, Nya?" tawar Rima.


Luna mendudukkan dirinya diatas bar stool dan menumpukan kedua tangannya pada kitchen island. "Memang Mbak Rima bisa buatnya?"


"Tidak bisa sih Nya..hehe." Rima menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Saya pribadi kurang jago kalau memasak western food! Tapi kalau Nyonya kepengen banget, kami usahakan untuk belajar. Untuk resep kan sekarang gampang bisa dilihat di internet, Nya!" jawabnya.


"Hmm..tapi saya maunya makan steak yang rasanya mirip kayak di restoran yang pernah saya datangi sama Kak Isabelle kapan hari."


"Restoran apa itu Nya? Kali-kali bisa pesan antar." usul Sari.


"Nama restonya Ben & Dom's Steakhouse. Tapi enggak mungkin bisa delivery. Soalnya itu jenis resto yang fine dining. Harus makan di tempat. Disamping itu, kalau mau makan disana harus RSVP dari jauh-jauh hari."


"Waduh..susah juga, Nya! Kalau begitu mah tinggal minta sama Tuan saja. Beliau pasti punya solusinya!" Bi Sumi menyarankan.


"Enggak ah Bi..saya enggak mau." Luna menggeleng tak mood.


"Loh kenapa, Nya?" tanya Sari.


"Percuma minta sama Mas Noah, nanti dia enggak mau nurutin lagi. Saya kapok!"


"Masa sih, Nya? Bukannya kalau Nyonya lagi ngidam itu langsung diturutin ya?" Bi Sumi sedikit tak percaya. Tuannya Noah itu kan sekarang sudah masuk dalam kategori pria bucin. Apa iya waktu istrinya ngidam malah dicueki?


"Mana ada Bi, selama ini kalau saya ngidam minta tolongnya sama Bibi untuk dibuatin makanan. Mentok-mentok juga saya suruh Karta atau Dani kalau pas pingin beli makanan luar." keluh Luna.


Akhir-akhir ini pekerjaan Noah memang sedang sibuk-sibuknya. Clerk Kingdom saat ini tengah menggarap beberapa proyek besar yang melibatkan investor asing. Tak jarang, Noah seringkali mengabaikan dirinya.


Belum lagi, Noah juga terkadang ikut-ikutan badmood saat pulang ke rumah. Pikir Luna, mungkin saja karena efek kelelahan. Maka dari itu, Luna seringkali takut meminta minta sesuatu pada Noah meski dia sangat ingin. Takut kena semprot.


"Paling sekali aja waktu itu pernah saya ngidam burger sama pizza malam-malam, sama Mas Noah diturutin. Cuman ya gitu, pas disana malah ketemu sama mantan istrinya. Ngeselin banget deh pokoknya!" Luna kesal sendiri kalau mengingat-ingat kejadian malam itu.


Meski awalnya bermula dari dia yang sok-sokan menyuruh suaminya menolong sang mantan.


"Hmmm..terus, Nyonya maunya bagaimana sekarang?"

__ADS_1


"Saya mau tidur aja Bi..Mbak..ngantuk." jawab Luna sambil sedikit menguap. Selain perubahan mood yang drastis, Luna juga sering merasa kelelahan sampai ketiduran.


"Loh tidak jadi makan? Nyonya belum makan malam lho! Tunggu Tuan pulang saja ya Nya, biar makan bersama-sama. Nanti kami bantu bilang sama Tuan untuk minta belikan steak daging pakai saus cumi-cumi apa tuh?!" Bi Sumi mendadak lupa dengan nama saus steak yang diinginkan Luna karena namanya sulit disebutkan.


Luna tertawa kecil dan mengoreksinya, "Chimichurri, Bi Sumi.."


"Nah itu dia Nya maksud saya!" Bi Sumi semangat memetikkan jari-jarinya.


"Enggak usah lah Bi, Mas Noah pasti capek kalau habis pulang kerja disuruh beli-beli begituan. Takut merepotkan. Saya masih kuat kok menahannya. Makanya mau saya buat tiduran aja biar lupa."


"Mana bisa begitu Nya, nanti si adek jadi ileran lho kalau enggak diturutin ngidamnya!" sergah Rima.


"Saya enggak selera lagi. Biar nanti sajalah. Kalau Mas Noah sudah pulang dari kantor, tolong bilang saja kalau saya sudah tidur. Selamat malam semuanya." Luna melengos pergi meninggalkan dapur dan berjalan masuk menuju kamarnya.


***


2 jam kemudian, Noah tiba di kediamannya setelah hampir seharian penuh lembur di kantor. Dalam seminggu ini, Noah berencana menuntaskan seluruh pekerjaannya di kantor karena minggu depan ia akan mengajak istrinya berlibur ke Yunani, sesuai request. Alhasil Noah jadi kejar tayang.


Sekujur tubuhnya pegal semua. Mulai dari tulang leher hingga pinggang yang linu dan otot-otot tangan dan kaki yang terasa tegang. Noah jadi ingin merebahkan diri di kasur dan segera tidur. Kebetulan dia sudah makan malam di kantor tadi bersama karyawan lainnya.


Ketika Noah hendak masuk ke kamar, langkahnya mendadak terhenti selepas mendengar bunyi panci dan wajan yang kerontangan berasal dari dapur.


Saat dilihat, ternyata ketiga asisten rumah tangganya sedang asyik memasak bersama. Noah sedikit tak paham dengan situasinya. Hari sudah larut tapi kenapa mereka bertiga masih masak? Apa jangan-jangan mereka sedang lapar!


Suara bariton Noah mengagetkan ketiganya hingga tubuh mereka sedikit terjengkang kebelakang.


"Ehhh...ada Tuan, maaf Tuan kalau kami berisik." Sari menundukkan kepalanya kebawah diikuti oleh Rima dan Bi Sumi yang melakukan gesture sama.


Noah mengedarkan pandangannya menatap suasana dapur yang terlihat berantakan tak seperti biasanya. Banyak wadah berserakan dan juga beberapa potongan sayuran yang tidak rapi.


"Kalian sedang masak apa sih sebenarnya? Kok dapur sampai berubah kayak kapal pecah begini?"


"Kami sedang belajar memasak steak daging domba, Tuan. Sama bikin saus chimichurri!" seru Bi Sumi sambil mengangkat wadah baskom berisikan saus berwarna hijau yang Noah tak tahu komposisinya apa.


Noah mengerutkan keningnya. "Mau bikin lamb steak ya?" diatas kitchen island, Noah sempat melihat adanya dua rack of lamb yang berjajar.


Sari membenarkan. "Betul Tuan! Lamb steak.."


"Untuk siapa?" tanya Noah lagi.

__ADS_1


"Ya buat Nyonya dong, Tuan.." jawab Sari.


"Luna? Istri saya sedang mengidam?"


"Iya Tuan. Tapi sekarang Nyonya sedang tidur di kamarnya."


"Tidur? Terus kalau masakannya sudah jadi, siapa yang bakal makan?"


Ketiganya jadi bingung menjelaskannya.


Bi Sumi menjelaskan, "Begini lho Tuan..tadi pas jam makan malam, Nyonya Luna sempat mengidam. Katanya pingin makan lamb steak with chimichurri sauce yang pernah dibeli di restoran bersama dengan kakak iparnya."


Pikiran Noah langsung tertuju pada Ben & Dom's Steakhouse. Pasti restoran itulah yang dimaksud Luna. Istrinya itu pernah cerita kalau dia suka sekali makan steak di tempat itu saat sedang shopping bersama Kak Isabelle.


"Tapi sayangnya enggak kesampaian, Tuan. Soalnya Nyonya bilang, kalau mau makan di restonya harus booking dulu. Karena saya sama yang lain enggak tega, makanya kami coba belajar buat steak! Kali-kali rasanya mirip." curhat Bi Sumi panjang lebar pada sang majikan. Siapa tahu dengan buka-bukaan seperti ini Noah jadi peka.


"Luna kok tidak bilang sama saya ya? Padahal kalau dia mau makan steak-nya, saya bisa langsung telepon owner resto itu. Pemiliknya masih sahabat dekat saya waktu kuliah diluar negeri!" tukas Noah.


"Itu dia Tuan, saya juga tadi bilangnya begitu. Nyonya sendiri yang justru menolak. Katanya tidak mau merepotkan Tuan yang sibuk."


Noah menghela nafasnya kasar. Kok bisa istrinya tak mau menelpon hanya karena takut merepotkan. Noah merasa ada yang tidak beres dengan Luna akhir-akhir ini.


Bahkan meski pertengkaran mereka telah usai beberapa waktu lalu, Luna masih saja bersikap dingin pada Noah. Sepulang dari rumah sakit Luna menjadi sosok yang pendiam. Pribadinya seakan-akan tertutup.


"Jadwal saya memang padat, tapi kalau Luna lagi ngidam..sebisa mungkin saya sempatkan waktu sebentar untuk mengabulkan permintaannya." kata Noah.


"Luna cerita apa saja pada kalian? Tolong jawab yang jujur." tanya Noah serius.


"Nyonya hanya bilang sama saya kalau beliau kapok mau minta-minta sesuatu sama Tuan. Katanya takut tidak dituruti. Nyonya bilang, Tuan akhir-akhir ini suka marah-marah sendiri. Itu sebabnya Nyonya tidak berani ngomong apa-apa," Sari mengungkapkan segala keluh kesah Nyonyanya didepan suaminya langsung. Dan,


Deghh...


Jiwa Noah seketika tertegun rasanya.


"Luna sudah makan belum?" tanya Noah lagi.


"Belum tuan, Nyonya tidak selera sama masakan kami yang untuk makan malam. Beliau mau langsung tidur, katanya biar rasa ngidamnya mereda dan hilang berganti esok hari." sahut Sari.


Dan di momen inilah, hati Noah mencelos dibuatnya. Noah benar-benar merasa tertamparr akan fakta ini.

__ADS_1


Terlintas sebuah pertanyaan didalam otaknya, apakah Luna sedang mengalami trauma karena sikap cueknya selama ini?


***


__ADS_2