
Pengurusan dokumen paspor untuk Luna sudah rampung. Dan tibalah akhirnya, hari dimana Noah dan Luna akan bepergian bersama ke Singapura.
Semalam sebelum keberangkatan, Luna bahkan tidak bisa tidur saking excited-nya. Koper miliknya yang sudah dipacking rapi sampai dibuka tutup bolak-balik, untuk memastikan tak ada barang yang tertinggal.
"Woww..asyik nih, kita naik pesawat first class!!" Luna tampak bersemangat.
Noah memandang tersenyum pada Luna setelah mereka check in bagasi. Bagi Noah, Luna terlihat seperti anak kecil yang kegirangan karena diajak pergi orang tuanya.
"Lun, ini kan masih ada waktu 1 jam setengah lah sebelum take off, kamu mau beli sesuatu dulu? Kue, sandwich, atau mau kopi?" Noah menawarkan Luna.
"Enggak Om, saya udah makan..tadi sarapan di rumah! Saya juga enggak begitu suka kopi!"
Karena tahu jika Noah memesan tiket untuk penerbangan pagi, Luna sudah mempersiapkan diri sejak pukul 4 pagi. Mulai dari mandi hingga sarapan lebih awal. Supaya dia tidak telat saat Noah menjemput Luna di kontrakannya.
"Ohhh okay..saya pikir kamu belum sarapan. Kamu mau menunggu di VIP lounge sendirian tidak apa-apa kan?"
"Om Noah memangnya mau kemana?" tanya Luna.
"Saya mau beli kopi dan sandwich subway dulu untuk mengganjal perut, saya belum sarapan..." Noah mengusap-usap perutnya, menandakan kalau dia lapar.
"Kenapa enggak makan nasi aja Om? Biar perutnya kenyang sekalian!"
"Nanti ada makanan di pesawat! Takutnya kalau saya beli nasi sekarang, malah kekenyangan. Makanya saya cari roti dan kopi saja, biar mata ini melek...semalaman saya lembur menggarap design," jari-jari Noah bergerak membelalakkan matanya sendiri.
Noah sengaja hanya membeli sandwich saja, karena dia tahu di pesawat nanti akan diberi makanan sebagai salah satu bentuk fasilitas yang diberikan oleh pihak maskapai. Itu sebabnya dia tak ingin terlalu kenyang.
"Kalau gitu saya temenin aja Om, ngapain juga saya sendirian di lounge...bengong enggak ada teman malah!"
"Kali aja kamu masih pengen duduk-duduk santai..masih pagi juga kan nih, rawan mata ngantuk!"
"Udah Om ayo...cari sandwich nya, meski kita punya waktu setengah jam..tetap aja, jangan mepet-mepet!"
__ADS_1
"Iya-iya..ayo kita ke tempat langganan saya beli sandwich!" ajak Noah.
***
Ketika sudah duduk di pesawat, Noah kembali sibuk berkutat dengan laptop miliknya. Dia harus mempersiapkan beberapa design bangunan hotel rancangannya untuk dipresentasikan nanti pada klien baru.
"Om, lagi sibuk ya..." ketikan jari jemari Noah di keyboard laptop menarik perhatian Luna yang sedang membaca majalah.
"Hmm...ini saya masih harus kroscek beberapa dokumen penting untuk persiapan presentasi," jawab Noah tanpa menoleh.
Pandangan mata Noah masih fokus pada layar didepannya.
"Om, biasanya kan CEO-CEO model kayak Om tuh punya assisten atau minimal sekretaris gitu buat nemenin perjalanan bisnis ke luar kota. Ini kenapa Om enggak punya?" tanya Luna polos.
Menurut yang Luna tahu, bos-bos besar macam Noah tidak mungkin kalau tidak punya kaki tangan yang menjadi orang kepercayaannya.
"Saya ada asisten, namanya Bagus. Cuman dia sedang cuti sementara untuk menemani ibunya yang sedang sakit dan harus cuci darah. Kebetulan saya belum ada penggantinya, karena orang-orang yang melamar di kantor itu kebanyakan tidak memenuhi kriteria."
"Owwhh begitu...." Luna ber ooh ria.
PLUKKK.....
Noah menutup laptopnya dan memasukkannya kembali kedalam pouch bag khusus laptop.
"Lah udah selesai Om?"
"Udah..tidak butuh waktu yang lama kok! Cuman scroll..scroll..dan cek ricek sebentar udah cukup."
Luna mengangguk paham. Pada dasarnya Noah adalah orang yang jenius dan suka bekerja cepat, jadi hal seperti ini pasti sudah biasa.
"Om, nanti kita ke Singapura agendanya apa aja nih? Saya kan enggak tahu rundown-nya gimana?" Luna bertanya penasaran.
__ADS_1
Selama ini Noah hanya mengajak Luna ke Singapura tanpa tahu kegiatan spesifik apa saja yang akan mereka lakukan disana nanti.
"Hari ini setelah sampai, saya mau ketemu langsung dengan klien. Karena meeting akan diadakan di conference room tempat hotel kita menginap. Besok juga sama, masih stay di hotel aja. Banyak yang harus dibahas soal kerjaan. Baru hari ketiga nanti kita akan jalan-jalan..." terang Noah.
Luna memicingkan matanya, "Berarti saya nunggu di hotel aja nih untuk hari pertama dan kedua?"
"Ya kalau kamu mau jalan-jalan sendiri silahkan, saya izinkan asalkan jangan nyasar dan jangan pergi jauh-jauh. Hotel kita nanti itu lokasinya strategis, dekat dari keramaian pusat kota. Kamu bisa tuh keliling hotel, cari street food atau apalah itu."
"Di hotel aja pun sebenarnya bisa, kamu mungkin mau berenang, bersantai di rooftop, atau spa dan pijat refleksi juga bisa. Nanti saya yang bayar semua kok.." lanjut Noah.
"Widihh..rejeki nomplok nih! Beneran Om?!"
Kedua mata Luna berbinar-binar kala mendengar dia akan dibayari gratis untuk menikmati fasilitas hotel dan lain-lain
"Beneran lah..kurang kerjaan saya bercanda! Kan kemarin saya bilang sebelum kita berangkat, saya ajak kamu kesini itu gratis! Kamu cukup bawa badan aja temani saya..beres!"
"Wah makasih Om..kalau hari ketiga, mau jalan-jalan kemana?"
"Ke Universal Studios Singapore mau?" kata Noah pada Luna.
"Hahhhh?!! Mauuu Om!!!" pekik Luna.
"Shhttt... jangan keras-keras, nanti menganggu ketenangan penumpang orang lain!" Noah menegur Luna yang kelepasan.
"Ooopss..maaf Om, terlalu semangat jadi lupa diri!" Luna berbisik pelan dan menutup mulutnya.
Noah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd Luna yang begitu senangnya diajak ke Universal Studios.
***
Mohon kesediaannya untuk kakak-kakak atau teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.
__ADS_1