
Total 6 hari lamanya, Noah dan Luna berada di luar negeri. Kini waktunya mereka untuk kembali ke realita kehidupan awal dan menjalankan aktivitas masing-masing.
"Mas, makasih banyak yah udah ajakin aku jalan-jalan gratis! Aku seneng banget, terima kasih karena udah diajak ke berbagai tempat wisata menarik disana!" kata Luna.
"Sama-sama Lun, aku juga senang. Lumayan, aku sekalian refreshing tipis-tipis!" balas Noah.
"Ngomong-ngomong, maaf ya Mas kalau aku suka ngerepotin disana. Jujur aku merasa sungkan karena apa-apa semuanya dibelikan. Lihat nih tentengan aku sampai numpuk begini, untung aja enggak nambah biaya bagasi tadi," Luna merasa tidak enak.
Pasalnya selama liburan, Luna tak mengeluarkan uang sepeserpun kala menginginkan sesuatu. Semua biaya full ditanggung oleh Noah tanpa terkecuali.
Noah bahkan memerintahkan Luna untuk membeli baju branded, sepatu, dan pernak-pernik souvenir sepuasnya. Katanya untuk oleh-oleh kerabat terdekat. Lumayan juga, Luna bisa memberi bingkisan untuk Friska, Dion dan keluarganya, serta Pakdhe dan Budhe-nya.
Kesannya memang aji mumpung, tapi sedari awal Noah seringkali memaksa Luna untuk berbelanja. Sehingga, tidak ada kata penolakan dalam kamus Luna. Kapan lagi dibiayai gratis?
"Sudahlah Lun, anggap saja ini semua hadiah nomplok. Jangan sungkan, kita 6 hari bersama udah mulai mengenal satu sama lain lho. Anggap saja saya teman kamu! Saya mentraktir kamu juga tanpa paksaan...terimalah!" ucap Noah.
"Sekali lagi, makasih banyak ya Mas! Aku enggak akan pernah melupakan trip kita ke Singapura. Foto-fotonya nanti bakalan aku cetak dan print terus dimasukkan ke album dibuat scrapbook..pasti bagus deh!" Luna tersenyum kegirangan.
"Suka-suka kamu sajalah! By the way, ini kamu saya antar pulang aja ya?"
"Ehh..enggak usah repot-repot Mas, saya pulang naik taksi aja deh! Kan banyak tuh di depan bandara!"
"Kamu itu, ada yang gampang malah milih yang susah! Sudah, kuantar saja...supirku sudah jemput di depan, kalau naik taksi ribet kamu bawa barang segitu banyak!" omel Noah.
"Beneran enggak apa-apa Mas?" tanya Luna ragu.
"Kan udah aku tawarin, jelas enggak apa-apa! Ini kan juga hari Minggu, jadi aku santai.."
"Oke deh, makasih Mas!"
"Aku bosan mendengar kamu bilang terima kasih terus..." Noah terkekeh pelan.
__ADS_1
1 setengah jam kemudian mereka tiba di depan kontrakan Luna. Jarak antara bandara ke rumah Luna memang agak jauh, sehingga memakan waktu yang lama untuk bisa sampai. Beruntungnya kondisi jalan tidak macet.
"Puji Tuhan sudah sampai," Luna menurunkan kopernya dan barang belanjaannya dari bagasi, dibantu oleh Noah dan supirnya.
"Serius deh Mas, aku enggak akan pernah capek untuk bilang makasih sama Mas Noah!"
"Iya...iya..saya kenyang sama makasih kamu!" ucap Noah sembari menutup pintu bagasi karena barang-barang telah diturunkan semua.
Supir Noah kembali masuk ke mobil untuk memberikan majikannya privasi agar bisa berbicara dengan Luna dengan bebas.
"Mau sekalian dibantu bawa masuk? Buka dulu itu pagarnya..."
"Enggak perlu Mas, cukup kok..nanti biar aku yang bawa sendiri ke dalam."
"Rumah kayaknya sepi, temanmu itu lagi keluar ya?"
"Sepertinya iya Mas, Friska lagi enggak ada di rumah. Biasanya pintu depan kebuka kalau ada orang, mungkin dia ke Mall sama pacarnya. Soalnya aku sendiri juga enggak ngabarin Friska kalau aku pulang hari ini, biar kejutan! Hihihi.." Luna tertawa jahil.
"Ya sudah saya balik dulu ya Lun, kamu hati-hati di rumah. Kunci pintunya supaya tidak ada orang asing sembarangan masuk!" pesan Noah.
Tidak salah lagi, sepertinya Luna mulai jatuh cinta pada seorang duda matang di hadapannya ini.
"Oke bos Noah, pesan diterima! Oh ya Mas, apa kita akan tetap bertemu lagi setelah ini?" tanya Luna pelan-pelan.
Luna berharap, ini bukanlah perpisahan untuk mereka berdua. Bahkan Luna siap jikalau Noah membutuhkannya sebagai partner yang bisa diajak liburan atau perjalanan dinas ke luar kota atau luar negeri.
"Tentu saja Lun, kita berdua kan sudah resmi menjadi teman!" balas Noah.
Deghhh...
Hati Luna menghangat. Baru saja Noah menegaskan bahwa dia menganggap hubungan mereka ini sebagai teman. Apakah ini yang dimaksud dengan friend-zone?
__ADS_1
Batin Luna, tak apalah. Dia dan Noah juga belum lama kenal. Semua butuh proses dan usaha. Pria yang diincar Luna kali ini adalah duda yang masih belum seratus persen move on. Luna akan berusaha lebih keras lagi mendekati Noah supaya dia bisa terpikat.
"Kamu masih punya hutang juga lho sama aku Lun, jadi mana mungkin kamu kabur dan mengelaknya!" kata Noah.
Luna mencoba-coba untuk mengingat hutang apa yang dimaksud Noah.
"Ahhhh...5 permintaan itu ya?" sahut Luna memijat pelipisnya.
Saat liburan kemarin, Noah dan Luna sempat melakukan tantangan. Barangsiapa yang terlebih dahulu kelelahan maka dia yang akan kalah. Dalam challenge tersebut, ternyata Luna yang kalah karena terlanjur letih duluan. Kakinya sudah tak kuat berjalan saat di area istana.
"Konsekuen dong, kamu kalah! Jadi kamu harus menuruti 5 permintaanku tanpa alasan! Begitu kan aturannya?" canda Noah.
"Hmmm...." Luna menghela nafasnya kasar. "Asalkan jangan yang berhubungan dengan mengeluarkan duit banyak, aku pasti nepatin janji kok Mas!"
"Bagus, kalau gitu aku pamit dulu ya Lun! Selamat beristirahat, kemarin udah pegel trip kesana kemari...tenaganya disimpan, okay?"
"Iya Mas Noah.." Luna mengembangkan senyum manisnya.
Mobil Noah akhirnya melaju pergi dan hilang dari pandangan kontrakan sederhana Luna.
Luna membalikkan badannya dan segera membuka kunci pagar untuk bisa masuk. Satu persatu, koper dan oleh-oleh miliknya yang dibungkus dalam paper bag besar dimasukkan ke dalam rumah. Luna menaruhnya di ruang tengah sementara, sebelum nanti dibongkar satu-satu.
Ketika Luna hendak menutup pintu, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya dengan style pakaian yang elegan memanggil nama Luna dari balik pagar.
"Luna..." lirih wanita itu dengan mata berkaca-kaca.
Kedua bola mata Luna terbelalak lebar. Jantungnya berdegup kencang. Luna tercengang melihat sosok wanita yang sekarang sedang berdiri di hadapannya.
Setelah wanita itu pergi meninggalkannya, kini tiba-tiba dia muncul lagi. Baru saja Luna merasakan senangnya liburan, namun kini dia harus menelan kesedihan lagi karena harus bertemu dengan wanita yang sangat-sangat dibencinya sampai akhir hayat.
"Nyonya Jelita..."
__ADS_1
***
Jangan lupa untuk memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih semua.