Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Perubahan Sikap Noah


__ADS_3

"Ikut saya sebentar Lun!" Noah menarik paksa tangan Luna yang sedang duduk di meja makan, setelah perbincangannya dengan Mommy Adelia selesai.


"Sebentar Om, coat dan tas saya ketinggalan..." Luna mengambil Coat yang disampirkan di kursi makannya serta mengangkat tas jinjing miliknya yang terletak di kursi sebelah.


"Itu Luna belum selesai makannya..kenapa main tarik-tarik begitu sih?!" Daddy Jo berteriak pada Noah yang tak perduli dengan lirikan tajam dari Daddy-nya. Ia lebih memilih untuk bersikap acuh.


Mommy Adelia yang baru saja datang dari dapur sontak terkejut melihat sikap Noah yang berubah aneh, "Dad..itu Luna dibawa kemana?"


"Mana Daddy tahu Mom...Noah langsung main tarik-tarik aja! Enggak kasih kesempatan untuk ngomong atau apa!"


Mommy Adelia dan Daddy Jonathan agaknya merasa sedikit cemas. Sebab saat meninggalkan ruang makan, raut wajah Noah terlihat tak begitu bersahabat.


"Memangnya Mommy sama Noah itu ngomong apaan sih di dapur? Kenapa harus sembunyi-sembunyi? Noah pasti begini karena habis kena omongan Mommy yah?" Daddy Jo bertanya penasaran.


"Ishh..orang Mommy enggak ngomong apa-apa Dad, beneran deh! Mommy tadi itu hanya bilang kalau Mommy merestui hubungan Luna dan Noah ke jenjang yang lebih serius."


"Daddy sih setuju aja Mom kalau Luna jadi mantu keluarga ini, anaknya baik, lucu dan, ceria. Tapi emangnya mereka menjalin hubungan Mom?"


"Ya enggak juga sih, belum ada pendekatan apa-apa! Cuman, apa mungkin ya Noah tersinggung sama omongan Mommy yang nyuruh dia untuk menikahi Luna?!"


"Mommy sih keburu-buru aja! Orang baru kenal udah dipaksa nikah..biar semua keputusan ada di tangan Noah saja! Daddy cuman ngikut...Mommy tahu sendiri kalau Noah itu keras kepala."


Mommy Adelia berdecak kesal, "Semoga mereka enggak apa-apa ya Dad, Mommy jadi enggak enak sama Luna. Jamuan makannya selesai sebelum waktunya!"


Daddy Jo langsung menghampiri istrinya itu dan mengusap tangannya lembut. Kemudian ia memerintahkan para pelayan rumah untuk merapikan meja makan.

__ADS_1


***


"Om, saya mau dibawa kemana ini?!" Noah masih mencengkeram erat pergelangan tangan Luna.


Noah menjawab, "Pulang. Saya akan antar kamu kembali pulang!"


Luna menoleh ke belakang menghadap rumah yang baru saja ditinggalkannya, "Tapi saya belum pamit sama Om Jonathan dan Tante Adelia.."


"Enggak usah, biar saya saja yang sampaikan salam kamu untuk mereka!" ucap Noah dengan nada ketus.


Noah langsung mendorong pelan tubuh Luna agar cepat masuk kedalam mobil sport yang dipakai untuk menjemput Luna tadi.


"Kenapa tiba-tiba Om? Saya tadi masih ngobrol sama orang tuanya Om, saya jadi enggak enak karena sudah pergi meninggalkan tanpa pamit."


Noah tak menggubris pertanyaan Luna. Sepanjang perjalanan ia memilih untuk diam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun pada Luna. Perubahan sikap Noah yang secara mendadak ini bagaikan serangan fajar bagi Luna.


Karena tidak tahu harus berbuat apa, Luna memilih untuk diam agar ia tidak memancing di air keruh. Mungkin saja mood-nya Noah sedang tidak baik dan Luna memaklumi hal itu.


"Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat lagi dengan keluarga saya!"


"Kenapa Om, salah saya apa?" Luna bertanya kebingungan. Ia tak merasa melakukan sesuatu hal yang aneh-aneh.


Noah menoleh pada Luna, "Ya karena saya enggak suka!"


"Orang itu kalau enggak suka ada alasannya! Jadi Om tolong beritahukan itu pada saya..kalau saya ada salah ya saya minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya," tegas Luna.

__ADS_1


"Pokoknya mulai detik ini, besok, dan seterusnya kamu jangan dekat-dekat sama keluarga saya! Kamu cuman orang asing..saya tidak pernah tahu apa niat kamu! Jangan kamu pikir karena orang tua saya ramah, maka saya akan melunak. Salah besar!!" Noah sedikit meninggikan suaranya.


"Om ini kenapa sih tiba-tiba marah enggak jelas? Ya sudah Om, saya janji mulai besok enggak akan dekat-dekat lagi atau ikut campur dengan keluarga Om. Tolong turunkan saya didepan jalan situ!" pinta Luna.


"Tidak, saya tetap akan mengantarkanmu sampai rumah. Saya yang membawamu pergi, maka saya juga yang akan memulangkanmu."


Sayangnya Luna tak mengindahkan ucapan Noah. Dia terlanjur sakit hati karena sudah diperlakukan tidak adil. Maka dari itu, Luna terpaksa membuka pintu mobil saat kendaraannya sedang berjalan. Terlebih Noah lupa untuk mengunci central lock.


"Ehh..jangan gila kamu! Ini mobilnya masih jalan! Jangan dibuka-buka sembarangan!"


"Makanya turunin saya!"


"Cckkk..iya-iya..ini saya berhenti!" Noah menepikan mobilnya di trotoar jalan yang terlihat sepi.


Luna membalikkan badannya menghadap Noah, "Dengar ya Om, saya sungguh kecewa dengan perlakuan Om yang aneh hari ini terhadap saya. Entah kesalahan apa yang saya lakukan hingga membuat Om berubah!"


"Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih atas kebaikan Om dan keluarga yang sudah bersedia menjamu saya. Saya berjanji, mulai besok saya enggak akan dekat-dekat lagi dengan kalian. Untuk Tante Adelia kebetulan saya punya nomor beliau, saya yang akan telepon sendiri nanti. Setelah itu saya akan block nomornya termasuk Om juga!" Luna melepaskan seat belt nya dan segera keluar dari mobil.


Sebelum menutup pintu Luna berucap kembali, "Dan satu lagi..untuk uang yang pernah Om transfer buat saya, malam ini juga akan saya kembalikan. Permisi!" Luna membanting pintu mobil Noah dengan keras dan segera pergi untuk mencegat taksi atau angkutan umum apapun yang mungkin lewat.


Sedangkan Noah, dia masih terduduk membeku didalam mobil. Noah sedang merenungkan perbuatan yang baru saja dilakukannya pada Luna. Secara tak sadar, Noah tak mengerti mengapa ia tiba-tiba bertindak impulsif dan menyakiti hati Luna.


Apa ini karena efek Mommy-nya yang tiba-tiba menyuruhnya untuk menikahi Luna?


***

__ADS_1


Mohon kesediaannya untuk teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya teman-teman..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.


__ADS_2