
Noah dan Luna akhirnya telah menginjakkan kaki mereka di Praha pada pukul 12 siang tepat waktu setempat setelah hampir 15 jam mengudara dari Singapura. Keduanya sedang mengurus bagasi setelah pengecekan imigrasi telah rampung dilakukan.
"Kita udah ada yang jemput Mas?" tanya Luna.
"Sudah kok, kemarin aku sudah minta tolong sama Bagas, untuk mengatur tur perjalanan honeymoon kita selama disini. Jemputannya pasti udah stand by di airport 1 jam sebelum kedatangan kita." jawab Noah sembari mengangkat koper mereka ke trolley cart.
Liburan kali ini, Noah dan Luna benar-benar mandiri. Mereka hanya pergi berdua saja tanpa adanya bala bantuan atau asisten.
Normalnya, Noah terbiasa bepergian keluar negeri untuk perjalanan bisnis dengan Bagas--asistennya. Sedangkan ketika liburan keluarga, Mommy Adelia selalu membawa serta 3 asisten rumah tangga untuk ikut serta membantu.
"Ini Lun, kamu pakai Coat aku langsung. Setelah keluar dari bandara, udaranya dingin." Noah menyerahkan sebuah jaket tebal berbulu cokelat pada Luna.
"Makasih Mas!" balas Luna.
Meskipun baju dingin itu kebesaran dan kelonggaran ketika dipakai oleh Luna, ia tidak begitu mempermasalahkannya. Yang terpenting, tubuhnya bisa terlindungi dari cuaca dingin yang menerpa.
"Sini Mas, gantian biar aku bantu dorong cart nya.." Luna menjulurkan tangannya untuk mengambil alih airport trolley yang dipegang Noah.
"No..no..no, tidak perlu. Aku bisa mendorongnya sendiri." Noah mencegahnya.
"Berat ya Mas? Maaf yah..aku ngerepotin karena bawa dua koper besar begitu!"
"Ini ringan kok, kalau didorong pake cart kan tidak akan terasa Lun! Sekalipun berat, mana mungkin aku suruh kamu yang angkat-angkat atau dorong. Pantang buat aku untuk membebankan ini pada seorang wanita, apalagi istri aku sendiri."
Luna masih sering tersenyum sendiri kala mendengar Noah memanggilnya dengan sebutan istri.
Ya, istri. Luna sudah menjadi seorang istri sekarang. Rasanya masih sulit untuk dipercaya jika kemarin dia dan sang suami baru saja selesai melakukan pemberkatan nikah.
"Ayo Lun, kita jalan..." ajak Noah.
Luna tak merespon Noah, dia masih termenung dan larut dalam lamunannya.
"Hey..Luna?!" Noah menepuk-nepuk lengan Luna yang terdiam.
Pukk..pukk..
"Ehhh..iya Mas, kenapa-kenapa?" Luna tersentak dan seketika membuyarkan keheningan yang tercipta di dalam kepalanya.
"Kamu kenapa diam aja? Is there something wrong?"
"Enggak kok Mas, aku cuman enggak fokus aja tadi..maaf! Mungkin kena jet lag sedikit!" Luna beralasan.
"Are you okay? Nanti kita bisa istirahat dulu aja di hotel, jangan langsung trip."
"I'm more than fine Mas, aku cuman kena starstruck aja! Saking senangnya udah sampai Praha, aku jadi kayak ngelamun tadi!" Luna meringis menunjukkan deretan giginya yang putih bersih nan rapi.
Noah tersenyum manis. "Ya sudah, ayo jalan sekarang..akutnya jemputan kita lama nunggu, kasihan juga mereka kalau kitanya kelamaan."
Luna mengangguk paham. Setelah selesai mengurus bagasi, keduanya segera berjalan berdampingan keluar menemui jemputan yang sudah dipersiapkan khusus untuk mereka.
Noah mengedarkan pandangannya, celingukan kesana kemari untuk mencari papan nama yang bertuliskan namanya. Dan, ketemulah akhirnya!
__ADS_1
"Mr. Noah Clerk?"
Panggil seorang pria yang akan menjadi guide perjalanan Noah dan Luna dalam beberapa hari kedepan.
"Yes, I am."
Noah dan sang tour guide saling berjabat tangan.
"Welcome to Prague, my name is Jakub Hajek. I will be your tour guide for the few days ahead. Delighted to meet you Mr. Clerk." ucap Jakub dengan ramah.
"Glad to know you Mr. Hajek, hopefully we'll have a great time. And..also meet my wife, Luna."
Noah menelusupkan tangannya untuk melingkar di pinggang Luna, kemudian memperkenalkannya pada Jakub.
"Hello, Mr. Hajek..I'm Luna," Luna mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Jakub.
"The same goes to me, pleasure to meet you too Ma'am. Shall we go now?" tanya Jakub.
"Indeed, do you mind to take our luggages?" pinta Noah pada sang tour guide untuk membawakan koper-koper miliknya.
"Sure, I'll do it." Jakub mengiyakan.
Noah dan Luna akan pergi ke hotel terlebih dahulu untuk mandi, beristirahat, dan membersihkan diri sejenak. Mengingat ini adalah pengalaman pertama Luna bepergian jauh dengan durasi waktu yang panjang, Noah ingin memastikan istrinya tidak jet lag dan baik-baik saja.
Untungnya jarak dari bandara ke hotel cukup dekat sehingga mereka bisa cepat sampai.
***
Memasuki kamar hotel, Luna dengan langkah kakinya yang cekatan langsung berlari kecil menuju balkon. Dia begitu takjub akan pemandangan yang disuguhkan dari atas sini.
Matanya berbinar-binar, tak mau berhenti menatap jalanan dan suasana kota Praha yang terlihat indah di matanya.
"Kamu suka Lun?" tanya Noah seraya melepaskan jaketnya untuk diletakkan di tepian kasur.
Noah kemudian menyusul istrinya yang sedang asyik di balkon.
"Suka banget Mas! Suka..suka..suka sekali!" Luna membalikkan badannya untuk memeluk Noah erat.
"Aku senang kamu suka." Noah membalas pelukan Luna dan mengusap lembut punggungnya.
"Sayang banget sama Mas Noah!" Luna berjinjit dan mendaratkan kecupannya di bibir Noah sekilas.
Tubuh Noah menegang seketika karena tidak siap. Entah mengapa, hal-hal kecil yang dilakukan oleh Luna seperti sekarang ini selalu membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
Harus Noah akui, dalam hatinya sudah mulai timbul rasa ketertarikan yang begitu kuat terhadap Luna, tak bisa mengelak.
Noah menggesek-gesekan hidungnya dengan hidung Luna, hingga kening keduanya menempel dengan sempurna. Momen ini membawa keduanya semakin dekat dan jatuh ke dalam jurang kebahagiaan.
Drtt..drtt...
Bunyi getaran ponsel Noah membuyarkan lamunan mereka, menganggu momen romantis yang baru saja terjalin beberapa detik yang lalu.
__ADS_1
"Kok enggak diangkat Mas?" Luna memiringkan kepalanya.
"Malas. Palingan juga tidak penting dan urusan kerjaan. Kita kan sedang honeymoon, biarlah begini dulu." Noah kembali membenamkan kepala Luna di dadanya.
"Di cek dulu Mas, siapa tahu penting. Kan telepon juga palingan butuh waktu enggak sampai 5 menit."
Noah memutar bola matanya malas. "Iya..iya..aku angkat deh, tunggu sebentar ya."
"Okay, aku ke kamar mandi dulu. Mau buang air kecil, disini dingin!" sahut Luna.
Noah mencium kening Luna sebelum akhirnya pamit undur diri untuk mengangkat teleponnya.
📱
"Halo."
^^^"Halo Pak, selamat siang untuk zona waktu di Praha. Mohon maaf menganggu waktunya, ini saya Bagas."^^^
"Ada apa Gas kamu menghubungi saya, disana masih pagi kan? To the point saja...saya lagi bulan madu begini kamu malah ganggu!"
^^^"Iya Pak sekali lagi saya minta maaf, karena ini sudah mendesak jadi saya terpaksa wajib menelpon bapak. Ini berkaitan tentang Ibu Malena."^^^
"Malena? Kenapa sama Malena?"
^^^"Beliau kemarin datang ke perusahaan untuk mencari keberadaan Bapak sambil marah-marah. Bahkan Ibu Malena berteriak mengancam security dan para karyawan disini untuk segera mempertemukannya dengan Bapak. Saya sudah menjelaskan panjang lebar kalau Bapak sedang liburan dengan Ibu Luna, tapi beliau tidak percaya dan semakin mengamuk."^^^
"Lalu, apa yang dia lakukan?"
..."Setelah drama kemarin, saya dan teman-teman lain akhirnya berhasil mengusirnya Pak. Tapi pagi ini, pas saya datang ke kantor...eh Ibu Malena berulah dengan bertindak impulsif dan merusak beberapa properti perusahaan bagian depan."...
"Kamu yakin itu perbuatan Malena?"
^^^"Yakin Pak, sebab ada pesan yang tertinggal. Tulisannya itu dari Ibu Malena. Beliau marah karena Bapak mengabaikannya."^^^
Noah berdecak kesal. Alih-alih bisa tenang saat bulan madu dengan Luna, ia malah dihadapkan oleh drama yang diciptakan Malena.
"Keterlaluan!! Sudah tidak waras Malena! Ya sudah Gas, nanti minta tolong kerusakan di kantor kamu tangani dulu. Soal Malena, biar saya pikirkan. Kamu perketat saja keamanan perusahaan dan jangan sampai kamu biarkan dia menapakkan kaki di Clerk Kingdom. Sewalah bodyguard juga untuk berjaga-jaga di rumah orang tua dan kakak saya, takutnya Malena nekat."
^^^"Siap Pak, laksanakan."^^^
"Okay, saya tutup dulu teleponnya. Saya masih sibuk disini."
^^^"Baik Pak, terima kasih atas perhatiannya."^^^
Sambungan telepon berhenti.
Noah melemparkan ponselnya ke kasur karena frustasi. Gara-gara Malena, dia jadi bad mood dan kesal tiba-tiba. Noah sampai berpikir keras bagaimana caranya untuk membuat mantan istrinya itu kapok dan berhenti mengusik kehidupannya.
Noah harus mengambil tindakan. Perbuatan Malena sudah mengganggu ketentramannya.
***
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.