
AUTHOR POV
Setelah melakukan perjalanan panjang yang memakan waktu selama belasan jam, Noah dan Luna akhirnya mendarat dengan selamat di Athena--Yunani, sejak kemarin siang.
Belum berakhir sampai disitu saja, karena setelahnya mereka harus mengambil flight lagi untuk penerbangan ke Santorini karena disitulah nantinya yang menjadi tempat mereka berlibur.
Tadinya Noah sempat hendak mengajak Luna menaiki cruise dari Athena menuju Santorini, namun berhubung Luna hamil rencana itu ia urungkan. Noah hanya takut jika istrinya merasa mual saat di kapal.
Menapakkan kaki di Santorini, seorang staff resort tempat dimana mereka menginap turut menyediakan fasilitas penjemputan di bandara sehingga mereka tak perlu repot-repot lagi. Datangnya pun juga tepat waktu.
Sesampainya di private resort, Noah dan Luna langsung bergantian untuk mandi membersihkan diri karena tubuh mereka terasa lengket akibat terlalu lama duduk dan berbaring di pesawat.
Dan tak lama selepas tuntas dari mandinya, keduanya pun mendadak tepar. Tidur dengan tangan terlentang diatas kasur king size bed mereka. Saking lelahnya, baik Noah dan Luna sama-sama mendengkur.
Harap dimaklumi, keduanya sama-sama lelah. Yang satu karena faktor kehamilan. Yang satunya lagi karena faktor pekerjaan. Sebelum berangkat, Noah bahkan rela menyelesaikan semua pekerjaannya dan mengejar deadline tepat waktu demi bisa meluangkan waktu mengajak istrinya pergi babymoon dengan tenang.
***
Pada pukul 6 pagi keesokan harinya, pasangan suami istri yang sedang dimabuk asmara ini sudah bertengger didalam kolam air untuk berenang bersama sembari menikmati floating breakfast yang tersedia.
"Hmmm...udaranya lumayan sejuk banget ya Mas disini! Apa mungkin karena masih pagi ya?" celetuk Luna yang tengah menarik napas untuk menghirup udara sambil kedua bola matanya terpejam.
"Memang sejuk karena masih pagi. Kalau siang nanti entahlah! Di Yunani sekarang kan sedang musim semi jadi kemungkinan cuacanya akan terasa hangat di jam 10 keatas," jawab Noah yang berdiri tegap dibalik punggung Luna, dengan posisi memeluk istrinya dari belakang.
Dagu tajamnya didaratkan pada pundak Luna sambil sesekali ia mengambil kesempatan untuk memberikan kecupan demi kecupan pada pipi dan juga ceruk leher wanitanya itu.
Telapak tangan Noah juga ikut bergerilya mengelus-elus lembut perut terbuka Luna yang semakin hari tampak semakin buncit saja.
"Iya juga ya...ini kan memang peralihan dari musim dingin ke musim panas jadi kayak pancaroba gitu kali ya jatuhnya!" kata Luna.
"Kira-kira begitulah.." sahut Noah mengangguk-angguk pelan.
__ADS_1
"Oh ya Mas, hari ini kita mau berangkat jalan-jalan jam berapa?"
"Kamu maunya kapan? Aku kan terserah kamu, ngikut saja bagaimana enaknya..."
Luna mengerutkan keningnya kemudian mendongak kesamping menatap mata Noah. "Kok terserah aku? Kita memangnya enggak pakai jasa tour guide apa gitu yang jam nya sudah ditentukan?"
"Ya pakai sayang..tapi orangnya fleksibel kok. Bebas mau jam berapa, bahkan sekarang pun juga bisa sebab dia available terus."
"Oh gitu..ya sudah, kalau jam 8 aja gimana? Biar bisa lama perginya. Kalau kesiangan nanti enggak seru keburu malam."
"Iya boleh." Noah menuruti saja.
Pokoknya dalam momen liburan kali ini, apapun yang Luna minta akan dia iyakan begitu saja tanpa penolakan. Sebagai tebusan atas rasa bersalahnya kemarin yang sempat membuat hati istrinya bersedih.
"Terus destinasi wisata kita mau kemana aja Mas?"
"Hari ini khusus kita pergi ke tempat-tempat bersejarah seperti museum dan jalan-jalan ke local market. Disana banyak jual pernak-pernik dan aksesoris khas dari sini. Kamu suka tidak?"
Karena antusias Luna jadi membalikkan badan dan buru-buru mengalungkan lengannya pada leher Noah. "Mau dong! Aku suka kok! Di pasar lokal pasti ada jual souvenir kan ya?"
"Berarti kalau misal ada perhiasan atau tas-tas lucu aku boleh beli kan? Sekalian mau kasih oleh-oleh buat Mommy, Kak Isabelle sm ponakan aku Chloe dan Ashley. Pasti gemes deh Mas!" ungkap Luna antusias.
"Tentu boleh. Nanti kita kesana. Tapi kamu yang kuat ya jalan kakinya. Kalau capek bilang sama aku, jangan dipaksa." Noah sudah mewanti-wanti Luna diawal karena hari ini rute mereka full naik turun tanjakan.
Noah sendiri sebisa mungkin meminimalisir perjalanan tempat wisata yang ramah untuk ibu hamil. Dia tak mau terjadi apa-apa pada calon buah hati dan istrinya.
"Siap bos! Pasti kuat kok...hitung-hitung olahraga Mas biar sehat. Di Indonesia aku ngendon terus di kamar. Aku juga enggak mungkin kan membuat diri aku kelelahan. Aku sayang banget sama anak ini! Jadi enggak mungkin aku membiarkan anak kita ikut capek!" ujar Luna.
Sambil tersenyum, Noah menangkup wajah istrinya. Tangan satunya lagi ia gunakan untuk menyelipkan anak rambut Luna kebelakang telinga.
"Hari ini kita full jalan tipis-tipis. Besok baru kita romantic date naik yacht dan pergi ke beberapa pantai. Is that okay?"
__ADS_1
"Mauuu..." rengek Luna dengan manjanya. Bibirnya yang mengerucut kedepan membuat Noah jadi tambah gemas.
"Kamu udah enggak sabar banget liburan ya? Dari tadi aku perhatikan semangat 45 nih sepertinya." Noah menurunkan tangannya untuk mendekap pinggang Luna.
"Ya iya dong Mas, ini udah sampai di Yunani. Jadi kita harus manfaatkan betul waktu yang ada. Kemarin kan kita sudah enggak pergi-pergi!"
Pernyataan Luna barusan memang valid adanya. Saat tiba kemarin mereka sengaja tidak pergi kemana-mana dulu. Waktunya difokuskan untuk beristirahat saja untuk menjaga tubuh agar tetap prima.
Mengingat ibu hamil tidak boleh terlalu lelah, Noah jadi bersikap protektif sendiri pada istrinya. Alhasil mereka hanya keliling pantai sekitaran resort yang memang ada jalan tembusan dari teras kamar mereka.
"Luna..."
"Iya Mas.." sahut Luna dengan suara mendayu-dayu.
"Aku tiba-tiba pingin..." balas Noah berbisik pelan, tepat di cuping telinga Luna.
Luna sengaja menggoda, "Pingin apa Mas?"
"Pingin itu..." Noah sedikit mendengkus.
Agaknya pria berkepala tiga itu sedikit kesal karena istrinya ini tidak paham apa yang dimaksud. Padahal kondisi dan situasi mereka sekarang ini cukup mendukung untuk melakukan percintaann panas.
Sebenarnya bukan tidak peka, Luna bahkan tahu apa yang diinginkan Noah. Memang dasarnya ia yang jahil, sengaja mengulur waktu untuk mengerjai Noah. Wajah suaminya ini tampak lucu ketika sedang merengek meminta sesuatu.
Jarang-jarang bukan Noah bersikap lucu seperti ini?
Luna kemudian mengusap lembut rahang Noah. Kedua netra mereka saling menatap satu sama lain dengan intens.
"Padahal semalam kita melakukannya lho Mas, di bathub kamar mandi. Bahkan sampai 3 ronde lagi..."
"Kurang itu..aku belum puas. Sejak kamu dinyatakan hamil, aku tidak dianjurkan dokter menyentuh kamu karena kandungan kamu lemah. Mati-matian aku menahan diri tahu! Dan sekarang mumpung sudah bisa dan dapat acc dari dokter. Jadi harus dipuas-puaskan!"
__ADS_1
"Tapi kita mau jalan-jalan. Nanti kalau aku capek gimana?"
"Please sayang...sebentar aja. Quickie ya? Kamu tidak kasihan sama junior aku? Sudah berdiri tegak bagaikan tiang begini!" gerutu Noah.