
The Marco's Dine, pukul 20.00.
Di tempat inilah Luna dan Noah berkumpul dengan sejumlah keluarga besarnya untuk mengumumkan berita kehamilan Luna. Noah sudah membooking restoran ini untuk seharian penuh, khusus hanya keluarga yang boleh datang.
Sejak satu jam yang lalu, santapan makan malam telah dinikmati oleh mereka semua yang hadir. Sebab acara dinner ini dimulai dari pukul 6 sore. Beberapa sajian hidangan diatas meja bahkan ada yang sudah tandas lebih dahulu.
Setelah main course selesai dilahap, kini saatnya para tamu untuk lanjut menikmati dessert spesial dari salah satu chef ternama di kota tempat mereka tinggal. Chocolate mousse cake with Tiramisu ice cream. Begitu namanya.
Rencananya, waktu sedang makan dessert inilah yang akan Noah jadikan momen untuk mengabarkan berita baik tentang kehamilan Luna.
Budhe Ririn yang duduk persis disamping Luna bergerak mengulurkan tangannya untuk menyentuh Luna. "Lun, sebenarnya ini ada acara apa sih..kok Budhe dan Pakdhe diundang ke acara makan malam resmi begini?
"Sabar ya Budhe..nanti pasti dikasih tahu kok! Biar Mas Noah yang jelaskan," balas Luna.
Budhe Ririn benar-benar tidak sabar untuk mengetahui, ada gerangan apakah yang membuatnya dirinya dan suami harus jauh-jauh terbang dari Semarang menuju kota tempat tinggal Luna.
Pasalnya, sejak Budhe Ririn sampai di kediaman Noah sore tadi...beliau tak henti-hentinya mencecar Luna dengan banyak pertanyaan.
"Ada acara apa ini?"
"Kenapa diundang makan malam di restoran fancy?"
"Siapa yang sedang ulang tahun?"
"Apakah Noah habis menang undian?"
Kurang lebih, pertanyaan-pertanyaan seputar itulah yang dilontarkan oleh Budhe Ririn. Berbeda dengan Pakdhe Bimo yang terlihat lebih santai dan tidak terlalu banyak bicara. Baginya, yang terpenting bisa bertemu dengan Luna saja..itu sudah membuatnya happy.
Ting...Ting..Ting...
Bunyi dentingan dari sendok yang diketukkan pada gelas kaki berisikan air mineral mengundang atensi dari semua orang yang ada di meja.
"Pengumuman...pengumuman..." Adrian berdehem sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "Di malam yang berbahagia ini, Noah ingin mengucapkan terima kasih banyak pada para keluarga tercinta yang sudah berkenan hadir pada acara makan malam yang saya helat sekarang. "
Noah melirik Luna sekilas dan melemparkan senyuman tulus, kemudian tangan kanannya meraih telapak tangan istrinya itu untuk digenggam. "Alasan kami mengundang kalian untuk dinner bersama malam ini, itu karena kita punya berita bahagia yang harus disampaikan."
"Bisa tebak tidak, berita bahagia apa itu?" Noah sengaja memancing orang-orang sekitar agak lama supaya mereka semakin penasaran.
Mommy Adelia yang tampak kebingungan hanya bisa menerka-nerka dalam hati saja, seraya bergantian memandangi Daddy Jo dan Isabelle--yang sedang menggendong Ashley, putri keduanya yang baru saja lahir.
Ketiganya sama sekali tak tahu berita baik apa yang dimaksud oleh Noah. Awalnya mereka pikir, acara makan malam hari ini hanyalah acara makan keluarga biasa pada umumnya. Tapi ternyata tidak, karena Noah akan announce sesuatu.
Budhe Ririn dan Pakdhe Bimo juga sama bingungnya sekarang. Sedangkan kakak ipar Noah--Steven, sepertinya dia tahu kabar baik apa yang akan diberitahukan oleh Noah. Itupun juga masih prediksinya saja dalam hati. Steven kembali fokus mengelap mulut belepotan Chloe yang sedang memakan dessert.
"Ayo buruan Noah, Mommy sudah enggak sabar nih! Berita bahagia apa sih sampai wajah kalian berseri-seri begitu?" desak Mommy Adelia cepat-cepat.
Noah mengendurkan genggaman tangannya dengan Luna dan beralih untuk merangkul pundak sang istri agar tubuh keduanya bisa lebih merapat.
__ADS_1
"Nadine sekarang sedang hamil, dan usia kandungannya memasuki usia 7 minggu saat ini," ungkap Noah santai yang kemudian diikuti oleh suara-suara keterkejutan dari orang-orang yang ada disana.
"Hahhhhh?!! Oh my God? Really? Congratulations Luna..." Isabelle memundurkan kursinya dan langsung menghamburkan pelukannya pada Luna.
"Thank you so much Kak Isabelle," Luna membalas cipika-cipiki dari kakak iparnya itu. "Jangan rapat-rapat Kak pelukannya, kasihan itu baby Ashley nanti ikut kegencet..hihihi!" Luna terkekeh pelan mengingatkan Isabelle.
"Maaf, habis aku terharu banget...akhirnya Noah akan menjadi seorang ayah, he's been dreaming of that for so long!" Isabelle mengipas-ngipas wajahnya untuk menahan air matanya agar tidak keluar.
Kini giliran Budhe Ririn dan Pakdhe Bimo yang memborbardir Luna dengan pelukan hangat mereka dan beberapa kecupan di setiap inci wajah cantik Luna.
"Ya ampun sayangnya Pakdhe...selamat ya, kamu sudah besar sekarang! Sudah mau jadi seorang Ibu, Pakdhe senang sekali.." ucap Pakdhe Bimo yang tak dapat menutupi rasa bahagianya. Beliau mendekap Luna dengan erat seraya mengelus-elus Surai panjang Luna dengan kelembutan penuh kasih sayang.
"Luna-ku sudah dewasa...sekarang sedang hamil. Sebentar lagi Budhe akan menjadi seorang nenek...ya Tuhan, terima kasih atas berita baik ini. Budhe senang sekali Lun.." sahut Budhe Ririn yang tengah sesenggukan menangis saking terharunya.
"Makasih ya Pakdhe..Budhe..yang sudah membimbing Luna hingga bisa melangkah sejauh ini. Luna sayang sama kalian...doakan semoga kehamilan Luna sehat-sehat ya!" Luna memeluk keduanya bersamaan dan menangis penuh emosional.
Mommy Adelia dan Daddy Jonathan menghampiri Noah dan mendaratkan pukulann yang pelan di bahu sang anak itu.
Pukkk..
"Ishh...anak nakal Mommy ini ya! Sebentar lagi mau jadi Ayah! Mommy feels happy for you Noah, akhirnya impian kamu sekarang tercapai juga. Tidak salah kan kamu pilih Luna sebagai istri!" Mommy Adelia berceletuk seraya menghapus air matanya yang jatuh di pipi.
Noah tersenyum dan memeluk kedua orangtuanya. "Thanks Mom and Dad.. I love you guys so so so much..."
"Dijaga ya menantu kesayangan Daddy, awas saja kamu berani macam-macam sama Luna. Jangan sampai buat dia bersedih dalam masa kehamilannya. Turuti semua permintaan Luna selagi kamu bisa Noah..." Daddy Jo menasehati Noah dengan raut wajah yang serius.
"Pasti Dad, Noah akan lakukan yang terbaik untuk Luna dan calon bayi kami," tegas Noah.
Kedua orangtua Noah begitu bersyukur karena anak bungsunya ini mendapatkan kesempatan untuk menikah lagi, dan bonusnya mendapat wanita yang baik dan tulus seperti Luna untuk senantiasa mendampingi perjalanan hidup Noah kelak.
***
"Mas, aku senang deh lihat ekspresi kebahagiaan yang terpancar dari keluarga kita tadi. Mereka semua terlihat histeris pas tahu kalau aku hamil. Mommy dan Budhe benar-benar heboh sampai kasih aku wejangan berkali-kali tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil." Luna bercerita penuh semangat. Raut senyum bahagia tak sedikitpun luntur dari wajahnya.
Noah dan Luna sedang berada didalam mobil untuk perjalanan pulang sekarang. Acara makan malam keluarga telah selesai digelar dan saatnya masing-masing dari mereka untuk kembali ke kediaman mereka sendiri.
Isabelle memilih pulang lebih awal karena Chloe sudah mengantuk dan baby Ashley yang tampak rewel. Untuk Budhe Ririn dan Pakdhe Bimo, mereka akan menginap 2 hari 2 malam di rumah Mommy Adelia dan Daddy Jo saja. Dengan alasan karena Mommy Adelia ingin memberikan Noah dan Luna privasi untuk menikmati masa-masa kehamilan awal berdua saja.
Noah merengkuh kepala Luna untuk disandarkan di bahunya, "Jangankan kamu Lun, aku aja juga ikut senang melihatnya. Mommy dan Daddy sampai menangis loh tadi...jarang-jarang mereka begitu."
"Namanya juga orangtua Mas, mereka akan senang kalau kitanya senang."
"Terima kasih ya, kamu sudah memberikan kebahagiaan untukku dan keluarga. Sebentar lagi kamu juga akan memberikan aku seorang anak yang lucu...aku jadi tidak sabar bertemu dengannya!" Noah mengelus perut Luna.
"Mas bisa tebak enggak, bayi kita ini perempuan atau laki-laki ya?"
"Kan kita sudah pernah bahas ini sebelumnya..aku sih terserah sama Tuhan saja mau kasihnya apa. Entah itu perempuan atau laki-laki, yang terpenting bayinya sehat."
__ADS_1
Luna berdecak, "Ckkk... bukan gitu Mas, maksud aku tuh kita tebak-tebakan dulu..biar seru! Coba kamu pikir kira-kira apa! Nanti akan kita buktikan saat kandungan aku udah gede dan bisa dilihat gender baby-nya."
Noah tampak berpikir sejenak, "Hmm..aku sih belum ada gambaran ya Lun! Tapi mungkin bayi kita perempuan deh kayaknya!"
"Oh ya? Berdasarkan analisis dari mana coba, kalau baby kita itu perempuan?" Luna mendongakkan kepalanya dan tersenyum tipis pada Noah.
"Karena faktor gen sih! Di keluargaku itu banyak perempuannya ketimbang laki-laki. Mommy dan Daddy aja anak pertamanya perempuan, dan Kak Isabelle juga anaknya dua perempuan semua. Belum lagi, sepupu-sepupu aku itu hampir semua perempuan. Aku aja cuman ada 2 sepupu laki-laki. Jadi saat ada acara keluarga, sepi banget!" terang Noah.
"Ahhh...gitu ya, hmm kalau aku sih nebaknya malah laki-laki!" Luna semakin bergelanyut manja dan memeluk lengan Noah erat.
"Alasannya kenapa?" giliran Noah bertanya.
"Enggak tahu kenapa, feeling seorang ibu hamil aja...tapi masih prediksi saja!"
"Soal itu bisa dipikirkan nanti lagi, yang terpenting sekarang kamu harus jaga kesehatan ya Lun, jangan capek-capek dulu. Kursus masaknya ditunda saja!"
"Jangan Mas, nanti aku enggak ada kegiatan di rumah. Aku tetap mau ikut kursus!" rengek Luna memohon agar ia tetap diperbolehkan kursus memasak.
"Tapi enggak di tempat pelatihannya ya, biar aku panggilkan orang yang bisa mengajari kamu ke rumah..gimana?"
"Boleh, asalkan kursusnya tetap jadi. Biar aku ada kesibukan."
"Okay, besok biar aku yang carikan, kamu tinggal duduk manis di rumah."
Luna memajukan bibirnya untuk menciumm bibir Noah sekilas. Cupp..
"Makasih Mas Noah-ku sayang...makin sayang sama kamu setiap harinya!" Luna mendusel-duselkan kepalanya di ceruk leher Noah dengan manja.
"Tuh mulai gombal mentang-mentang lagi hamil! Nakal ya kamu godain aku!" Noah mencubit pelan hidung mancung Luna.
"Biarin, kan sama suami sendiri centilnya!" Luna menjulurkan lidahnya jahil. "Oh ya Mas, kok aku tiba-tiba pengen makan es krim ya! Kayaknya enak deh.."
"Malam-malam begini kok makan es krim! Nanti sakit, kena batuk dan flu. Apalagi es krim itu manis dan dingin, tadi kan waktu di restoran udah makan dessert yang ada ice cream-nya. Enggak dulu ya, besok saja..."
"Tapi rasanya kepengen banget Mas, enggak bisa ditahan. Pengen makan yang rasa strawberry atau vanilla, kayaknya seger ! Boleh ya?" pinta Luna memohon dengan menampakkan raut wajah melasnya agar Noah luluh.
"Ya sudahlah, kita beli ke supermarket terdekat yang masih buka. Tapi sedikit saja ya, jangan banyak-banyak. Sepertinya kamu sudah mulai ngidam ini."
"Thank you suami tampanku..." Luna menoel dagu Noah dan menggelitikinya perlahan.
Noah hanya bisa tertawa kecil dan geleng-geleng saja melihat tingkah gemas dari istrinya ini. Luna adalah perempuan yang unik dan lucu. Bola matanya yang membulat besar ketika ia sedang menginginkan sesuatu, membuatnya semakin terlihat imut saja.
Akhir-akhir ini Noah juga sering memainkan pipi gembul istrinya itu yang suka menggembung sendiri saat ia sedang kesal. Belum lagi waktu Luna menangis, dalam hati Noah selalu memiliki hasratt untuk menggodanya. Tapi niat itu diurungkan karena Luna itu berbahaya kalau sedang ngambek.
Sungguh, Noah adalah laki-laki beruntung yang bisa mendapatkan istri seperti Luna. Tuhan begitu baik padanya, karena setelah bercerai dari Malena..ia langsung dapat penggantinya secara cepat. Bonus lainnya, Luna adalah wanita yang tepat untuk dirinya.
"Karta, nanti cari supermarket yang masih buka disekitar sini ya. Istri saya mau beli es krim." perintah Noah pada sang supir.
__ADS_1
"Siap Tuan Bos, laksanakan" Karta mengangguk paham.
***