
"Good Morning.." Noah menoel-noel pipi Luna dengan maksud untuk membangunnya.
Jarum jam di dinding menunjuk persis ke angka 6. Sinar matahari mulai nampak dan masuk melalui sela-sela jendela kamar. Kicauan burung
Luna mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali sambil sesekali menguceknya perlahan. Nyawanya masih belum sepenuhnya terkumpul. Wajah-wajah baru bangun tidur begitu kentara sekali.
"Mm-mas? Kamu kok belum siap-siap?" Luna tersentak kaget mendapati suaminya masih berbaring diatas ranjang, dengan memakai baju rumahan. Kaos hitam dan celana training panjang berwarna abu-abu.
"Aku baru selesai mandi." balas Noah.
"Lah, emang kamu enggak ke kantor??" tanya Luna lagi.
"Nope. Aku mau di rumah saja untuk sementara waktu. Menemani kamu." ujar Noah sambil menopang kepalanya dengan tangan ditekuk.
"Serius Mas? Emang bisa?" Luna menyipitkan matanya tak percaya.
"Ya bisalah. Ini bukan pertama kalinya aku work from home. Sebelumnya kan sudah pernah WFH, karena kemarin-kemarin kamu merengek tidak mau ditinggal."
Luna tertawa meringis mengingat awal-awal kehamilannya dia begitu rewel. "Hehehe..iya, pas pertama tahu hamil aku maunya dekat sama kamu terus."
"Hmm..sampai sekarang juga masih. Kamu mana bisa jauh-jauh dari aku! Aku pun juga aslinya berat meninggalkan kamu sendirian di rumah, setelah ada insiden paket misterius kemarin. Hati aku tidak tenang."
Luna jadi terharu dengan perhatian yang Noah berikan untuknya. Suaminya itu sampai rela mengorbankan pekerjaannya di kantor demi menunggui dirinya. Semakin hari, jalinan pernikahan antara Noah dan Luna semakin ada kemajuan. Noah mulai ber-progress dengan membiasakan diri memanggil Luna dengan sebutan sayang. Hadirnya calon buah hati mereka di perut Luna juga membuat ikatan keduanya semakin tersimpul kencang.
Walaupun belum ada kata-kata cinta yang terucap dari bibir Noah, Luna tak mau ambil pusing. Yang terpenting saat ini, Noah bertanggung jawab dan sayang padanya. Kalimat cinta tanpa aksi, buat apa juga?
__ADS_1
Contohnya Noah. Dia adalah sosok pria irit bicara yang sulit mengekspresikan perasaannya. Mengatakan kata-kata romantis atau bersikap manis pada wanita jarang dilakukannya. Dia paling anti dengan gombalan. Love language-nya yang mengarah pada act of service adalah keunggulan yang bisa dibanggakan dari dia.
Bangkit dari rebahannya, Luna kemudian duduk bersandar pada headboard kasur. Dinginnya kamar AC di pagi hari, membuat Luna betah menyelimuti bagian tubuhnya dari kaki sampai bawah dengan bed cover yang empuk dan terasa nyaman.
"Terus meeting kamu gimana Mas?" seingat Luna, Noah pernah bilang kalau dalam minggu ini perusahaannya akan kedatangan tamu kebesaran dari Australia.
"Tidak ada meeting dalam minggu ini. Aku hanya menyuruh Siska untuk membawa semua pekerjaanku ke rumah, sekalian sama berkas-berkas yang perlu ditandatangani," jawab Noah yang kini ikut-ikutan duduk bangun.
"Aku kira kamu ada meeting sama klien?!" celetuk Luna.
"Tidak lah.. miskomunikasi itu. Kamu pikir meeting dengan klien itu terus-menerus? Bisa bosan aku. Dalam sebulan biasanya 2-3 kali saja. Kecuali sama karyawan sendiri, tiap minggu pasti rutin ada rapat evaluasi kerja. Soal itu biar ditangani Bagas bisa, dia yang mewakili aku nanti." jelas Noah panjang lebar.
Semalam, dia telah menelpon Bagas yang memang dipasrahi untuk menggantikan jobdesc Noah selagi dia absen. Tapi, Bagas tentunya tidak serta merta dilepas begitu saja. Kerjanya masih dalam pengawasan Daddy Jonathan.
"Jadi sungkan deh Mas sama karyawan kamu di kantor. Semenjak nikah sama aku, kamu jadi sering banget bolosnya. Sering enggak ada di perusahaan. Padahal kamu terkenal akan kedisiplinannya. Bakal jadi bahan gosipan nih. Kesannya aku kelihatan banget manjanya..sok ngatur-ngatur.."
"Siapa yang mau gosipin kamu? Berani mereka ngomongin yang tidak-tidak, biar aku kasih SP atau yang paling parah pecat sekalian. Aku bisa dengan mudahnya menurunkan gaji mereka." jawab Noah tanpa beban.
"Galak banget sih suamiku..enggak takut apa kalau nanti profesionalitas kamu dipertanyakan? Main pecat dan hukum karyawan hanya karena personal case."
"Aku tidak perduli. Biarlah orang berkata apa. Aku boss-nya, CEO-nya, aku juga bagian dari owner perusahaan Clerk Kingdom bersama Daddy. Suka-suka aku lah mau menerapkan kebijakan yang bagaimana. Lagian ya, ada atau tidak adanya kehadiranku di kantor, aku tetap bisa menghasilkan uang dimanapun berada."
"Hmmm..mulai sombongnya nih!" Luna hendak menggelitik perut Noah namun dengan cepat Noah bisa menghindari.
"Ishh..apa sih main gelitikan segala. Aku bukan sombong, itukan fakta! Sudahlah, kamu jangan terlalu pikirkan soal pekerjaan aku. Lebih baik sekarang kamu mandi, terus kita sarapan sama-sama."
__ADS_1
"Males ah Mas..masih ngantuk aku. Ini masih jam 6 pagi!" Luna berdecak lalu kembali merebahkan tubuhnya dan bergulung dengan bedcover.
"Bumil jangan malas!" ditepuknya pipi mulus Luna secara pelan oleh Noah."Ayo sayang, bangun! Suami sudah di rumah begini masa mau dianggurin? Temani aku sarapan." Noah segera menyibak bedcover Luna, kemudian berdiri di tepian kasur.
Luna menghela nafasnya panjang. "Kalau gitu gendong ke kamar mandi!" Luna menjulurkan kedua tangannya kedepan berharap Noah mau menggendongnya.
"Sudah besar masih minta gendong. Jangan kekanakan Luna..."
"Males Mas jalan ke kamar mandi! Ini aja kamu paksa aku bangun padahal aku masih ngantuk. Tapi kalau digendong baru aku mau!" pinta Luna memelas. Dengan wajahnya yang seperti ini, biasanya Noah cepat luluh.
"Jalan sendiri kan bisa. Jarak dari kasur ke kamar mandi cuman 7 langkah padahal." Noah menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu sendiri juga kenapa enggak mau? Tiban disuruh gendong 7 langkah susahnya minta ampun. Takut sakit pinggang ya? Karena gendong badan aku yang gendutan, makanya kamu ogah-ogahan gitu?!" kata Luna dengan nada ketus.
"Kamu ngaco, jangan suka nambah-nambahin omongan deh. Siapa yang bilang kamu gendut? Adakah kata-kataku yang mengucap kata gendut?"
"Ya kalau gitu gendong." Luna semakin gencar menggoyangkan kedua tangannya untuk menarik atensi Noah agar dia bersedia menggendongnya.
Noah memalingkan wajahnya sambil sedikit berdecih. Ada-ada saja permintaan gendong menggendong ini. Sebenarnya bukan karena Noah tidak mau menuruti permintaan istrinya itu. Hanya saja dia sendiri juga sedang tidak mood sekarang.
"Kenapa diam? Pasti enggak mau ya?"
Skak Mat!!
Tebakan Luna tepat sasaran.
__ADS_1
***