
Hari pernikahan akhirnya tiba. Persiapan yang hanya dilakukan dalam kurun 3 hari saja bisa rampung dalam waktu yang cepat.
Tampak Luna sudah terlihat cantik dengan gaun putih panjang dengan ekor menjuntai, rambutnya yang lebat nan ikal tersanggul cepol kecil dengan hiasan bunga-bunga kecil, dan sapuan make up yang natural menghiasi wajah ayu-nya.
Luna melenggang dengan anggun membawa seikat buket bunga Krisan menuju altar dengan didampingi oleh Pakdhe Bimo, cinta pertamanya.
Tiba di altar, Noah langsung mengambil alih genggaman tangan Luna. Noah melirik Luna sebentar dan keduanya saling melempar senyum satu sama lain.
"Saya Noah James Clerk mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."
"Saya Luna Olivia, mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."
"Dengan hal ini, saya nyatakan kalian sebagai pasangan suami dan istri yang sah," ucap sang pendeta.
Prokk..prokk..prok..
Sorak dan tepuk tangan dari para hadirin terdengar riuh memenuhi seisi ruangan.
Senyum kebahagiaan terpancar di wajah Mommy Adelia dan Budhe Ririn yang sedari tadi tak henti-hentinya memegangi tisu untuk menghapus air mata mereka. Hal yang sama terjadi pada Daddy Jonathan dan Pakdhe Bimo. Dua pria paruh baya itu juga terlihat emosional dan terharu.
Kini Noah membuka veil Luna. "Boleh kan, kalau aku mencium kamu?"
Luna mengangguk menundukkan kepalanya. Pipinya berubah warna menjadi merah tomat karena menahan rasa malu.
Ibu jari dan telunjuk Noah mengapit dagu Luna untuk diangkat perlahan, membuat kedua mata mereka berdua saling bertemu dan bertatapan lekat.
Noah mulai mendekatkan wajahnya pada Luna dan menangkup pipi kirinya. Dua insan yang baru saja mengikat janji suci itu akhirnya melakukan ciuman pertama mereka sebagai pasangan suami istri yang sah.
Ciuman yang berlangsung selama beberapa detik itu akhirnya selesai juga. Luna segera menghapus bekas lipstiknya yang menempel di bibir Noah. Keduanya tertawa kecil dan saling berpelukan.
__ADS_1
***
Setelah proses pemberkatan telah rampung dilaksanakan, kini acara berlanjut ke ramah tamah kepada tamu undangan. Dari kejauhan, Luna bisa melihat Noah tengah berbincang-bincang hangat dengan teman-teman lamanya di masa sekolah.
Daddy Jo mengajak Pakdhe Bimo berkenalan dengan rekan dan kolega bisnisnya. Sedangkan Mommy Adelia mengenalkan Budhe Ririn pada teman-teman arisannya. Beruntungnya, para ibu-ibu sosialita itu terlihat ramah dan welcome pada Budhe.
Friska menghampiri Luna, membuyarkan lamunannya.
"Congratulations Luna-ku sayang, akhirnya ya..kamu married juga! Cepat juga jodohnya ketemu, mimpi jadi kenyataan...apalagi jodohnya random, Om Noah! Hahahah!" goda Friska.
"Bisa aja kamu! Tapi emang benar sih, aku juga enggak nyangka semuanya secepat ini. Mana aku sama Mas Noah juga menikahnya karena alasan yang enggak wajar!"
Luna sudah berterus terang pada Friska mengenai kronologi mengapa ia bisa berakhir menikah dengan Noah.
"Ishhh..enggak wajar apaan sih! Udah..jangan mikir aneh-aneh, yang penting sekarang lo dan Mas Noah udah bersatu..langgeng ya sampai maut memisahkan!" ucap Friska.
"Terima kasih banyak ya Fris, lo emang sahabat sejati gue..jadi pengen nangis nih!"
"Kamu sudah makan Lun?"
Terdengar suara bariton Noah tiba-tiba muncul dari belakang.
"Mas Noah..." Luna menoleh.
"Hmm..kalau gitu gue pamit dulu ya, ogah jadi nyamuk-nyamuk nakal disini! Bye, sekali lagi congratulations ya untuk pernikahan kalian..Luna dan Mas Noah, langgeng sampai maut memisahkan!" celoteh Friska panjang lebar, kemudian ia langsung melipir pergi membawa segelas jus jeruk.
"Temanmu itu unik." ucap Noah.
Luna memiringkan kepalanya, "Iya, Friska memang begitu."
__ADS_1
"Kamu belum jawab pertanyaanku tadi, sudah makan atau belum?" tanya Noah lagi.
"Belum Mas, aku belum lapar. Tapi tadi udah makan camilan kok sama cake sepotong, untuk mengganjal perut."
"Oke kalau begitu, pokoknya jangan sampai perut kamu kosong. Oh ya, aku mau kenalin kamu sama beberapa teman dan kolegaku yang sedang duduk-duduk disana. Kamu mau kan?"
"Boleh Mas, aku juga belum kenalan sama mereka. Enggak enak juga kalau belum ketemu. Tapi aku mau ganti baju dulu ya...ini gaunnya bikin aku susah jalan!" keluh Luna.
"Aku temani kamu ke ruang ganti kalau begitu.."
Degghhhh...
Jantung Luna berdegup kencang. Untuk apa Noah menemaninya ke ruang ganti? Tidak mungkin kan Noah meminta jatahnya sekarang?
"Engg--enggak usah Mas..aku bisa sendiri kok, nanti minta tolong Friska aja!"
"Sudahlah tidak apa-apa, aku juga sekalian mau ganti kemeja. Pakai tuxedo dibawah cuaca terik gini bikin aku kepanasan. Kamu lihat ini, keringatan kan!" Noah mengibas-ngibaskan jas nya.
Luna refleks mengusap peluh keringat di dahi Noah. "Iya juga ya...ini kamu sampai merah gini Mas pipinya.."
Noah terkekeh. "Jadi gosong karena konsep garden party ala Mommy Adelia, tapi mending sih daripada kehujanan."
"Ayo..kita ganti sekarang!" Noah menyodorkan lengannya untuk dikalungkan oleh tangan Luna.
Mereka akhirnya berjalan berdua menuju ruang ganti khusus pengantin dan meninggalkan venue resepsi.
***
Jangan lupa untuk kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya teman-teman..supaya Author lebih semangat untuk up😊
__ADS_1
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.