Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Butuh Bicara


__ADS_3

Sekitar 1 jam yang lalu, Mommy Adelia dan Daddy Jonathan sudah tiba di rumah Pak RT, lokasi dimana Noah dan Luna ditahan sementara. Tak hanya itu, Anton--selaku supir yang menyetiri Noah dan Luna tadi juga sudah ikut kembali berkumpul bersama.


Setelah 45 menit lamanya pihak keluarga dan warga setempat berunding mengenai persoalan Noah dan Luna, akhirnya mereka telah mencapai kata kesepakatan.


Kini Mommy Adel dan Daddy Jo mengajak Noah dan Luna untuk berbicara privat 4 orang saja.


"Malu-maluin kamu Noah! Umur udah masuk kepala 3, tapi kelakuannya liar! Kamu apakan itu Luna? Anak gadis orang belum dinikahi tapi sudah diapa-apain! Malu ini Mommy..." Mommy Adel mulai menunjukkan taringnya.


"Mom, kok Mommy lebih percaya sama orang-orang tidak jelas itu daripada Noah? Aku anak kandung Mommy lho...sumpah Mom, beneran aku sama Luna itu tidak berbuat aneh-aneh didalam rumah itu!" ucap Noah kesal karena tidak dipercaya.


"Tante, aku bisa jelaskan semuanya! Yang dibilang sama Mas Noah itu benar, dia enggak melakukan apa-apa ke aku..sungguh! Kita berdua itu berteduh. Dan karena bajunya basah, kita memutuskan untuk melepasnya. Aku masih tersegel Tan, kalau enggak percaya kita ke rumah sakit yuk..aku bersedia untuk diuji lewat virginity test!" Luna menimpali.


"Tuh Mom dengar sendiri kan, bahkan Luna berani lho dicek ke rumah sakit sekalian untuk membuktikan kebenarannya! Kurang apa lagi coba?" sahut Noah.


"Gimana Mommy mau percaya? Ini aja kalian udah kalah suara! Dua orang lawan banyak orang....jelas Mommy percaya sama warga yang mergokin kalian!" ketus Mommy Adel yang tak lagi ingin mendengar pembelaan Noah atupun Luna.


"Sudahlah Noah, Luna..kalian berdua ini udah ketangkap basah..jangan coba mengelak! Daddy juga pernah muda dulu, tapi tidak sampai bablas! Kalau udah begini, terpaksa Daddy akan ambil keputusan untuk menikahkan kalian berdua secepatnya!" Daddy Jo bersuara.


"HAHHHH??? NIKAHHH???"


Luna dan Noah berteriak memekik bersamaan.


"Tidak perlu pakai teriak-teriak bisa? Pendengaran Daddy dan Mommy-mu ini masih normal, kamu mau bikin gendang telinga kami rusak?" Mommy Adel menutup kedua telinganya.


Daddy Jo langsung menengahi, "Daddy tidak mau tahu! Dalam beberapa hari kedepan, kalian akan menikah!"


"Dad, Mom..c'mon, masalah udah selesai! Kita pulang aja ke rumah..anggap kejadian ini sebagai angin lalu! Pas kita balik ke kota, mereka juga enggak bakalan perduli soal jadi atau enggaknya Luna nikah sama aku!" sanggah Noah.


Berbeda dengan Noah yang tampak keberatan dengan keputusan sepihak orang tuanya, Luna justru kebalikannya. Dalam hati dia tersenyum manis dan bersorak gembira kala dirinya diberitahu akan menikah dengan Noah secara resmi.


Tapi dibalik itu semua, perasaan Luna juga diambang kegelisahan tak menentu. Karena bagaimanapun juga, Luna tetap khawatir dan ragu akan perasaan Noah pada dirinya.


Luna memang cinta dengan Noah. Tapi kalau menikahnya dipaksa seperti ini, Luna juga merasa tidak nyaman dan sungkan terhadap Noah.


Apalagi Noah tidak merasakan hal yang sama. Cinta Luna bertepuk sebelah tangan. Selama berbulan-bulan dekat, Noah selalu menganggap Luna sebagai teman biasa dan tak ada perasaan berlebih.

__ADS_1


"Sudah! Pokoknya keputusan Daddy bulat, tidak bisa diganggu gugat! Besok Daddy akan suruh orang untuk mendaftarkan dokumen pernikahan kalian ke catatan sipil. Mommy bertugas untuk mengurus acara pemberkatan di gereja nanti," kata Daddy Jo.


"Okay Dad, Mommy juga mau menghubungi Pakdhe dan Budhe-nya Luna di Semarang. Kalau perlu, Mommy akan suruh orang untuk jemput mereka kesini dan kita akan membahas mengenai pernikahan Noah dan Luna," ucap Mommy Adelia.


Tubuh Luna melemas kala nama Pakdhe dan Budhe-nya ikut terseret. Bisa habis Luna dimarahi oleh mereka saat tahu tentang peristiwa yang tidak mengenakkan ini.


Tapi apa boleh buat, Noah dan Luna hanya bisa mengangguk pasrah. Keduanya tak berani memprotes lagi karena semua tidak ada gunanya, sebab orang tua Noah tetap kekeuh untuk menikahkan keduanya.


"Ya sudah, hari sudah malam..kita sebaiknya pergi dari sini sekarang!" ajak Mommy Adelia.


"Bi Santi gimana Mah?" tanya Noah.


"Biar Daddy dan Mommy yang akan menjemputnya sekarang bersama Faiz, kamu dan Luna segeralah pulang sama Anton!" perintah Daddy Jo.


"Hmm..enggak usah Dad, Anton ikut kalian saja. Aku perlu bicara dengan Luna berdua."


Seakan mengerti kode yang diberikan Noah, Daddy Jo pun memberi mereka izin untuk pulang berdua saja.


"Baiklah, Daddy tahu kalian butuh privasi. Tapi ingat Noah..jangan diapa-apain lagi itu Luna! Kalau disuruh pulang, langsung cepat pulang. Luna menginap saja di rumah, kan ada Isabelle yang jaga!"


"Dikasih tahu jangan membantah! Sudah sana pulang!" bentak Daddy Jo.


Sebelum pergi, Noah menatap nyalang kearah Anton.


"Gara-gara kamu ini ya..yang kunciin mobilnya, saya jadi kehujanan sampai berteduh. Mana dituduh berbuat omes lagi sampai harus nikahin Luna..awas kamu Ton!" bisik Noah pada Anton.


Anton seketika keringat dingin mendengar ancaman Noah. Sudah bisa dipastikan bos nya ini akan mengamuk. Siap-siap kena omel habis-habisan ketika kembali ke kota.


Kemudian Noah dan Luna berpamitan pada Daddy Jo dan Mommy Adel. Setelahnya mereka langsung masuk ke dalam mobil tadi yang ban-nya sudah tidak bocor lagi.


Noah dan Luna saling mendiamkan satu sama lain saat berada di mobil. Suasananya kini berubah canggung. Tak ada yang berani memulai percakapan terlebih dahulu, karena memang tidak tahu darimana mereka harus mengawalinya.


"Mas..Luna minta maaf ya, semuanya jadi kacau begini gara-gara aku. Coba aja kalau tadi aku enggak kedinginan dan menggigil..mungkin ini semua enggak akan terjadi!" ucap Luna dengan nada pelan.


Kepala Luna masih tertunduk menatap jari-jemarinya yang tengah dimainkan untuk mengusir rasa gugup.

__ADS_1


"Hhuhhhh..mau bagaimana Lun, semua yang terjadi memang sudah terjadi. Kita tidak bisa memutar waktu kembali," jawab Noah.


"Lalu, bagaimana perasaan Mas Noah saat ini?"


"Entahlah, saya hanya bingung. Saya itu sebenarnya tidak ada niat untuk menikah lagi setelah perceraian kemarin. Tapi tampaknya Mommy dan Daddy sudah memutuskan jalan hidupku, maka jalani saja!"


"Jadi, Mas Noah mau..nikah sama aku?" tanya Luna pelan-pelan.


"Suka atau tidak suka, bakalan tetap kejadian kan. Tidak ada yang berbeda, jadi jalani saja yang ada. Kamu sendiri bagaimana, siap tidak menikah denganku?" Noah bertanya balik.


Ingin sekali Luna berteriak kencang dan mengatakan, "AKU SIAP MAS 100%"


Tapi apalah daya, kalimat tersebut malah tertahan di mulutnya. Luna tak berani berterus terang agar Noah tidak ilfeel bila berada didekatnya.


"Iy--iya..sama seperti Mas Noah, aku sih ngikut aja. Toh kita berdua sama-sama single kan? Jadi aku mau let it flow aja.."


"Tapi Lun, aku mau menegaskan satu hal sama kamu sebelum kita menikah."


"Apa itu Mas?" Luna memiringkan tubuhnya menghadap Noah.


"Jangan terlalu berharap banyak ya sama aku! Belum tentu aku bisa membahagiakan kamu dalam pernikahan kita nanti. Kamu sudah tahu sendiri kan bagaimana histori-ku dengan pernikahan. Aku sedang membatasi diri untuk tak terlalu banyak berekspektasi..aku harap kamu sabar dan mengerti aku!" ungkap Noah jujur.


Deghh...


Hati Luna kecewa mendengarnya. Perkataan Noah barusan seakan-akan menegaskan bahwa Noah sejatinya belum bisa move on dari Malena--mantan istrinya, meski sudah 8 bulan lamanya mereka berpisah.


Luna harus banyak-banyak bersabar kali ini. Tekad Luna pada dirinya sendiri semakin kuat untuk bisa memenangkan hati Noah. Pernikahan adalah step awal yang harus dilaluinya. Luna akan berjuang mendapatkan cinta tulus dari Noah.


"Iya Mas..aku mengerti kok!" Luna tersenyum miring.


Setelah ini, Luna akan memikirkan sejuta cara untuk membuat Noah jatuh ke pelukannya nanti.


***


Jangan lupa untuk memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih semua.

__ADS_1


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.


__ADS_2