Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Noah bertemu Poppy


__ADS_3

"Kalau saya panggil sayang...boleh?"


Noah malah melipir pergi dan tak menanggapi omongan ngawur yang keluar dari mulut Luna.


Sedangkan Luna, ia sedikit puas dalam hati karena telah berhasil membuat Noah salah tingkah. Luna tak akan bosan untuk tetap terus menggoda om duda-nya itu.


Ya, Luna sudah mulai berani sekarang. Di detik ini juga, Luna akan mencoba untuk melakukan pendekatan pada Noah. Semalam, dirinya telah memantapkan hati, kalau sebenarnya dia tertarik dengan Noah. Tidak salah bukan jika jatuh hati dalam pertemuan singkat?


Ini bukan sekedar obsesi semata. Sejak awal pertemuan mereka, Luna memang dibuat kagum oleh tindak-tanduk Noah, minus saat Noah yang pernah memarahinya tidak jelas dan memintanya menjauh dari keluarganya. Sisanya, tidak ada masalah.


Luna single, Noah pun single.


1000 cara akan Luna pikirkan untuk mendapatkan hati duda fresh from the oven itu. Perlahan Luna akan menggeser tahta mantan istri di dalam hati Noah, menggantikannya dengan nama dirinya sendiri.


"Game is on, Om Duda.. I'm coming to get your heart!" Luna tersenyum menyeringai.


***


Sementara di ruang rapat.


"Saya sangat kagum dengan presentasi anda Mr. Clerk, desainnya cukup memuaskan. Sangat senang dengan hasilnya..beruntung tim saya menghubungi anda untuk menjadi arsitek lanskap dari proyek Lapangan Golf kami tahun ini."


"Saya juga merasa terhormat Tuan Kim, saya senang anda menyukainya. Karena anda puas dengan desain dan servis perusahaan kami, saya harap kesepakatan kontrak akan segera diselesaikan? Apakah tidak masalah?" kata Noah.


"Tentu, saya akan menandatangani kontrak hari ini setelah makan malam. Anda harus ikut dengan kami. Saya akan mengatur perjamuan makan yang baik untuk kita nikmati malam hari. Apakah anda keberatan?" Mr. Kim mengundang Noah untuk ikut serta dalam acara dinner bersama.


"Dengan senang hati Tuan Kim," Noah menundukkan kepalanya hormat.


(nb: percakapan antara Noah & Mr. Kim pakai bahasa Inggris sebenarnya, tapi biar tidak rumit..saya langsung translate ke Indo 😁)


Noah dan Mr. Kim berjabatan tangan setelah mereka mencapai kesepakatan dalam rapat presentasi desain proyek lapangan golf. Wajah Noah tampak sumringah karena proyek ini bisa goal, walau Noah tidak didampingi oleh tim nya saat ini. Semua presentasi berjalan dengan lancar tanpa hambatan.


Noah akan segera mengabari Akbar dan Helen yang berada di Indonesia kalau Noah berhasil mengamankan kontrak kerjasama dengan perusahaan Amazing Kim. Mereka pasti akan senang mendengarnya. Pasalnya Noah dan tim telah menanti-nanti menggarap proyek ini sejak 3 bulan yang lalu.


Ketika Noah sudah membereskan seluruh berkas dokumen miliknya di meja, ia langsung bergegas keluar dari conference room untuk menemui Luna. Sudah sekitar 3 jam dirinya meninggalkan Luna sendirian, Noah jadi tak enak sendiri. Entah apa saja yang dilakukan gadis itu saat dirinya sedang sibuk.


Bbbrrukkkk...


Tak sengaja Noah menabrak seseorang, karena terlalu fokus pada handphone-nya. Akibatnya barang belanjaan yang dibawa oleh orang yang ditabraknya jatuh berserakan.


"Oopps..I'm sorry!" seru Noah.


"No, it's okay..." balas perempuan itu.

__ADS_1


Noah membantu orang itu untuk mengambil barang belanjaannya dan merapikannya kembali ke dalam paper bag.


Seorang wanita yang ditabrak Noah melirik sekilas kearahnya dan merasa tak asing dengan wajah tampan Noah.


"Noah...Clerk?" wanita itu berucap dengan hati-hati karena takut salah orang.


"Yes, I am..how do you know?" tanya Noah balik.


"Hmmm..kamu lupa ya? Aku Poppy!!!" seru wanita itu.


"Poppy?" Noah mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat-ingat siapa itu Poppy.


Dan ya...


Seketika Noah ingat dengan wanita yang ada didepannya sekarang ini. Dia adalah Poppy Karenina, wanita yang beberapa tahun lalu sempat dijodohkan olehnya, anak dari teman SMA Mommy Adelia.


"Poppy Karenina...anaknya Tante Bulan?" ujar Noah.


"Nahh..itu ingat! Apa kabar kamu Noah?! Keluarga kamu juga gimana kabarnya?" Poppy mengembangkan senyumnya.


Keduanya segera berdiri setelah memunguti barang-barang yang berjatuhan tadi.


"Saya dan keluarga dalam keadaan yang baik, kamu sendiri?"


"Iya..saya lagi ada kerjaan disini, mengurus proyek pembangunan lapangan golf untuk salah satu perusahaan yang mengelola apartemen di Singapura."


"Ahhh, I see..Noah dan kerjaan, itu udah jadi satu paket! Satu kesatuan yang enggak bisa dipisahkan. Lagi di luar negeri aja masih sibuk ngurusin pekerjaan, bukannya liburan! Hahahaha...enggak berubah kamu!"


Poppy sangat hafal kalau Noah ini termasuk orang yang gila kerja. Dulu saat mereka sempat berkencan Noah juga selalu memprioritaskan perusahaannya dibanding dirinya.


Gaya kepemimpinan Noah di perusahaan memang terlihat santai, tapi tak ayal dia tetap concern dengan pekerjaan yang digelutinya dan menanggapi semua job dengan serius dan detail. Tidak boleh ada yang cacat sedikitpun.


"Kalau saya tidak kerja, saya tidak akan bisa hidup enak dan punya fasilitas melimpah, Poppy." Noah balik menjawab.


"Ya, kamu benar juga! By the way..kamu kesini sama siapa? Istri kamu Malena juga ikut?" tanya Poppy polos. Dia tidak tahu saja kalau Noah sudah bercerai dan statusnya duda sekarang.


Poppy sendiri bisa kenal Malena karena saat pernikahan Noah, dia diundang dan bahkan turut hadir di pesta pernikahan tersebut dari mulai acara pemberkatan hingga resepsi.


"Hmmm..saya sudah bercerai dengannya," ungkap Noah Jujur.


"Woww..really? Maaf Noah, aku enggak bermaksud menyinggung. Aku benar-benar baru tahu! Habis selama ini enggak ada berita apa-apa soal perceraian kamu dengan Malena,"


Poppy sedikit kaget mendengar kabar perceraian Noah secara tiba-tiba. Setahu dirinya, Noah dan istrinya itu adalah pasutri yang serasi walau belum dikaruniai buah hati saat rumah tangga mereka berjalan.

__ADS_1


Keduanya tampak terlihat have fun dan santai meski tak punya anak. Tapi sekali lagi, takdir hidup Tuhan yang menentukan. Mungkin memang jodoh Noah dan Malena berakhir sampai disini saja. Pernikahan yang terlihat baik diluar belum tentu ada kebahagiaan didalamnya.


"Sebenarnya saya memang belum lama bercerai dengannya, ada sekitar 5 bulan yang lalu kurang lebih."


"Kamu yang sabar ya..semoga kamu cepat-cepat diberi pengganti yang lebih-lebih dari Malena. Aku akan selalu berdoa agar kamu diberi kebahagiaan," ucap Poppy tulus.


Dalam hati, dia sebenarnya senang Noah sekarang single. Karena itu artinya, dia memiliki peluang untuk mendekati Noah kembali. Kisah lama mereka belum tuntas sebenarnya, dan Poppy ingin berusaha lagi mendapatkan hati Noah setelah dulu sempat gagal.


"Terima kasih, doa yang baik-baik juga akan kembali padamu. Jangan terlalu bahas kehidupanku. Kamu sendiri bagaimana? Kenapa bisa ada di Singapura?"


"Apalagi kalau bukan shopping dan refreshing? Aku lagi dikasih libur sama Papaku, habisnya bosan dan penat karena ngurusin perusahaan dengan masalah yang bejibun itu!" keluh Poppy.


"Dinikmati saja Pop, dari perusahaan itu juga kan kamu bisa belanja enak sekarang?! Jadi jangan mengeluh dan tetap terus kembangkan perusahaan kamu."


"Siap..siap..diceramahin nih sama Bos Besar!" ledek Poppy.


Noah hanya terkekeh.


"Maaf kalau lancang, tapi apa kamu sudah nikah Pop?" Noah juga penasaran dengan kehidupan Poppy saat ini.


Poppy kegirangan saat Noah tanya-tanya tentang hal ini, apa mungkin Noah punya indikasi untuk mendekatinya juga setelah jadi duda?


"Masih jomblo aku! Semenjak kamu nikah..aku itu berkali-kali pacaran, bahkan 3 kali tunangan. Tapi semua itu gagal menuju ke jenjang yang serius!"


"Kenapa gagal?"


"Aku aja yang enggak sreg sama calonnya, entah kenapa setiap kali mendekati Hari H pernikahan...aku ragu sama mereka! Akhirnya aku putus dan cancel semua plan nikahanku."


"Rumit juga ya...saya pikir kamu udah nikah."


"Gimana bisa aku nikah, kalau tipe cowok idealku semuanya itu di kamu Noah.." gumam Poppy dalam hati.


Dari kejauhan, tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang perempuan yang memanggil nama Noah.


"Mas Noah...."


Perempuan itu adalah Luna. Dengan wajah cerianya, Luna melambai-lambaikan tangannya pada Noah dan memberikan senyuman lebarnya.


Noah cukup tercengang melihat Luna. Bukan karena kaget akan kedatangannya, melainkan kaget setelah melihat outfit yang dikenakan Luna.


"Astaga..apa dia sengaja mengujiku.." batin Noah.


***

__ADS_1


Mohon kesediaannya untuk kakak-kakak atau teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.


__ADS_2