
"Mas, bukannya kamar ganti ada di lorong sebelah sana ya? Harusnya belok kanan aja, kenapa jadi naik keatas?"
"Ganti di kamarku saja yang ada di lantai 2! Malas kalau di kamar ganti bawah, ramai banyak orang.."
Noah menggandeng tangan Luna dan mengajaknya naik ke kamar pribadinya. Resepsi pernikahan mereka memang kebetulan dilaksanakan di private beach villa milik Daddy Jonathan.
Masa kecil Noah pun sering dihabiskan untuk liburan di tempat ini bersama dengan kakak dan saudara-saudara sepupunya.
"Kamarnya bagus banget Mas, luas dan masih bersih.." Luna mengedarkan pandangannya menatap seisi ruangan kamar.
View dari kamar Noah ini sangatlah indah. Dari balkon kita bisa melihat pemandangan laut lepas. Deburan ombak dan hangatnya pasir pantai bisa terasa dari atas sini.
"Semua ruangan yang ada di villa ini memang kebersihannya selalu dijaga. Mau ada acara atau tidak, setiap minggunya ada yang datang rutin bersih-bersih dan mengurus kebun belakang juga," terang Noah.
Tatapan Luna beralih pada kasur berukuran king size yang diatasnya terdapat tumpukan baju yang tertata rapi. Luna meyakini jika itu pasti baju untuk ganti.
"Hmmm...pantesan aja Mas Noah minta ganti disini, orang semua bajunya udah dipindahin!"
Noah terkekeh, "Ya sudah, aku masuk ke kamar mandi dulu. Kamu bisa ganti di walk in closet sebelah situ!!"
"Okay Mas..." Luna menurut.
Noah langsung mengambil kemeja warna putih miliknya, begitupun juga Luna yang mengambil bouffant dress selutut berwarna senada agar matching dengan Noah.
Belum 5 menit Noah masuk kamar mandi, Luna kembali memanggilnya untuk membantu membukakan resleting gaun.
"Mas, aku minta tolong dong..ini resleting gaunnya bukain! Tangan aku enggak nyampe..." teriak Luna.
"Sebentar Lun," sahut Noah.
Noah buru-buru keluar dari kamar mandi sampai tak memakai atasan.
"Aaaaaaaaa....." Luna memekik kencang.
Noah terjengkat, "Apaan sih, bikin kaget kamu!"
"Itu kenapa Mas enggak pakai baju??!" samar-samar Luna melihat roti sobek milik Noah dari balik jari-jari tangannya yang menutupi mata.
"Kamu kan tadi manggil-manggil, ya aku langsung kesini buru-buru..aku terlanjur buka atasan tadi! Udah sini, menghadap ke belakang..aku bukain resletingnya."
__ADS_1
"Mas enggak mau pakai baju dulu?"
"Kemejaku di kamar mandi, ribet balik lagi! Mending sekalian sini..." ucap Noah.
Ketika tubuh Luna sudah dibalikkan, Noah menarik resleting gaun tersebut, membuat punggung Luna yang berkulit putih mulus terekspos. Noah mendadak tidak fokus.
Tanpa Noah sadari, jari-jemarinya yang kurus dan panjang bergerak membelai punggung Luna dengan perlahan.
"Hmmmm...Mas.." lirih Luna yang tubuhnya meremang kala mendapat sentuhan Noah.
"Kamu cantik." kata Noah singkat.
Pipi Luna merah merona dibuatnya. Pujian dari Noah barusan terdengar seperti syair yang merdu di telinganya. Hati Luna berbunga-bunga.
Dari pantulan cermin yang menempel pada lemari di walk in closet, Noah bisa melihat dengan jelas kalau Luna tersipu malu saat ini. Entah kenapa, Luna semakin terlihat manis di mata Noah saat dia sedang malu.
"Jangan malu, kita sudah menikah bukan? Harus mulai terbiasa, apalagi kita akan pergi honeymoon sebentar lagi.."
"Iya Mas..."
Noah membalikkan badan Luna lagi agar mereka saling berhadapan.
Noah ingin bersikap terbuka pada Luna dan menyampaikan isi hatinya secara terang-terangan. Dia tak ingin membohongi Luna. Step awal untuk memperkuat fondasi pernikahan adalah kejujuran.
Luna mengembuskan nafasnya sebelum berbicara.
"It's okay Mas, kamu enggak perlu merubah apapun yang ada dalam diri kamu. Aku suka kamu apa adanya. Biarkan semuanya berjalan dengan natural. Kita jalani ini sama-sama. Aku akan berusaha semampuku dan bertahan sekuat yang aku bisa. Aku yakin..cepat atau lambat kamu pasti jatuh cinta sama aku!" ucap Luna seraya mengelus pipi Noah.
Luna berjanji pada dirinya sendiri dan Noah kalau dia akan bersabar. Semua butuh waktu. Cinta pasti datang karena terbiasa. Luna yakin itu.
"Kalau kamu bersikap manis begini terus, maka aku akan cepat jatuh cinta nantinya.." Noah tersenyum tipis.
"Udah Mas, ganti dulu...kita lagi ditungguin lagi sama tamu-tamu yang lain, kan enggak enak kelamaan ditinggal!"
"Iya bawel..." Noah mencubit hidung Luna.
"Aww..sakit Mas!" Luna menepuk bahu suaminya.
Keduanya akhirnya bergegas untuk ganti dan kembali ke venue resepsi pernikahan.
__ADS_1
***
"Aduhh...aduhh..ini nih newlywed lama banget enggak muncul-muncul, kemana aja sih?" omel Kak Isabelle yang mengelus perut buncitnya. Disampingnya terlihat Steven yang setia merangkul sang istri.
"Habis ganti pakaian Kak, tadi kegerahan kitanya...cuaca kan lagi panas!" jawab Noah yang melingkarkan tangannya di pinggang Luna.
Lagi-lagi jantung Luna berdegup kencang dengan sweet gesture yang dilakukan Noah.
"Bisa aja kamu alasannya, paling-paling juga Luna kamu godain kan di kamar? Padahal belum malam ini..." ledek Daddy Jo.
"Daddy sembarangan kalau ngomong, beneran ganti aku. Kalau mau gituan, nanti ada jatahnya sendiri pas honeymoon..iya kan Lun?" Noah melirik Luna sambil menaikkan alisnya.
"Iya Mas Noah-ku..." Luna membalasnya dengan senyuman lebar.
"Baru nikah auranya jadi beda ya, langsung mesra dan romantis begini!" Pakdhe Bimo menimpali.
"Ngomong-ngomong soal honeymoon, kalian mau pergi kemana rencana?" Budhe Ririn kini bertanya.
"Aku sudah siapkan semua tiketnya, kita akan berangkat besok pagi. Destinasi kita kali ini adalah negara-negara di bagian Eropa Timur. Bulgaria, Hungaria, Rumania, dan Ceko."
Luna melirik Noah dengan tatapan tajam. Dia sama sekali tak mengetahui rencana Noah yang ini. Saat di kamar tadi, Noah sempat menyinggung tentang honeymoon. Tapi Luna tidak menyangka jika mereka akan pergi besok hari.
"Unik juga ya kamu! Orang tuh biasa bulan madu ke Perancis, Switzerland, Maldives atau Bali yang dekat-dekat..ini pilihnya ke Eropa Timur. Menarik juga..." kata Steven.
"Biar anti mainstream Kak, aku mau ajak Luna ke Praha. Salah satu kota impian yang ingin dikunjunginya.."
Luna tergelak. Bagaimana bisa Noah tahu? Luna merasa tak pernah memberitahukan rahasia kecilnya yang ingin liburan ke Praha pada siapapun. Bahkan Pakdhe dan Budhe nya saja tidak tahu.
"Mas kok tahu aku pengen ke Praha?" bisik Luna.
Noah membungkukkan badannya sambil menjawab, "Dari akun sosmed kamu. Aku perhatikan kamu selalu memberi tanda suka dan komen pada postingan yang berkaitan dengan Praha. Wallpaper ponsel dan koleksi postcard yang pernah kamu kasih tahu aku.. semuanya mengarah pada ibukota negara Ceko itu," jawab Noah santai.
Dalam hatinya Luna ingin berteriak bahagia. Jiwanya bagaikan terbang ke angkasa. Noah begitu memperhatikan detail kecil yang ada didalam dirinya.
"Om Duda ku ini memang tidak ada lawan.." gumam Luna dalam hati.
***
Jangan lupa untuk kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya teman-teman..supaya Author lebih semangat untuk up😊
__ADS_1
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.