Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Beli Cincin Pernikahan


__ADS_3

"Mas Noah serius mau beli cincin buat aku?" Luna menahan tangan Noah sejenak.


"Serius lah, orang kita udah di depan toko perhiasannya sekarang..masa mau balik?!!" ucap Noah.


"Kali aja berubah pikiran gitu..."


"Mana ada, aku paling pantang menarik omongan..


"Selamat siang Tuan Clerk dan untuk anda juga Nyonya, selamat datang di toko perhiasan kami. Ada yang bisa dibantu?" sambut pegawai toko emas tersebut dengan ramah.


"Saya mau cari cincin pernikahan untuk saya dan calon istri," kata Noah.


"Baik Tuan, mari saya ajak ke sebelah sini! Berikut adalah koleksi cincin couple yang terbaru dari toko kami, fresh from the oven," pegawai toko mulai promosi.


"Designer cincin ini baru saja merilis produknya 2 hari yang lalu. Silahkan, boleh dilihat-lihat dulu mungkin.." ucap sang pegawai.


Pegawai tersebut langsung mempersilahkan Noah dan Luna untuk duduk dan meninggalkan mereka setelahnya. Pegawai tadi sengaja memberikan privasi untuk kedua tamunya itu agar tidak canggung dan lebih nyaman untuk memilih-milih cincin berduaan saja.


Hari ini Noah sengaja membooking toko perhiasan tersebut untuk di close sementara selama Noah datang. Karena Noah adalah salah satu tamu VVIP di toko perhiasan ini, sehingga dia memiliki hak keistimewaan.


Mommy Adelia dan mantan istrinya dulu selalu langganan datang kemari. Tak hanya itu, Noah juga sering membeli satu set perhiasan untuk hadiah kolega bisnisnya pada beberapa acara tertentu.


"Kamu mau pilih yang mana Lun?" tanya Noah.


"Yang mana ya mas? Semuanya bagus-bagus..jadi bingung milihnya!" Luna menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Perhiasan yang terpampang di etalase memang terlihat bagus semua, sampai-sampai Luna bingung menentukan pilihannya.


Andai kata Luna memiliki banyak uang, dia pasti akan memborong semuanya saja biar tidak ribet. Dengan begitu Luna bisa memakainya setiap hari berganti-ganti.


Noah melambaikan tangannya untuk memanggil pegawai.


"Bagaimana Tuan, apakah sudah menentukan pilihannya?"


"Belum, bisa tolong anda bantu rekomendasikan cincin yang sekiranya cocok untuk calon istri saya?" kata Noah.


Hati Luna seketika berbunga-bunga tatkala Noah menyebutnya sebagai calon istri. Entah kenapa rasanya terdengar spesial saja.


"Dengan senang hati Tuan, baiklah jika Nyonya masih bimbang..saya akan coba bantu. Kira-kira, Nyonya sukanya design yang seperti apa? Yang terlihat outstanding atau lebih suka yang simple?"


Noah menoleh pada Luna dan memajukan dagunya sebagai tanda untuk menyuruh Luna menyebutkan kriteria cincin yang sesuai seleranya.


"Hmm..sebenarnya saya suka cincin yang design-nya elegan dan mewah. Tapi saya tidak mau kalau ukurannya terlalu besar dan mencolok. Yang sedang-sedang saja..simple tapi bisa kelihatan wow!" jawab Luna polos.


"Kalau yang ini bagaimana Nyonya, anda suka? Dua cincin ini koleksi limited edition untuk edisi tema Winter Love."


Pegawai tersebut menawarkan Luna dua buah cincin. Satu berwarna silver dengan permata putih di tengahnya yang terbingkai dengan bentuk hati, sedangkan yang kedua adalah cincin rose gold yang memiliki potongan kristal dengan motif daun di pinggirnya.

__ADS_1


"Wahh..ini bagus juga ya, saya coba dulu boleh kan?" mata Luna tak berkedip karena kagum.


"Boleh..silahkan dipasang Nyonya!"


Luna segera memasukkan kedua cincin tersebut pada jari tengah dan jari manisnya untuk dilihat dulu apakah cocok atau tidak.


"Bagus banget...yang rose gold ini lucu deh, saya suka design-nya!" puji Luna. "Bagaimana Mas, cocok enggak buat aku?"


Belum sempat Luna berbalik, dari belakang Noah langsung menyambar tangan Luna dan mengamati kedua cincin tersebut dalam-dalam.


Melihat ekspresi Noah, sepertinya dia tak suka dengan pilihan si mbak pegawai toko perhiasan.


"Jelek, tidak cocok. Ada model lain tidak?" Noah menoleh pada pegawai tokonya.


Luna mengernyitkan kedua alisnya. Dua cincin yang sedang dicoba olehnya ternyata tak sesuai dengan selera Noah, padahal bagus. Luna pun melepaskan kedua cincin tersebut dan mengembalikannya ke kotak pajangan.


"Ada Tuan, sebentar saya ambilkan model lainnya.."


Sembari menunggu pegawai tersebut membawakan model-model cincin yang lainnya, Noah dan Luna kembali fokus pada perhiasan yang ada di etalase. Kali saja ada yang menarik mata dan cocok.


Beberapa menit kemudian, sang pegawai datang dengan membawa sebuah box perhiasan berukuran sedang.


"Ini Pak, saya bawakan koleksi kami yang lain.." ucap sang pegawai namun Noah tak menoleh.


"Mas Noah, pilihkan dong! Aku mana tahu selera kamu kayak gimana..kalau aku yang pilih lagi, nanti kamu enggak suka kayak yang tadi deh.." kata Luna.


Mata Noah fokus kepada sebuah cincin yang terletak di counter kaca yang mungil. Letaknya memang agak terpencil, sehingga siapapun pengunjung yang datang pasti tidak akan sadar.


"Kalau yang ini dijual tidak?" Noah bertanya seraya memunggungi Luna dan si pegawai.


"Mohon maaf Tuan, cincin yang ada di display itu belum resmi untuk diperjualbelikan."


"Bagaimana kalau saya ingin cincin ini? Saya ingin membelinya!" Noah menunjuk cincin bentuk pir citrine dengan batu permata kuning.



Source: Pinterest


Pegawai tersebut akhirnya meminta izin dan berdiskusi dulu pada pihak manager toko tentang bisa atau tidaknya cincin tersebut dibeli. Dan ternyata, si manager memberikan lampu hijau.


"Ukurannya pas di tangan kamu!" ucap Noah pada Luna.


Luna tersenyum. "Iya Mas, ini bagus banget..kamu pintar juga milihnya!"


"Kamu suka Lun?"


"Suka banget, Mas!"

__ADS_1


"Ya sudah, saya jadi ambil yang ini aja.." Noah kini mengalihkan pandangannya menghadap sang pegawai.


"Baik Tuan kalau begitu, cincinnya mau dipakai langsung atau dibungkus?"


"Biar langsung dipakai saja, tapi nanti box nya tetap berikan ke saya."


"Siap Tuan."


Setelah selesai melakukan pembayaran, Noah dan Luna akhirnya keluar dari toko perhiasan tersebut.


"Dari tadi aku perhatikan kamu senyam-senyum terus...awas nanti giginya kering!" ledek Noah.


"Ishhh...Mas Noah iseng banget, gimana aku enggak senang..orang dibelikan cincin! Bagus nih!" Luna menggerak-gerakkan jarinya.


"Syukurlah kalau kamu suka, dari satu toko memang yang paling bagus itu!"


Suasana hening sejenak.


"Mas, ini kita beneran nikah ya?" Luna dengan pertanyaan randomnya.


"Iya jadi, kenapa memang..kamu ragu?"


"Enggak gitu...aku malah senang tahu!" sahut Luna.


"Senang? Kamu senang nikah sama duda kayak aku?" Noah terkekeh.


"Memang senang Mas..aku itu emang udah lama kepengen untuk nikah. Capek menjomblo terus, capek diselingkuhi pula!"


"Nasib kita sama ternyata.."


Noah dan Luna tertawa berbarengan.


"Mas Noah mau kasih kesempatan untuk hubungan kita?"


"Iya. Tidak ada salahnya mencoba, Mommy merengek terus sama aku minta menantu. Sebagai anak, aku turutin saja lah! Untungnya calonku itu kamu. Kita sama-sama kenal, akan lebih mudah beradaptasi ketika kita menikah nantinya," jawab Noah.


Hati Luna menghangat. Luna lega jika Noah mau berusaha, setidaknya pernikahan mereka tidak akan terlihat menyedihkan.


"Kamu menginap di rumah Mommy sama Daddy ya, mereka yang meminta."


"Okay Mas.."


***


Jangan lupa untuk memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih semua.


Support juga karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2