Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Menantu Kesayangan


__ADS_3

Saat ini waktu menunjukkan pukul satu siang tepat. Rapat bisnis antara Clerk Kingdom dan Gunawan Group baru saja selesai dilaksanakan. Resmi sudah penandatanganan kontrak kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Poppy mencapai kata deal. Proyek bisnis yang terjalin antar dua perusahaan ternama ini digadang-gadang memiliki potensi yang tinggi untuk meraup keuntungan besar dan sukses.


"Om suka sekali dengan cara kerja kamu Noah, hasilnya memuaskan. Konsep design-nya ekslusif dan menarik. Tidak salah proyek restoran ini Om pasrahkan sama kamu. Clerk Kingdom semakin berkembang pesat setelah kamu pegang."


Noah tak henti-hentinya mendapat pujian dari Rama Gunawan, yang notabene adalah ayah kandung dari Poppy.


"Terima kasih banyak Om. Saya senang apabila Om suka dengan kinerja saya dan tim. Tapi alangkah baiknya, jangan terlalu berlebihan memuji sebelum melihat hasil akhirnya," Noah menundukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


"Lihatlah Jo, lagi-lagi putramu ini merendah diri. Padahal skill dan kinerjanya tidak perlu diragukan lagi," tukas Rama melirik Daddy Jonathan.


"Begitulah Noah! Dia paling anti dengan pujian kalau proyek pembangunan belum rampung seratus persen," Daddy Jonathan merangkul Noah dengan bangganya.


"Yang terpenting, semoga kedepannya kerjasama bisnis kita berjalan lancar tanpa ada kendala atau hambatan yang besar. Kalaupun ada, Om harap kamu bisa menyelesaikannya Noah." ucap Rama lagi.


"Siap Om, saya akan pastikan hasil kerja kami tidak mengecewakan Om Rama. Mungkin sekitar dua minggu lagi akan saya follow-up lagi perkembangannya," balas Noah.


"Bagus, Om senang mendengarnya. Lebih cepat lebih baik." Rama mengacungkan kedua jempolnya. "Oke Noah, kalau begitu gitu Om dan Daddy-mu pamit dulu ya. Kami ada agenda makan siang bersama dengan para istri. Kalau telat bisa-bisa mereka mengamuk."


Noah terkekeh sejenak. "Hahaha...silahkan saja Om. Memang berat kalau para istri sedang merajuk, saya pun juga merasakan hal yang sama."


"Kamu tidak mau ikut sekalian Noah?" Daddy Jo menawari yang kemudian ditolak halus oleh Noah.


"Tidak Dad, sebentar lagi Luna mau kesini untuk mengantar makanan. Kita akan makan siang bersama."


Noah tak sabar menanti kedatangan Luna ke kantor dengan membawa hasil masakannya. Pasalnya beberapa menit yang lalu Luna mengirim pesan bahwa dia sedang dalam perjalanan.


"Ahhh..manis sekali pengantin baru ini. Om kadang-kadang sampai lupa kalau kamu itu sudah menikah lagi Noah. Andai saja perjodohan antara Poppy dan kamu berhasil, mungkin sekarang kamu jadi menantu Om. Tidak perlu itu cerai-cerai lagi." sarkas Rama.


Maksud hati untuk bercanda, namun perkataan Rama barusan sedikit membuat Noah dan Daddy Jonathan tidak nyaman. Perjodohan antara Noah dan Poppy adalah lembaran lama yang semestinya tak perlu diungkit lagi. Apalagi Rama dengan lancangnya membahas kegagalan pernikahan pertama Noah.


"Kalau memang tidak jodoh ya mau bagaimana lagi Ram? Semua yang terjadi memang sudah jalannya begitu!" Daddy Jonathan berceletuk untuk menghilangkan suasana canggung. "Noah, Daddy titip salam ya untuk Luna."


"Iya Dad, nanti Noah sampaikan pada Luna."


Rama Gunawan kemudian berpamitan undur diri pada Noah dan mengucapkan salam, berharap mereka dapat bertemu lagi dilain hari. Setelahnya ia keluar dari ruangan diikuti oleh Daddy Jonathan yang mengekor di belakang.


"Bagus, saya minta tolong kamu bereskan berkas-berkas ini ya setelah jam makan siang. Tata dengan rapi di lemari hitam itu, minta bantuan sama Siska sana!" Noah memerintahkan Bagus, yang sedang berada dalam ruangan. Bagus juga turut ikut serta menemani rapat tadi.


"Baik Pak." Bagus mengangguk paham. "Ada satu lagi Pak, untuk notulen rapat hari ini sudah saya catat dan kirim ke email Bapak sekitar 5 menit yang lalu."


"Okay, saya akan cek nanti. Oh ya, dalam beberapa jam kedepan sampaikan pada Siska untuk mengosongkan jadwal saya. Sebentar lagi istri saya akan datang kemari. Saya tidak mau momen saya dan istri diganggu."


"Baik Pak, mengerti."


***


Sementara itu di lobby perusahaan, Luna tampak baru saja tiba di kantor Clerk Kingdom dengan memakai floral dress warna lilac yang panjangnya diatas lutut.


Wajah Luna terlihat begitu fresh dan glowing. Aura kehamilan membuatnya semakin cantik bersinar. Tak lupa, ditangannya ia menenteng paper bag yang berisikan sejumlah kotak makanan untuk Noah.

__ADS_1


"Eh..ada Ibu Luna, selamat siang Bu. Selamat datang di perusahaan." dua karyawan wanita Noah yang bertugas untuk bekerja di bagian front desk menyapa Luna dengan ramahnya.


Sejujurnya ini adalah kali pertama Luna kembali mengunjungi kantor Noah, setelah yang terakhir itu terjadi pada beberapa bulan. Dimana Luna hendak menyerahkan dokumen pembuatan paspor karena dia akan berlibur bersama Noah ke Singapura.


"Iya, selamat siang juga Indah dan Dian. Suami saya ada kan ya?" tanya Luna tersenyum.


"Ada Bu, Bapak ada diatas dan belum turun. Rapat Pak Noah juga sudah selesai dilaksanakan." jawab Dian.


"Okay, saya akan ke ruangannya langsung kalau begitu." sebelum naik keatas, Luna mengeluarkan satu box besar berisikan donat yang banyak terlebih dahulu. "Ini kebetulan saya ada camilan, nanti kamu bisa bagi-bagikan untuk karyawan yang lain ya. Semoga suka!"


"Wahh..terima kasih banyak Bu Luna, jadi repot-repot begini." Indah dan Dian begitu sumringah mendapatkan makanan dari istri atasannya. Hal yang jarang kali terjadi.


"Tidak apa-apa kok, saya senang melakukannya. Ya sudah, saya naik dulu ya! Takut ditunggu sama Mas Noah."


"Siap Bu!"


Luna segera melangkahkan kakinya menuju lift dan naik ke lantai 8, dimana ruangan suaminya berada.


"Istrinya Pak Noah yang sekarang super duper ramah ya orangnya. Pantas saja Pak Noah langsung klepek-klepek dan mau menikah lagi. Padahal jarak bercerainya dengan istri pertama juga belum lama!"


"Setuju! Istri Pak Noah yang sekarang juga lebih cantik. Bu Luna kelihatan banget daun mudanya. Orangnya tidak sombong pula. Kalau Bu Malena dulu, beuhhh...gayanya selangit..udah gitu jutek lagi!"


"Sudah ah...jangan julid lama-lama entar bisa kedengaran sampai telinga Bos, bisa habis kita!"


"Iya juga sih..ya sudah mending kita makan donat ini aja kelihatannya enak!"


***


Ketika hendak memasuki lift, Luna tak sengaja berpapasan dengan mertuanya. Yang tak lain adalah Daddy Jonathan.


"Daddy??" mata Luna berbinar-binar mendapati Daddy Jo yang berada dihadapannya.


"Halo Luna..."


"Halo juga Daddy...apa kabar?"


Luna meraih tangan Daddy Jonathan untuk salim memberi hormat dan dilanjutkan dengan bercipika-cipiki.


"Daddy baik sayang...kamu kesini diantar sama supir kan?" Daddy Jonathan mengusap pelan puncak kepala Luna.


"Iya Dad, aku tadi sama Karta kesininya."


"Baguslah kalau begitu. Kalau kamu datang kesini sendirian atau naik taksi, Daddy akan omelin Noah sampai tidak berkutik. Enak saja menantu Daddy dibiarkan pergi tanpa pengawasan. Apalagi kamu sedang hamil sekarang!"


"Daddy tenang saja...semuanya aman terkendali kok. Buktinya Luna bisa sampai dengan selamat."


Rama Gunawan yang sejak tadi berada dibelakang Daddy Jonathan ikut menimbrung. "Wah..jadi ini yang namanya Luna. Akhirnya bisa bertemu juga."


"Aduh..sampai lupa, ayo sini aku kenalkan Ram dengan menantuku! Luna, yang disamping Daddy ini namanya Om Rama Gunawan. Dia serta istrinya itu adalah teman baik Daddy dan Mommy dulu. Dan Rama, kenalkan ini Luna..menantu perempuanku tersayang."

__ADS_1


"Selamat siang Om, salam kenal saya Luna."


"Salam kenal juga Luna, saya Rama."


Keduanya saling mengulurkan tangan untuk berjabatan tanpa ada rasa canggung sedikitpun.


"Menantumu ini sopan dan ramah sekali Jo! Pantas saja Noah menolak untuk menikahi putriku dan perjodohannya batal. Ternyata sudah punya penggantinya yang cantik begini."


Deghh...


"Perjodohan putrinya batal, dia bilang? Jangan-jangan pria paruh baya yang ada didepanku ini ayahnya Mbak Poppy?" batin Luna dalam hati.


"Bisa saja kamu Ram..jangan begitulah. Masa lalu tak perlu diungkit lagi." Daddy Jonathan mencoba untuk mencairkan suasana. "Luna, kandungan kamu sehat-sehat kan? Tidak ada kendala apa-apa sejauh ini?" Daddy Jo bertanya dengan penuh perhatian.


"Loh menantumu sudah hamil Jo? Tokcer sekali Noah, langsung kejar setoran. Menikahnya saja kami sekeluarga tidak tahu, eh tiba-tiba sekarang sudah isi saja. Hebat sekali!" ujar Rama tertawa blak-blakan.


"Hmm..iya begitulah." Daddy Jo menunjukkan senyuman tipis yang terkesan terpaksa. "Aku sangat bersyukur Noah memiliki istri seperti Luna. Kebahagiaan kami juga semakin bertambah dengan hadirnya calon anak mereka yang masih dalam kandungan. Cucuku sudah mau 3 sekarang!"


"Mendengarmu bercerita tentang cucu membuatku iri. Andai saja Poppy menikahnya cepat, mungkin sekarang aku bisa menggendong cucu!" Rama mengeluh dengan keadaan putrinya yang tak kunjung menikah di usianya yang menginjak kepala tiga.


"Sabarlah Ram, semua ada jalannya sendiri. Kamu tak perlu memberikan tekanan berlebih pada Poppy. Dinikmati saja prosesnya, aku doakan semoga Poppy cepat bertemu jodohnya." kata Daddy Jo.


"Hmm benar kan dugaanku. Ternyata Om Rama ini ayahnya Mbak Poppy." Luna membatin lagi.


"Bagaimana Lun, kamu belum jawab pertanyaan Daddy tadi..kamu sehat-sehat saja kan? Kondisi kandungan kamu bagaimana?" Daddy Jonathan bertanya lagi.


"Sehat kok Dad, Luna hanya mengalami morning sickness saja dan itu normal. Selebihnya aman.." balas Luna santai meskipun kehadiran Rama Gunawan ini cukup mengganggunya.


"Nanti malam Daddy dan Mommy akan main ke rumah kamu ya, Mommy dari kemarin kangen. Pengen ketemu kamu katanya."


Sudah semingguan ini Mommy Adelia memang merengek ingin bertemu Luna, dengan dalih kangen pada menantu perempuan tersayangnya. Sayangnya momennya saja yang belum pas. Kesibukan mereka sering membuat jadwal mereka kress.


"Okay Dad, Luna tunggu di rumah ya. Luna juga sudah lama enggak bertemu Mommy."


"Mau dibawakan apa nanti, Nak? Ada ngidam enggak kamunya?"


Luna tampak berpikir sejenak. "Hmm..mau coklat putih boleh Dad?"


Daddy Jo tersenyum mengangguk. "Boleh sayang. Nanti Daddy bawakan yang banyak ya.."


"Terima kasih Daddy!!" sahut Luna semangat.


Begitulah kira-kira keakraban yang terjalin antara mertua dan menantu. Luna sudah tidak lagi merasa sungkan untuk meminta-minta pada Daddy Jonathan.


***


VISUAL NOAH & LUNA


__ADS_1


__ADS_2