Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Hari Bahagia yang Semakin Dekat


__ADS_3

"Lun, kamu sungguh sudah siap menikah dengan Noah? Yakin kamu? Kami sama sekali tidak ingin memberimu tekanan, kalau dirasa belum siap jangan terburu-buru," Pakdhe Bimo menasehati.


"Luna sudah mantap Pakdhe..Luna siap kok. Keputusanku untuk menikah dengan Mas sudah aku pikirkan secara matang-matang. Semua atas kemauan aku sendiri.."


Tidak ingin membohongi diri sendiri, Luna memang bahagia kala dirinya dan Noah akan melangsungkan pernikahan. Meskipun caranya terkesan agak curang dan tidak murni, rencana Luna yang ingin menggaet Noah benar-benar terealisasi.


Mata Pakdhe Bimo berkaca-kaca mendengar jawaban Luna, putri kecilnya yang paling dia sayangi. Tidak perduli gosip dari orang-orang yang berkata Luna bukan anak kandungnya, sampai kapanpun Luna tetap putrinya.


"Pakdhe kok jadi nangis sih?" Luna menggenggam erat tangan Pakdhe Bimo yang terlihat emosional.


"Bagaimana tidak sedih, habis gini kamu kan mau menikah..tidak terasa saja, kamu sudah besar! Tapi entah kenapa Pakdhe belum siap...melepas kamu untuk menjadi istri orang itu rasanya berat!" isak Pakdhe Bimo.


"Udah dong Pakdhe, aku jadi enggak tahan pengen ikutan nangis kan!" kedua mata Luna ikut-ikutan berair.


"Ishhh...ini kenapa pada mellow sih, Bapak juga udah tua malah nangis kejer begitu! Malu sama umur tahu tidak?!" Budhe Ririn meledek.


"Ibu ini gimana sih, kok enggak ngertiin perasaan Bapak! Anakmu ini mau nikah, memangnya salah kalau Bapak sedih?" Pakdhe Bimo tak terima.


"Pak, putri kita ini mau nikah bukannya mau perang. Buat apa sedih? Harusnya senang karena Luna sebentar lagi menempuh hidup baru, sekarang dia akan ada yang menjaga.." ucap Budhe Ririn seraya menyeruput secangkir kopinya.


Saat acara pertemuan dengan keluarga Noah, Budhe Ririn mungkin terdengar kritis karena banyak melemparkan pertanyaan yang berkaitan dengan masa depan Luna nantinya.


Tapi sekarang, Budhe Ririn mulai cukup tenang menghadapi ini semua. Dia yakin bahwa Noah adalah orang yang tepat untuk mendampingi Luna.


"Jangan ditangisi lagi Pak, harus bahagia..Luna saja bahagia dengan Noah, kalau Bapak nangis nanti malah kepikiran Luna-nya!" sahut Budhe Ririn menambahi.


Pakdhe Bimo memalingkan wajahnya dari sang istri dan beralih menghadap Luna lagi.


"Kalau sudah menikah, kamu tetap harus sering-sering mengunjungi kita ya Lun. Jangan sampai lupa, awas! Kalau Noah menyakiti hati kamu atau kamu sudah tidak bahagia, pulang saja..pintu rumah Pakdhe selalu terbuka untuk kamu!"


"Pakdhe kok malah ngomongin yang jelek-jelek sih, berdoa tuh buat kelanggengan hubunganku dengan Mas Noah! Masa belum nikah kok udah berburuk sangka!" sanggah Luna.


"Pakdhe hanya takut saja Lun, kamu dan Noah ini kan nikahnya terlalu cepat. Pakdhe hanya mempertimbangkan hal terburuknya sekalipun, tidak ada maksud jelek kok! Apapun yang terjadi, kami akan selalu berdoa pada Tuhan agar kamu senantiasa diberi kebahagiaan," kata Pakdhe Bimo.


"Terima kasih ya Pakdhe, Budhe...terima kasih karena kalian udah merawat dan sayang sama Luna sejak kecil.."


Dengan gerakan cepat Luna menghamburkan pelukannya kepada kedua orang yang paling dia sayangi di dunia ini, yaitu Pakdhe dan Budhe-nya.

__ADS_1


Budhe Ririn menyunggingkan senyumnya dan membalas pelukan Luna. Sedangkan Pakdhe Bimo, air mata tangisannya semakin deras saja mengalir. Baru kali ini Pakdhe Bimo merasa emosional hanya karena Luna sebentar lagi akan melepas masa lajangnya.


Mungkin inilah yang dirasakan oleh para bapak-bapak diluar sana ketika hendak melepas anak perempuannya menikah.


Sekelebat pikiran Pakdhe Bimo tertuju pada momen ketika nanti ia menggandeng tangan Luna dan mengantarnya menuju altar untuk mengucap janji pernikahan.


Hmmm...membayangkannya saja bisa membuat Pakdhe Bimo pingsan saking tidak kuatnya mengendalikan diri.


"Permisi, selamat siang Pakdhe..Budhe.."


Dari kejauhan, Noah tiba-tiba muncul dan menyapa ketiganya yang sedang duduk di area taman belakang dekat rumah paviliun khusus tamu.


Selama berada disini, Pakdhe Bimo dan Budhe Ririn tidak tinggal di hotel. Melainkan di kediaman milik orang tua Noah. Mommy Adelia sengaja memintanya begitu agar kedua pihak keluarga bisa akrab dan tidak canggung.


Mansion yang biasanya sepi menjadi ramai karena selain ketambahan Pakdhe dan Budhe-nya Luna, ada juga besan Mommy Adelia--keluarganya Steven, yang ikut tinggal bersama untuk menunggui kelahiran baby Isabelle yang nomor dua. Untungnya mereka semua mudah berbaur dan cukup welcome satu sama lain.


"Siang juga Noah.." balas Budhe Ririn ramah.


Pakdhe Bimo dan Luna masih sibuk menghapus air mata mereka yang sempat membasahi pipi keduanya masing-masing.


"Saya mengganggu quality time kalian ya sepertinya.." ucap Noah.


"Kami sudah selesai berbicara kok Noah, ada perlu apa ya? Ada yang bisa kami bantu?" tanya Pakdhe Bimo.


"Saya mau pinjam Luna-nya dulu Pakdhe dan Budhe, hari ini saya ada jadwal untuk mengambil tuxedo dan gaun untuk pernikahan kami di butik. Kapan hari sudah fitting..jadi Luna akan menemani saya."


"Oh begitu..iya tidak apa-apa silahkan diajak Luna-nya," jawab Budhe Ririn.


"Ayo Lun, aku tidak bisa berlama-lama. Setelah ini aku ada janji temu dengan orang di Cafe, jadi harus segera."


"Iya Mas, aku ambil tas dulu ya sebentar." Luna beranjak dari kursi menuju kamarnya.


"Okay, aku langsung tunggu di garasi ya..mau manasin mobil sekalian.."


Sembari menunggu Luna mengambil tasnya, Noah memanfaatkan waktu untuk berpamitan terlebih dahulu pada Pakdhe Bimo dan Budhe Ririn sebelum mengajak anak gadisnya pergi keluar.


Setelah mendapat persetujuan, akhirnya Noah melangkahkan kakinya ke garasi, tempat dimana koleksi mobil mewahnya berjajar rapi.

__ADS_1


***


"Mas, gaun dan tuxedo kita jadinya cepat juga ya..padahal baru fitting lho dua hari yang lalu?" tanya Luna penasaran.


Yang Luna tahu, biasanya untuk pembuatan gaun pernikahan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Satu bulan lebih pun keturutan.


"Pernikahan kita aja dikebut..otomatis ya pengerjaannya dipercepat Lun! Sebenarnya wardrobe kita itu model yang sudah langsung jadi, tinggal mengubah ukurannya saja kemarin.." jawab Noah.


"Iya juga sih Mas..."


Noah melirik, "Oh ya Lun, Mommy sempat tanya..itu list orang-orang yang mau kamu undang katanya sedikit, memang benar cuman segitu?"


"Kenalanku kan memang enggak banyak, beda sama kamu Mas! Dari pihak keluarga dan temanku saja jumlahnya hitungan jari.."


"Ya sudah kalau begitu, hanya ingin memastikan karena takut ada yang terlewat."


Persiapan pernikahan Noah dan Luna sudah hampir 98% siap. Tema wedding yang diusung kali ini adalah garden party yang bersifat private. Kata Mommy Adelia biar terlihat berbeda, sebab pernikahan Isabelle dan Noah sebelumnya selalu diadakan di gedung resepsinya.


Untuk urusan undangan, wedding organizer dan catering, Mommy Adelia telah menghandle-nya dengan baik. Sedangkan Budhe Ririn fokus pada souvernir untuk para tamu.


Luna tidak masalah jika semua urusan pernikahannya diserahkan pada calon mertuanya. Justru Luna malah senang karena dia langsung terima beres dan tak pusing-pusing memikirkan dekor dan lain-lain. Luna juga bukan tipe perempuan yang rewel dan pemilih.


"Setelah ambil jas dan gaun, kamu ikut aku ke Cafe ya..aku ada janji sama seseorang seperti yang aku bilang tadi," kata Noah.


"Emang janji sama siapa sih Mas?"


"Temanku anak interior design," jawab Noah yang masih fokus menyetir.


"Aku kan kemarin sudah beli rumah untuk kita tinggali setelah menikah, nah aku mau kamu ketemu sama temanku untuk diskusi. Kamu bisa sampaikan apa saja interior dan furniture yang kamu inginkan untuk rumah baru kita nantinya," lanjut Noah.


Luna sungguh terharu dengan sikap manis calon suaminya itu. Noah membeli rumah baru? Sungguh, rasanya ia ingin sekali memeluk Noah erat dan mengecupi seluruh wajahnya tak henti-henti.


"Makasih Mas Noah-ku sayang..." Luna mencubit pipi Noah gemas.


Hati Noah berdesir hebat ketika Luna menyebutnya dengan panggilan sayang. Jantungnya berdegup kencang tak karuan. Rasanya sudah lama sekali Noah tak merasakan debaran ini, dia seperti kembali ke masa-masa anak muda yang sedang menikmati indahnya asmara.


***

__ADS_1


Maaf baru bisa up karena author sibuk skripsi harus ngebut 😭 Jangan lupa untuk kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya teman-teman..supaya Author lebih semangat untuk up😊


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.


__ADS_2