Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Mulai Tertarik pada Om Noah?


__ADS_3

"Sini-sini masuk Lun!" ajak Isabelle dengan ramahnya. "Untung ini ruangannya masih bersih ya! Soalnya aku udah lama banget enggak main kesini."


Luna dipersilahkan masuk ke dalam ruangan kantor yang bernuansa putih klasik dan berukuran cukup luas. Dulunya ruangan ini milik Isabelle, saat dia masih magang di perusahaan Daddy-nya sendiri.


Namun seiring perjalanan waktu, Isabelle mulai pindah haluan dan tak tertarik untuk bekerja di Clerk Kingdom. Ia lebih memilih mengembangkan usaha butik bridal miliknya--Glam Isabelle, yang khusus melayani pembuatan gaun pesta dan gaun pengantin.


"Chloe sayang..Mama lagi pengen ngobrol sama Tante Luna dulu, kamu duduk di sofa ya..mau nonton TV atau main game?"


"Main iPad aja Mah."


"Ya sudah ini, jangan dekat-dekat ya lihatnya. Jarak 30 cm."


Isabelle memberikan Chloe sebuah iPad yang sudah di setting untuk anak-anak. Tak lupa, ia juga menyediakan camilan ringan yang sehat khusus untuk anak-anak dan buah-buahan potong, yang sudah dibawa dari rumah.


"Kamu pacar barunya Noah ya?" Isabelle beralih bertanya pada Luna setelah rampung mengurusi anaknya.


"Eh..eng--enggak Kak! Saya cuman teman aja kok..!!"


"Yakin teman? Teman tapi mesra kali ah..." Isabelle menggoda Luna yang wajahnya mulai tersipu memerah.


"Beneran Kak, saya cuman teman aja kok sama Mas Noah. Kita enggak ada hubungan apa-apa, kan baru kenal juga."


"Ohhh gitu..eh tapi kamu jangan pakai saya-sayaan! Pakai aku aja..biar lebih akrab!!" kata Isabelle. "Terus kalau boleh tahu kamu ada urusan apa kesini?"


"Ini Kak..say--, maksudnya aku..mau ngasih berkas untuk pembuatan paspor ke Mas Noah."

__ADS_1


"Hmm..iya-iya, aku inget sekarang. Kamu mau liburan ke Singapura kan sama Noah?"


Isabelle mengetahui hal tersebut dari sang Mommy yang suka menggosip dengannya. Mommy nya bilang, Noah akan melancong ke Singapura bersama Luna dengan dalih urusan bisnis.


"Iy--iyaa..Kak..bukan liburan juga sih spesifiknya, aku juga cuman nemenin Mas Noah kerja."


"Kalau udah sampai nemenin kerja, berarti ranahnya bukan lagi teman biasa. Itu sih namanya teman spesial!" Isabelle semakin gencar menggoda gadis yang ada didepannya ini.


"Aduh...enggak kok Kak, beneran hanya teman." Luna jadi tersipu malu dibuatnya. Kepalanya tertunduk kebawah tak berani berkontak mata dengan kakaknya Om Noah itu.


Dari penilaian Isabelle, Luna ini anak yang cukup manis. Perangainya lembut, ramah, dan anaknya juga murah senyum. Beberapa kali mendengar cerita-cerita yang baik dari sang Mommy dan anak perempuannya, kini Isabelle dapat membuktikannya sendiri. Luna sepertinya cocok menjadi istri baru Noah.


"Lun, emangnya kamu enggak tertarik jadi istri adik saya?"


"Ya tertarik sih Kak, uppsss---"


"Aduh... mulut pakai ember segala nih!" Luna bergumam dalam hati.


Isabelle ingin sekali tertawa keras namun ia tahan supaya Luna tidak canggung. "Tuh kan..kamu ketahuan! Kamu naksir juga kan sebenarnya sama adikku!"


"Ehmmm..gimana ya Kak! Aku sih bukan tipe pemilih. Kalau ada kesempatan jodoh didepan mata, ya enggak nolak."


Karena sudah kepalang basah, Luna memilih jujur sekalian.


"Kamu ada rasa enggak sama Noah? Kayak getar-getar cinta gitu?!" Isabelle bertanya pada Luna secara lebih spesifik. Niatnya bertindak sebagai cupid. Barangkali betulan jodoh.

__ADS_1


"Kalau cinta, masih terlalu jauh Kak..belum sampai kesitu. Masih tahap-tahap suka-suka biasa aja. Aku belum bisa menggambarkan perasaanku yang gimana-gimana. Dari awal aku dan Om Noah hanya teman. Intensi-nya bukan buat pdkt." ungkap Luna jujur.


Luna tak menampik jika dia cukup terbawa perasaan karena beberapa kali bisa dekat dengan Noah. Meski belum ada getar cinta atau perasaan suka yang berlebih pada Noah, tapi andai kata ada kesempatan untuk jadi pacar atau istri Om Noah, Luna juga tidak menolak.


"Pepet terus aja Lun..."


"Pepet gimana Kak maksudnya?" Luna keheranan.


"Kalau kamu emang serius mau jadi istri atau minimal pacarnya Noah, pepet aja dia! Kamu rayu dan goda, siapa tahu nyantol! Aku tuh suka kasihan lihat kehidupan percintaan Noah, dia hopeless romantic banget. Bolak-balik putus cinta, dan yang terbaru dia habis cerai.."


"Kali aja Lun, sama kamu dia cocok. Coba-coba berhadiah. Atau mau kakak coba bantu comblangin? Tapi syaratnya kamu harus mau dulu, Kakak sih enggak maksa.."


Luna jadi bingung dibuatnya dan tampak berpikir keras mendengar perkataan Isabelle. Seketika dia teringat akan ucapannya sendiri beberapa bulan lalu.


Kalau tidak salah Luna pernah berceletuk bahwa dia akan mencari pria yang akan menjadi pasangan hidupnya, dengan kriteria single, mapan, dan hot untuk membalaskan dendamnya pada Pandu--sang mantan. Bahkan dia ingin mencoba untuk berpacaran dengan seorang duda. Luna penasaran bagaimana sensasinya.


Kebetulan sekali, Om Noah adalah seorang duda kaya yang mapan dan juga tampan. Sedang tidak dekat dengan siapa-siapa pula, jadi tidak masalah bukan kalau Luna mengambil langkah untuk menggaetnya?


Terlebih, poin plusnya Noah bercerai dengan status tidak memiliki anak. Jalan Luna untuk mendekatkan diri pada Noah semakin terbuka lebar. Bukannya Luna tidak suka anak atau tidak mau dengan duda beranak satu dan dua, dia hanya berusaha menghindari konflik yang berpotensi untuk muncul saja.


Biasanya, jika menikah dengan duda beranak pasti akan rumit situasinya. Mulai dari sibuk gono-gini dengan mantan istri, belum lagi harus melakukan pendekatan terlebih dahulu pada sang anak. Kalau anaknya mau tentu mudah, tapi kalau anaknya menolak...lain cerita.


Semua kriteria yang ada dalam angan-angan Luna terdapat pada Noah, seperti tergambar dengan sempurna dan pertemuan mereka seolah sudah digariskan oleh Tuhan.


Apakah Om Noah adalah jawaban dari pertanyaan Luna selama ini?

__ADS_1


***


Mohon kesediaannya untuk teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya teman-teman..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.


__ADS_2