
Noah dan Luna sedang dalam perjalanan menuju hotel milik Noah diantar oleh supir. Mereka akan menginap semalam disana untuk bisa berduaan saja setelah menikah.
Villa pribadi milik Daddy Jo sudah penuh diisi dengan sanak saudara dan keluarga yang datang dari jauh. Noah sedikit menginginkan keterangan, itulah alasan mengapa ia mengajak Luna untuk melipir ke hotel saja.
"Mas, aku boleh enggak upload foto pernikahan kita ke sosial media?" tanya Luna hati-hati.
Noah menoleh, "Kenapa tanya ke aku?"
"Iya aku harus izin dulu dong sama kamu! Mas Noah kan orangnya private, takutnya enggak mau foto pernikahan kita di publish. Sedangkan foto yang mau aku posting itu ada kamunya..kalau misal merasa enggak nyaman, aku enggak akan post!" Luna menjelaskan.
Noah terasa senang mendengarnya. Luna begitu menghormati Noah yang cenderung lebih suka dengan privasi. Meskipun Noah adalah salah satu pengusaha kelas atas yang terkenal, dia tak begitu nyaman kala kehidupan pribadinya disorot oleh media.
Bukannya ingin membanding-bandingkan atau apa, dulu saat masih menikah dengan Malena, wanita itu selalu memaksakan kehendaknya sendiri. Malena adalah seorang influencer di bidang fashion designer yang mengharuskannya untuk tetap aktif di sosial media.
Hampir setiap hari, Malena tidak pernah lepas dengan yang namanya ponsel. Entah itu membuat video blogging dan semacamnya. Tak ayal, Malena juga suka merekam video liburannya dengan Noah dan di publish ke media. Beberapa kali Noah melayangkan protes merasa tidak nyaman karena intensitas-nya yang terlalu sering, tapi Malena tak mau mendengar.
"Mas, kok diam sih? Mas Noah??!!" Luna melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Noah.
Lamunan Noah terbuyarkan, "Hahh??!! Apa?!..Maaf tadi aku tidak fokus."
"Itu lho Mas, aku boleh mengunggah foto pernikahan kita di akun sosial media kah? Tapi lihat dari ekspresi kamu, kayaknya enggak boleh ya? Tapi enggak apa-apa sih, aku enggak mau memaksa.."
"No, I'm fine with it. Kalau kamu mau unggah..ya silahkan.."
"Serius boleh?" Luna ingin memastikannya sungguh-sungguh.
"Iya boleh. Lagian itu sosmed kamu, terserah kamu mau post apa.."
"Yeay!! Thank you Mas Noah-ku sayang.." senyuman manis Luna merekah dengan lebar kala mendapat persetujuan dari Noah.
__ADS_1
Sedangkan Noah, hatinya ikut menghangat setiap kali Luna memanggilnya dengan sebutan 'Mas Noah-ku sayang'. Entah kenapa, Noah suka dengan panggilan barunya itu.
Luna yang terlanjur excited langsung men-scroll foto-foto pernikahan mereka di ponselnya. "Fotonya ada banyak juga ya Mas, pada bagus-bagus! Aku jadi bingung pilihnya.."
"File fotonya udah dikirim semua ya sama fotografer nya?" tanya Noah.
"Udah Mas, tadi aku langsung minta file mentahnya. Cuman kalau untuk cetak di album, baru jadi besok lusa karena mereka belum edit layout-nya." jawab Luna.
"Oh gitu.." sahut Noah.
"Mas, bantuin pilih dong..aku bingung nih!" Luna merengek.
"Unggah semuanya aja kalau bingung." ucap Noah polos.
"Mana bisa Mas, ini ada lebih dari 800 foto..ya kali di upload semua! Kebanyakan nanti.." keluh Luna.
"Pilih saja yang sekiranya aku dan kamu pas kelihatan cantik dan ganteng..simpel kan?" Noah menyarankan.
"Mana ada, kamu cantik kok di mata aku. Mau pipi kamu gendut atau enggak, aku enggak masalah. Malah enak nih buat mainan..." Noah mengangkat tangannya mencubit gemas pipi Luna.
"Ishhh...sakit Mas, jangan keras-keras!" Luna mengusap pipinya yang sedikit memerah.
Noah terkekeh. "Udah jangan ngomel, sana posting..tadi sudah semangat 45 kayaknya."
"Iya..iya.." Luna menggerutu dan kembali asyik memilah-milah foto yang hendak di unggahnya.
Noah tidak bohong ataupun menggombal. Meskipun ia belum sepenuhnya mencintai istri kecilnya ini, Noah tidak bisa mengelak jika Luna memang perempuan yang cantik dan lucu. Itu fakta.
Akhir-akhir ini, Noah seringkali senyum-senyum sendiri ketika menatap Luna. Mulai saat mereka pergi membeli cincin pernikahan sampai fitting baju pengantin, Noah selalu terpukau melihat kecantikan Luna.
__ADS_1
Sebuah awal yang baik bukan? Perlahan Noah mulai belajar menerima Luna di kehidupannya. Noah sudah bertekad pada dirinya sendiri untuk berusaha mencintai dan menyayangi Luna.
Setibanya di hotel, Noah mengajak Luna untuk dinner di rooftop terlebih dahulu. Saking sibuknya menyambut tamu yang membludak di resepsi tadi, Noah dan Luna sampai melewatkan jam makan malam mereka.
"Kita dinner dulu ya, kita kan belum makan sejak tadi...pasti kamu lapar juga kan?" Noah menggandeng tangan Luna memasuki lift.
"Iya Mas, perutku udah keroncongan nih..aku mau makan banyak nanti!"
"Terserah, kamu boleh makan sepuasnya nanti. Gratis juga...kan hotel ini punya aku! Kalau belum kenyang, nambah aja..tidak perlu malu-malu."
"Sombongnya suamiku ini..." Luna menepuk pelan lengan Noah.
"Kan memang fakta, ini hotel punya aku..kamu enggak lihat tadi di depan lobby tertera nama The Noah Clerk's Hotel." Noah sengaja menyombongkan diri di depan Luna.
Luna menyunggingkan senyumnya menurut, "Hemm...iya deh, iya..."
Keluar dari lift, kedatangan mereka langsung disambut ramah oleh pegawai hotel yang telah mempersiapkan table dinner mereka malam ini.
"Selamat Malam, Tuan dan Nyonya Clerk selamat datang di hotel. Kami telah mengatur table sesuai request anda Tuan." ucap sang waitress.
Noah mengangguk menunjukkan wajah datarnya, sedangkan Luna menyahutinya dengan ramah.
"Terima kasih.." balas Luna.
Kemudian Noah memerintahkan sang waitress untuk langsung menghidangkan appetizer dan main course agar tak berlama-lama.
***
Hari ini akan double up. Jangan lupa untuk kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya teman-teman..supaya Author lebih semangat untuk up😊
__ADS_1
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.