Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Pengalihan Isu


__ADS_3

Luna


Entah ada gerangan apa yang ada di pikiranku hari ini, sehingga tiba-tiba aku memiliki keinginan untuk datang ke kantor Mas Noah. Rindu, mungkin adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkannya.


Setelah satu bulan lamanya aku dan Mas Noah menghabiskan liburan bulan madu keliling Eropa, hari-hari Mas Noah semakin disibukkan dengan sejumlah rapat dan pertemuan penting yang berjibun. Mungkin karena pengaruh meninggalkan pekerjaan kantor terlalu lama.


Sudah semingguan ini suamiku selalu pulang telat ke rumah. Itulah kenapa saat tadi pagi Mas Noah berkata akan menemaniku pergi ke rumah Kak Isabelle, aku sedikit ragu. Sebab aku tahu bagaimana padatnya jadwal dia. Aku tak berharap banyak.


Maka dari itu, aku berinisiatif untuk mendatangi kantornya setelah urusan pertemuanku dengan event organizer selesai. Tidak ada janjian sebelumnya, ide ini tercetus secara spontanius. Urusan bisa atau tidaknya dia mengantarku ke rumah Kak Isabelle, itu urusan belakangan.


Datang ke kantor Mas Noah, aku tak lupa untuk membawa makanan-makanan favorit untuknya yang baru saja kubeli dari restoran favorit Mas Noah. Maklum, aku belum begitu mahir dalam urusan masak-memasak. Untuk sementara beli dulu saja.


Namun ketika aku telah memasuki kantor Mas Noah, aku langsung dikejutkan oleh penampakan Mak Lampir alias mantan istri suamiku yang tengah berdiri persis ditengah-tengah area lobby. Tepat diseberangnya, ada suamiku pula disana.


"Mas Noah..?!" kupanggil suamiku dari kejauhan.


Sontak saja, Mas Noah langsung menolehkan pandangannya padaku dan mengabaikan Malena serta para karyawan lain yang sedang memperhatikan dari jauh.


"Sayang...kamu datang kesini?" ucapnya lembut.


Mata indah Mas Noah yang berwana blue-greyish seolah menghipnotisku dengan tatapan yang manis ketika dia mulai mendekat.


Tunggu-tunggu, Mas Noah tadi bilang sayang? Apa aku tak salah dengar? Jangan-jangan suamiku kerasukan! Tidak ada angin tidak ada hujan, memanggilku sayang mendadak?!


"Hey, kamu kok malah melamun? Kamu datang kesini diantar siapa, kok tidak bilang-bilang sama aku?" Mas Noah mengecup keningku.


"Ee--ekhmm, iy-iya Mas maaf..aku emang dadakan datang kesininya. Tadi naik taksi online. Nih, aku bawakan kamu makan siang!" aku mengangkat tentengan goodie bag yang berisi kotak makanan khusus untuk suamiku.


Mas Noah menangkup sisi wajahku dan mengelus pipiku. "Thank you sayang, kamu tahu saja kalau aku belum makan dan sedang lapar. Langsung naik saja, kita makan sama-sama di ruanganku."


Ini gila, benar-benar gila. Lagi dan lagi Mas Noah memanggilku dengan kata-kata sayang. Berarti yang tadi itu tidak salah. Aneh sekali kenapa dia mendadak jadi romantis begini.


Tidak lain tidak bukan, ini pasti karena dia ingin memanas-manasi Mak Lampir itu. Biarlah, akan aku ladeni sekalian. Wajah mantan istri Mas Noah membuatku muak.


"Oke Mas, ayo cepat naik...nanti biar aku yang suapin kamu ya?" ucapku dengan nada manja. Aku langsung melingkarkan tanganku di lengan kekar Mas Noah.


Malena pasti mendengarnya, aku berharap kedua telinganya jadi panas karena kemesraanku dengan Mas Noah.

__ADS_1


"Okay, urusanku juga sudah selesai disini. Bagas, kamu bereskan semuanya! Suruh wanita itu pergi dari kantor saya!" perintah Mas Noah.


"Iya Pak, saya dan Kosim akan mengurusnya." jawab Bagas.


"Noah, don't do this to me!" pekik Malena keras hingga suaranya menggema.


Alamat sudah, drama ini pasti akan menjadi tontonan gratis untuk para karyawan. Pasti akan ada gosip kedepannya. Malena sendiri, meski kedua tangannya sudah dicekal oleh kedua security kantor, dia masih meraung-raung tak terima.


"Cepat ya Gas, saya mau naik keatas dulu bersama istri. Nanti setelah dia pergi, kamu jangan masuk ke ruangan saya. Saya dan istri butuh privasi!" tukas Mas Noah dingin.


Asisten suamiku itu hanya diam dan mengangguk-angguk saja.


Selanjutnya, Mas Noah menggandeng tanganku menuju ke lift khusus dan meninggalkan keributan yang tercipta di lobby. Baik aku dan Mas Noah tidak perduli dengan Malena yang sudah ditarik keluar.


Mas Noah menempelkan sidik jarinya sebagai akses masuk lalu tangannya terulur untuk menekan angka 10.


***


Tingg...


Sekalinya sudah masuk, Mas Noah tiba-tiba merengkuh pinggangku dan menariknya untuk mendekat. Kemudian dia menciumm bibirku dan melumattnya dengan gerakan cepat. Aku pun tak ingin kalah dan membalas aksinya pula.


Kuhempaskan goodie bag berisi makanan yang aku pegang secara sembarangan, dan seketika lenganku melingkar di leher Mas Noah. Karena intensnya penyatuan bibir kami, aku sampai tak kuasa mengeluarkan sedikit suara lenguhan.


Tangan kiri Mas Noah mulai turun untuk meremass aset belakangku kasar. Nakal sekali suamiku ini, tapi aku suka. Kemudian aku membalas perbuatan Mas Noah dengan mengelus rambutnya dan tengkuk lehernya.


Mas Noah melepaskan ciumann kami setelah kami berdua hampir kekurangan nafas dan berpindah mendaratkan kecupannya di bawah telingaku. Ahhh...dia benar-benar tahu titik kelemahanku rupanya.


"Mm--Mas..udah Mas..ini kita lagi di kantor lho!" aku berusaha untuk menghentikan kegiatan panas kami sebelum kebablasan.


"Biarkan saja..aku tak perduli!" ucap Mas Noah acuh.


Dia malah semakin gencar menghujaniku dengan kecupan-kecupannya di tulang selangka dan bahuku. Berhubung dress yang kukenakan ini tanpa lengan dan bagian depannya agak sedikit turun, tentu hal ini semakin memudahkan Mas Noah beraksi.


"Mas..udahan dulu ya, kita bisa lanjut nanti di rumah! Kamu makan dulu gih.." aku mencoba peruntunganku yang kedua kalinya. Mungkin saja Mas Noah akan mendengarkanku.


"Okay...okay..." Mas Noah mengalah dan mengakhirinya dengan mengecup bibirku sekilas.

__ADS_1


"Tuh jadi jatuh kan makanannya, kamu sih main serang-serang aja! Jadi kaget akunya!" aku pungut lagi goodie bag yang tadi kubuang ke lantai.


Tidak salah bukan jika aku protes? Baru sedetik masuk ke ruangan, Mas Noah tiba-tiba menyergapku tanpa memberi aba-aba.


"Maaf, habisnya aku tidak kuat lihat kamu yang datang lalu memakai dress yang cantik begini.." Mas Noah menyunggingkan senyuman tipisnya.


"Gombal! Palingan juga bukan karena aku yang memikat, tapi karena kamu yang ingin mengalihkan perhatian dari Mbak Malena kan?" sindirku pada Mas Noah.


Deghhh...


Tubuh Mas Noah menegang dan mulutnya tak berbicara apapun. Tebakanku benar kali ini, feeling seorang istri tidak pernah salah. Detik dimana Mas Noah menciumku, aku tahu jika itu hanyalah pengalihan isu.


"Kenapa diam? Aku benar kan?" kataku seraya merapikan dress-ku yang sedikit kusut karena adegan quickie kami tadi.


"Lun...it's not like that! Aku memang ingin menciumm kamu tadi.." elak Mas Noah.


"Jangan bohong Mas! Aku tahu kok...lebih baik kamu jujur saja."


Mas Noah memalingkan wajahnya dariku. "Darimana kamu tahu?"


"Mas..kita memang baru sebulanan menikah. Tapi feeling-ku sebagai istri begitu kuat. Aku tahu betul bagaimana sifat dan sikap kamu saat sedang kesal, marah, ataupun badmood. Semua tentang dirimu sudah aku selami!"


"Dari awal saja, aku sudah mencium bau-bau keanehan. Kamu tadi tiba-tiba manggil aku dengan sebutan sayang, lalu pas masuk ke ruangan...kamu mendadak menciumku dengan sedikit kasar dan penuh dengan hawa naffsu. Aku bisa rasakan pikiranmu sedang ke-distract!" ungkapku jujur.


Memang itulah yang aku rasakan. Meskipun aku ikut menikmatinya sesaat, hatiku tetap sedikit hampa. Biasanya ketika aku dan Mas Noah melakukan kegiatan intim, tubuhku selalu merasa seperti disengat listrik ke sekujur badan dan jantungku sudah berdentum tak karuan. Tapi untuk yang tadi, entah mengapa rasanya kosong.


Mas Noah meraih lenganku dan berucap, "Lun..ak--"


"Sudah ya Mas...bicaranya nanti saja, kita maka siang dulu. Nanti keburu dingin makanannya. Yuk...aku siapkan dulu, kamu duduk situ!" aku menahan pembahasan kami untuk sementara.


Pikirku, aku membutuhkan waktu sejenak untuk menetralisir perasaanku saat ini daripada kamu ribut nantinya.


***


Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2