
Sesuai janji Noah pada Luna, di hari ketiga ini mereka berdua akan mengunjungi Universal Studios untuk menaiki wahana-wahana yang seru. Luna sungguh tidak sabar ingin segera bermain.
"Mas Noah kuat kan kalau kita jalan-jalan seharian disini?"
"Kamu meledek ya? Tentu aku masih kuat lah! Kamu pikir aku ini jompo? Umurku masih 32 tahun, belum tua! Sembarangan saja..."
"Kirain Mas, biasanya kalau usia lanjut kan suka ringkih gitu!" Nadine tak ingin berhenti menggoda Noah yang mulai tampak kesal.
"Stop memojokkan aku! Biar nanti aku akan buktikan, aku pasti kuat... jalan-jalan kayak gini itu urusan kecil! Aku sebelumnya sudah pernah ke Universal Studios yang di Orlando, ini belum ada apa-apanya!" Noah menyombongkan diri.
"Oke...secara enggak langsung ini challenge ya! Yang capek duluan, dia yang kalah! Gimana?" tantang Luna.
"Siapa takut! Tapi tunggu dulu..yang menang dapat apa? Terus kalau kalah, hukumannya gimana?"
"Kalau aku menang, Mas Noah harus traktir aku makan malam di restoran mewah 5x..setiap sebulan jatahnya sekali. Terhitung mulai bulan depan."
"Kalau aku yang menang?" tanya Noah lagi.
"Nah itu dia, aku masih bingung..Mas Noah kan udah punya segalanya dan enggak mungkin kekurangan. Aku jadi enggak kepikiran rewards yang cocok itu apa!" Luna mulai berpikir seraya mengetuk-ngetuk jarinya di pelipis.
"Samain aja kayak tadi, kamu traktir aku di restoran mewah 5x.." Noah menaik-naikkan kedua alisnya.
"Dihh...jangan dong Mas, kan aku pengangguran! Kerjaan juga serabutan, masa dipalak begitu!"
"Kamu sendiri juga malak saya kan, minta ditraktir di resto mewah! Vice versa, biar adil...samain hadiahnya."
__ADS_1
"Ya kan beda kasta, Mas Noah duitnya banyak! Kalau cuman traktir aku di resto mewah 5x juga enggak bakal bikin kamu miskin Mas! Kalau aku? Bisa-bisa gaji sebulan dari les privat, ludes habis dibuat traktir Mas Noah!" Luna mengerucutkan bibirnya kesal.
Noah menahan diri untuk tidak tertawa sejak tadi. Melihat Luna yang kesal membuatnya semakin gemas, seperti ada hiburan tersendiri untuknya.
"Please..Mas!! Minta yang lain dong...pokoknya jangan yang bikin aku keluar duit banyak! Liburan kesini aja kan aku dibayarin Mas Noah!" seru Luna.
"Hmm..apa ya? Aku sendiri belum kepikiran Lun, aku mana tahu disuruh berpikir gitu! Sudah capek-capek mikir pekerjaan, sekarang disuruh mikir lagi!"
"Ishhh..enggak seru banget! Ya udah gini aja, gimana kalau Mas Noah aku kasih 5 permintaan. Mas Noah boleh minta apa aja sama aku, dan pasti aku kabulkan..kecuali hal-hal yang berbau finansial! Karena aku enggak punya duit banyak, how so?
"Deal. Beneran ya kamu akan turuti permintaanku apa saja?!" Noah tersenyum miring. Dalam otaknya, sudah terancang berbagai skenario untuk mengerjai Luna jika dia berhasil menang nanti.
"Iya Mas, serius. Aku enggak akan ingkar janji, selama itu enggak bikin aku keluar duit banyak! Hihihi..." Luna terkekeh sambil menutup mulutnya.
Noah menjulurkan tangan kanannya, "Okelah, aku setuju. Kita deal!"
Noah dan Luna akhirnya saling berjabatan tangan sebagai tanda bahwa terjadi kesepakatan diantara mereka.
***
"Lun, kamu mau tidak..masuk ke official store nya yang jual merchandise?" Noah menawari.
"Buat apa Mas, kan aku enggak beli juga. Tapi kalau Mas Noah mau, ayo aja...aku temani!"
"Hmm..iya aku memang ingin masuk kesana untuk beli oleh-oleh buat Chloe. Tapi nanti saja lah, sekarang kita fokus dulu bermain wahana. Kamu mau naik apa dulu?"
__ADS_1
"Mau naik Revenge of The Mummy boleh, kayaknya seru deh..ini description-nya itu kayak roller coaster tapi ada nuansa horor-nya!" ucap Luna semangat.
"Memang kamu berani?" Noah meremehkan.
"Ya berani lah, aku enggak takut ketinggian ataupun hantu kok!" jawab Luna dengan pedenya.
"Hebat, jarang-jarang yang begini...biasanya perempuan itu sering takut sama wahana kayak begitu. Dulu Mal--" Noah memotong ucapannya sendiri.
"Kenapa enggak dilanjutkan Mas ngomongnya? Pasti yang dimaksud tadi itu Kak Malena ya?" dalam hati Luna merasakan nyeri di dada tatkala mengetahui jika Noah masih teringat akan mantan istri.
Noah mengangguk dengan ekspresi datar. Sesungguhnya dia tidak mau terbayang-bayang soal Malena, tapi pikiran itu tiba-tiba saja muncul. Noah ingat betul kalau Malena sangat takut saat diajak bermain di wahana rumah hantu ketika mereka berkencan waktu kuliah dulu. Malena juga punya phobia ketinggian sejak kecil.
"Udah Mas, jangan diingat-ingat lagi! Yang berlalu biar jadi masa lalu...yang penting have fun kita! Ayo naik.." Luna sengaja mengalihkan perhatian Noah agar tidak terus menerus kepikiran Malena.
"Iya Lun, maaf ya..aku tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman. Seharusnya ini jadi momen kita untuk bersenang-senang melepas penat. Harus bahagia bukan?"
"Exactly!!!" Luna bertepuk tangan kecil.
"Ayo.. sekarang kita naik," Noah tersenyum dan menggandeng tangan Luna tanpa sadar.
Hal ini membuat Luna senyum-senyum sendiri dalam hati. Tak perduli jika dia dibilang aji mumpung atau cari-cari kesempatan. Peluang emas seperti ini tidak boleh disia-siakan, kapan lagi bisa digandeng oleh Noah? Begitu pikirnya.
Keduanya berjalan cepat memasuki wahana tanpa perlu antri, karena Noah memesan tiket terusan yang VIP. Tidak perlu menunggu lama dan bisa langsung bermain.
***
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih semua.
Maaf kalau beberapa hari ini slow update, karena author sedang sibuk skripsi heheh.. doain semoga lancar ya teman-teman 😁