Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Berubah Pikiran


__ADS_3

"Mas, boleh nanya sesuatu enggak?" kata Luna.


Keduanya baru saja selesai makan siang dan kini sedang duduk-duduk bersantai di sekitar Merlion Park, sembari menikmati segelas minuman dingin yang dibeli dari kedai terdekat.


"Tanya apa?" jawab Noah yang sedang menyeruput minumannya.


"Ekhmm, maaf ya kalau terdengar agak sedikit lancang, atau gimana-gimana...cuman saya penasaran aja, setelah bercerai Mas Noah berkeinginan untuk menikah lagi enggak?"


Noah melirik Luna tajam. Saking mautnya tatapan Noah, kedua bola mata Luna serasa bagaikan dihunus pedang lancip membuat Luna bergedik ngeri.


"M--maaf Mas, kalau keberatan enggak usah dijawab enggak apa-apa kok! Saya cum--"


"Tidak. Saya belum kepikiran untuk itu. Setelah mendapatkan pengkhianatan, sulit bagi saya untuk membuka hati lagi untuk orang lain. Mungkin lebih baik saya sendiri saja dan tidak menikah lagi, saya terlanjur trauma," Noah tersenyum tipis.


Glekk....


Tenggorokan Luna rasanya tercekat mendengar pernyataan Noah. Dampak dari perselingkuhan mantan istrinya membuat hati Noah mati rasa, hingga ia enggan untuk memulai hubungan yang baru dengan wanita lain.


"Mas Noah masih belum sepenuhnya move on ya dari mantan istri?" tanya Luna pelan. Semoga Noah tidak tersinggung.


"Bohong kalau saya bilang saya sudah move on dari Malena. Tidak bisa dipungkiri, saya sendiri masih dalam tahap proses melupakan dia. Terdengar konyol memang, tapi faktanya begitu. Rasa sayang dan cinta saya pada Malena belum sepenuhnya pudar walau dia sudah selingkuh dari saya."


Dalam kondisi ini Luna paham bagaimana perasaan Noah, karena dia juga pernah merasakan sakitnya diselingkuhi oleh mantannya--Pandu. Luna saja yang baru berpacaran 6 bulan, butuh beberapa waktu untuk move on pasca putus.


Apalagi Noah, yang notabene sudah 8 tahun berumah tangga dengan Malena. Belum lagi masa pacaran mereka 2 tahun. Total secara keseluruhan, hampir 10 tahun mereka menghabiskan waktu hidup bersama.


"Saya akui sih Mas, berat memang rasanya harus melepaskan orang yang pernah singgah di hati kita. Tapi enggak ada salahnya juga kalau Mas Noah bersikap open, cari cewek lagi..buktikan pada Kak Malena kalau Mas Noah bisa hidup bahagia tanpa dia!"


"Entahlah...Lun! Saya sudah malas untuk memulai hubungan baru dengan orang lain. Membayangkan untuk memulai semuanya dari awal saja sudah membuat saya lelah sendiri.."


"Jangan pesimis dulu Mas, kali aja nemu yang cocok di tengah jalan.. siapa tahu kan ya?! Tuhan itu maha membolak-balikkan perasaan orang! Contoh nih, kali-kali aja tiba-tiba Mas Noah jadi jodohku..hihihihi.." canda Luna.

__ADS_1


"Bisa aja kamu.." Noah tertawa pelan.


Dibalik sarkas Luna, sebenarnya terdapat niat terselubung didalamnya. Luna ingin sedikit memancing reaksi Noah, yang ternyata menunjukkan ekspresi biasa. Sejauh yang Noah tahu, Luna hanya mengeluarkan kalimat candaan semata.


"Tipe cewek yang Mas Noah pengen itu kayak gimana sih?" Luna iseng bertanya.


"Apa ya..hmm, saya tidak punya tipe yang muluk-muluk sih! Yang jelas, saya tidak memandang seorang wanita dari fisiknya. Tapi, kalau ditanya..saya itu paling suka wanita yang cerdas dan jago memasak. Entah kenapa wanita pintar itu jadi poin plus buat saya..."


Deghhh....


"Waduh...kriteria Om Noah enggak ada yang masuk di gue nih! Gue enggak jago masak..enggak cerdas pula! Gue cuman jago bahasa Inggris, mata pelajaran yang lain zonk!" Luna bergumam sendiri dalam hati.


"Dannn..semua kriteria itu ada didalam mantan istri Mas Noah, ya?" tebak Luna.


"Iya. Malena jago memasak dan rasa masakannya enak. Saat kami masih duduk di bangku kuliah, dia seringkali membawakan saya bekal makanan. Malena juga pintar dan humble, dia cukup aktif mengikuti berbagai organisasi kampus. Hebatnya lagi, dia lulus dengan IPK yang hampir mendekati sempurna hingga mendapat predikat cumlaude. Dari hal itulah yang membuat saya kagum dan menyukainya dulu..."


Luna hanya bisa melongo mendengar pencapaian Malena. Disamping sifat angkuh Malena dan kelakuannya yang selingkuh, Luna harus mengakui jika Malena adalah sosok wanita yang luar biasa dan memiliki banyak achievements dalam hidup. Fisik sempurna, prestasi sempurna, Malena memang unggul. Pantas saja Noah susah berpaling.


"Iy--iya Mas, maaf kalau tadi saya ungkit-ungkit masa lalu...hehehe.."


"Santai saja..saya sudah mulai menerima keadaan dan ingin berdamai dengan masa lalu. Ngomong-ngomong, kita jangan terlalu formal ya..panggil aku-kamu aja, jangan saya-saya lagi! Biar lebih enak didengar..biar kelihatan akrab!"


Mata Luna berbinar-binar Jantungnya berdegup tak karuan. Kalimat simple yang baru saja keluar dari mulut Noah membuat hatinya berdebar-debar.


Aku-kamu?


Luna bisa mencium adanya perkembangan dalam hubungannya dengan Noah. Meski terkesan terlalu percaya diri dan sedikit kegeeran, Luna tak perduli.


"Okay Mas, siap! Panggilnya aku-kamu nih sekarang.." Luna tersipu malu.


"Iyaa! Udah sekarang kita pergi dari sini, aku mau ajak kamu ke Gardens by the Bay. Kita bisa keliling lihat flower dome dan cloud forest disana..dan mungkin akan nongkrong di supertree sejenak," Noah menjelaskan.

__ADS_1


Luna memicingkan matanya, "Serius mau kesana..bukannya Mas Noah sibuk? Katanya jalan-jalannya hari ketiga nanti?"


"Aku berubah pikiran... tiba-tiba pengen bersantai saat ini. Jadi kita kesana saja, aku juga sudah pesan tiket masuknya lewat online.


"Wahh...asyikkkk!!! Mau Mas! Aku pengen kesana..malamnya lihat light show pasti seru deh!"


Luna pernah melihat di internet kalau di Gardens by the Bay terdapat pertunjukan lampu-lampu yang indah dan terkenal. Luna sangat ingin sekali melihatnya.


"Ehmmm..sayangnya kita enggak bisa Lun, nanti malam aku sudah ada janji dinner dengan klien-ku Mr. Kim,"


Luna menghela nafasnya, "Oh gitu...enggak apa-apa deh Mas, aku diajakin kesana aja udah seneng banget kok! Makasih ya.."


"Iya sama-sama. Tapi nanti malam kamu temani aku datang ke dinner di restaurant bersama Mr. Kim ya?"


Luna terkejut. "Mas Noah ngajakin aku?"


"Iya kamu, memang siapa lagi? Aku kan ke Singapura sama kamu..aku males datang sendirian kesana. Mau kan?" tawar Noah.


"MAUUUUU!!!" jawab Luna dengan semangat 45.


Kapan lagi dia bisa dekat dengan Noah kalau bukan karena momen seperti ini. Tidak rugi juga dia mengiyakan ajakan Noah pergi ke Singapura bersama.


Hati Luna semakin meleleh dibuatnya karena sikap manis dan perlakuan Noah yang begitu romantis. Sudah diajak pergi ke Gardens by the Bay, malamnya diajak pergi dinner bersama klien..sudah seperti pasangan kekasih saja! Luna jadi merasa sedang diatas angin karena mendapat rejeki nomplok tak terkira.


***


Visual Luna dan Noah 😁



***

__ADS_1


Mohon kesediaannya untuk kakak-kakak atau teman-teman agar memberi like, komen, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.


__ADS_2