
Noah mendengar Luna memanggilnya dari kejauhan dan segera menghampirinya, dia menghiraukan Poppy begitu saja tanpa menoleh.
"Lun..."
"Hai Mas Noah..udah selesai meeting-nya?" sapa Luna.
"Sudah, beberapa menit yang lalu. K--kk--amu mau pergi keluar? Atau kamu habis dari luar?" mendadak Noah tergugu melihat penampilan Luna yang begitu fresh dan memukau.
Berbeda dengan style Luna yang biasanya cukup simple, kali ini dandanan Luna terlihat classy dan elegan. Mengenakan dress slim fit berwarna nude yang memiliki belahan tinggi, hingga kaki jenjang Luna sedikit terekspos.
Ditambah dengan rambut panjang Luna yang dibiarkan tergerai bergelombang, menambah aura kecantikannya semakin plus-plus.
"Saya baru aja selesai menikmati layanan spa and massage di hotel, jadi belum keluar kemana-mana Mas! Rencananya tadi mau samperin Mas Noah untuk ngajakin pergi keluar. Eh..ternyata ketemu disini!" Luna tersenyum.
"Ohhh..gitu, iya kebetulan ini udah selesai saya. Mau jalan sekarang? Kita ke restoran aja ya, cari makan siang." Perut Noah terasa lapar.
"Boleh, saya juga udah lapar..tapi Mas enggak capek kan? Kali aja habis meeting mungkin perlu istirahat bentar."
Noah menggeleng, "Tidak. Udah biasa saya, paling saya mau taruh map berkas ini dulu ke kamar. Enggak mungkin saya bawa-bawa, nanti hilang."
"Okay deh Mas, mau saya temenin balik keatas atau saya nunggu di lobby aja?"
"Di lobby saja lah..toh juga nanti keluarnya dari sama. Saya cepat kok."
Kala keduanya asyik berbincang-bincang, tiba-tiba Poppy menginterupsi dan ikut menimbrung.
"Noahh..." panggil Poppy yang datang mendekat.
Noah pun menoleh pada wanita yang tadi sempat diajaknya berbincang. Seketika dia merasa bersalah karena tadi telah mengabaikannya tanpa berpamitan atau permisi terlebih dahulu.
"Ohh...sorry Pop, maaf aku langsung pergi begitu saja.."
"Ini siapa Noah?" Poppy sedikit penasaran melihat perempuan yang berdiri disamping Noah.
"Kenalin ini Luna, dia--"
"Halo, selamat siang..nama saya Luna, saya pacarnya Mas Noah," Luna memperkenalkan diri dengan penuh percaya diri.
Deghhh...
Noah terperanjat kaget mendengar respon Luna dan melirik tajam secepat kilat kearahnya. Kenapa bisa Luna mengaku-ngaku jadi pacarnya secara mendadak?
"Pp--p-acar?" lirih Poppy.
Mood Poppy berubah menurun drastis, mendengar perempuan dihadapannya mengenalkan diri sebagai kekasih Noah.
__ADS_1
"Iya..pacar, atau istilah lainnya..kekasih kalau kurang paham," jawab Luna.
Noah jadi bingung dibuatnya. Noah ingin sekali menyanggah pernyataan Luna, tapi disisi lain entah kenapa dia malah kehilangan kata-kata dan membisu.
"Berarti kamu ke Singapura bukan hanya ngurus kerjaan aja ya Noah, tapi sekalian.. jalan-jalan sama pacar gitu?" tanya Poppy canggung.
"Hmm..it--"
"Kurang lebih seperti itu lah!" Luna menyela ucapan Noah lagi. "Anda sendiri siapanya Mas Noah kalau saya boleh tahu?" tanya Luna balik. Menampakkan raut wajah ramahnya sebisa mungkin.
"Saya Poppy, temannya Noah." jawab Poppy dengan senyuman terpaksa.
Mereka bertiga mendadak diam dan suasana menjadi hening. Tak ada satupun yang bersuara, yang ada ketiganya malah saling memandang satu sama lain.
Untuk mengurangi kecanggungan dalam situasi ini, Noah segera mengajak Luna pergi dari situ dan berpamitan pada Poppy.
"Eekhhhmm..eekhhmm.." Noah berdehem mengalihkan perhatian mereka. "Kita langsung pergi aja ya Lun, udah siang juga ini..kamu lapar kan?"
Luna mengangguk, "Okay Mas, aku ngikut aja."
Noah kini membalikkan badannya menghadap Poppy.
"Poppy, saya dan Luna permisi dulu ya. Kami harus pergi sekarang, saya dan Luna mau makan siang di restoran."
"Oh gitu..kenapa kita enggak sekalian makan bareng aja? Sekalian ngobrol-ngobrol..boleh kan aku ikut?"
"Kenapa?" selidik Poppy curiga.
"Karena Mas Noah udah terlanjur booking fine dining di fancy restaurant khusus untuk 2 orang saja. Lagipula, ini memang quality time untuk kami berdua..jadi maaf, mungkin next time kali ya." terang Luna mengarang bebas.
Luna sengaja menghempas manja Poppy agar dia tidak dekat-dekat dengan Noah. Dari gelagatnya, Luna bisa membaca kalau Poppy ini pasti mau cari perhatian. Apalagi dengan status Noah yang duda sekarang, wanita mana yang tidak gencar mengincar?
Sebelum Luna kecolongan, dia langsung bergerak cepat mengambil inisiatif agar tidak kalah langkah. Mengapa begitu? Karena saat ini Luna ingin memiliki Noah dan membuat sang duda bisa jatuh ke dalam pelukannya.
Melihat Poppy, jelas tercium bau-bau persaingan disini dan Luna tidak bisa membiarkan itu terjadi.
"Ayo mas, udah lapar nih!!" rengek Luna sembari melingkarkan tangan di lengan kekar Noah.
Tak mau berlama-lama lagi, Noah memutuskan untuk pamit. "Permisi ya Poppy, kami pergi dulu. Sampai jumpa di lain waktu.." ujar Noah.
"See you again, Noah!" balas Poppy dengan hati yang dongkol.
Luna dan Noah kemudian meninggalkan Poppy dan langsung berjalan kearah lift.
"Huftt..keduluan lagi deh! Dulu saingan sama Malena, sekarang pas udah cerai..ada lagi saingannya! Nasib gue gini banget sih!" kesal Poppy yang mengomel sendiri.
__ADS_1
***
Luna dan Noah sudah di mobil, dan sedang dalam perjalanan ke restoran.
"Lun, kamu tadi ngapain pakai ngomong ke teman saya kalau kita pacaran?" Noah akhirnya bersuara.
Luna seketika mati gaya. Akibat tindakannya yang sembrono, Luna tak tahu jawaban apa yang pas diberikan untuk Noah.
"Iyaa, akk--aku..frontal aja Mas, cuman iseng!" Luna meringis sembari mengangkat jari-jarinya membentuk peace.
"Keisengan kamu tidak lucu sama sekali, Lun! Kalau dia berpikir macam-macam bagaimana? Kita kan tidak ada hubungan apa-apa!"
"Ishh..santai kenapa sih Mas! Mau dia berpikir macam-macam juga biarin aja, jangan digubris! Lagian ya..tanpa saya kasih tahu, dia pasti juga berpikiran kalau kita itu pacaran!"
"Hah? Mana mungkin! Gimana kisahnya dia bisa langsung berasumsi seperti itu.."
"Ya bayangin aja, Mas kan udah menduda sekarang..terus pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis, bawa seorang perempuan. Perginya berdua aja, pasti overthinking lah Kak Poppy nya!" jelas Luna.
Yang dikatakan Luna benar juga. Tapi Noah tetap saja tidak suka dan kurang nyaman dengan apa yang dilakukan Luna tadi. Disamping itu, Noah merasa tidak enak dengan Poppy.
"Mas.." Luna menoel tangan Noah. "Maaf ya kalau Mas merasa risih, saya beneran cuman iseng tadi!" pinta Luna memohon.
Luna sungguh menyesal. Sungguh dia tak bermaksud untuk membuat Noah tidak nyaman. Yang dia lakukan tadi murni karena cemburu sesaat, entah kenapa Luna tidak suka melihat Noah dengan wanita lain.
"Lain kali jangan diulangi!" hanya itu pesan Noah.
"Iyaa..iya janji! Memangnya dia itu teman Mas Noah ya? Teman spesial kah, kayaknya Deket banget kalian?!"
"Hmmm..Poppy itu dulu wanita yang sempat dijodohkan dengan saya, sebelum saya menikah dengan Malena."
Glekk....
Luna meneguk air liurnya kasar. Poppy pernah dijodohkan dengan Noah?
"Kami sempat berkencan beberapa saat, dan mencoba dekat. Tapi setelah dijalani, semua terasa biasa. Sampai pada akhirnya, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan tersebut, karena saya terlanjur cinta sama Malena waktu itu."
"Ironisnya, wanita yang saya pilih sebagai pendamping hidup..malah mengkhianati saya. Andai kata saya nurut sama orang tua waktu itu untuk tidak menikahi Malena, mungkin Poppy sudah jadi istri saya!" ucap Noah dengan nada bercanda.
Tapi Luna menanggapinya berbeda. Hatinya malah panik ketar-ketir. Ada tersirat sedikit kekhawatiran jika Noah kembali pada Poppy.
"Kak Poppy emangnya single Mas?"
"Iya, surprisingly dia masih single. Saya pikir dia udah nikah..ternyata dia ngakunya belum,"
Gawat ini. Saingan baru mulai muncul. Benar dugaan Luna kalau Poppy pasti mau cari perhatian tadi. Berat juga saingannya karena Poppy lebih dulu mengenal Noah dan keluarganya.
__ADS_1
***
Mohon kesediaannya untuk kakak-kakak atau teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.