Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Salah Ambil Koper


__ADS_3

Noah dan Luna kini sudah masuk ke kamar hotel presidential suite yang telah dipesan oleh oleh Noah sejak kemarin.


Kedua pasutri yang baru mengikat janji sucinya tadi pagi itu langsung berjalan bergandengan ke arah kasur berukuran king size yang telah ditaburi oleh kelopak mawar diatasnya. Terdapat pula dua buah handuk yang telah dilipat membentuk sepasang angsa. Noah mengajak Luna untuk mendudukkan diri di tepi ranjang.


"Kamu mau mandi dulu Lun?" tanya Noah untuk mengusir rasa ketidaknyamanan diantara mereka.


"Hmmm...Mas Noah duluan aja, aku bisa setelahnya." jawab Luna gugup.


"Ya sudah, aku mandi duluan..." Noah menimpali.


Ketika Noah hendak beranjak berdiri, Luna menahan pergelangan tangannya membuat Noah menghadap kearah Luna cepat.


"Kenapa Lun?"


"Koper kita mana Mas?"


"Itu ada di bawah, sebelah kamu persis!" Noah memajukan dagunya menujuk koper yang tergeletak di lantai.


Luna menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Ehh.. iya, maaf Mas aku enggak kelihatan!"


Sebelumnya Noah memang telah memerintahkan salah satu staf hotel untuk membawa koper dan barang bawaan mereka ke kamar, saat Noah dan Luna masih dinner di rooftop tadi.


"Dibawa relax aja Lun, aku tahu kamu gugup." Noah tersenyum miring.


"Akk--aku...siapin baju sama peralatan mandi Mas Noah dulu deh.." ucap Luna sengaja menghindari tatapan mata Noah.


"Boleh!" Noah mempersilahkan Luna seraya menahan tawanya melihat Luna yang salah tingkah.


Luna bergegas membuka koper dan mencari piyama tidur milik Noah. Tak lupa Luna juga mengambil handuk dan peralatan mandi pribadi Noah.


Tiba-tiba mata Luna terbelalak ketika melihat dalaaman Noah yang tersusun rapi dibalik tumpukan kemejanya. Luna meneguk air liurrnya kasar.


Noah yang menyadari sikap aneh Luna langsung paham mengapa istrinya bersikap terkejut seperti itu. Dia berinisiatif untuk mengambil piyama dan perlengkapan mandinya dari tangan Luna agar dia tidak canggung.

__ADS_1


"Sini Lun bajunya, aku masuk ke kamar mandi dulu..udah gerah ini!" seru Noah.


"Iy--iya Mas.." Luna menyerahkan semua essentials tersebut pada Noah.


"Tunggu sebentar ya, aku mandinya tidak lama kok. Pintunya tidak aku kunci dan aku buka sedikit, biar kamu tidak takut."


Noah tahu betul jika Luna itu perempuan yang penakut. Ingatan Noah masih segar akan cerita Luna yang waktu kecil pernah melihat makhluk halus di kebun kecil dekat rumah Pakdhe Bimo dan Budhe Ririn. Sejak saat itu Luna trauma dengan suasana sepi dan gelap.


"Makasih Mas, aku janji enggak akan ngintip kok!" Luna menaikkan dua jarinya membentuk tanda peace.


"Mau mengintip sekalipun juga tidak masalah buat saya, kita kan sudah resmi menikah. Tidak ada yang salah bukan?" Noah mengedipkan mata kanannya menggoda Luna, kemudian ia masuk ke kamar mandi.


Mendapat kerlingan mata secepat kilat membuat pipi Luna merah merona. Kepalanya menunduk malu.


"Sejak kapan Mas Noah jadi genit begitu? Biasanya dia cuek dan aku yang malah kelewat agrresif! Kenapa jadi ketukar sekarang?" Luna bergumam sendiri.


Tak ingin berlarut-larut dalam lamunannya, Luna hendak membongkar koper miliknya sendiri untuk mengambil pakaian ganti dan alat mandi juga. Supaya ketika Noah selesai bebersih, Luna langsung siap.


Dan ketika koper dibuka, Luna baru menyadari satu hal. Koper yang berada didepannya ini bukanlah koper yang semestinya ia bawa.


Isi koper tersebut tidak ada peralatan mandi. Tidak ada baju ganti. Yang ada hanyalah sekumpulan lingerrie berwarna-warni dengan motif yang beragam. Persamaannya, semuanya sama-sama berbahan tipis dan menerawang.


Luna begitu kesal merutuki kecerobohannya sendiri. Ini semua terjadi gara-gara ide gilanya saat berbelanja bersama Friska beberapa hari lalu.


-Flashback On-


"Wahh...enak banget lo Lun, rejeki nomplok! Dapat transferan uang dari calon mertua segitu banyak!" Friska tercengang melihat saldo ATM Luna yang jumlah digitnya banyak.


"Hmm..gue malah ngerasa sungkan sendiri. Kesannya gue kayak mata duitan tahu enggak, padahal juga gue enggak minta!"


"Kalau dapat rezeki jangan ditolak, begitulah kata pepatah. Tandanya, camer lo itu sayang dan perhatian. Nanti camer lo malah tersinggung kalau lo nolak pemberiannya!!" Friska berujar.


"Iya juga sih.." Luna membenarkan ucapan Friska.

__ADS_1


Friska dan Luna sedang berada di toko pakaian dalaam khusus untuk wanita. Rencananya hari ini Luna memang ingin membeli lingerrie untuk persiapan malam pertamanya bersama Noah. Ini semua atas saran Mommy Adelia, Kak Isabelle, dan sahabatnya sendiri Friska.


"Eh Fris, yang ini kayaknya lucu deh..bagus kali ya kalau gue pakai!" Luna memperlihatkan sebuah mini dress transparan berkain tipis yang berwarna sage silk.


"Keren tuh, lo kelihatan hot kalau pakai warna cerah begitu. Biar glowing pas malam-malam, hahahahaha!!" gelak tawa Friska mengundang perhatian orang sekitar.


"Jangan keras-keras kalau ngomong, malu gue!" Luna menepuk pundak sahabatnya keras.


"Ya udah iya maaf, lo mau pilih yang mana nih? Ada macam-macam..gue jadi ikutan bingung saking banyaknya.."


"Semuanya pada bagus-bagus Fris, mana bisa gue pilih dua atau tiga. Kayak kurang..."


"Borong aja semua..kan udah dikasih duit banyak tuh. Sekalian biar bisa ganti-ganti, ntar biar Om Noah makin klepek-klepek sama lo..kalau di servis pakai baju dinas begini tiap hari!!"


"Tapi kayaknya gue enggak langsung pakai deh! Lingerrie yang gue beli ini, bakalan gue packing dulu di koper yang khusus. Mau gue taruh di tempat berbeda biar bisa bedain!" sahut Luna.


"Kenapa gitu?" Friska penasaran.


"Gue enggak mau terburu-buru! Ntar Mas Noah malah nyangka gue terlalu agrresif, kalau pas malam pertama gue langsung pakai ginian. Lihat sikon aja dulu!!" jawab Luna.


"Terserah lo deh!" Friska pasrah.


-Flashback Off-


Dan nyatanya, sekarang kopernya malah tertukar. Luna salah ambil. Sudah diwanti-wanti untuk dibedakan dari jauh-jauh hari, tahunya malah zonk akibat memiliki dua koper yang warnanya hampir mirip, sama-sama berwarna hijau pupus.


"Aduh..gimana ini!" seketika Luna panik dan menggigit jari-jarinya.


Luna berjalan mondar-mandir memikirkan cara yang tepat untuk mengatasi problematikanya ini. Jam sudah mulai menunjukkan pukul 11 malam sekarang.


Tidak ada waktu untuk kembali ke villa mengambil koper yang asli. Mau menyuruh orang pun tidak mungkin karena hari sudah larut. Luna tak ingin mengganggu.


***

__ADS_1


Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊 maaf slow update karena author sibuk skripsi, akan aku usahakan rutin upload yah...


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.


__ADS_2