Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Mengungkap Fakta (Part 2)


__ADS_3

"Eh..iya loh Mas, ini mirip banget sama Mbak Poppy, dia lagi pasang alat penyadap didalam rumah lagi!" Luna sampai menutup mulut dengan tangan saking kagetnya.


Mulanya Luna ragu dengan pernyataan Akbar yang mengatakan bahwa Poppy pelakunya. Walaupun Luna tidak suka, bahkan dapat dikatakan membenci wanita itu, Luna sama sekali tidak pernah menaruh prasangka buruk pada Poppy.


Namun setelah melihat bukti video terpampang secara nyata, Luna tidak bisa menampik sebuah fakta. Kini dirinya yakin seratus persen itu pasti Poppy. Apalagi dari segi outfit saja sudah ketara.


Sedikit-sedikit Luna sempat mengingat, pakaian yang dikenakan Poppy memang sama persis seperti yang wanita itu pernah pakai saat berkunjung ke rumah.


"Kamu kok ingat kalau Poppy pakai baju ini pas ke rumah?" tanya Noah pada Luna.


"Ingatan seorang wanita itu enggak akan pernah lekang oleh waktu, Mas. Kalau soal mengingat memori, wanita itu jagonya udah mendarah daging. Apalagi kalau kaitannya dengan kesalahan suami!" sindir Luna tipis-tipis.


Noah menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Begitu ya? Unik juga..aku yang terkenal kritis dan memiliki daya ingat tinggi saja bahkan lupa! Jangankan soal baju, aku bahkan tidak ingat kalau Poppy pernah ke rumah. Soalnya kejadian itu sudah lama sekali."


"Ya justru kalau kamu hafal baju-baju yang dipakai Mbak Poppy atau kamu ingat Mbak Poppy pernah ke rumah, yang ada malah menimbulkan kecurigaan buat aku Mas! Orang kamu aja enggak hafal sama baju-baju yang kupunya!"


Lagi-lagi Noah serba salah. "Ya makanya aku tadi bilang lupa, kamu pagi-pagi jangan emosi dulu dong!"


"Kamu yang mancing-mancing duluan!"


"Siapa yang mancing Luna sayang..aku diam," Noah mulai geregetan. "Kamunya aja yang sudah keduluan marah!"


Akbar yang melihat pasangan didepannya ini hanya bisa menggeleng sambil tertawa. Apalagi ketika Noah itu salah tingkah sendiri karena istrinya merajuk tidak jelas.


Perasaan Akbar, Noah bukanlah tipe pria suami takut istri dulunya. Tapi semuanya berubah sekarang. Kehidupan pernikahan sahabatnya ini lucu juga ternyata.


"Sudah ahh..kenapa jadi malah bahas baju, ayo kembali fokus!" ucap Luna yang kemudian diangguki oleh Noah.


Keduanya kembali kedalam mode serius, memfokuskan pandangan pada layar laptop untuk melihat rekaman video-video lainnya lagi.

__ADS_1


"Tapi yang jadi pikiranku, kenapa kita bisa kecolongan ya Mas? Waktu itu kita ngapain aja kok sampai enggak tahu Mbak Poppy masuk-masuk ruangan privat..apa enggak kamu kunci itu Mas?" Luna tampak berpikir keras.


Pasalnya dia masih tidak paham bagaimana Poppy dengan leluasanya masuk menyusuri ruangan-ruangan di rumahnya secara sembarangan. Benar-benar tidak sopan. Bisa saja kasus ini diperkarakan pada pihak yang berwajib kalau semua bukti terkumpul.


"Ruang cctv itu sudah dikunci rapat kok, tapi memang kuncinya pakai yang biasa. Mungkin karena faktor itu, jadi gampang dibobolnya. Nanti biar aku ganti dengan smart lock finger print saja.." usul Noah.


Pria itu merutuki kebodohannya karena masih menerapkan kunci keamanan dengan sistem biasa yang cenderung tidak aman. Kenapa tidak dari dulu dia berpikir begitu.


Padahal perkara design atau utilities rumah harusnya menjadi makanannya sehari-hari. Mulai detik ini Noah akan merombak semua pintu di rumahnya wajib menerapkan smart lock.


Noah berkata, "Waktu itu aku tidak mengira kalau Poppy adalah orang yang berbahaya. Jadi aku suruh masuk saja barangkali dia bertamu ada maksud yang penting. Pekerja rumah juga pasti mikir kalau Poppy bukan orang jahat, pas datang kan dia sama sekali tidak mencurigakan. Kejadiannya sebelum ada teror di rumah, makanya pengamanan rumah belum terlalu ketat."


"Apa mungkin Mbak Poppy memanfaatkan momen saat Bibi lagi buat minum ya Mas? Bisa aja kan? Kebetulan para mbak lagi belanja bulanan ke supermarket sama Karta, jadi rumahnya pas sepi. Terus juga waktu itu kita keluarnya lama banget Mas dari kamar, makanya Mbak Poppy jadi punya waktu."


"Bisa jadi sih..karena sekarang aku mengingat satu hal!" ucap Noah dengan semangat 45.


Wajah Luna sedikit meringis, "Apa itu?"


Luna berdecih kesal, "Ishh..kamu mah yang diingat itu aja!"


Selesai melihat video Poppy yang mana dia mengendap-endap masuk ke ruangan cctv dan menonaktifkan kamera rumah, kini Akbar ganti meng-klik video lainnya.


"Nah..kalau yang ini rekaman video tanggal 7 yang dihapus sama Poppy. Aktivitas dalam rumah aman tidak ada kendala, cuman pas aku cek kamera luar ternyata ada dua orang misterius yang mondar-mandir di belakang dan depan rumah kalian. Nih orangnya nih.." ujar Akbar.


Mata Noah terbelalak kaget melihat dua orang pria misterius mengenakan baju hitam-hitam dan penutup wajah sedang riwa-riwi di area sekitar rumahnya.


"Ini gila sih Bar, untung aja istriku tidak kenapa-napa! Soalnya posisi aku lagi tidak ada di rumah sama Luna. Sepertinya satpam kompleks kerjasama dengan Poppy dan kawan-kawan. Masa orang aneh begini bisa dikasih izin masuk?!" Noah semakin geram dibuatnya. Istrinya sedang hamil begini, tapi hidupnya justru dalam bahaya.


"Jangan cuman satpam kompleks aja yang perlu dicurigai, tapi dua bodyguards kalian juga selidiki tuh! Ya kali ada dua orang penyusup begini merekanya malah enggak ngeh.." usul Akbar.

__ADS_1


Noah menghela nafasnya dan menjawab, "Aku sudah sempat bawa Dani dan Pak Hari buat ikut uji poligraf, hasilnya mereka aman dan tidak bohong. Mereka memang enggak ada kaitannya sama Poppy. Ini akan menjadi evaluasi kinerja mereka juga."


Akbar pun mengangguk. Tanpa diberitahu, pemikiran Noah sudah selangkah lebih maju dari dirinya.


"Poppy kayaknya merencanakan ini semua dengan matang deh, jarak waktu dari pas dia matiin cctv dan masang alat penyadap di rumah kalian aja rentangnya sebulan sebelum ketahuan. Terus Luna dapat teror bangkai hewan yang busuk. Serem sih aku lihatnya, enggak paham maksud dia apaan." Akbar bergidik ngeri dengan kelakuan Poppy yang diluar nalar ini.


Tak menyangka jika wanita yang dulunya dia anggap kalem, sopan, dan tidak neko-neko justru berubah aneh. Hidup penuh dengan plot twist pikirnya.


Luna kemudian berteori, "Maksud Mbak Poppy itu jelas, dia kan obsesi sama kamu Mas..ingin memiliki kamu, cinta sama kamu. Mungkin maksud Mbak Poppy, dia mau bikin hidup aku stress. Dengan begitu dia akan cari celah supaya hubungan kita renggang dan dia ada kesempatan untuk deketin kamu!"


"Masuk akal sih Lun..motifnya belum jelas tapi memang mengarah kesitu juga.." Akbar menimpali dan setuju dengan pernyataan Luna.


Kalau sudah menyangkut cinta, orang itu kadang bisa bersikap diluar batas dan kalut. Segala cara kotor pun bisa dihalalkan. Dan kelakuan Poppy ini salah satunya.


"Hhh..aku harus kumpulin semua bukti yang akurat dulu Bar, baru setelahnya aku akan laporkan Poppy ke pihak yang berwajib. Bodo amat meski dia anaknya sahabat Mommy sama Daddy. Tindakannya itu udah mengarah ke kejahatan. Dia harus dapat ganjaran yang setimpal."


Tidak ada kata damai dalam kamus buku Noah. Mereka bukan keluarga jadi urusan ini penyelesaiannya bukan dengan jalur kekeluargaan.


Noah bersumpah pada dirinya sendiri untuk membasmi para cacing-cacing nakal yang berpotensi mengancam keselamatan istri dan anaknya. Tak akan dia beri ampun kalau sampai Poppy sudah secara resmi terbukti bersalah.


Setelah ini Noah akan berbicara pada Daddy Jo untuk membatalkan kerjasama proyek restoran dengan perusahaan keluarganya Poppy. Noah juga akan mempertimbangkan untuk memutus kontrak kerja yang sempat digagasnya dengan ayah Poppy di masa depan.


"Aku sih gimana baiknya kalian aja..ngikut aku mah! Tinggal tunggu perintah, nanti pasti aku bantu cari info-info lagi.." cetus Akbar dengan santainya.


"Ya sudah, kalau gitu aku minta salinan video rekaman yang tadi Bar..buat simpanan pribadi!" pinta Noah.


"Siap, nih aku kasih sekarang aja..pindah flashdisk dulu," tukas Akbar.


***

__ADS_1


...*Hari ini author akan double up, untuk mengganti waktu-waktu kemarin yang enggak sempat upload hehe...tungguin ya, terima kasih readers 😁*...


__ADS_2