Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Bangun Pagi


__ADS_3

Noah


Pagi ini, aku bangun lebih awal daripada Luna. Dengan mata yang masih mengantuk, aku beringsut duduk menyandar pada headboard kasur sembari mengucek mataku perlahan untuk mengumpulkan nyawa.


Kemudian aku meraih ponsel yang ada di bedside table untuk melihat jam. Masih pukul 8 pagi ternyata. Kulihat disampingku, Luna masih tertidur pulas dengan tubuh polosnya yang hanya tertutupi oleh bed cover. Kulitnya yang putih dan halus seperti kapas terpampang nyata di hadapanku.


Seulas senyuman terbentuk dari sudut bibirku yang tertarik keatas. Aku mengusap lembut kepala Luna. Istriku ini sepertinya kelelahan setelah kami puas melakukan kegiatan percintaan semalam.


Tak ingin munafik, sebagai lelaki normal yang sudah lama tak bercinta, aku seperti orang yang hilang kendali semalam. Servis dari Luna benar-benar membuatku dimabuuk kepayang.


Tapi bukan berarti aku memanfaatkan Luna. Kami berdua melakukannya atas dasar suka sama suka dengan persetujuan satu sama lain. Itulah kenapa semalam rasanya nikmat sekali.


"Hoammmm...." Luna menggeliatkan tubuhnya dan mulai terbangun juga.


Mata indahnya yang berwarna cokelat muda perlahan terbuka sembari mengerjap-ngerjap.


"Mas Noah udah bangun?" tanya Luna dengan suara lenguhan manja ala orang yang baru bangun tidur.


"Iya, tapi baru aja kok. Sekitar 10 menit-an yang lalu.."


"Sekarang jam berapa Mas?" Luna bertanya lagi.


"Baru jam 8."


Luna tersentak kaget dan langsung bangun dari tidurnya. "HAHHHH??? JAM 8?"


"Jangan teriak-teriak kenapa sih? Masih pagi ini..." aku menutup kedua telingaku.


"Pagi gimana! Ini kesiangan Mas! Katanya kita ada flight pagi, mau honeymoon ke Eropa...terus gimana dong, telat nih?" kata Luna panik.


Aku hanya bisa terkekeh melihatnya kalang kabut. Wajah Luna terlihat semakin gemas saja.


"Udah aku reschedule sejak kemarin Lun, kita berangkatnya nanti malam."


Luna menghembuskan nafasnya lega. "Fyuhhhh.....hampir aja, aku panik Mas kirain telat!"

__ADS_1


"Masih ada banyak waktu tersisa."


Dan ditengah-tengah pembicaraan kami, tiba-tiba Luna menarik selimut bed cover untuk menutupi tubuhnya.


Grepp....


Aku tersenyum tipis. "Lun, aku sudah lihat semuanya kali..tidak perlu kamu tutup-tutup begitu!" aku menurunkan tangan Luna.


"Iya sih..tapi aku tetap malu Mas! Mas Noah hadap sana aja, biar aku pakai baju dulu..."


"Emang ada baju? Katanya kemarin koper kamu ketukar?" sahutku.


Saat melakukan sesi panas kemarin, aku tak sengaja melepas lingerrie Luna dengan tergesa-gesa sehingga robek. Ketika sudah selesai, aku hendak mengambil baju Luna yang ada di koper untuk dipakaikan ke tubuhnya agar dia tak masuk angin.


Namun saat kubuka, isi kopernya full dengan baju-baju berbahan tipis yang seksi. Sontak hal itu membuatku kaget. Akhirnya Luna membuat pengakuan kalau kopernya tertukar.


Karena sudah sama-sama lelah, kami malas untuk ganti baju dan memilih bersikap bodo amat. Akhirnya kami berdua lanjut tertidur tanpa mengenakan apapun hingga pagi ini.


"Terus gimana Mas? Kamu minta tolong orang dong buat bawain koper aku itu!" rengek Luna.


"Serius? Ahhh...makasih Mas Noah!" Luna melompat ke pangkuanku dan memeluk leherku erat.


Wajah kami kini saling berdekatan. Kutatap mata Luna dalam-dalam. Aku bisa melihat dengan jelas ketulusan ada pada dalam dirinya.


Luna menyugar rambut lebat hitam ku ke belakang dan mengusap garis rahangku perlahan dengan sentuhan jari lentiknya. Sebuah senyuman mengembang dari bibirnya. Kecantikan Luna terlihat natural.


"Hmm..Lun, tolong jangan gerak-gerak..nanti junior ku bangun lagi! Apalagi ini masih pagi!" lirihku.


Dengan posisi kami yang seperti ini, sangat mustahil bagiku untuk tidak terpancing.


Luna tertawa pelan. "Hmm..maaf Mas, aku refleks tadi! Pengen peluk karena kamu gemas!"


Ketika Luna hendak beranjak dari pangkuanku, aku menahannya.


"Kok makin erat pelukannya? Aku enggak bisa lepas dong!" ucap Luna.

__ADS_1


"Iya, tidak apa-apa kok. Enak juga kalau dipeluk begini. Sering-sering aja kamu refleks, aku suka. Tapi ya gitu, ada resikonya.."


"Apa itu?" Luna menaikkan alisnya.


"Kamu aku terkam! Ghrrmmmm..." aku mengeluarkan suara harimau mengaum.


Gelak tawa kami berdua menggema, memenuhi seluruh sudut-sudut ruangan kamar. Setelah itu, aku mengeratkan pelukanku pada Luna. Kuciumi leher Luna hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.


Drt...drt...


"Mas, handphone kamu bunyi tuh!" ucap Luna disela-sela kegiatan kami.


Luna sedikit memberi jarak padaku untuk melepaskan pelukan kami.


Cuuppp....


"Biarin aja Lun!"


Aku malah keasyikan mendaratkan kecupanku di leher jenjang Luna daripada mengecek ponselku sendiri.


Drt..drt...


"Mas itu masih bunyi...angkat aja sebentar!" protes Luna. "Siapa tahu itu Anton yang antar koper.."


Aku mendengus kesal. "Okay..okay.."


Aku segera meraih ponselku dan mengecek siapa yang memanggil.


Malena.


Ada apa dia menelponku?


***


Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊

__ADS_1


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.


__ADS_2