Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Menyatu


__ADS_3

"Makasih ya Mas...aku happy banget. Untung aja kita jadi liburan!" ucap Luna sembari bergelayutan manja pada lengan Noah.


Noah tersenyum tipis dan melirik wajah sang istri, "Sama-sama sayang..." diusapnya pipi Luna dengan penuh kelembutan.


Saat ini keduanya tengah berada didalam pesawat setelah baru saja lepas landas dari bandara setelah melewati beberapa jam penuh drama. Mommy Adelia dan Daddy Jo sendiri yang mengantar mereka.


Dokter panggilan langganan keluarga Clerk berkata bahwa keadaan kandungan Luna baik-baik saja ketika diperiksa tadi. Tidak ada masalah serius, sebab wajar saja jika di terimester kedua masa kehamilan, ibu hamil kerap mengalami kram perut.


"Aku bersyukur sekali kandungan kamu tidak apa-apa. Aku bahkan sudah panik banget tadi. Hampir saja liburan baby moon kita ini mau aku batalkan!" ucap Noah bahagia ketika menatap perut Luna.


"Ya jangan dong, Mas. Kan rugi nanti! Kamu udah terlanjur pesan tiket pesawat, hotel, dan segala macam. Sayang banget kalau kebuang sia-sia.." sergah Luna tak setuju.


Sebagai orang yang dulunya jarang liburan ke luar negeri, Luna sedikit menyayangkan kalau sampai tiket liburan mereka harus hangus. Belanda dan Yunani adalah satu dari sekian banyaknya negara impian yang ingin dikunjungi Luna.


"Buat aku tidak ada yang sia-sia kalau menyangkut kamu. Mending tiket kebuang daripada keselamatan kamu dan baby jadi tumbalnya. Liburan kan bisa kapan saja, tapi kalau sudah hamil itu tidak sering. Beberapa wanita harus bersyukur diberi titipan oleh Tuhan, maka dari itu kondisi tubuh harus dijaga." Noah mulai ceramah panjang lebar.


Anak adalah sebuah anugerah bagi Noah. Sejak jaman pernikahan pertama, pria itu mendambakan kehadiran seorang buah hati. Sehingga ketika diberi kepercayaan seperti ini, Noah akan sangat hati-hati menjaganya.


"Lagipula tiket tidak akan kebuang. Aku bisa saja kan, kasih ke Kak Isabelle atau Mommy dan Daddy. Dua pasangan suami-istri itu termasuk jarang liburan akhir-akhir ini," ujar Noah beralasan.


Mengingat kesibukan kakak ipar Noah yang bekerja sebagai dokter, membuat Isabelle dan Steven begitu jarang bisa melancong bepergian dengan perasaan hati yang lega.


Sedikit-sedikit Steven harus ditelepon untuk cepat-cepat balik ke rumah sakit. Isabelle pun sama sibuknya, deadline pembuatan koleksi desain baju untuk butiknya menuntut wanita itu untuk bekerja cepat. Ditambah lagi pasangan tersebut sedang dalam masa repot-repotnya karena memiliki dua gadis yang masih kecil.

__ADS_1


"Iya juga ya Mas, betul itu!" Luna mengangguk mengiyakan. "Tapi Mas, aku kenapa jadi mikir ya..apa mungkin Adek pas di perut itu lagi ngasih kode untuk kita?"


Noah mengerutkan kening dan bertanya, "Memberi kode gimana maksud kamu?"


"Maksud aku, Adek itu terlalu sayang sama Maminya. Jadi pas kita lagi bahas-bahas perempuan lain, Adek ngambek didalam perut. Dia enggak mau Papinya kegoda perempuan lain..." Luna mengemukakan teorinya sambil tertawa meringis.


"Ngawur kamu ngomongnya.." Noah menoel hidung Luna dengan gemasnya.


"Bisa jadi kan Mas! Buktinya, kalau pas kita habis berantem gara-gara Mbak Malena atau Mbak Poppy, perut aku jadi tiba-tiba sakit enggak jelas. Padahal sebelumnya juga baik-baik aja lho.."


Noah sedikit memundurkan wajahnya kemudian berdecak, "Sudah-sudah jangan dibahas lagi, kita mau liburan...tidak ada ngomongin soal itu. Aku mau refreshing sama istriku tercinta. Jangan memancing suatu hal yang bikin kita bertengkar...oke?"


Luna mengangguk-angguk cepat lalu kepalanya semakin dibenamkan pada pundak Noah. "Siap Mas!"


Tangan Luna secara tiba-tiba bergerak untuk mengelus-elus pelan dada bidang Noah. Detik berikutnya, sudah turun ke area bawah hingga paha. Bohong kalau Noah tidak tergoda.


"Sayang...kamu jangan pegang-pegang bagian itu dong...nanti aku jadi pengen.." lirih Noah pelan karena sedang menahan nafas.


Luna menyunggingkan senyuman nakalnya. Inilah yang sebenarnya dia tunggu-tunggu. Wanita itu memang dengan liciknya sengaja memancing suaminya agar turn on.


Karena kebetulan Luna juga sedang ingin. Hormon kehamilannya yang membuat dia bersikap berani seperti ini. Mau minta jatah duluan gengsi, sehingga dengan cara inilah Luna menggoda.


Tidak perduli mau di pesawat sekalipun, mereka tetap bisa melakukannya. Toh juga Noah memesan tiket pesawat first class yang bentuknya seperti private room dengan layanan seat yang bisa diubah menjadi kasur untuk selonjoran.

__ADS_1


"Ya kalau kamu mau...ayo kita main disini.." kata Luna blak-blakan.


Tangannya beralih memainkan brewok tipis-tipis Noah yang wajahnya mulai ditumbuhi bulu-bulu halus. Sudah lama sekali Noah tidak cukuran. Mungkin nanti kalau sampai di hotel saja Luna akan membersihkan dan merawat muka Noah penuh dengan skincare.


"Yakin? Di pesawat loh..tidak takut ketahuan kita bikin suara gaduh." Noah berbisik tepat di telinga Luna secara intens, sesekali ia juga turut membubuhkan kecupan pada cuping telinga Luna.


"Enggak akan ada yang dengar Mas, aku kangen kamu..."


"Sungguh kangen sama aku? Bukan kangen dengan sentuhanku?"


Luna menepuk dada Noah keras, "Ih ngeselin.." bibir Luna manyun karena kesal Noah tak kunjung merealisasikan keinginan dirinya untuk menyatukan tubuh.


"Aku senang kalau kamu ngambek begini, makin lucu mukanya.." lanjut Noah lagi.


Sambil menggoda, secara mendadak Noah menyambar bibir ranum istrinya itu dan mulai melepas tali dress yang dikenakan Luna kebawah.


Bibir Noah bergerak menuju ceruk leher Luna. Rambut panjang Luna yang bergerai disibak ke belakang, lalu bahunya diberi kecupan manis.


Mulai terlena, Luna kini menyisir rambut lebat Noah dengan tangannya. Tak ingin kalah, Noah menyelipkan tangannya pada gaun dress Luna bagian bawah seraya menggosok pahanyaa.


Tanpa terasa, resleting dress cantik Luna terlepas dan meluncur ke bawah. Jaket coat tebal Noah juga sama ikut terjatuh, menyatu bertumpuk dengan dress Luna di lantai kabin.


"Are you sure baby girl?" Noah berbisik lirih dengan kabut asmaranya.

__ADS_1


***


...Hi semua, maaf beberapa hari ke belakang aku tidak sempat update karena akhir tahun aku benar-benar sibuk di real life. Belum lagi sempat ada drama draft ceritaku hilang dari notes dan penyimpanan. Otomatis aku panik 😢 butuh lama untuk backup..jadi makasih ya untuk yang sabar nunggu. Besok aku up 3 bab sekaligus, menebus hari-hari saat tidak up. Terima kasih 😊...


__ADS_2