Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Luna Ngambek


__ADS_3

Klekk..


Luna telah kembali dari kamar mandi, bersamaan dengan Noah yang telah selesai mengangkat telepon dari Bagas.


"Mas aku udah selesai buang air kecil, kamu bisa pakai kamar mandinya sekarang. Mau langsung mandi atau gimana? Kalau iya biar aku siapin... "


Mendengar panggilan dari istrinya, Noah seketika menoleh dan menghampiri Luna.


"Boleh, aku minta tolong siapin baju aku aja. Terserah kamu yang pilihkan."


"Okay. Tapi setelah mandi, agenda kita mau kemana? Kan bajunya harus menyesuaikan juga!"


"Kita akan makan siang dulu di salah satu restoran terkenal di Praha, aku sudah siapkan tempatnya. Setelah makan, baru kita akan shopping baju-baju dingin buat kamu." ucap Noah seraya menangkup pipi kanan Luna.


"Siap Bos!" balas Luna tersenyum sambil membuat gerakan tangan seperti orang hormat.


Luna kemudian segera membuka koper Noah dan mulai memilah-milah baju yang sekiranya cocok untuk digunakan ke restoran.


Saat sedang asyik memilih, tak sengaja mata Luna terfokus pada sebuah foto polaroid yang terselip di pinggiran resleting koper Noah. Foto Noah yang sedang berpelukan dengan Malena.


Hati Luna terasa remukk dibuatnya. Melihat foto suaminya yang terlihat mesra bersama sang mantan dengan background pantai. Noah tampak tersenyum lebar bahagia dan Malena yang tertawa lepas.


Ada satu hal lagi yang baru Luna sadari, koper milik Noah ini semacam koper custom yang terdapat logo timbul MN di depannya. Inisial Malena dan Noah. Bahkan kepala resletingnya pun ada tempelan NM nya juga.


Luna berdiri dan mendekat pada Noah yang sedang duduk di tepian kasur sedang bermain ponsel.


"Mas, ini maksudnya apa? Kamu masih simpan foto ini?" Luna mengangkat foto polaroid tersebut menunjukkannya pada Noah.


Mata Noah terbelalak kaget, tubuhnya terjengkat hingga berdiri dan mengambil foto tersebut dari tangan Luna.


"Gini ya Mas...aku paham kalau kamu masih belum move on sama Malena. Aku juga paham mungkin barang-barang peninggalan kalian saat masih bersama belum sepenuhnya kamu buang semua. It's okay I'm fine with it..."


"Tapi yang aku enggak habis pikir, kenapa bisa kamu bawa foto ini di koper saat kita sedang bulan madu? Ini sama aja kayak kamu enggak menghargai aku sebagai istri!" ceramah Luna panjang lebar.

__ADS_1


Noah meneguk air liurrnya kasar. Batinnya, Luna kalau sedang memgomel terlihat seram juga. Entah kenapa, rasanya Noah tak berani menyela. Ada aura tersendiri dari diri Luna yang membuat Noah terdiam terpaku.


"Belum lagi ini kopernya pake ada logo NM segala..biar apa sih kamu pakai koper ini! Alay banget pakai custom-custom segala!" Luna mengungkapkan kekesalannya hingga tak memberi kesempatan Noah berbicara.


Noah menarik tubuh Luna dan langsung mendekapnya erat agar Luna tidak berapi-api lagi. Diusapnya dengan lembut, surai panjang milik Luna sebagai gesture untuk menenangkan emosinya.


"Lun..I'm sorry! Aku minta maaf ya! Aku beneran tidak sadar, aku lupa! Semua pakaian aku sebelum kita berangkat honeymoon itu sudah disiapkan sama Bibi. Aku tidak sempat mengecek."


Noah merutuki kecerobohannya. Dia benar-benar kecolongan. Sejujurnya bukan Bibi yang menyiapkan, melainkan Noah sendiri. Tapi dia sungguh tidak sadar akan detail kecil dari koper yang dibawanya. Noah hanya asal mencomotnya saja dari walk in closet.


"Iya tetap aja aneh Mas! Dari sekian banyaknya koper yang kamu punya..masa yang dipakai itu sih? Enggak mungkin kan Bibi teledor?" sahut Luna.


Insting istrinya begitu kuat ternyata, pikir Noah.


"Lun...percaya sama aku. Serius, ini diluar dugaan. Aku baru ngeh kalau aku pakai koper yang salah. Aku janji deh, akan ganti secepatnya. Bila perlu aku akan buang sekarang. Kita beli koper baru disini, dan langsung aku ganti dan pindahkan semua baju-bajuku. Gimana?" bujuk Noah agar Luna tidak ngambek.


Luna menaikkan kedua bahunya tak menggubris Noah.


"Kamu sendiri yang bikin aku drop! Ya gini ini, resiko menikah sama orang yang masa lalunya belum selesai!" gerutu Luna.


"Hey..kok ngomongnya jadi melebar begitu sih! Siapa bilang belum selesai? Kalau belum selesai, ngapain aku nikah sama kamu? It's over between me and Malena. Kalau aku sudah berkomitmen, pantang buat aku melanggarnya. Aku kan sudah janji untuk belajar mencintai kamu dan berusaha semampuku untuk membuat hubungan ini berhasil." jelas Noah panjang lebar.


"Iya deh...terserah lah" jawab Luna dengan nada malas.


Noah menjadi gemas dibuatnya. Sepertinya istrinya ini sedang kena sindrom cemburu. Dalam hati, Noah merasa senang. Sebab cemburu tandanya sudah ada benih-benih cinta tumbuh dalam diri Luna.


Tapi Noah tak memiliki keberanian menggoda Luna karena dia sedang dalam mode ngambek. Yang ada urusan akan semakin rumit, dan Luna semakin tak enak hati.


"Ngomong-ngomong, tadi Bagas telepon kenapa Mas?" tanya Luna yang perutnya masih dilingkari oleh dekapan lengan Noah.


Tubuh Noah kembali menegang. Pasalnya saat berteleponan dengan Bagas, pembahasannya tidak jauh-jauh tentang Malena. Noah tak menduga Luna akan bertanya.


Luna memiringkan kepalanya. "Kok diam? Kenapa mukanya panik begitu? Ada masalah di kantor kah?"

__ADS_1


Noah menggeleng. "Tadi Bagas bilang, katanya Malena datang ke kantor dan ngamuk-ngamuk sampai merusak properti perusahaan." ungkapnya jujur.


Noah tak ingin menyembunyikan sesuatu dari Luna yang akan membuatnya malah semakin marah.


"Hah?! Gimana kisahnya? Masih belum menyerah juga itu orang..." Luna menghembuskan nafasnya kasar.


"Kenapa sih, pas kita lagi bulan madu begini, si Mak Lampir itu masih menghantui? Tadi koper...sekarang ada berita kalau dia datang ke perusahaan kamu! Kayaknya Malena itu susah jauh-jauh dari kehidupan kamu Mas! Enggak bisa gitu ya, kita dibuat tenang sejenak!" keluh Luna yang melepaskan pelukannya dari Noah.


"Hey...where you going? Jangan marah ke aku dong! Aku kan tidak tahu Lun bagaimana ceritanya. Dianya aja yang mendadak datang dan mengamuk..aku mana ngerti! Orang seharian kemarin kita di pesawat dan sibuk making out!"


"Mass!!!" Luna menoleh cepat seraya bergeleng-geleng. Pipinya memerah menahan malu.


Noah tiba-tiba mengungkit-ungkit kejadian di pesawat, dimana mereka berulang kali melakukan kegiatan panas tak henti-henti dan saling bercumbuu satu sama lain.


"Udah ah..aku mau mandi duluan!"


Dengan langkah kaki cepat, Luna melenggang pergi dan masuk ke kamar mandi mengacuhkan Noah.


"Aku ikut ya..kita mandi bersama?" ajak Noah.


"No, aku malas lihat muka kamu Mas! Aku mau menenangkan diri sambil berendam di bathub. Jangan berani masuk, awas! Mending kamu urusin tuh Malena kesayangan kamu!" sindir Luna dengan tajam.


Tak lama, Luna masuk sembari membanting pintu kamar mandi dengan keras sehingga Noah tersentak. Hatinya sedang kesal dan dia tidak perduli.


"Ckkk...argghhh! Sialann..ceroboh banget kamu Noah!! Bisa-bisanya honeymoon malah bawa koper custom couple an dari mantan! Mana ada foto kenangan lagi...ahh blunder banget!!!" Noah menepuk jidatnya berkali-kali sambil berjalan maju mundur kebingungan.


Sekarang, Noah memiliki PR dan harus mencari cara agar istrinya bisa melunak tidak marah-marah lagi.


***


Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2