Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Suap-Suap Manja


__ADS_3

"Mas kok cepat banget sih makannya?" Luna melirik nampan makanan milik Noah yang sudah tandas habis tak bersisa.


Sekitar 20 menit yang lalu, Noah meminta sang pramugari untuk menyajikan makanan utama untuk mereka.


"Porsinya dikit ini Lun, sekali lahap pasti cepat habis!" sahut Noah seraya mengusap mulutnya dengan sapu tangan.


"Padahal macamnya banyak banget lho! Aku aja belum habis nih.."


"Aku malah belum kenyang..masih lapar!" Noah mengusap perutnya.


Luna menggelengkan kepalanya keheranan. "Astaga, itu perut emangnya muat kalau dimasukkin makanan lagi?"


"Ya masih, kamu kan tahu sendiri kalau porsi makan ku emang banyak!"


Memang benar, Noah adalah satu dari sekian banyaknya pria yang suka makan dengan porsi besar. Luna beberapa kali memperhatikannya.


"Kalau aku suapin makanan punya aku mau enggak? Aku udah mulai kenyang Mas...sayang kan kalau kebuang!" Luna menunjukkan nampan makanan miliknya yang hanya berkurang sedikit.


"Loh, masih banyak itu? Tadi katanya kamu lapar..kok cuman dimakan kayak 3 sendok begitu?" tanya Noah.


"Tiba-tiba hilang selera aja Mas...aku mau makan dessert aja atau es krim nanti, boleh ya?" pinta Luna memelas.


Noah mengalah, karena kebetulan dia juga sebenarnya masih lapar. "Iya sudah..biar aku yang habiskan aja."


"Yeayy..aku yang suapin yah?" tawar Luna yang menaik-naikkan kedua alisnya. "Kapan lagi bisa disuapin manja begini sama istri, mumpung aku mau lho!"


Noah melebarkan senyuman manisnya.


"Boleh, kamu suapin aku!" ucap Noah semangat. "Tapi aku mau bilang ke pramugari-nya dulu untuk beresin nampanku ini. Biar enggak penuh dan rapi..."


Noah langsung memanggil pramugari yang sedang mobile melewati lorong seat dan memintanya untuk segera membereskan nampan makanannya. Tak lupa, ia juga meminta tambahan dua gelas orange juice dan sebotol air mineral.


"Aaaaa....." Noah membuka mulutnya, pertanda ia siap untuk menerima makanan yang masuk.


Luna dengan senang hati menyuapi suaminya yang terlihat begitu lahap, meskipun sudah makan tadi.

__ADS_1


"Sejujurnya, aku senang deh lihat kamu makannya banyak gini!"


"Kamu tidak takut aku gendut?" sahut Noah sambil mengunyah.


"Mau gendut juga aku tetap sayang kok..Mas!" Luna mengusap sudut bibir Noah yang sedikit belepotan. "Kamu tetap ganteng mau bentuk badannya kayak gimanapun!"


"Beneran?" tanya Noah meyakinkan lagi.


"Iya bener lah...sayang sama suami sendiri kan sah-sah aja! Masa aku sayang sama suami tetangga sih!"


Noah tertawa pelan setelah meneguk segelas air mineralnya.


"Ngomong-ngomong soal tetangga, nanti di rumah kita tidak akan ada tetangga lho disamping kanan kiri." ucap Noah santai.


"Maksudnya gimana?" Luna tidak begitu paham.


"Kan rumah baru kita itu dibangun di daerah yang eksklusif, jauh dari keramaian Lun..otomatis ya kita tidak akan punya tetangga."


"Oh ya Mas? Tadinya aku pikir kita akan tinggal di komplek perumahan biasa."


Sebelumnya, Noah belum pernah membawa Luna untuk datang melihat-lihat rumah baru mereka secara langsung. Hanya sekali, Noah mengajak Luna bertemu rekannya yang bekerja sebagai interior design untuk berdiskusi tentang dekor rumah mereka.


Pikir Noah, ia berniat memberikan kejutan pada Luna setelah mereka pulang dari honeymoon saja sekalian.


"Kamu belum pernah ajakin aku kesana Mas!" keluh Luna yang masih asyik menyendokkan makanan pada Noah.


Sedangkan Noah mengusap pelan rambut indah Luna. "Sabar dong...nanti setelah tour keliling Eropa selesai aja, kita akan segera pindahan dan menempati rumah baru. Kamu pasti akan suka!"


"Siap bos! Aku jadi enggak sabar deh... soalnya kemarin design nya kan request dari aku! Semoga sesuai ekspektasi!" ucap Luna semangat.


"Pasti! Temanku itu tidak akan pernah mengecewakan. Design ruanganku di kantor juga aku pakai jasa dia kok, kamu kan suka tuh sama interior ruangan pribadiku!"


"Iya Mas!" Luna mengangguk-angguk. "Tapi kalau dipikir-pikir, enak juga ya enggak ada tetangga. Enggak bakalan ada yang nyinyir atau julid! Bisa bebas...sepuasnya!"


"Exactly!" timpal Noah yang jarinya menunjuk ke arah Luna. "Kamu juga enggak perlu khawatir, nanti aku akan hire asisten rumah tangga dan pekerja khusus untuk di rumah buat nemenin kamu biar gak sendirian. By the way, kamu tetap mau ikut kursus masak?"

__ADS_1


Noah ingat jika Luna pernah mengutarakan keinginannya untuk belajar memasak sebelum mereka menikah.


"Jadi Mas, aku pengen bisa masak supaya Mas Noah pas pulang kerja bisa makan masakan aku!" jawab Luna begitu yakin.


Tekad Luna begitu kuat untuk belajar memasak dan hitung-hitung juga seperti memberikan servis penuh untuk suami, setelah semua kebaikan yang Noah berikan padanya.


"Terserah kamu deh, pokoknya kamu yang cari tempat kursus nya mau dimana bebas! Tanya Mommy barangkali tahu tempatnya. Aku soalnya tidak begitu paham soal itu. Aku biar bagian bayar aja sama sediain transport kamu, pas pulang pergi kursus diantar sama supir."


"Okay Mas..."


"Kalau untuk kerja gimana? Masih mau lanjut atau berhenti?" tanya Noah mulai membahas percakapan yang cukup serius.


Pasalnya, ia dan Luna belum pernah berbicara detail mengenai kehidupan masa depan mereka akan berjalan seperti apa.


"Aku bingung Mas..enaknya gimana?" tanya Luna balik. Ia ingin meminta pendapat suaminya.


Noah kemudian memiringkan badannya supaya bisa menghadap Luna secara pas.


"Kalau secara finansial, aku sanggup menafkahi kamu Lun. Jadi ya meski enggak bekerja, kamu enggak akan kekurangan sedikitpun. Dari penghasilanku saja sudah cukup untuk menghidupi kita berdua." jelas Noah.


Yang dikatakan Noah adalah fakta. Bukan sekedar cukup lagi, tapi lebih dari cukup. Harta Noah begitu melimpah bahkan tak akan habis sampai beberapa turunan. Income Noah dalam kurun waktu sebulan, sudah bisa menghidupi banyak orang.


"Tapi aku enggak memaksa sih, kalau kamu mau kerja ya silahkan aja. Asalkan kamu tetap melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab kamu sebagai istri, no problem."


"Aku pikir-pikir dulu ya Mas.." Luna bimbang.


Noah memajukan wajahnya mendekat pada Luna. "Take your time, kita nikmatin aja dulu liburan singkat ini. Soal pekerjaan, kita tinggalkan dulu sejenak..okay?"


"Iya Mas." Luna membalas ucapan Noah dengan senyuman tipis.


***


Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊 Sekarang author sudah selesai sidang skripsi, jadi bisa rutin upload hihi...


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2